Bloody Game

Bloody Game
Chapter Fourteen


__ADS_3

Setelah kepergian teman-teman Asahi untuk belajar di luar negeri meninggalkan Asahi dan Jihoon berdua, ternyata game yang mereka pikir sudah selesai malah masih berlanjut.


Asahi dan Jihoon yang ditinggal berdua mengenal beberapa teman baru di lingkungan kuliah mereka. Tidak seperti game yang dulu mereka mainkan, kali ini permainan nya menyangkut dunia lain juga.


Asahi dan Jihoon memiliki teman banyak namun hanya dekat dengan beberapa saja contohnya, Hyewon, Minju, Yoshi, Junghwan, dan Zoa.


Hari ini adalah hari yang sangat membosankan bagi seorang Park Jihoon. Jihoon hanya berguling-guling di kasurnya dengan hp di tangan nya.


"Anjir bosan banget gue!!" Gerutu Jihoon.


"Gue panggil Wawan dan Sahi kesini deh." Gumam Jihoon dan langsung ngechat Asahi dulu.


Sahur🄓


"P."


"Piu."


"Masih hidup lo Sahi?"


"Kenapa lo?"


"Bosan gue dirumah."


"Terus gue harus bilang wow gitu??"


"Yah nggak gitu, gue mau lo dan Wawan pergi ke rumah gue. Cepetan! Kita main sesuatu kek."


"Ah malas gue. Lagian Wawan kan di Jepang, lupa lo?"


"Lah bener. Ya udah panggil Yoshi noh. Paling dia juga bosan di rumahnya."


"Nggak ah, lo main sendirian aja di rumah. Bye!"


Read


"Ah Asahi nggak asik nih!" Kesal Jihoon.


"Gue panggil Minju deh."


Jihoon kali ini menelpon Minju.


"Halo Nju??"


"Kenapa?" Tanya Minju dari balik telepon.

__ADS_1


"Main kesini yuk. Ajak Hyewon dan Zoa juga."


"Nggak dulu deh Hoon, gue mau belajar. Dua Minggu lagi kita uas gue nggak mau nilai gue turun."


"Aelah itu mah gampang Nju, lo kan pintar. Nanti aja belajarnya, nggak bosan apa belajar mulu?"


"......"


"Nju?? Lo masih hidup kan??"


"Iya lah Hoon, lo doain gue mati yah??" Kesal Minju.


"Hehe nggak kok, ya udah gue tunggu di rumah."


Tut


Tak lama datanglah Minju, Hyewon, Zoa, Asahi, dan Yoshi.


"Kenapa lo berdua ngikut Minju??" Tanya Jihoon melihat ke Asahi dan Yoshi.


"Suka-suka kitalah!" Balas Yoshi sambil duduk di sofa Jihoon nggak santai.


"Btw Wawan kapan balik kesini? Gue kangen nih." Ucap Zoa.


"Baru aja ditinggal tiga hari sudah kangen aja. Dasar bocah!" Ejek Jihoon.


"Lah gue kenapa memangnya?"


"Kan lo ditinggal Minju baru beberapa jam karena Minju mau belajar, sudah minta Minju ke rumah lo." Ucap Hyewon.


"Ya nggak beda jauh sama Zoa."


"Sirik lo Hye, dasar jomblo!"


"Lah emang kenapa kalau gue jomblo?? Gue kan bahagia. Lagian pacaran itu ribet." Ujar Hyewon.


"Betul tuh, belajar dulu terus cari kerja. Kalau sudah baru deh bisa pacaran." Yoshi sok bijak.


"Oh iya gue ada rumor baru yang hot nih di sekolah." Jihoon mengubah topik.


"Rumor apa?" Asahi kali ini berbicara.


"Jangan yang aneh-aneh lagi yah, gue nggak mau kita ke tempat aneh lagi." Zoa angkat bicara.


"Jadi gini, katanya di sekolah kita itu dulunya pernah terjadi kasus pembunuhan tepat jam 2 malam tapi gue nggak tau tempat pastinya itu dimana." Ucap Jihoon.

__ADS_1


"Pembunuhan? Pembunuhan gimana maksudnya?" Tanya Minju.


"Katanya sih ada dua orang pelakunya dan masih belum ditemukan, korban nya itu anak-anak yang sekolah di sekolah kita. Khususnya cewek-cewek yang paling banyak diincar." Jelas Jihoon.


"Kenapa harus cewek?" Tanya Asahi mulai tertarik.


"Entah, mungkin setelah dibunuh dijadikan tumbal kali." Ceplos Jihoon sembarangan.


"Terus faedahnya lo cerita rumor ini ke kita apaan?" Tanya Hyewon.


"Gue jadi penasaran sama rumornya itu. Kira-kira beneran atau nggak yah?? Kalian mau nggak temani gue ke sekolah jam 2 malam untuk buktikan kasus itu benar atau nggak?? Hitung-hitung uji nyali lagi kita, sudah lama nggak pernah main yang gaib-gaib lagi semenjak kita semua sakit barengan."


"Nggak ah! Gue sudah tobat yah waktu itu sampai demam dan mimpi buruk." Zoa.


"Gue juga, gue takut." Sambung Minju.


"Kelihatan menarik Hoon." Ucap Yoshi.


"Gue ikut deh." Ucap Hyewon.


"Kalau lo gimana Sahi? Semuanya tergantung keputusan lo." Ucap Jihoon menatap Asahi yang sejak tadi belum buka mulut.


"Gue nggak tau Hoon, tapi perasaan gue nggak enak sejak lo bahas rumor ini tadi." Sahut Asahi.


"Aelah, jangan takut begitu kali Sahi. Nggak kayak biasanya lo." Celetuk Jihoon.


"Ya udah gue ikut, tapi kalau ada yang nggak beres nanti kita harus kembali." Kata Asahi.


"Terus kalian berdua gimana? Masih nggak mau?" Tanya Jihoon ke Zoa dan Minju.


Zoa dan Minju menghela nafas dan pasrah saja.


"Ya udah besok kan Sabtu, itu artinya sekolah kita libur. Sore nanti kumpul di rumah gue jam empat terus kita kesana nya bareng-bareng." Titah Jihoon.


"Oke." Semua mengangguk sebelum pulang.


"Eh bentar." Ucap Zoa.


"Kenapa?" Jihoon mengangkat satu alisnya.


"Wawan gimana? Dikabari juga nggak?" Tanya Zoa.


"Kebetulan besok dia kan pulang dari Jepang, nanti gue chat dia suruh datang ke rumah gue. Tenang aja gebetan lo pasti akan ikut kita." Goda Jihoon.


"Bacot!" Zoa akhirnya keluar rumah Jihoon.

__ADS_1


"Hehe besok pasti akan menarik." Batin Jihoon tersenyum penuh arti.


__ADS_2