Bloody Game

Bloody Game
Chapter Eighteen


__ADS_3

"Siapa dia Sahi?" Tanya Hyewon.


"Salah satu sahabat baiknya Jaehyuk juga, namanya Jeongin."


"Lah kok dia bisa masuk kesini?? Darimana coba masuknya??" Heran Yoshi.


"Dia bukan manusia." Kali ini Minju yang bicara.


Hyewon, Zoa, Yoshi menatap Minju.


"Maksudnya dia hantu gitu??" Tanya Zoa.


"Iya." Jawab Minju.


"Darimana lo tau Nju?" Tanya Hyewon.


"Gue mimpi ketemu sama dia semalam."


"Terus dia bilang apa?" Kepo Yoshi.


"Dia bilang, gue peringatkan ke lo dan teman-teman lo itu jangan pernah pergi ke sekolah itu lagi kalau masih mau hidup, dan berhati-hatilah karena mereka pasti nggak akan lepasin kalian semua." Minju meniru cara bicara Jeongin.


Zoa berpikir sebentar.


"Ah gue inget sesuatu!" Seru Zoa.


"Apaan?" Tanya Asahi.


"Yoshi palsu juga kemarin malam bilang begitu ke gue samar-samar, gue kan ngantuk tuh jadi nggak terlalu dipikirin tapi keknya itu peringatan deh." Pikir Zoa.


"Jadi kita harus gimana sekarang?? Ngikutin kemauan Yoshi palsu itu??" Tanya Hyewon.


"Gue rasa iyain ajalah, lagian Jeongin nggak jahat kok karena gue juga lumayan dekat sama dia." Sahut Asahi.


"Apa Jaehyuk, Bomin, dan Han tau soal ini??" Tanya Yoshi.


"Mungkin iya tapi mungkin tidak." Balas Asahi.


"Ya udah selidiki aja kalau kalian mau tau." Celetuk Junghwan yang mengagetkan Zoa.


Buk


"Lah kok gue dipukul sih beb?! Sakit tau!" Keluh Junghwan.


"Lo jangan ngagetin gue dong!"


"Ya gue juga nggak mau ngagetin lo, lo nya aja yang tukang kaget." Ejek Junghwan.


"Mumpung hari ini Minggu dan libur kita bisa ke rumah Bomin hyung buat bahas ini." Saran Junghwan.


"Terus Jihoon? Kita ajak juga?" Tanya Minju.


"Iya dong, ya kali ditinggal sendirian disini. Nanti kalau diganggu juga gimana??"


"Ya udah gue bangunin kebo dulu." Kata Asahi dan langsung menghampiri Jihoon.


"Nju." Panggil Hyewon.

__ADS_1


"Iya eon?"


"Lo di aula semalam lihat apaan sampai pingsan begitu?" Tanya Hyewon.


Minju membeku.


"Nju?"


"G-gue lihat setan." Balas Minju.


"Ceritanya gimana? Kok bisa?"


"Gue waktu itu mau ke toilet terus cari eonni buat minta ditemani ke toilet, kan gue takut. Terus gue lihat eonni yang turun ke lantai satu, gue udah panggil berulang kali tapi eonni nggak berhenti. Eonni tetap jalan sampai masuk ke dalam aula, pas gue mau nyamperin eonni berubah jadi setan perempuan jelek itu terus gue pingsan deh karena kaget dan takut."


"Dia ada bilang sesuatu nggak Nju?" Tanya Asahi.


"Keknya ada Sahi, tapi gue lupa hehehehe." Minju terkekeh.


"Lo nggak trauma kan?" Tanya Jihoon.


"Lo pikir aja sendiri hyung, ya kali Minju noona nggak trauma digituin sama setan apalagi setan nya jelek." Ujar Junghwan.


"Mungkin dia iri sama kecantikan lo Nju." Canda Yoshi.


"Jangan bercanda dulu Yos, ini lagi serius." Hyewon menjitak kepala Yoshi.


"Ya maaf, gue kan cuma mau mencairkan suasana biar nggak tegang amat."


"Ya udah kita kalian siap-siap terus kita langsung ke rumah Bomin." Ucap Asahi.


"Nanti gue jelasin di mobil."


Skip


Jihoon dkk menuju ke rumah Bomin.


"Jadi?? Jelasin ke gue kenapa kita harus ke rumah Bomin." Ucap Jihoon ke Asahi.


"Tanya ke lain aja, gue fokus nyetir." Balas Asahi.


"Asahi sialan!" Umpat Jihoon dalam hati.


"Jadi kita ke rumah Bomin itu tujuan mau cari tau tentang Jeongin." Jelas Yoshi.


"Hah? Jeongin? Anak yang hilang itu? Ngapain cari tau soal dia?"


"Soalnya kemarin malam Jeongin samperin Zoa di dapur dan peringati kita supaya nggak ke sekolah lagi dan kita nggak akan dilepasin begitu aja sama mereka."


"Mereka siapa? Bomin dkk?" Tanya Jihoon.


"Bukan bodoh! Mereka itu mereka yang di dunia lain, yang jahat Hoon!" Emosi Yoshi.


"Lah apa urusannya kita sama mereka?? Kita kan nggak ganggu mereka."


"Itu karena lo ngajak kita ke sekolah buat cari tau rumor itu, dan di sekolah itu ada makhluk yang nggak mau diganggu. Jadi kita diganggu balik sama dia dan teman-temannya."


"Lo bisa lihat waktu Minju pingsan di aula, Minju pingsan bukan tanpa alasan tapi karena Minju lihat sosok perempuan jelek yang jahat. Dan kemarin malam Zoa di dapur ketemu Jeongin, Jeongin nampakin diri ke Zoa untuk memperingatkan kita supaya nggak ke sekolah lagi tengah malam dan memperingatkan kalau setan-setan itu nggak akan melepaskan kita begitu saja. Dan ternyata bukan cuma Zoa yang melihat Jeongin tapi Minju juga lihat, bedanya Minju lihat di mimpinya." Jelas Asahi.

__ADS_1


"Oh begitu, gue ngerti."


"Hyung." Panggil Haruto.


"Hyung yang mana maksud lo?" Tanya Jihoon.


"Ya kalian semua lah."


"Mau ngomong apaan? Soal foto itu?" Tebak Asahi.


"Iya, gue yakin foto ini pasti salah satu petunjuk. Tapi gue masih nggak ngerti."


"Gue juga nggak tau siapa yang bersama dengan kepala sekolah dan Jeno di foto itu Ruto." Balas Asahi.


Setibanya di rumah Bomin.


Ting tong


Ting tong


Ting tong


Cklek


"Lho Jihoon? Kenapa lo dan teman-teman lo datang ke rumah gue?" Bingung Bomin.


"Boleh nggak kita masuk dulu? Soalnya ini penting." Ucap Jihoon.


"Ya udah, masuk."


Bomin mempersilahkan Jihoon dkk masuk ke rumahnya dan menunggu di ruang tamu selagi ia menyiapkan minuman.


"Jadi? Langsung ke intinya aja. Gue nggak suka basa-basi." Kata Bomin dengan tampang serius.


"Jadi gini, kemarin gue ke sekolah sama sahabat-sahabat gue untuk membuktikan rumor itu benar atau nggak."


"Rumor apaan?" Tanya Bomin namun aslinya dia sudah tau rumor apa yang dibahas oleh Jihoon.


"Rumor kalau sekolah kita itu pernah terjadi pembunuhan. Dan korban nya itu anak-anak yang sekolah di sekolah kita. Terutama yang cewek-cewek." Jelas Jihoon secara singkat.


"Oh soal rumor itu." Bomin bersikap santai.


"Kok lo santai? Sudah pernah buktikan?" Tanya Jihoon.


"Iya, gue pernah pergi kesana bareng Jaehyuk, Han, dan Jeongin." Kata Bomin membuat Jihoon dkk kaget.


"Terus gimana? Setelah lo ke sekolah itu gimana lagi ceritanya?"


"Gue, Jaehyuk, Han, dan Jeongin waktu itu juga sama seperti kalian. Kami berempat penasaran dengan rumor itu dan memutuskan pergi ke sekolah hari Minggu jam 2 malam."


"Terus?"


"Kami waktu itu berpencar jadi dua kelompok, gue bareng Han dan Jaehyuk bareng Jeongin. Gue tebak pasti salah satu dari kalian melihat setan perempuan jelek kan di aula??"


"Kok lo tau??" Kaget Jihoon.


"Karena—"

__ADS_1


__ADS_2