Bodyguard Ganteng Itu Suamiku

Bodyguard Ganteng Itu Suamiku
88


__ADS_3

sementara di rumah sakit xxx


seorang gadis cantik kini tengah terbaring lemah tak berdaya di ranjang rumah sakit


kepala nya di perbani dan memakai selang dihidung nya


tangan nya juga di infus


wajah ayu nya nampak sangat pucat


sesorang memasuki kamar rawat inap itu bersama seseorang lain nya


seorang wanita paruh baya dan seorang laki laki paruh baya menatap nanar dan pilu pada wajah cantik tapi pucat itu


mereka berdua nampak sedih dengan yang terjadi pada gadis didepan mereka itu


kedua orang itu bernama rosa dan adi


yang kedua orang paruh baya itu adalah tante dan om dari gadis yang saat ini sedang terbaring lemah


''kasihan sekali dia pah..sudah mau menjemput kebahagiaan nya namun justru kemalangan menghampiri nya dan kelurga nya..''


lirih wanita paruh baya yang bernama rosa itu


sedang lelaki paruh baya disamping nya hanya bisa mengelus pundak sang istri


''ini takdir dari tuhan mahh..kita tidak tau apa yang direncanakan oleh tuhan untuk nya..''


tutur adi


''bagaimana jika calon suami nya tau jika calon istri nya mengalami kecelakaan hebat saat akan melaksanakan pernikahan nya...''


''kita harus memberi tahu nya mahh..jangan sampai lelaki itu berfikiran buruk tentang maya karna meninggalkan nya di hari pernikahan nya...''


yaa gadis yang terbaring lemah tak berdaya yang saat ini sedang memejamkan erat kelopak mata nya itu adalah maya


kekasih dan calon istri lavy


beberapa jam yang lalu maya dan keluarga inti sudah akan bersiap menuju gedung tempat dimana maya akan menikah dengan lelaki yang sangat ia cintai itu


namun kemalangan menghampiri kelurga itu


mobil tuan umar mengalami kecelakaan hebat


sehingga mengakibatkan mereka semua masuk ke rumah sakit dan tidak bisa datang ke gedung tempat maya menikah dengan lavy


kelurga besar tuan umar yang tidak mengalami kecelakaan itu sangat shok dan terkejut melihat kecelakaan yang menimpa keluarga tuan umar itu


mereka segera membawa keluarga tuan umar ke rumah sakit


maya nyonya salmah dan tuan umar mengalami luka parah


di sekujur tubuh mereka


rosa dan adi mereka adalah per iparan dengan tuan umar


rosa adalah adik dari nyonya salmah


rosa sangat terpukul melihat kondisi sang kakak,,kakak ipar dan juga keponakan tersayang nya maya


bagaimana tidak


rosa juga ikut mengiringi maya untuk ke pernikahan nya


tapi justru mereka semua mengalami nasib tragis


mereka tidak sempat mengabari keluarga lavy karna masih terkejut dan harus mengurus segala keperluan yang dibutuhkan oleh keluarga tuan rian


sampai saat ini rosa dan suami nya belum berani memberi kabar ini pada lavy


mereka juga tidak tau alamat rumah lavy


bagaimana cara mereka memberi tahu tentang kecelakaan ini

__ADS_1


sedang mereka tak tau apa apa mengenai lavy


rosa dan suami nya keluar dari kamar inap maya


dan duduk di kursi depan kamar inap maya


rosa masih bingung bagaimana mengatasi masalah ini


dia dan suami nya juga harus memikir kan biaya rumah sakit


yang mungkin tidak akan murah


apalagi saat ini kondisi tuan umar istri dan anak nya terbilang lumayan parah


rosa dan adi juga bukan orang yang sangat kaya raya


mereka keluarga sederhana saja


''bagaimana kita membiayai biaya rumah sakit mereka mah..pasti biaya nya tidak sedikit..''


ucap adi dengan suara sedih nya


''mamah juga bingung pah..bagaimana bisa mereka semua mengalami kecelakaan dan semua nya luka parah...kalau saja setidak nya ada yang hanya mengalami luka ringan kita bisa bicara pada salah satu nya tentang biaya rumah sakit...''


jelas rosa dengan raut muka kosong nya


adi menyenderkan kepala di bahu istri nya


dia menghela nafas berat


di kediaman tuan rian


saat ini divya mengurung diri di kamar tamu sendirian


dia tidak mau keluar kamar atau bicara sepatah kata pun pada siapapun


divya masih terguncang dengan yang terjadi pada nya


tok tok


terdengar ketukan pintu dari luar kamar nya


dan divya yakin itu adalah mama nya


''divya sayang buka pintu nak.. kamu harus makan ya sayang..''


ucap nyonya vira dari balik pintu


namun divya seakan menulikan pendengaran nya


divya juga merasa kesal pada mama nya yang tidak bisa mencegah papa nya untuk menikahkan diri nya dengan lavy


''divya sayang...ini mama nak..''


ucap nyonya vira lagi mencoba membujuk sang puteri


namun divya masih kekeh tidak membuka pintu nya


beberapa saat kemudian tak terdengar ketukan lagi dari luar kamar nya


divya menghela nafas berat nya


ia menatap kosong sembarang


''aku benci sama kamu lavy...rasa cinta ku padamu yang belum seberapa terhapus sudah dari hatiku..karna apa yang kamu lakukan sama aku..''


lirih divya dengan suara serak nya


namun tatapan nya berubah menjadi tatapan penuh benci


divya ingin rasa nya segera memaksa lavy untuk menalak nya


besok divya akan menemui lavy dan memaksa nya untuk menalak nya apapun yang terjadi

__ADS_1


ke esokan hari nya divya sudah rapi dengan gamis panjang nya dan tak lupa pasmina yang menutupi rapat kepala dan mahkota nya


hari ini divya akan menemui lavy meminta nya agar lavy segera menalak nya


jujur divya sendiri masih enggan bertemu dengan suami sesaat nya itu tapi divya harus menyelesaikan masalah nya


semalam saat semua sudah terlelap divya bangun dan menuju ke kamar nya dan juga dila untuk mengambil piyama tidur nya dan pakaian ganti untuk nya hari ini


divya juga baru makan setelah suasana rumah nya senyap karna sudah pada terlelap


namun tidak dengan nyonya vira


ibu dua anak itu


mendapati divya tengah makan di meja makan


membuat nyonya vira tersenyum lega


divya keluar dari kamar tamu


saat divya muncul


betapa senang nya nyonya vira


''divya...akhir nya kamu keluar kamar juga sayang..sini sarapan sama sama..''


ajak nyonya vira dengan sumringah


tapi tidak dengan raut muka divya yang masih datar


divya memandang sang papa


yang asik menyantap sarapan nya


tanpa peduli pada diri nya


''kak..kok bengong ayuk sarapan sini..kaka mesti laper semalem ga makan apa apa..''


seru dila membuyarkan lamunan divya


divya hanya menggeleng singkat


''kalo kamu gak makan terus nanti sakit sayang..''


tutur nyonya vira lembut


''divya memang sudah sakit mah..''


jawab divya pada akhir nya dengan suara tercekat


mendengar ucapan divya membuat tuan rian menghentikan sarapan nya


ia menatap datar wajah pucat puteri nya itu


''ga usah berlebihan kamu divya...yang kamu alami itu hanya kesedihan sementara..''


divya tercengang mendengar apa yang baru saja papa nya ucapkan


kesedihan sementara apa maksud nya


divya mendengus kasar


dia tak mendengar kan ucapan papa nya dan melangkah menuju pintu depan


''divya kamu mau kemana nak..''


langkah divya terhenti tanpa menoleh divya menjawab


''ke tempat yang akan mengubah status ku..''


setelah mengucapkan itu divya kembali berlalu


membuat tuan rian hanya bisa menggelengkan pelan kepala nya

__ADS_1


__ADS_2