Bloody Game

Bloody Game
Chapter Twenty Four


__ADS_3

"Jaemin dan Jeongin, gue yakin mereka bisa bantuin kita."


"What the heck?!" Kaget semuanya.


"Astaga nggak perlu begitu kali, gue kan indigo jadi bisa berkomunikasi sama mereka berdua. Lagian gue tau mereka berdua dimana." Ucap Asahi enteng.


"Lo yakin mereka berdua bakalan bantuin kita Sahi? Gimana caranya coba?" Tanya Jihoon.


"Gue tau caranya." Balas Asahi.


"Kasih tau ke kita."


"Nggak ah! Nanti aja di rumah gue, sekarang kita ke rumah gue dulu."


"Terus Minju eonni gimana?" Tanya Zoa.


"Kalian berdua jaga Minju, soalnya kalian masih bocah jadi nggak boleh dalam bahaya." Titah Hyewon.


"Kami berdua juga mau ikut." Junghwan memonyongkan bibirnya.


"Nggak boleh! Disini aja, nanti kalau ada apa-apa langsung kabari kita."


"Ah nggak seru lo noona!" Ngambek Junghwan.


Hyewon langsung menatap sinis Junghwan, yang ditatap kabur bersembunyi dibalik Zoa.


"Iya deh gue ngalah."


Yoshi, Jihoon, Asahi dan Hyewon keluar dari rumah sakit dan langsung menuju ke rumah Asahi.


Cklek


Asahi langsung disambut dengan Seungmin, Jeongin, dan Jaemin.


"Udah pulang? Kok lama?" Tanya Jaemin.


"Nggak terjadi sesuatu kan?" Tanya Seungmin.


Sedangkan Jeongin memilih diam.


"Gue butuh bantuan kalian." Kata Asahi membuat Jeongin, Jaemin, dan Seungmin mengangkat satu alisnya.


"Apaan?" Tanya Jeongin to the point.


"Perlihatkan dulu diri kalian ke teman-teman gue yang disini." Pinta Asahi.


"Kalian jangan kaget yah, Jaemin, Jeongin dan Seungmin ganteng kok walaupun belum pernah mandi setelah jadi arwah gentayangan."

__ADS_1


Yoshi, Jihoon, dan Hyewon hanya mengangguk.


Tak lama Seungmin, Jeongin, dan Jaemin muncul dan terlihat oleh ketiganya.


"Hai, gue Seungmin hantu paling cerdas dan tampan disini. Salam kenal." Sapa Seungmin dengan senyuman nya.


"Gue Jeongin, kalian sudah tau siapa gue jadi nggak perlu basa-basi nya."


"Dan terakhir gue Jaemin, gue sahabat Jeno dan sepupu Sakura. Pasti kalian sudah lihat foto gue dengan mereka berdua kan??" Tebak Jaemin.


Jihoon, Yoshi, dan Hyewon lagi-lagi mengangguk.


"Jadi gue mau minta bantuan ke kalian soal Minju." Ucap Asahi.


"Dia kenapa? Gentayangan kayak kita? Jadi gila? Atau koma?" Tanya Jeongin.


"Koma." Jawab Asahi singkat.


"Terus?"


"Gue mau pakai cara yang kalian bilang, mau itu membunuh Sakura dan Jeno atau pergi ke dunia lain melawan setan perempuan jelek itu."


Jihoon, Yoshi, dan Hyewon menganga tidak mengerti dengan penuturan Asahi.


"Bisa jelasin ke kita juga nggak? Keknya cuma kita bertiga yang belum tau." Ucap Jihoon.


"Intinya cara untuk menyelamatkan Minju hanya ada dua, pertama kita harus membunuh Sakura dan Jeno dan yang kedua salah satu dari kita harus pergi ke dunia lain membawa foto Jaemin, Jeno, Sakura dan mengalahkan setan jelek itu."


"Dengan menempelkan foto itu ke dahi setan jelek itu dan membakarnya, otomatis setannya bakalan kalah."


"Simpel amat."


"Tapi gue nggak mau kesana deh, yang ada pingsan duluan waktu lihat mukanya tuh." Kata Jihoon.


"Kalian gimana?" Tanya Asahi ke Yoshi dan Hyewon.


"Hehe gue juga agak ngeri sama dia, terus Hyewon kan belum sembuh total tuh jadi dia juga nggak bisa." Sahut Yoshi.


"Berarti gue yang kesana?"


"Ya mau nggak mau sih." Balas Yoshi.


"Oke kalau gitu, sekarang lo tutup mata lo Sahi." Titah Jeongin.


"Terus?" Asahi menutup kedua matanya.


"Nah kosongin pikiran lo dengan begitu jiwa lo bisa keluar dari raga lo."

__ADS_1


"Nih fotonya." Sebelum Asahi terjun ke dunia lain Jihoon memberikan foto itu ke Asahi.


"Tugas kalian bertiga adalah menjaga raga Asahi." Titah Jeongin sembari melihat ke Jihoon, Yoshi dan Hyewon.


"Jangan sampai ada makhluk lain yang melukai dia. Kalau perlu kalian korbanin diri lah."


"Ya udah."


"Gue, Seungmin, dan Jaemin akan pergi mengikuti Asahi biar dia nggak salah jalan."


"Kalau Jeno dan Sakura gimana?"


"Entar kalau kami berhasil mengalahkan setan itu ritual itu otomatis gagal dan semua tumbalnya bebas termasuk gue dan Minju yang lagi koma."


"Oh oke."


Jeongin, Jaemin, dan Seungmin mencari Asahi.


"Asahi." Panggil Seungmin.


"Oh kalian ternyata, kenapa?"


"Hehe kami bertiga lupa bilang kalau kami bakalan nuntun lo ke setan jelek itu."


"Oke, dimana jalannya?"


"Sini-sini."


Asahi terus berjalan mengikuti ketiga teman dunia lainnya itu.


"Hm ada tamu rupanya. Ada apa nih rame-rame datang ke rumah gue?" Setan perempuan itu duduk di kursi goyang sambil ngeteh.


"Punten mbak, kami semua mau memusnahkan mbak biar ritual itu tidak terjadi."


"Hmm memangnya kalian pikir kalian bisa mengalahkan gue?"


"Ah malas gue ladenin lo, bacot bener! Udah sih nggak usah basa-basi lagi, gue mau Minju cepetan sadar tau!" Bentak Asahi.


"Ya udah, main-main nya cukup sampai disini." Setan jelek itu bangkit dari kursinya.


Awalnya wajahnya tidak terlalu seram, tapi karena ia terlihat serius menimbulkan kesan yang lebih seram.


"Wadoh gue keknya bakalan susah lawan dia." Batin Asahi.


"Semangat cuy kami dukung tapi nggak bantu ya." Ujar Seungmin.


"Ha'a soalnya kami nggak mau merasakan sakit lagi. Cukup sekali aja." Sambung Jaemin lebay.

__ADS_1


"Kita tugasnya cuma nuntun, nggak bisa bantu lo lawan dia soalnya kuat banget." Celetuk Jeongin.


"Kampret emang teman gue ini, katanya cerdas dan pintar tapi otaknya nggak pernah dipakai buat susun strategi." Kesal Asahi.


__ADS_2