
Dirumah Minju.
"Nju bangun." Panggil Asahi, Asahi belum pulang kerumahnya setelah mengantar Minju ke rumah.
"Eugh." Minju mulai sadar.
"Gue dimana Sahi?" Tanyanya.
"Lo ada di rumah sekarang, gue ambilkan minum dulu." Ucap Asahi dan berlari ke dapur.
Sementara Asahi mengambil minuman di dapur, Minju kembali mengingat kejadian di aula.
Tak lama beberapa bayangan hitam terlihat mondar-mandir di balik jendela kamar Minju. Minju seketika membeku, ia sangat takut.
Syut
Syut
Syut
Suara itu terus terdengar di telinga Minju.
"Seharusnya kalian tidak datang ke sekolah itu. Karena kalian mencari tau tentang kami, maka kami mau tidak mau harus meneror kalian semua."
"JANGAN GANGGU GUE! GUE NGGAK SALAH APA-APA, JANGAN GANGGU GUE!!!" Racau Minju.
Asahi mendengar suara Minju berteriak. Ia langsung membuka pintu kamar Minju dengan tergesa-gesa.
"Minju lo kenapa?" Tanya Asahi yang melihat Minju kacau.
Minju terdiam, ia tidak membalas pertanyaan Asahi.
"Lo kenapa Nju? Cerita sama gue, gue bakalan bantu lo." Ucap Asahi.
"Gue nggak papa Sahi, tapi janji sama gue jangan pernah tinggalin gue sendirian lagi." Pinta Minju sembari memeluk Asahi.
"Gue juga mau, tapi sayangnya gue nggak bisa karena gue tau Jihoon hyung juga suka sama lo." Batin Asahi.
Di rumah Minju tinggal sendirian karena Minhyun sepupunya berada di luar kota. Untungnya Asahi dekat dengan Minhyun jadi Asahi bisa mendapat persetujuan untuk menginap di rumah Minju.
Kemudian setelah Minju tenang dan perlahan tidur, Asahi mengendap-endap dan menghubungi sahabatnya yang lain.
Tak lama datanglah Jihoon yang pertama disusul Yoshi dan Junghwan serta Zoa terakhir ada Hyewon.
Keenam nya berkumpul di ruang tamu rumah Minju.
"Gue mau ngomong ke kalian." Kata Asahi memasang wajah serius.
"Ada apa?" Tanya Jihoon.
"Sepertinya setelah kita kesana, kita nggak akan hidup tenang lagi terlebih Minju. Gue rasa dia yang akan sering diganggu sama mereka."
"Maksud lo?" Tanya Haruto yang lemot.
"Tadi Minju teriak-teriak di kamar, gue nggak tau karena apa soalnya dia sendiri nggak mau cerita ke gue." Jelas Asahi.
__ADS_1
"Terus gimana? Lo ada solusinya nggak Sahi?" Tanya Yoshi.
"Belum ada hyung, tapi sebenarnya gue mau kasih tau sesuatu ke kalian soal yang lain."
"Apalagi?" Tanya Jihoon.
"Sebenarnya dari kecil gue sudah bisa melihat dan merasakan mereka, dan gue melihat salah satu dari mereka ada di ruang musik waktu gue dan Hyewon noona mencari Minju."
Kelima sahabat Asahi tentu saja kaget dengan penuturan Asahi, mereka berlima baru tau jika Asahi mempunyai indera keenam.
"Oh iya, gue lupa kasih ini ke kalian. Gue temukan foto ini pas bareng Zoa cari Minju noona di ruang seni." Sahut Junghwan dan mengeluarkan sebuah foto yang agak usang.
"Lho ini bukannya Sakura?? Kepala sekolah kita." Ucap Hyewon.
"Dan ini Jeno kan?? Salah satu teman kelas kita Hoon." Timpal Yoshi.
"Iya, bener itu dia."
"Terus yang ganteng ini siapa?? Yang di peluk sama Jeno dan Sakura??" Tanya Zoa.
"Gue rasa kita harus cari tau tentang ini. Pasti ada hubungannya dengan yang menimpa kita semua." Kata Yoshi.
"Betul hyung, gue setuju dengan lo." Sambung Asahi.
"Ya udah besok dilanjutin, udah malam juga. Kita tidur dulu."
"Hyewon dan Zoa tidur bareng Minju di kamar Minju. Kita berempat bakalan jaga di ruang tamu." Titah Jihoon.
Malam itu Zoa terbangun dari tidurnya karena ingin ke toilet.
Brak
Brak
Brak
"Suara apa itu?" Batin Zoa.
Karena penasaran, Zoa keluar kamar dan mencari sumber suara itu.
"Asalnya dari dapur deh keknya."
Kriet
Wonyoung menyipitkan matanya, melihat kulkas terbuka.
"Anjir gue jadi takut kalau gini, samperin nggak yah?" Gumam Zoa.
"Samperin ajalah."
Saat Zoa telah sampai di dapur, dia tidak melihat siapa-siapa.
"Nggak ada orang, gue ngigau kali yah??" Bingung Zoa.
"Ah udahlah, mau bobo lagi."
__ADS_1
Baru saja dirinya melangkah pergi dari dapur, Zoa dikagetkan dengan Yoshi yang berdiri di depan nya.
"ANJIM MONYET GILA!" Umpat Zoa.
"......"
"Jangan kagetin gue juga kali Yos, lo ngapain tengah malam di dapur?" Tanya Zoa.
"....."
"Yos?? Lo masih hidup kan??" Tanya Zoa yang langsung mendapat tatapan tajam Yoshi.
"Eh canda gue Yos, baperan amat lo. Ya udah gue duluan ke kamar yah, mau tidur lagi."
"Gue peringatkan ke lo dan teman-teman lo itu jangan pernah pergi ke sekolah itu lagi kalau masih mau hidup, dan berhati-hatilah karena mereka pasti nggak akan lepasin kalian semua." Gumam Yoshi yang masih bisa didengar Zoa samar-samar.
Paginya.
Hyewon yang pertama bangun, kemudian ia cuci muka dan sikat gigi dan langsung turun ke dapur membuat sarapan.
"Hah? Kok berantakan gini dapurnya?? Perasaan kemarin masih rapi." Heran Hyewon.
Tak lama Yoshi juga ikut bangun disusul Asahi yang terganggu dengan suara Yoshi yang membangunkan nya.
"Eung, Napa sih hyung?? Gue masih ngantuk njir." Ucap Asahi kesal.
"Itu beneran Hyewon kan??" Tanya Yoshi melihat Hyewon di dapur membuat sarapan.
"Ya iyalah, kan Hyewon noona suka makan. Pasti dia pagi-pagi sudah buat makanan."
"Kwangbae." Panggil Yoshi.
"Eh Yos lo tau nggak yang berantakin dapur siapa?? Gue pas kesini malah langsung lihat dapur berantakan." Tutur Hyewon.
"Gue nggak ke dapur tuh, Zoa kali yang buat berantakan." Kata Yoshi.
Tiba-tiba Zoa datang bersama Minju.
"Kok gue?? Gue kan langsung tidur setelah kita berdua bicara di dapur." Ucap Zoa.
"Hah? Kapan kita berdua bicara??" Tanya Yoshi bingung.
"Kan kemarin waktu tengah malam, masa sih lo lupa?? Kejadian nya baru beberapa jam loh."
"Tapi gue beneran nggak bangun tengah malam Zo, gue tidur di samping Asahi dan nggak pernah ke dapur juga." Jelas Yoshi.
"Terus yang bicara sama gue siapa dong??" Zoa langsung keringat dingin.
"Mereka yang bicara sama lo Zo, gue nggak tau tujuan nya apa karena gue nggak dengar pembicaraan kalian berdua." Kata Asahi.
"Hah?! Beneran??" Kaget Zoa.
"Iya, gue terbangun tengah malam karena teriakan lo sebentar. Terus gue lihat lo bicara sama cowok yang mirip sama teman kelas gue yang pernah hilang."
"Siapa dia Sahi?" Tanya Hyewon.
__ADS_1
"Salah satu sahabat baiknya Jaehyuk juga, namanya Jeongin."