
ke esokan pagi nya seperti biasa divya tetap menyiapkan segala keperluan lavy
meski hati nya sedang kecewa dengan suami nya itu
bukan berarti divya lalai pada kewajiban nya
lavy keluar dari kamar mandi
pakaian kerja nya sudah siap di ranjang
tapi lavy tak melihat istri nya
lavy terpaksa mengenakan sendiri kemeja nya
biasa ia akan manja kepada divya dengan meminta nya mengancingkan kancing kemeja nya
saat sampai di ruang makan
divya sudah disana bersama bibi maria
divya terlihat dingin
tapi masih mengambilkan sarapan lavy
bibi maria hanya melihat tanpa bisa berkomentar
makasih dek...''
ucap lavy pelan
divya tak menanggapi nya
divya sibuk dengan sarapan nya
pagi itu sarapan di iringi dengan keheningan
tiba tiba terdengar ketukan pintu
membuat lavy dan bibi maria saling berpandangan
lavy dengan wajah panik nya
menduga jika itu adalah mertua nya
sedang divya masih menikmati makanan nya
ehm biar bibi bukakan pintu nya...''
ujar bibi maria lalu berjalan menuju depan membukakan pintu
entah siapa pagi pagi begini yang bertamu
ceklek
pintu terbuka menampilakan sosok laki laki berperawakan gagah dan juga tampan tersenyum hangat seraya membungkukan kepala nya
bibi maria melongo
dia kan sepupu nya divya yang mirip artis india,,mau apa pagi pagi kemari''
assalamualaikum bibi maria..''
sapa akash
ya pria itu adalah akash
bibi maria terperanjat
mendengar sapaan dari pria didepan nya
eh wa waalaikumsaalam...''
jawab. bibi maria kikuk
dengan raut muka memerah
akash membalas nya dengan senyum
apa divya ada bibi...''
tanya akash sopan
ehm ada...divya sedang sarapan...ehm ayo masuklah..''
ajak bibi maria meminta akash untuk masuk
akash pun mengiyakan
ayo ikut sarapan sekalian nak akash...''
bibi maria mencoba menawarkan
namun ditolak sopan oleh akash
tidak bibi..terima kasih...aku sudah sarapan..''
senyum akash tak pernah pudar
ohh..bibi akan panggilkan divya sebentar...''
pamit bibi maria seraya masuk keruang makan
akash hanya mengangguk
siapa bibi...''
tak lavy penasaran
ooh itu..sepupu divya..akash...''
lavy tercenung
divya...akash mencarimu...''
ucap bibi maria kembali melanjutkan sarapan nya
untuk apa akash kemari pagi pagi mencari divya...jangan jangan''
batin lavy merasa was was
ia melirik divya yang sudah selesai dengan sarapan nya
iya bibi...divya akan menemui nya..''
divya bangun dari duduk nya
tapi lengan nya di tarik pelan oleh lavy
akash mau apa cariin kamu pagi pagi gini dek...''
tanya lavy dengan tatapan tak suka
tapi divya hanya datar saja
gapapa...aku cuma minta kak akash untuk jemput aku aja...''
jawab divya singkat lalu melepaskan lengan nya
bibi maria menamati kedua nya
sebenar nya ada apa dengan mereka...apa mereka sedang ada masalah''
divya berjalan kedepan
lavy hanya bisa memejamkan kedua mata nya kesal
divya bahkan enggan berangkat kerja bersama nya
dan meminta akash untuk menjemput nya
semarah itu kah divya pada nya
lavy tidak meneruskan sarapan nya
dan ikut menyusul istri nya
kak akash...''
sapa divya senang
akash menoleh dan tersenyum
hai adik cantik ku...''
sapa akash balik kedua mata nya melirik lavy yang mengekor di belakang divya
akash pun berdiri
hai lavy...''
sapa akash
namun lavy menunjukan ketidak sukaan nya pada rekan kerja mantan kekasih nya itu
hai...''
lavy menyapa balik dengan suara dingin
ada apa kamu kemari...''
lavy berpura pura bertanya
meski sudah tau jawaban nya dari divya
ehm divya meminta ku untuk mengantar nya bekerja...divya bilang kau akan rapat pagi ini...''
ujar akash sesuai dengan perkataan divya
membuat lavy tak percaya
kedua mata nya sampai terbelalak
__ADS_1
divya rela berbohong agar bisa menghindari nya
divya...kaka mau bicara sama kamu...''
ucap lavy dingin
divya tak menggubris nya
maaf kak...aku harus segera berangkat..pagi ini ada yang akan menyewa kafe...itu sebab nya aku minta akash untuk menjemputku..''
jawab divya berlalu masuk
untuk mengambil tas nya dimeja makan
lavy hanya bisa berdecak
ia ikut masuk
akash hanya bingung dengan tingkah divya dan lavy
divya....''
panggil lavy
divya sudah memakai tas nya
dan menatap datar wajah lavy
kenapa lagi kak...''
ujar divya jengah
apa maksud kamu..sampai rela berbohong demi menghindari kaka seperti ini...''
seru lavy tak terima
meski disana masih ada bibi maria
lavy tak peduli
divya melirik tak enak pada bibi maria
kak...tolong aku ga mau berdebat sama kamu pagi ini...kamu cukup merenungkan kesalahan kamu..itu aja...''
divya berlalu meninggalkan lavy yang termenung dengan perkataan divya barusan
divya bahkan tak menyalami diri nya
hati nya sangat sakit
melihat sikap divya yang sangat dingin pagi ini
divya juga tak mengajak nya shalat berjamaah subuh tadi
hingga lavy shalat sendirian
lavy terduduk lemas di sofa
setelah melihat kepergian divya baru saja bersama akash
bibi maria mendekati nya dan duduk di sofa lain
ia melihat ada guratan kesedihan di wajah anak angkat nya itu
kamu kenapa lavy...apa kalian ada masalah...''
lavy masih diam saja
bibi bukan ingin ikut campur...setidak nya kamu bisa menceritakan masalah kalian..mungkin bibi bisa memberi nasehat...meski bibi belum pernah menikah...''
tutur bibi maria panjang lebar
lavy menghembuskan nafas berat nya
ia mengusap usap kasar wajah nya
divya marah padaku bi...''
akhir nya lavy buka suara
bibi maria masih mendengarkan
dia kecewa padakuu...''
suara lavy nampak pilu
kecewa bagaimana...apa yang membuat divya kecewa padamu...''
tanya bibi maria penasaran
lavy ragu ragu menceritakan nya
karna ini masalah rumah tangga
apakah ia harus menceritakan nya
tapi benar juga mungkin bibi maria bisa memberi nasehat pada nya
ehmm selama tiga bulan kami menikah...aku...''
kamu kenapa...''
sela bibi maria tak sabar
akuu...belum pernah menyentuh nya...''
ucap lavy sangat malu dan wajah memerah
ia tak berani melihat ke arah bibi nya
sedang bibi maria membelalakan kedua mata nya
meski lavy mengatakan nya dengan sangat lirih tapi maria masih bisa mendengar nya
aa a apa...''
bibi maria sangat terperangah tak percaya dengan perkataan lavy
jadi selama hampir tiga bulan menikah anak angkat nya itu tak pernah melakukan hubungan suami istri
bibi maria sampai menutup mulut dengan tangan nya
ka kamu bercanda lavy...''
ujar bibi maria dengan suara tercekat
bagaimana bisa suami istri dalam satu kamar dan selama hampir tiga bulan tidak melakukan apa apa
apa anak angkat nya itu bermasalah
lavy menggeleng lesu
astaga...ya tuhan...''
gumam bibi maria tak menyangka
bibi maria menutup wajah nya dengan kedua tangan nya
dan lavy hanya bisa menunduk sedih
ia menatap lavy dengan tatapan bergidik
ka kamu normal lavy....''
pertanyaan bibi maria lantas membuat lavy membulatkan kedua mata nya
apa maksud bibi...''
tanya lavy sedikit tak terima
kamu normal kan sebagai lelaki...''
lavy mendesah
pertanyaan macam apa itu
tentu saja bibi...lalu bibi kira aku laki laki tidak normal..''
cetus lavy menatap kesal pada bibi nya itu
jelas saja...''
sahut bibi maria
lavy mengernyit
jelas apa
jelas tidak normal...''
tekan bibi maria
bibi....'''
sentak lavy tak terima
walau dengan intonasi sedikit meninggi
lavy...kamu sudah menikah selama tiga bulan dan kamu tidak pernah melakukan hubungan suami istri..apa itu bisa disebut laki laki normal...dan lebih parah nya kalian satu kamar lavy...''
cerca bibi maria sangat gemas dengan anak angkat nya itu
bagaimana bisa
lavy hanya diam saja
bibi maria menarik nafas dalam dalam
sekarang katakan...apa yang membuat mu hingga sekarang belum melakukan nya...''
tanya bibi maria dengan wajah serius
__ADS_1
ia harus ikut menyelesaikan masalah pelik ini
lavy diam saja
lavy jawab bibi..jangan diam saja..
jangan membuat bibi malu karna sikapmu ini...''
kesal bibi maria lantaran lavy masih tutup mulut
karna aku...masih..belum bisa melupakan..maya..''
jawab lavy dengan terbata bata
bibi maria membuka mulut tak percaya
ya tuhan apa ini
lavy...ya tuhan...''
bibi maria benar benar kehabisan akal pada lavy
apa kurang nya divya
maria fikir rumah tangga mereka baik baik saja
ternyata
bibi benar benar tidak tahu harus mengatakan apa lavy...kau...''
bibi maria mendesah frustasi
lavy...bibi tanya padamu..apa kurang nya divya dimatamu...sampai sampai hingga kini kau belum bisa melupakan maya...jika kau masih mencintai maya..kenapa kau mempertahankan divya disisi mu..''
sentak maria emosi
lavy meneteskan air mata nya
ia tidak tahu lagi harus bicara apa
bagaimana bisa..kau memperlakukan divya seperti ini...dia bukan hanya butuh perhatian saja lavy..dia juga membutuhkan kepuasan batin..sementara kau tidak pernah memberikan nya...''
lavy terisak pilu
ia menjadi sangat berdosa
pada istri nya itu
selama tiga bulan ia tak memberikan nafkah batin pada divya
sedang divya sudah melakukan segala hal untuk nya
maria menggeleng gelengkan kepala nya
ia jadi sangat benci pada anak angkat nya itu
kau benar benar keterlaluan lavy...
bagaimana jika divya akan meninggalkan mu dan mengakhiri pernikahan kalian...karna kau tidak adil pada nya..''
lavy mengangkat wajah nya yang sudah berurai air mata
lavy menggeleng lemah
tidak bi..aku tidak mau kehilangan divya...--
cukup lavy...''
sentak maria
membuat lavy terjingkat kaget
ia tak pernah melihat bibi nya semarah ini
kau egois..kau tidak mau kehilangan divya sementara kau masih mencintai maya...kau tidur seranjang dengan nya..apa kau tidak bernafsu pada divya lavy...''
aku ingin bibi...tapi setiap kali aku ingin menyentuh nya bayangan maya selalu muncul..itu membuatku frustasi bibi..''
bibi maria menjadi sesak sendiri
bagaimana dengan divya
ia tak membayangkan seperti apa sakit hati nya divya selama ini
ponsel lavy berdering
membuat kedua nya terdiam
lavy mengusap usap air mata nya
lalu melihat siapa yang menelfon nya
tertera nama papa ryan
lavy menerima panggilan itu
''ha halo pah..''
jawab lavy dengan suara serak nya
''halo lavy..kenapa kamu belum ke kantor,,kau ingat bukan hari ini papa akan mengumumkan tentang dirimu..''
lavy membisu
''halo lavy...kenapa diam saja..''
''ehm maaf pah..hari ini lavy tidak ke kantor...lavy--''
''kenapa lavy...apa kau baik baik saja..suara mu juga serak begitu..''
hati lavy pilu mendengar perhatian dari papa mertua nya itu
bagaimana mertua nya itu begitu menghawatirkan diri nya
sementara dirinya sendiri justru membuat puteri nya menangis
karna perilaku nya
''ehm ii iya pah..lavy sedikit batuk batuk pagi ini...maaf lavy harus ijin ..''
jelas lavy berbohong
bibi maria hanya bisa menggelengkan kepala nya
''oh begitu..baiklah tidak apa apa lavy...istirahat saja...lalu apa divya juga dirumah..''
lavy ingin menangis sejadi jadi nya rasa nya
''divya sudah berangkat pah..tadi nya divya ingin menemani lavy dirumah..tapi lavy meminta nya agar tetap ke kafe lagi pula hanya batuk saja..''
''baiklah kalo begitu...istirahat lah lavy..papa tutup telfon nya..''
setelah panggilan mereka berakhir lavy menangis tersedu sedu
hikz hikzz hikz...''
bibi maria menatap sendu
ia mengusap usap bahu lavy
tenangkan dirimu lavy...dan fikirkan baik baik...keputusan apa yang akan kamu pilih...divya---
keputusan apa maksud bibi...aku tidak akan melepaskan divya bibi...
aku akan memperbaiki semua nya...aku akan berlutut pada istriku jika perlu...''
potong lavy dengan menggebu dan nafas tersendat
apa selama ini...kamu sering menemui maya diam diam lavy..''
tanya maria ragu
lavy melihat maria dengan tatapan kesal nya
bibi..aku tahu aku salah dan berdosa..tapi bukan berarti aku menghianati di belakang divya...''
tukas lavy dengan ketus
maria bungkam seketika
baguslah...bibi harap hubungan kalian segera membaik..dan berikan bibi seorang cucu...''
kelakar maria
lalu kabur saat mendapat tatapan tajam dari lavy
lavy menghembuskan nafas berat nya
ia menyugar rambut nya
jujur saja hati nya panas saat harus melihat divya pergi bersama akash meski mereka adalah sepupu
jika diri nya saja merasa cemburu bagaimana dengan divya
yang jelas jelas mengetahui jika diri nya masih belum bisa melupakan masa lalu nya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
sedang didalam mobil
akash dan divya nampak terdiam
divya sibuk memandangi jalanan ibu kota yang terlihat ramai dari jendela mobil dan akash fokus menyetir sesekali pria itu melirik ke arah divya
akash tak ingin ikut campur rumah tangga adik sepupu nya itu
meski dalam hati penasaran
to be continue
minta like dan komen nya ya
__ADS_1
semoga suka dengan alur cerita nya ya..mon maaf kalo cerita nya kurang menarik...🙏
😊😊😊😊