Bloody Game

Bloody Game
Chapter Twenty Two


__ADS_3

Asahi kembali ke rumah Minju.


"Minju sudah bangun?" Tanya Asahi ke Junghwan


"Iya, hyung darimana? Kita semua sudah makan kecuali lo." Ucap Junghwan.


"Gue nggak lapar, lagian nanti kalau lapar gue bisa ngemil."


"Hyewon gimana?" Tanya Asahi lagi.


"Jadi ikutan melamun juga, mungkin masih syok karena tadi."


Asahi menghampiri kamar Minju, terlihat Yoshi dan Jihoon menemani Minju dan Hyewon. Sedangkan Zoa baru keluar kamar mandi.


"Gimana keadaan lo?" Tanya Asahi ke Minju.


"......"


"Lain kali kalau lo mau belajar minta ditemani Zoa dan Junghwan saja, nanti kejadian tadi bisa keulang kalau lo sendirian." Titah Asahi.


Malam itu, Zoa dan Yoshi merawat Hyewon karena tiba-tiba demam tinggi. Sedangkan Minju diawasi oleh Jihoon dan Asahi. Junghwan? Dia langsung tidur karena kelelahan seharian.


Esoknya Hyewon masih sakit, karena itu Yoshi meminta Jihoon untuk mengizinkan dia ke guru.


Semuanya sekolah kecuali Yoshi dan Hyewon.


Di sekolah, Jihoon mengizinkan Hyewon dan Yoshi. Asahi mengawasi Minju diam-diam. Junghwan dan Zoa kerjaan nya cuma bermain.


"Eh Sahi lo dicari Jaehyuk, Bomin dan Han tuh." Ucap Daehwi.


"Yang bener??"


"Ngapain juga gue bohong." Balas Daehwi.


"Dimana mereka?"


"Katanya sih mereka bertiga tunggu atap sekolah." Balas Daehwi.


"Ya udah makasih Hwi."


Asahi pergi dari kelas menuju ke atap sekolah.


Cklek


"Lho kok nggak kebuka?? Kalau mereka nunggu gue disini berarti atapnya bisa dibuka. Kenapa ini nggak bisa??" Gumam Asahi.


"Telpon Jae dulu lah."


"Halo Jae?? Gue sudah di atap, lo mana?" Tanya Asahi.


"Ngapain lo ke atap? Mau bunuh diri??" Tanya Jaehyuk.


"Lah kan lo sama teman-teman lo minta gue kesini." Bingung Asahi.


"Hah?? Sejak kapan? Gue aja baru selesai belajar. Lo menghayal?"


"Tapi tadi Daehwi yang bilang ke gue." Ucap Asahi.


"Lo yakin itu beneran Daehwi?? Yang jelas gue nggak pernah minta lo ke atap Sa."


"Aish okelah! Gue tutup!" Asahi langsung berlari ke kelasnya.


Asahi melihat ke kelas dan tidak mendapati Minju.


"Bisa gila gue! Minju kemana lagi?!" Gerutu Asahi.


"Lo lihat Minju nggak Tomi?" Tanya Asahi ke Hitomi.


"Tadi dia keluar kelas, nggak tau juga kemana." Balas Hitomi.

__ADS_1


"Oh ya udah makasih Tomi."


"Gue cari kemana dulu nih??" Batin Asahi.


Cring


Dor


Tiba-tiba Jeongin dan Seungmin datang ke sekolah dan mengagetkan Asahi.


"Loh kalian?? Kenapa disini?" Tanya Asahi.


"Kami tau dimana Minju, dia ada di atap." Ucap Jeongin.


"Hah? Kenapa di atap?"


"Mau bunuh diri." Balas Seungmin.


"Kok bisa?? Kan gue barusan dari atap tadi."


"Ya bisalah! Tadi kan lo pergi ke atap terus kembali kesini, nah si Minju pergi kesana waktu lo kembali." Jelas Seungmin.


"Pintar-pintar tapi kadang bodoh juga."


"Ya udah gue kesana dulu." Pamit Asahi.


"Gue ikut! Biar gue bisa jagain lo, pasti setan jelek itu akan celakain lo karena mau ganggu urusan dia sama Minju." Ucap Seungmin.


"Gue nggak bisa kesana yah, masih trauma ketemu sama dia." Kata Jeongin dan menghilang.


Hantu Seungmin dan Asahi pergi ke atap.


"Dobrak aja, nanti kalau rusak urusan belakangan. Lo kan kaya jadi nggak masalah."


Brak


Brak


Brak


Brak


Pintu berhasil terbuka. Sedikit lagi Minju melangkah, Minju akan jatuh.


Minju yang mendengar suara dobrakan pintu melihat ke asal suara dan tersadar.


"Asahi? Lo ngapain?" Tanya Minju bingung.


"Lo yang ngapain disitu?! Jangan bertingkah konyol Nju!" Teriak Asahi.


Minju melihat dirinya sudah berdiri di ujung.


"AAAAAAAAAAAAA." Teriaknya.


Asahi langsung berlari dan menarik Minju ke dekapan nya.


"Lo kenapa ganggu terus sih anak aneh??!" Seseorang berbicara ke Asahi.


"Oh jadi ini setan jeleknya, mari kita lihat gimana kemampuan setan jelek kayak lo melawan hantu tampan dan cerdas macam gue." Ejek Seungmin.


"Cerdas apanya?? Orang lo sendiri mati gara-gara jatuh di kamar mandi. Kasian sekali nasib lo mana nggak tenang lagi arwahnya." Ejek setan jelek itu balik.


"Yeh mendingan gue sih, daripada lo pasti matinya jatuh di lantai sampai wajah lo rusak terus nggak tenang malah jadi jahat dan sekutu sama manusia lagi. Nggak elit bener." Cibir Seungmin.


"Apa lo bilang?! Berani lo sama gue?!"


"Emang iya, kenapa?? Orang kita sama-sama arwah kok. Bedanya gue itu baik, lo jahat."


"Kurang ajar! Gue bantai lo!" Setan jelek itu langsung menerjang Seungmin.

__ADS_1


"Oi Sahi jangan pikirin gue, lo mendingan bawa pacar lo itu ke kelas. Di kelas aman." Titah Seungmin.


"Yakin lo bisa sendiri lawan dia?"


"Nggak perlu khawatir gue nggak akan kalah gue kan kuat."


Asahi mengangguk dan menarik Minju turun dari atap.


"Halo??"


"Kenapa Sahi?"


"Hyung panggil Junghwan dan Zoa, kita kumpul di kelas gue. Ada yang mau gue sampaikan. Cepat! Ini penting!"


"Ya udah, gue kesana sekarang."


Saat ingin ke kelas Asahi dihalangi Jeno.


"Lo mau kemana?" Tanya Jeno.


"Gue buru-buru, jangan ganggu!" Usir Asahi.


"Lo boleh pergi tapi serahkan cewek itu ke gue." Ucap Jeno.


"Siapa Lo berani nyuruh-nyuruh gue?? Enak saja!"


"Nggak mau? Berarti lo harus melawan bawahan gue yang lain lagi."


Asahi melotot melihat dua bawahan Jeno, sepertinya mereka bukan manusia juga seperti setan perempuan jelek yang dilawan Seungmin.


Yang satu memakai pakaian badut dengan topengnya yang seram sambil memegang parang, satunya lagi hanya seorang siswa tapi kepalanya sudah copot dan ditenteng tanpa membawa senjata.


"Aelah gue indigo sih, tapi gue nggak pernah lawan beginian." Ucap Asahi.


"Yuk pergi Nju." Asahi lagi-lagi menarik Minju pergi.


Junghwan, Zoa, dan Jihoon kebetulan berpapasan dengan Asahi dan Minju.


"Wadoh sakit! Kalau jalan yang bener dong!" Haruto terduduk karena habis ditabrak Asahi.


"Mau kemana lo?" Tanya Jeno.


"Jeno?? Kenapa lo disini?" Tanya Haruto.


"Gue cuma mau cewek itu, gue nggak akan ganggu kalian lagi kalau mau serahkan dia." Tunjuk Jeno ke Minju.


"Ogah!" Tolak Jihoon dan menyembunyikan Minju.


Junghwan dan Asahi di depan, Jihoon di tengah, Minju dan Zoa di belakang.


"Lari!" Titah Jihoon.


Zoa dan Minju duluan lari disusul Jihoon, Junghwan, dan terakhir Asahi.


Kelima nya lari tak menentu dan sampai di gedung sebelah. Gedung yang tidak terpakai.


"Kita kemana lagi hyung?" Tanya Junghwan.


"Kalian naik ke lantai atas duluan, nanti gue susul." Kata Asahi.


"Hah? Mau apa lo?"


"Gue ada ide."


"Nggak mau!" Tolak Minju.


"Hyung!"


Jihoon menarik Minju naik ke lantai tiga disusul Junghwan dan Zoa.

__ADS_1


"Kita berpencar dan sembunyi." Titah Jihoon dan diangguki Junghwan dan Zoa.


"Kalian hanya akan mempermudah semuanya jika berpencar." Batin seseorang yang melihat Jihoon dan Minju berlari ke kanan sedangkan Junghwan dan Zoa ke kiri.


__ADS_2