Bodyguard Ganteng Itu Suamiku

Bodyguard Ganteng Itu Suamiku
112


__ADS_3

ke esokan pagi nya seperti biasa divya tetap menyiapkan segala keperluan lavy


meski hati nya sedang kecewa dengan suami nya itu


bukan berarti divya lalai pada kewajiban nya


lavy keluar dari kamar mandi


pakaian kerja nya sudah siap di ranjang


tapi lavy tak melihat istri nya


lavy terpaksa mengenakan sendiri kemeja nya


biasa ia akan manja kepada divya dengan meminta nya mengancingkan kancing kemeja nya


saat sampai di ruang makan


divya sudah disana bersama bibi maria


divya terlihat dingin


tapi masih mengambilkan sarapan lavy


bibi maria hanya melihat tanpa bisa berkomentar


makasih dek...''


ucap lavy pelan


divya tak menanggapi nya


divya sibuk dengan sarapan nya


pagi itu sarapan di iringi dengan keheningan


tiba tiba terdengar ketukan pintu


membuat lavy dan bibi maria saling berpandangan


lavy dengan wajah panik nya


menduga jika itu adalah mertua nya


sedang divya masih menikmati makanan nya


ehm biar bibi bukakan pintu nya...''


ujar bibi maria lalu berjalan menuju depan membukakan pintu


entah siapa pagi pagi begini yang bertamu


ceklek


pintu terbuka menampilakan sosok laki laki berperawakan gagah dan juga tampan tersenyum hangat seraya membungkukan kepala nya


bibi maria melongo


dia kan sepupu nya divya yang mirip artis india,,mau apa pagi pagi kemari''


assalamualaikum bibi maria..''


sapa akash


ya pria itu adalah akash


bibi maria terperanjat


mendengar sapaan dari pria didepan nya


eh wa waalaikumsaalam...''


jawab. bibi maria kikuk


dengan raut muka memerah


akash membalas nya dengan senyum


apa divya ada bibi...''


tanya akash sopan


ehm ada...divya sedang sarapan...ehm ayo masuklah..''


ajak bibi maria meminta akash untuk masuk


akash pun mengiyakan


ayo ikut sarapan sekalian nak akash...''


bibi maria mencoba menawarkan


namun ditolak sopan oleh akash


tidak bibi..terima kasih...aku sudah sarapan..''


senyum akash tak pernah pudar


ohh..bibi akan panggilkan divya sebentar...''


pamit bibi maria seraya masuk keruang makan


akash hanya mengangguk


siapa bibi...''


tak lavy penasaran


ooh itu..sepupu divya..akash...''


lavy tercenung


divya...akash mencarimu...''


ucap bibi maria kembali melanjutkan sarapan nya


untuk apa akash kemari pagi pagi mencari divya...jangan jangan''


batin lavy merasa was was


ia melirik divya yang sudah selesai dengan sarapan nya


iya bibi...divya akan menemui nya..''


divya bangun dari duduk nya


tapi lengan nya di tarik pelan oleh lavy


akash mau apa cariin kamu pagi pagi gini dek...''


tanya lavy dengan tatapan tak suka


tapi divya hanya datar saja


gapapa...aku cuma minta kak akash untuk jemput aku aja...''


jawab divya singkat lalu melepaskan lengan nya


bibi maria menamati kedua nya


sebenar nya ada apa dengan mereka...apa mereka sedang ada masalah''


divya berjalan kedepan


lavy hanya bisa memejamkan kedua mata nya kesal


divya bahkan enggan berangkat kerja bersama nya


dan meminta akash untuk menjemput nya


semarah itu kah divya pada nya


lavy tidak meneruskan sarapan nya


dan ikut menyusul istri nya


kak akash...''


sapa divya senang


akash menoleh dan tersenyum


hai adik cantik ku...''


sapa akash balik kedua mata nya melirik lavy yang mengekor di belakang divya


akash pun berdiri


hai lavy...''


sapa akash


namun lavy menunjukan ketidak sukaan nya pada rekan kerja mantan kekasih nya itu


hai...''


lavy menyapa balik dengan suara dingin


ada apa kamu kemari...''


lavy berpura pura bertanya


meski sudah tau jawaban nya dari divya


ehm divya meminta ku untuk mengantar nya bekerja...divya bilang kau akan rapat pagi ini...''


ujar akash sesuai dengan perkataan divya


membuat lavy tak percaya


kedua mata nya sampai terbelalak

__ADS_1


divya rela berbohong agar bisa menghindari nya


divya...kaka mau bicara sama kamu...''


ucap lavy dingin


divya tak menggubris nya


maaf kak...aku harus segera berangkat..pagi ini ada yang akan menyewa kafe...itu sebab nya aku minta akash untuk menjemputku..''


jawab divya berlalu masuk


untuk mengambil tas nya dimeja makan


lavy hanya bisa berdecak


ia ikut masuk


akash hanya bingung dengan tingkah divya dan lavy


divya....''


panggil lavy


divya sudah memakai tas nya


dan menatap datar wajah lavy


kenapa lagi kak...''


ujar divya jengah


apa maksud kamu..sampai rela berbohong demi menghindari kaka seperti ini...''


seru lavy tak terima


meski disana masih ada bibi maria


lavy tak peduli


divya melirik tak enak pada bibi maria


kak...tolong aku ga mau berdebat sama kamu pagi ini...kamu cukup merenungkan kesalahan kamu..itu aja...''


divya berlalu meninggalkan lavy yang termenung dengan perkataan divya barusan


divya bahkan tak menyalami diri nya


hati nya sangat sakit


melihat sikap divya yang sangat dingin pagi ini


divya juga tak mengajak nya shalat berjamaah subuh tadi


hingga lavy shalat sendirian


lavy terduduk lemas di sofa


setelah melihat kepergian divya baru saja bersama akash


bibi maria mendekati nya dan duduk di sofa lain


ia melihat ada guratan kesedihan di wajah anak angkat nya itu


kamu kenapa lavy...apa kalian ada masalah...''


lavy masih diam saja


bibi bukan ingin ikut campur...setidak nya kamu bisa menceritakan masalah kalian..mungkin bibi bisa memberi nasehat...meski bibi belum pernah menikah...''


tutur bibi maria panjang lebar


lavy menghembuskan nafas berat nya


ia mengusap usap kasar wajah nya


divya marah padaku bi...''


akhir nya lavy buka suara


bibi maria masih mendengarkan


dia kecewa padakuu...''


suara lavy nampak pilu


kecewa bagaimana...apa yang membuat divya kecewa padamu...''


tanya bibi maria penasaran


lavy ragu ragu menceritakan nya


karna ini masalah rumah tangga


apakah ia harus menceritakan nya


tapi benar juga mungkin bibi maria bisa memberi nasehat pada nya


ehmm selama tiga bulan kami menikah...aku...''


kamu kenapa...''


sela bibi maria tak sabar


akuu...belum pernah menyentuh nya...''


ucap lavy sangat malu dan wajah memerah


ia tak berani melihat ke arah bibi nya


sedang bibi maria membelalakan kedua mata nya


meski lavy mengatakan nya dengan sangat lirih tapi maria masih bisa mendengar nya


aa a apa...''


bibi maria sangat terperangah tak percaya dengan perkataan lavy


jadi selama hampir tiga bulan menikah anak angkat nya itu tak pernah melakukan hubungan suami istri


bibi maria sampai menutup mulut dengan tangan nya


ka kamu bercanda lavy...''


ujar bibi maria dengan suara tercekat


bagaimana bisa suami istri dalam satu kamar dan selama hampir tiga bulan tidak melakukan apa apa


apa anak angkat nya itu bermasalah


lavy menggeleng lesu


astaga...ya tuhan...''


gumam bibi maria tak menyangka


bibi maria menutup wajah nya dengan kedua tangan nya


dan lavy hanya bisa menunduk sedih


ia menatap lavy dengan tatapan bergidik


ka kamu normal lavy....''


pertanyaan bibi maria lantas membuat lavy membulatkan kedua mata nya


apa maksud bibi...''


tanya lavy sedikit tak terima


kamu normal kan sebagai lelaki...''


lavy mendesah


pertanyaan macam apa itu


tentu saja bibi...lalu bibi kira aku laki laki tidak normal..''


cetus lavy menatap kesal pada bibi nya itu


jelas saja...''


sahut bibi maria


lavy mengernyit


jelas apa


jelas tidak normal...''


tekan bibi maria


bibi....'''


sentak lavy tak terima


walau dengan intonasi sedikit meninggi


lavy...kamu sudah menikah selama tiga bulan dan kamu tidak pernah melakukan hubungan suami istri..apa itu bisa disebut laki laki normal...dan lebih parah nya kalian satu kamar lavy...''


cerca bibi maria sangat gemas dengan anak angkat nya itu


bagaimana bisa


lavy hanya diam saja


bibi maria menarik nafas dalam dalam


sekarang katakan...apa yang membuat mu hingga sekarang belum melakukan nya...''


tanya bibi maria dengan wajah serius

__ADS_1


ia harus ikut menyelesaikan masalah pelik ini


lavy diam saja


lavy jawab bibi..jangan diam saja..


jangan membuat bibi malu karna sikapmu ini...''


kesal bibi maria lantaran lavy masih tutup mulut


karna aku...masih..belum bisa melupakan..maya..''


jawab lavy dengan terbata bata


bibi maria membuka mulut tak percaya


ya tuhan apa ini


lavy...ya tuhan...''


bibi maria benar benar kehabisan akal pada lavy


apa kurang nya divya


maria fikir rumah tangga mereka baik baik saja


ternyata


bibi benar benar tidak tahu harus mengatakan apa lavy...kau...''


bibi maria mendesah frustasi


lavy...bibi tanya padamu..apa kurang nya divya dimatamu...sampai sampai hingga kini kau belum bisa melupakan maya...jika kau masih mencintai maya..kenapa kau mempertahankan divya disisi mu..''


sentak maria emosi


lavy meneteskan air mata nya


ia tidak tahu lagi harus bicara apa


bagaimana bisa..kau memperlakukan divya seperti ini...dia bukan hanya butuh perhatian saja lavy..dia juga membutuhkan kepuasan batin..sementara kau tidak pernah memberikan nya...''


lavy terisak pilu


ia menjadi sangat berdosa


pada istri nya itu


selama tiga bulan ia tak memberikan nafkah batin pada divya


sedang divya sudah melakukan segala hal untuk nya


maria menggeleng gelengkan kepala nya


ia jadi sangat benci pada anak angkat nya itu


kau benar benar keterlaluan lavy...


bagaimana jika divya akan meninggalkan mu dan mengakhiri pernikahan kalian...karna kau tidak adil pada nya..''


lavy mengangkat wajah nya yang sudah berurai air mata


lavy menggeleng lemah


tidak bi..aku tidak mau kehilangan divya...--


cukup lavy...''


sentak maria


membuat lavy terjingkat kaget


ia tak pernah melihat bibi nya semarah ini


kau egois..kau tidak mau kehilangan divya sementara kau masih mencintai maya...kau tidur seranjang dengan nya..apa kau tidak bernafsu pada divya lavy...''


aku ingin bibi...tapi setiap kali aku ingin menyentuh nya bayangan maya selalu muncul..itu membuatku frustasi bibi..''


bibi maria menjadi sesak sendiri


bagaimana dengan divya


ia tak membayangkan seperti apa sakit hati nya divya selama ini


ponsel lavy berdering


membuat kedua nya terdiam


lavy mengusap usap air mata nya


lalu melihat siapa yang menelfon nya


tertera nama papa ryan


lavy menerima panggilan itu


''ha halo pah..''


jawab lavy dengan suara serak nya


''halo lavy..kenapa kamu belum ke kantor,,kau ingat bukan hari ini papa akan mengumumkan tentang dirimu..''


lavy membisu


''halo lavy...kenapa diam saja..''


''ehm maaf pah..hari ini lavy tidak ke kantor...lavy--''


''kenapa lavy...apa kau baik baik saja..suara mu juga serak begitu..''


hati lavy pilu mendengar perhatian dari papa mertua nya itu


bagaimana mertua nya itu begitu menghawatirkan diri nya


sementara dirinya sendiri justru membuat puteri nya menangis


karna perilaku nya


''ehm ii iya pah..lavy sedikit batuk batuk pagi ini...maaf lavy harus ijin ..''


jelas lavy berbohong


bibi maria hanya bisa menggelengkan kepala nya


''oh begitu..baiklah tidak apa apa lavy...istirahat saja...lalu apa divya juga dirumah..''


lavy ingin menangis sejadi jadi nya rasa nya


''divya sudah berangkat pah..tadi nya divya ingin menemani lavy dirumah..tapi lavy meminta nya agar tetap ke kafe lagi pula hanya batuk saja..''


''baiklah kalo begitu...istirahat lah lavy..papa tutup telfon nya..''


setelah panggilan mereka berakhir lavy menangis tersedu sedu


hikz hikzz hikz...''


bibi maria menatap sendu


ia mengusap usap bahu lavy


tenangkan dirimu lavy...dan fikirkan baik baik...keputusan apa yang akan kamu pilih...divya---


keputusan apa maksud bibi...aku tidak akan melepaskan divya bibi...


aku akan memperbaiki semua nya...aku akan berlutut pada istriku jika perlu...''


potong lavy dengan menggebu dan nafas tersendat


apa selama ini...kamu sering menemui maya diam diam lavy..''


tanya maria ragu


lavy melihat maria dengan tatapan kesal nya


bibi..aku tahu aku salah dan berdosa..tapi bukan berarti aku menghianati di belakang divya...''


tukas lavy dengan ketus


maria bungkam seketika


baguslah...bibi harap hubungan kalian segera membaik..dan berikan bibi seorang cucu...''


kelakar maria


lalu kabur saat mendapat tatapan tajam dari lavy


lavy menghembuskan nafas berat nya


ia menyugar rambut nya


jujur saja hati nya panas saat harus melihat divya pergi bersama akash meski mereka adalah sepupu


jika diri nya saja merasa cemburu bagaimana dengan divya


yang jelas jelas mengetahui jika diri nya masih belum bisa melupakan masa lalu nya


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


sedang didalam mobil


akash dan divya nampak terdiam


divya sibuk memandangi jalanan ibu kota yang terlihat ramai dari jendela mobil dan akash fokus menyetir sesekali pria itu melirik ke arah divya


akash tak ingin ikut campur rumah tangga adik sepupu nya itu


meski dalam hati penasaran


to be continue


minta like dan komen nya ya

__ADS_1


semoga suka dengan alur cerita nya ya..mon maaf kalo cerita nya kurang menarik...🙏


😊😊😊😊


__ADS_2