
sementara di rumah sakit xxx
seorang gadis cantik kini tengah terbaring lemah tak berdaya di ranjang rumah sakit
kepala nya di perbani dan memakai selang dihidung nya
tangan nya juga di infus
wajah ayu nya nampak sangat pucat
sesorang memasuki kamar rawat inap itu bersama seseorang lain nya
seorang wanita paruh baya dan seorang laki laki paruh baya menatap nanar dan pilu pada wajah cantik tapi pucat itu
mereka berdua nampak sedih dengan yang terjadi pada gadis didepan mereka itu
kedua orang itu bernama rosa dan adi
yang kedua orang paruh baya itu adalah tante dan om dari gadis yang saat ini sedang terbaring lemah
''kasihan sekali dia pah..sudah mau menjemput kebahagiaan nya namun justru kemalangan menghampiri nya dan kelurga nya..''
lirih wanita paruh baya yang bernama rosa itu
sedang lelaki paruh baya disamping nya hanya bisa mengelus pundak sang istri
''ini takdir dari tuhan mahh..kita tidak tau apa yang direncanakan oleh tuhan untuk nya..''
tutur adi
''bagaimana jika calon suami nya tau jika calon istri nya mengalami kecelakaan hebat saat akan melaksanakan pernikahan nya...''
''kita harus memberi tahu nya mahh..jangan sampai lelaki itu berfikiran buruk tentang maya karna meninggalkan nya di hari pernikahan nya...''
yaa gadis yang terbaring lemah tak berdaya yang saat ini sedang memejamkan erat kelopak mata nya itu adalah maya
kekasih dan calon istri lavy
beberapa jam yang lalu maya dan keluarga inti sudah akan bersiap menuju gedung tempat dimana maya akan menikah dengan lelaki yang sangat ia cintai itu
namun kemalangan menghampiri kelurga itu
mobil tuan umar mengalami kecelakaan hebat
sehingga mengakibatkan mereka semua masuk ke rumah sakit dan tidak bisa datang ke gedung tempat maya menikah dengan lavy
kelurga besar tuan umar yang tidak mengalami kecelakaan itu sangat shok dan terkejut melihat kecelakaan yang menimpa keluarga tuan umar itu
mereka segera membawa keluarga tuan umar ke rumah sakit
maya nyonya salmah dan tuan umar mengalami luka parah
di sekujur tubuh mereka
rosa dan adi mereka adalah per iparan dengan tuan umar
rosa adalah adik dari nyonya salmah
rosa sangat terpukul melihat kondisi sang kakak,,kakak ipar dan juga keponakan tersayang nya maya
bagaimana tidak
rosa juga ikut mengiringi maya untuk ke pernikahan nya
tapi justru mereka semua mengalami nasib tragis
mereka tidak sempat mengabari keluarga lavy karna masih terkejut dan harus mengurus segala keperluan yang dibutuhkan oleh keluarga tuan rian
sampai saat ini rosa dan suami nya belum berani memberi kabar ini pada lavy
mereka juga tidak tau alamat rumah lavy
bagaimana cara mereka memberi tahu tentang kecelakaan ini
__ADS_1
sedang mereka tak tau apa apa mengenai lavy
rosa dan suami nya keluar dari kamar inap maya
dan duduk di kursi depan kamar inap maya
rosa masih bingung bagaimana mengatasi masalah ini
dia dan suami nya juga harus memikir kan biaya rumah sakit
yang mungkin tidak akan murah
apalagi saat ini kondisi tuan umar istri dan anak nya terbilang lumayan parah
rosa dan adi juga bukan orang yang sangat kaya raya
mereka keluarga sederhana saja
''bagaimana kita membiayai biaya rumah sakit mereka mah..pasti biaya nya tidak sedikit..''
ucap adi dengan suara sedih nya
''mamah juga bingung pah..bagaimana bisa mereka semua mengalami kecelakaan dan semua nya luka parah...kalau saja setidak nya ada yang hanya mengalami luka ringan kita bisa bicara pada salah satu nya tentang biaya rumah sakit...''
jelas rosa dengan raut muka kosong nya
adi menyenderkan kepala di bahu istri nya
dia menghela nafas berat
di kediaman tuan rian
saat ini divya mengurung diri di kamar tamu sendirian
dia tidak mau keluar kamar atau bicara sepatah kata pun pada siapapun
divya masih terguncang dengan yang terjadi pada nya
tok tok
terdengar ketukan pintu dari luar kamar nya
dan divya yakin itu adalah mama nya
''divya sayang buka pintu nak.. kamu harus makan ya sayang..''
ucap nyonya vira dari balik pintu
namun divya seakan menulikan pendengaran nya
divya juga merasa kesal pada mama nya yang tidak bisa mencegah papa nya untuk menikahkan diri nya dengan lavy
''divya sayang...ini mama nak..''
ucap nyonya vira lagi mencoba membujuk sang puteri
namun divya masih kekeh tidak membuka pintu nya
beberapa saat kemudian tak terdengar ketukan lagi dari luar kamar nya
divya menghela nafas berat nya
ia menatap kosong sembarang
''aku benci sama kamu lavy...rasa cinta ku padamu yang belum seberapa terhapus sudah dari hatiku..karna apa yang kamu lakukan sama aku..''
lirih divya dengan suara serak nya
namun tatapan nya berubah menjadi tatapan penuh benci
divya ingin rasa nya segera memaksa lavy untuk menalak nya
besok divya akan menemui lavy dan memaksa nya untuk menalak nya apapun yang terjadi
__ADS_1
ke esokan hari nya divya sudah rapi dengan gamis panjang nya dan tak lupa pasmina yang menutupi rapat kepala dan mahkota nya
hari ini divya akan menemui lavy meminta nya agar lavy segera menalak nya
jujur divya sendiri masih enggan bertemu dengan suami sesaat nya itu tapi divya harus menyelesaikan masalah nya
semalam saat semua sudah terlelap divya bangun dan menuju ke kamar nya dan juga dila untuk mengambil piyama tidur nya dan pakaian ganti untuk nya hari ini
divya juga baru makan setelah suasana rumah nya senyap karna sudah pada terlelap
namun tidak dengan nyonya vira
ibu dua anak itu
mendapati divya tengah makan di meja makan
membuat nyonya vira tersenyum lega
divya keluar dari kamar tamu
saat divya muncul
betapa senang nya nyonya vira
''divya...akhir nya kamu keluar kamar juga sayang..sini sarapan sama sama..''
ajak nyonya vira dengan sumringah
tapi tidak dengan raut muka divya yang masih datar
divya memandang sang papa
yang asik menyantap sarapan nya
tanpa peduli pada diri nya
''kak..kok bengong ayuk sarapan sini..kaka mesti laper semalem ga makan apa apa..''
seru dila membuyarkan lamunan divya
divya hanya menggeleng singkat
''kalo kamu gak makan terus nanti sakit sayang..''
tutur nyonya vira lembut
''divya memang sudah sakit mah..''
jawab divya pada akhir nya dengan suara tercekat
mendengar ucapan divya membuat tuan rian menghentikan sarapan nya
ia menatap datar wajah pucat puteri nya itu
''ga usah berlebihan kamu divya...yang kamu alami itu hanya kesedihan sementara..''
divya tercengang mendengar apa yang baru saja papa nya ucapkan
kesedihan sementara apa maksud nya
divya mendengus kasar
dia tak mendengar kan ucapan papa nya dan melangkah menuju pintu depan
''divya kamu mau kemana nak..''
langkah divya terhenti tanpa menoleh divya menjawab
''ke tempat yang akan mengubah status ku..''
setelah mengucapkan itu divya kembali berlalu
membuat tuan rian hanya bisa menggelengkan pelan kepala nya
__ADS_1