Bloody Game

Bloody Game
Chapter Sixteen


__ADS_3

"Woi!" Panggil Bomin ke Han dan Jaehyuk.


"Kenapa lo? Tegang amat." Han menyadari Bomin yang panik hanya dengan melihat wajahnya.


"Jihoon dan gengnya. Mereka kesini." Ucap Bomin membuat Han dan Jaehyuk terkejut.


"Hah?! Kok bisa??" Tanya Jaehyuk.


"Sepertinya mereka kesini untuk mencari kebenaran rumor ini. Kita harus gimana??" Tanya Bomin.


"Ya udahlah, nanti kita lihat dulu rencana apa yang akan kita pakai untuk mereka." Ucap Jaehyuk.


"Seharusnya mereka nggak perlu kesini. Kasian sekali." Ucap Han.


Ketiganya pergi mengawasi Jihoon dkk dari jauh.


"Gue rasa kita lebih baik pergi deh. Bahaya kalau ada yang tau." Ucap Han.


"Terus mereka gimana?" Tanya Bomin.


"Dah terlanjur. Biarin aja mereka, nanti menyesal sendiri." Kata Jaehyuk dan diangguki Han.


"Ya udah." Ketiganya pergi dari sekolah tanpa mengetahui ada seseorang yang mengawasi Bomin dkk dari jauh.


Asahi, Hyewon dan Minju mencari di lantai dua.


"Berpencar aja, kalau kita sama-sama terus yang ada kelamaan." Ucap Hyewon.


"Tapi kalian nggak papa?" Tanya Asahi.


"Nggak kok, jangan khawatir." Ucap Hyewon.


"Lo nggak papa sendirian Nju?" Tanya Asahi.


"Iya, gue nggak takut Sahi tenang aja." Minju mencoba tersenyum.


Dalam hati Minju sebenarnya sangat takut.


"Ya udah, kalau mereka ketemu kabari gue lewat chat." Ucap Asahi dan mulai mencari di kelas 10.


Lantai dua berisi kelas 10 dan 11 sedangkan lantai tiga berisi kelas 12 dan beberapa laboratorium. Lantai satu sendiri berisi aula, kelas seni dan musik serta perpustakaan.


"Gue kebelet lagi." Batin Minju.


"Cari Hyewon eonni dulu deh."


Beberapa saat kemudian Minju melihat Hyewon.


"Eonni!" Teriak Minju ke Hyewon.


Hyewon berbalik sekilas dan memandang Minju tajam. Tapi anehnya ia malah kembali berjalan seolah tidak mendengar panggilan Minju.


Minju bingung, ia menyusul Hyewon.


"Eonni." Panggil Minju sekali lagi.


Hyewon malah tetap berjalan diikuti Minju yang terus memanggilnya.


Hyewon berhenti tepat di lantai satu bagian aula dan masuk kedalam aula.

__ADS_1


"Eonni? Kok kesini?" Bingung Minju.


"......"


Hyewon berbalik ke arah Minju dan berjalan mendekat ke Minju.


Minju menjadi merinding saat Hyewon menatapnya tajam ditambah suasana mencekam di aula.


"Eonni kenapa lo natap gue begitu sih? Gue nggak nyaman." Ucap Minju berjalan mundur.


"Duh gue nggak kuat lari." Batin Minju.


Kemudian pelan-pelan wajah Hyewon berubah menjadi menyeramkan. Wajah yang tadinya cantik dan polos berubah menjadi wajah yang rusak.



"AAAAAAAA VALAKKKKKKKKKKKK!!" Teriak Minju dan langsung pingsan di tempat.


Mendengar suara itu Asahi dan Hyewon langsung menuju ke lantai satu.


"Lo dengar suara Minju kan noona?" Tanya Asahi.


"Iya, Lo juga?"


"Iya. Nju lo dimana??" Teriak Asahi.


Asahi mencoba menelpon Minju namun tidak diangkat. (Ya gimana mau diangkat, orangnya aja pingsan¯ʘ‿ʘ/¯).


Asahi meminta Hyewon menghubungi Jihoon, tak lama Jihoon, Zoa, Junghwan dan Yoshi.


"Kenapa? Lho Minju dimana?" Tanya Jihoon.


"Kalau masih belum ketemu kita bareng-bareng cari di perpustakaan." Ucap Hyewon dan diangguki kelimanya.


Di ruang Musik.


"Noona." Panggil Asahi.


"Hmm?"


"Merasa hawanya kurang bagus nggak?"


Hyewon terdiam.


"Noona?"


"Iya. Gue rasa. Lo juga?"


"Iya, kan gue rasa sebelum masuk kesini." Sahut Asahi.


"Benar juga, mungkin kalau kita ikutin kata lo Minju nggak bakalan hilang." Ucap Hyewon.


"Tapi udah terlanjur juga noona, kita nggak bisa mutar waktu."


Keduanya sampai di depan ruang musik.


"Noona atau gue yang masuk?" Tanya Asahi.


"Berdua lebih baik."

__ADS_1


Keduanya masuk ke dalam ruang musik, suasana tidak berbeda jauh. Terasa dingin juga.


"Nggak ada siapapun disini." Ucap Asahi.


"Iya. Kalau gitu kita kembali ke yang lain saja." Balas Hyewon.


Asahi melirik sebentar ke suatu tempat.


"....."


Di ruang seni.


"Wan." Panggil Zoa.


"Ya? Lo takut? Tenang gue ada disini." Junghwan mencoba menenangkan Zoa walaupun dirinya juga sama takutnya.


"Apa ini?" Junghwan mengernyit kala melihat foto dua orang yang tidak asing dengan seorang pemuda.


Junghwan menyembunyikan apa yang ditemukan nya dari Zoa.


"Zo kita keluar yuk, gue rasa nggak ada apapun disini." Ucap Junghwan dan Zoa hanya menurut.


Junghwan dan Zoa berpapasan dengan Hyewon dan Asahi. Keempat nya menyusul Jihoon dan Yoshi.


Di depan aula.


"Buka gih Hoon." Titah Yoshi.


"Kok gue??" Jihoon tidak terima.


"Lo yang awalnya nyuruh kita kesini, nggak takut kan?? Ya udah buka sana!"


"Nggak mau!" Tolak Jihoon.


"Lo nggak mau Minju ketemu?" Tanya Yoshi membuat Jihoon menjadi terdiam.


"Okelah." Jihoon pasrah.


Dengan hati-hati Jihoon membuka pintu aula.


Cklek


"MINJU!!" Teriak Jihoon dan menghampiri Minju yang tergeletak tak jauh dari tempatnya dan Yoshi.


Keduanya membawa Minju keluar dari aula.


"Minju eonni." Panggil Zoa.


"Kenapa bisa pingsan?" Tanya Junghwan.


"Kita nggak tau, pas dibuka dia sudah pingsan." Ucap Jihoon.


"Ya udah biar gue yang bawa dia pulang ke rumah nya." Kata Asahi karena rumah Asahi yang dekat dengan rumah Minju.


Sebelum pergi Asahi sekilas melihat siluet orang lain di sekolah.


"Hadeh, kenapa gue yang harus merasakan kehadiran mereka dan kenapa gue lagi yang harus lihat bayangan orang lain disini." Batin Asahi.


"Sial banget deh hari ini." Gerutunya dan menyusul keenam sahabat nya.

__ADS_1


__ADS_2