
Pulang nya, Zoa dan Junghwan langsung menghampiri Yoshi dan Jihoon.
"Jihoon hyung, Yoshi hyung." Panggil Wawan.
"Kenapa?" Kedua orang yang dipanggil berbalik.
"Lo yakin nggak pernah lihat anak cowok di samping Jeno??" Tanya Junghwan sembari memperlihatkan kembali foto itu.
"Entahlah, gue lupa." Balas Yoshi.
"Sama, gue juga."
"Gue lagi nggak bercanda hyung, jawab yang serius!"
"Tapi gue juga nggak bercanda Wan!" Bentak Yoshi kembali.
"Coba gue lihat." Asahi merebut foto itu dari Junghwan.
"......"
"Ini bukannya Jaemin?? Apa hubungan dia dengan Jeno dan Sakura?" Batin Asahi menatap foto itu.
Asahi mengambil hpnya dan memfoto ulang foto itu.
"Gue balik ke rumah sebentar yah, kalau Minju siuman kabarin gue." Ucap Asahi dan berlari keluar rumah Minju.
Skip
Setibanya di rumah nya.
"SEUNGMIN! JAEMIN! KALIAN DIMANA?! GUE MAU NGOMONG SEBENTAR!" Teriak Asahi membuat Seungmin dan Jaemin yang di dalam kamar langsung keluar.
"Kenapa lo? Kerasukan??" Tanya Seungmin.
"Iya, tumben banget teriak-teriak kek orang kesetanan." Timpal Jaemin.
"Lo diam bentar disitu." Ucap Asahi ke Jaemin dan mengeluarkan hpnya.
Ia menatap Jaemin dan foto cowok yang mirip Jaemin.
"Ngapain sih?! Lo fans sama gue sampai natap segitunya??" Jaemin menaik turunkan alisnya.
Seungmin menghampiri Asahi, ia kepo dan melihat apa yang dilihat Asahi.
Seungmin melotot.
"Lo punya kembaran Jaem?" Tanya Seungmin.
__ADS_1
"Nih anak mirip banget sama lo." Ucap Seungmin lagi.
"Masa sih?? Sini gue lihat." Jaemin merebut hpnya Asahi.
Sedetik kemudian.
"Ini mah sohib gue Jeno dan sepupu gue Sakura. Mereka dulu pernah ajak gue foto, dan ini fotonya." Kata Jaemin.
"Jadi ini beneran lo??" Tanya Asahi.
"Menurut lo?? Ya kali gue punya kembaran, anak setampan dan sebaik gue itu terbatas stoknya. Jadi gue nggak punya yang namanya kembaran, jangan sembarangan kalau ngomong."
"Terus lo tau nggak Sakura dan Jeno dimana?? Gue mau ketemu sama mereka."
"Hm masalahnya gue nggak tau mereka dimana, kalau sudah ketemu gue bakalan pamit ke mereka dan pergi ke surga noh."
"Terus kaitannya sepupu dan sahabat lo itu dengan Minju apaan?? Gue jadi bingung."
"Minju kenapa? Lo ada masalah sama teman-teman lo?" Tanya Jaemin.
"Waktu itu kami ke sekolah jam 2 malam karena penasaran dengan rumor sekolah, dan Minju ketemu sama setan perempuan jelek. Sekarang kami semua seperti diawasi dan diganggu terus. Gue yakin kedua orang terdekat lo ini berhubungan dan bisa menjadi petunjuk baru."
"Oh gitu, kalian dapat darimana foto ini?" Tanya Jaemin.
"Di ruang seni, Junghwan dan Zoa yang dapat."
"Oh gitu, seharusnya sih kalian nggak pernah ke sekolah itu. Menurut gue, Sakura dan Jeno pasti melakukan ritual lagi."
"Ritual untuk menghidupkan gue kembali dengan beberapa tumbal anak-anak yang ada di sekolah, dan kebanyakan sih cewek. Kalau nggak salah Jeongin salah satu korban tumbal nya."
"Makanya arwah Jeongin bergentayangan dan nggak tenang?"
"Yoi bro. Tapi tenang aja, Jeongin mah baik. Gue sebenarnya juga kesal sama Sakura dan Jeno tapi gue sayang juga mereka, gue ngerti kenapa mereka begitu tapi cara mereka salah. Harusnya mereka ikhlasin gue."
"Lah memangnya lo mati kenapa sih Jaem?" Tanya Asahi penasaran.
"Gue? Aduh nggak usah ditanya deh, gue matinya kasian sekali. Masa gue mati karena keselak tulang ayam."
"Bwahahahaha, nggak elit banget mati lo Jaem." Ngakak Seungmin.
"Lah memangnya lo mati gimana Min? Lebih aestetik gitu dari gue??"
"Ya nggak juga, gue mati gara-gara jatuh di kamar mandi. Kepeleset, kan sial banget tuh." Omel Seungmin.
"Bwahahahaha keknya lebih mendingan gue deh." Jaemin mengejek balik Seungmin.
"Terus kenapa ada setan jelek itu??" Tanya Asahi.
__ADS_1
"Mungkin setan nya itu tunduk ke Sakura noona dan Jeno, em semacam setan yang dipakai untuk merenggut nyawa para anak-anak di sekolah. Setan itu pasti bekerja sama dengan noona dan Jeno, tapi gue nggak tau timbal baliknya apa."
"Dan siapapun yang melihat setan itu akan bunuh diri, gila, atau nggak yah koma. Kalau ada yang masih waras dan sehat itu artinya dia beruntung."
"Berarti kita harus hentikan ritual noona lo dan Jeno." Ucap Asahi.
"Hm iya, kalau nggak pasti Minju akan diganggu terus sampai dia bunuh diri, gila, atau koma."
"Kalian berdua mau bantuin gue kan??" Tanya Asahi.
"Boleh sih, tapi ada syaratnya." Ucap Seungmin.
"Aelah gue kan sohib lo juga, tega banget pakai syarat-syarat segala."
"Hehe iya deh, tanpa syarat kita bantu."
"Tapi Min, cara bantuin Minju akan sulit."
"Maksud lo apaan Jaem?"
"Jadi—"
"Jadi kalian semua harus membunuh dalang yang menjalankan ritual itu." Potong Jeongin.
"What the ****?!" Asahi kaget.
"Nggak ada cara lain apa?!"
"Ada sih, salah satu dari kalian harus pergi ke dunia lain dan menghabisi setan jelek yang ditugaskan untuk menghabisi nyawa anak-anak."
"Lah caranya gimana komplang?!" Greget Asahi.
"Yah caranya dengan membawa foto itu dan menempelkan nya ke dahi setan jelek itu, sesudah itu lo bakar deh." Ucap Jeongin.
"Emang ada cara gituan??"
"Kalau nggak ada nggak bakalan gue kasih tau ke lo Sahi!"
"Kalau gitu mah gampang Jeong, gue bisa sendirian." Pede Asahi.
"Gampang sih, tapi setelah lo bakar setan nya lo nggak bakalan bisa keluar lagi. Semacam berkorban, Lo akan tinggal disana selamanya."
"Ya udah gue pikir-pikir dulu. Gue pergi dulu yah, makasih info besarnya." Pamit Asahi.
"Wah Asahi ada peningkatan, jadi sopan anaknya." Bangga Seungmin.
"Dia sih emang sopan. Lo kemana aja??" Sindir Jaemin.
__ADS_1
"Gue dirumah lah."
"Ya udah kalian lanjutin aja berantemnya, gue pergi dulu. Nggak betah disini." Kata Jeongin dan menghilang.