
Hiyyih dan Jihan bingung karena Soojin menghilang. Pasalnya mereka berdua juga tidak mendengar Soojin pamit tadi.
"Soojin eonni kemana? Tadi kan disini." Ucap Jihan.
"Gue nggak tau. Kan kita lagi berantem tadi, sepertinya Soojin eonni keluar saat kita berantem." Balas Hiyyih.
"Somi di eliminasi."
"Soojin di eliminasi."
Hiyyih dan Jihan kaget mendengar pemberitahuan dari speaker. Mereka langsung pergi ke ruang meja bundar.
Disana sudah ada Jaehee dan Jinwoo.
"Kalau mereka berdua disini berarti bukan mereka pelakunya." Batin Hiyyih.
Brak
Guanlin membuka pintu dengan keras. Yang di dalam langsung kaget.
"Kenapa bisa Soojin dan Somi dibunuh bersamaan?! Bukannya Somi dan Soojin harusnya aman bersama kalian?!" Bentak Guanlin menatap Jaehee, Jinwoo, Hiyyih dan Jihan.
"Kami nggak tau Somi kemana tadi. Katanya mau susulin Soojin karena mau bicara sesuatu, jadi gue dan Jinwoo ditinggal berdua." Jelas Jaehee.
"Kami berdua kehilangan Soojin eonni karena sibuk berantem di ruang senjata. Jadi nggak sadar dia hilang." Kata Jihan.
"Apa tidak ada yang melihat Soojin dan Somi??" Tanya Guanlin.
"Gue lihat." Ucap Asahi.
"Apa yang lo lihat?" Tanya Guanlin.
"Soojin ke gym tadi."
"Ngapain disana?"
"Bertemu sama Sungchan." Balas Asahi.
"Lo ketemu sama Soojin Chan?" Tanya Jeongwoo.
"Nggak! Asahi bohong!" Sungchan membela dirinya.
__ADS_1
"Gue tadi lihat kok. Ngapain juga gue bohong." Kata Asahi.
Baru kali ini dia menjelaskan panjang lebar.
"Nggak biasanya lo ngomong panjang Sahi. Kalau gini mah gue percaya." Ucap Guanlin.
"Lo dengan gampangnya percaya Lin? Bisa jadi Sahi itu beneran bohong loh." Celetuk Winter yang datang bersama Jaehyuk.
"Kalian berdua kok bersamaan datangnya?" Tanya Guanlin.
"Bawel lo! Gue dan Winter ketemu di depan ruang meeting. Yah kita masuk ajalah!"
"Gue hitung dulu. Hiyyih, Jihan, Jaehee, Jinwoo, Sungchan, Winter, Jaehyuk, Asahi. Jeongwoo dan Jungwon kemana?" Guanlin menaikkan satu alisnya.
"Kami disini!" Seru Jungwon.
"Darimana kalian?" Tanya Guanlin.
"Nggak perlu curiga lagi. Kami dari gudang, dan menemukan mayat Somi yang tergeletak dengan sadis di gudang." Jelas Jeongwoo.
"Lo lihat pelakunya?" Tanya Jaehee.
"Iya. Gue lihat dia lari dengan cepat." Sambung Jungwon.
"Gue jadi nggak percaya perkataan lo tadi Sahi." Ragu Guanlin.
"Ya iyalah! Orang dia itu bohong!" Kesal Sungchan.
"Kalian menemukan petunjuk baru nggak?" Tanya Guanlin.
"Ada. Nih." Jungwon memberikan kain warna biru ke Guanlin.
"Kapan lo dapat ini?"
"Waktu bareng Jeongwoo. Kami ke perpustakaan dan temukan ini."
"Kain biru artinya apa? Laut? Warna kesukaan? Atau yang lain?" Gumam Guanlin.
"Gue rasa itu berhubungan dengan petunjuk pertama. Boleh nggak gue minta lagi petunjuk tentang huruf T yang diberikan sama Somi." Ujar Jaehyuk.
Winter memberikan petunjuk ke Jaehyuk.
__ADS_1
"Setelah gue pikir-pikir. Kalau gambar ini dibalik akan muncul sebuah gambar jangkar. Analisis pertama gue adalah pembunuhnya berhuruf J karena pada kata Jangkar ada huruf J pertamanya. Analisis kedua gue adalah pembunuhnya suka dengan hal yang berkaitan dengan laut dan pintar berenang. Jangkar berhubungan dengan kapal, jadi gue rasa pembunuhnya suka laut dan pintar berenang. Itu sih menurut gue." Jelas Jaehyuk menatap teman-teman nya.
"Wah pintar banget lo Jae. Gue setuju dengan pemikiran lo." Puji Sungchan.
"Analisis lo mirip dengan analisis Soojin waktu itu Jae." Sambung Jungwon.
"Bentar dulu. Kalau ini berhubungan dengan huruf J berarti yang menjadi tersangka lumayan banyak. Jaehyuk, Sungchan, Jaehee, Jinwoo, Jungwon, Jeongwoo, dan Jihan. Ah Winter juga masuk tersangka." Pikir Guanlin.
"Loh kok gue dan Winter dimasukkan? Kami berdua nggak berhuruf J." Sungchan tidak terima.
"Lo lihat marga lo. Jung Sungchan! Dan nama asli Winter itu Kim Minjeong!" Jelas Guanlin.
"Itu benar. Gue dan Guanlin aman." Tambah Asahi.
"Huruf J, warna biru, dan marga Jung. Semuanya mengarah ke lo Chan. Sepertinya lo nggak bisa ngelak lagi deh." Lo suka warna biru, marga lo Jung jika petunjuk nomor itu diubah ke nama orang, lo juga berhuruf J, dan terakhir lo suka sekali dengan pantai. Itu sudah cukup membuktikan lo pelakunya!"
"Gue setuju dengan pemikiran Guanlin." Celetuk Jaehee.
"Sama, gue juga." Timpal Asahi.
"Tapi itu bukan gue! Gue nggak pernah pisah dari Jungwon dan gue nggak dekat dengan Wonyoung. Gue nggak punya dendam apapun dengan orang-orang yang jadi korban. Jadi apa motif gue bunuh mereka?! Hah?!" Bentak Sungchan ke Guanlin.
"Lo selalu saja mengambil kesimpulan sendiri tanpa mendengarkan orang lain dulu! Lo nggak ingat apa gara-gara lo Haruto mati padahal dia bukan pembunuhnya! Gara-gara lo Jaehyuk hampir juga mati di voting! Dan terakhir Beomgyu pasti mati karena lo!"
Semuanya diam, Sungchan tidak pernah semarah ini.
"Apa maksud lo bilang kalau Beomgyu mati karena gue?? Apa lo nuduh gue bunuh Beomgyu?!" Teriak Guanlin.
"Bisa jadi kan?? Disini kan tidak ada peraturan kalau hanya pembunuhnya yang boleh membunuh para pemain. Siapa tau kalian juga saling membunuh disini. Bukan begitu?" Sungchan ngesmirk melirik ke Asahi.
"Ngapain lihat gue?"
"Bukan apa-apa." Balas Sungchan.
"Halo kawan-kawan sekarang waktunya pemilihan. Kalian bisa voting mulai dari sekarang." Ucap Jihoon.
Jihoon membagikan kertas ke seluruh pemain.
"Nah selesai deh."
"Hasil voting mengatakan bahwa yang tertuduh kali ini adalah—"
__ADS_1