
Keesokan harinya Jihoon menjadi tidak sabar menunggu jam empat sore.
"Ah gue kabari Wawan dulu." Gumam Jihoon.
Wawan 😑
"Woi Wan."
"Lo jadi kan balik ke Korea hari ini??"
"Kenapa? Tumben cariin gue, pasti lo ada maunya lagi kan??"
"Bisa dibilang begitu, lo mau kan datang ke rumah gue nanti jam empat sore?? Anak-anak yang lain juga pada kumpul disini."
"Ngapain kesana? Kek nggak ada kerjaan lain aja."
"Udah lo jangan banyak nanya mulu, nanti gue jelasin disini. Yang penting lo datang ke rumah gue on time nggak ngaret."
"Oke deh."
Read
Skip
Tepat jam empat sore yang pertama datang adalah Asahi dan Minju dengan mobil Jeep Asahi.
"Kalian berdua datang bersamaan? Tumben banget." Cibir Jihoon.
"Cemburu?" Tebak Asahi.
"Nggak kok, gue cuma kaget aja." Elak Jihoon.
"Hadeh kapan sih Minju peka sama gue?? Udah lama suka sama dia tapi dianya malah keseringan sama Asahi. Kasian bener kisah cinta gue." Batin Jihoon.
"Nju." Panggil Asahi ke Minju.
"Kenapa Sahi?"
"Tuh si Jihoon mau dipekain, lo juga peka dikit kek jadi cewek. Cembukur dia tuh." Asahi melirik ke Jihoon yang mukanya sudah ditekuk seperti baju belum disetrika.
"Lah memangnya dia suka sama gue??" Bisik Minju takut kedengaran sama Jihoon.
"Lo tuh yah, lemot banget deh." Asahi mengacak rambut Minju membuat Minju cemberut.
Melihat itu Jihoon semakin panas.
"Ehem." Jihoon berdehem.
"Gue masih disini yah, jangan mesra-mesraan dulu." Sindir Jihoon.
"Aelah bro, gitu doang ngambek." Balas Asahi.
Tak lama Yoshi datang dengan Hyewon serta Junghwan datang bersama Zoa.
__ADS_1
"Lho kok Wawan datang sama Zoa??" Bingung Minju.
"Dia tadi chat gue bilang bareng aja ke Jihoon jadi gue nggak nolak."
"Oh gitu."
"Terus?? Lo ngajak kita kesini ngapain hyung??" Tanya Junghwan memanggil Jihoon dengan embel-embel hyung.
"Tumben dia sopan lagi." Ucap Asahi.
"Lo sama aja dengan Wawan, kadang nggak manggil gue dan Jihoon dengan sebutan hyung." Ujar Yoshi.
"Hehe yah kan kebiasaan, dah deket juga kita." Asahi nyengir.
"Gue cuma mau bilang kalau kita akan ke sekolah jam 2 malam nanti, lo bisa kan Wan??" Tanya Jihoon.
"Ngapain kesana? Mau ritual atau cosplay jadi pak satpam?" Heran Junghwan.
"Kita mau uji nyali, gue dengar sih ada kasus pembunuhan dulu di sekolah kita tapi gue nggak tau tempat pastinya dimana. Jadi kita kesana biar ngebuktiin aja itu benar atau cuma rumor doang." Jelas Jihoon.
"Lah kalau beneran gimana?? Entar kalau gue wafat duluan sebelum nikah sama Zoa gimana?? Mau tanggung jawab lo hyung??" Tanya Junghwan lebay.
"Nggak usah lebay juga njir! Nggak bakalan terjadi itu, gue bisa pastikan semua baik-baik saja." Ucap Jihoon.
"Yakin lo?" Tanya Junghwan lagi.
"Yakin, lo pegang janji gue." Ucap Jihoon membuat Junghwan tidak lagi bertanya.
Ketujuh anak-anak itu pergi ke sekolah saat jam 1 malam. Suasana sekolah sangat mencekam ditambah suara burung hantu yang hinggap di beberapa ranting pohon.
"Gue jadi takut, mau balik pulang ajalah." Zoa ingin kembali ke parkiran sekolah.
"Eh nggak boleh! Kita sudah sampai, nanggung banget kalau nggak masuk." Kata Jihoon menahan Zoa.
"Hyung gue punya firasat nggak enak soal ini. Gue rasa lebih baik kita pulang." Timpal Asahi.
"Lo takut?? Cemen lo Sahi." Ledek Jihoon.
"Bukan masalah takut atau nggak, kalau kita kenapa-kenapa gimana?? Lo yakin bakalan nanggung semuanya?! Lo pikir nyawa kita ada berapa?! Sembilan kayak kucing gitu?!" Bentak Asahi.
"Ya udah kalau lo mau balik silahkan. Gue sih mau tetap masuk ke sekolah." Jihoon masuk ke gerbang utama sekolah.
"Gimana nih?" Tanya Yoshi.
"Ya udah ikutin dia aja, lagian kita semua kan sahabat." Pasrah Hyewon.
"Tapi kalau ada apa-apa gimana?" Cicit Zoa.
"Tinggal lari aja." Sahut Hyewon.
"Nju lo nggak papa kan?" Tanya Asahi melirik ke Minju.
"....."
__ADS_1
"Nju? Lo kenapa?" Tanya Asahi sekali lagi membuat atensi semua sahabatnya beralih ke Minju kecuali Jihoon yang sudah masuk duluan.
"Eh? Kenapa?" Tanya Minju.
"Lo nggak papa kan? Kalau lo nggak mau masuk lo tunggu disini aja, biar gue temani." Ucap Asahi khawatir ke Minju.
"Gue nggak papa. Kita masuk aja, kasian si Jihoon di dalam sendirian."
"Oh ya udah, kalau lo nggak enak badan bilang ke kita yah." Titah Asahi.
"Iya."
Keenam nya menyusul Jihoon ke dalam sekolah.
"Yoshi hyung, Zoa, Junghwan kalian cari Jihoon hyung di lantai dua. Gue, Hyewon, dan Minju akan cari di lantai tiga." Titah Asahi.
Semuanya mengangguk.
Kemudian Jihoon yang berada di lantai tiga dan berhenti tiba-tiba.
"Kok gue merasa ada yang ikutin gue yah daritadi??" Batin Jihoon.
"Mungkin perasaan gue doang kali." Jihoon mencoba berpikir positif.
Satu
Dua
Tiga
Grap
"AAAAAAAAAAAAAA."Â Teriakan Jihoon sangat keras sehingga keenam sahabat nya mendengar itu dan berlari menyusul ke asal suaranya.
"Lho lo ngapain disini sendirian Hoon??" Tanya Bomin ke Jihoon.
"Bomin?! Gue kira lo hantu njir." Umpat Jihoon yang ketakutan setengah mati tadi.
"Hehehe, gue kesini bareng Jaehyuk dan Han karena kita mau ambil barang gue yang ketinggalan di kelas." Bomin nyengir tidak bersalah.
"Terus kemana tuh dua curut?" Tanya Jihoon.
"Katanya tadi Han mau ke toilet terus ditemani sama Jaehyuk pergi ke lantai dua. Gue lihat lo tadi naik ke lantai tiga terus ikutin lo, pas gue mau nyapa lo nya kaget."
"Hoon." Panggil Yoshi disusul Zoa dan Junghwan.
"Lho kalian kenapa rame-rame datang ke sekolah?" Bingung Bomin.
"Kami mau uji nyali." Ceplos Junghwan yang langsung dijitak Yoshi.
"Maksudnya?"
"Hehe nggak papa kok Bom, kami pergi duluan yah. Sampaikan salam ke Jae dan Han." Pamit Jihoon dan yang lain.
__ADS_1
Bomin cengo dan menuju ke tempat Han dan Jaehyuk.