
lavy dan bibi maria telah selesai dengan shalat dzuhur juga ashar nya
karna mereka musafir maka wajib menjamak shalat nya
lavy dan bibi maria berjalan keluar stasiun
mereka menyusuri jalanan dikota malang itu
sungguh ini pertama kali bagi kedua nya berada dikota malang ini
mereka bingung harus melakukan apa
kedua nya saling bertatapan
maria membuka suara
''lavy,,kenapa malah diam mematung begini,,cepat cari taksi,,''
gerutu maria yang sudah sangat lelah
lavy menggaruk kepala belakang nya
lalu mengambil ponsel disaku celana nya dan mencari nomer tuan adam
sedang maria mencari tempat duduk
lavy menemukan nomer tuan adam dan segera menekan untuk menelfon nya
untuk beberapa saat lavy harus menunggu diangkat oleh tuan adam
''halo''
terdengar suara tegas dari seberang membuat lavy terlonjak kaget
''halo tuan adam,,''
jawab lavy canggung
lumayan lama lavy tidak berhubungan dengan bos nya itu
''ada apa lavy,,apa kau sudah pergi ke kota malang,,''
tanya tuan adam langsung inti nya
''ehm,,ii iya tuan,,saya sudah di kota malang,,ehm''
''baguslah,,aku akan menghubungi tuan ryan agar menjemputmu di stasiun,,''
ucapan tuan adam membuat lavy membeku
''ap apa me menjemput''
tanya lavy terbata
''iyaa,,kalian sudah sampai bukan,,,tapi tunggu dulu,,seperti nya tuan ryan sudah ada distasiun,,''
perkataan tuan adam semakin membuat lavy frustasi
apa ini kenapa mesti dijemput oleh ayah dari puteri nya yang akan aku kawal
batin lavy bergejolak
''tu tuan adam,,''
panggil lavy setelah tuan adam hanya diam saja
''eh iyaa,,sekarang katakan kau dimana lavy,,''
tanya tuan adam
''ehm aku baru saja keluar dari stasiun tuan,,''
menunggu lavy berbicara dengan tuan adam membuat maria sangat geram
maria terus melototi lavy
namun lavy masih bicara dengan tuan adam
setelah beberapa saat
hubungan lewat telepone itu berakhir
lavy mendekati maria yang sudah sangat kesal dengan lavy
''bibi,,''
panggil lavy
namun maria hanya acuh dengan menatap jalanan
''bibi,,,''
seru lavy sembari menepuk bahu maria
''ada apa,,,apa sudah selesai mengobrol nya,,'-
sahut maria dengan ketus
lavy hanya meringis
''ehm tuan adam akan mengirimkan alamat tuan ryan,,dan setelah itu kita akan segera kesana bibi,,''
ujar lavy sedikit pelan merasa tak enak dengan bibi nya itu
maria hanya mengesah
ting
bunyi dering ponsel lavy
membuat lavy segera membuka pasword ponsel nya dan membaca pesan yang dikirimkan tuan adam
lavy membaca nya dan mengangguk
lalu segera pesan taksi online karna disekitar stasiun dari tadi tak nampak ada taksi
taksi online telah tiba distasiun
lavy meletakan barang barang nya dibagasi mobil taksi itu dan segera menyusul maria yang lebih dulu masuk duduk di bagian penumpang
lavy dan maria hanya hening
__ADS_1
30 menit taksi itu berhenti disebuah rumah
ah bukan tepat nya istana
ya istana yang terlihat sangat megah bak kerajaan
lavy dan maria turun dari taksi itu
lavy melongo tak percaya dengan apa yang ia lihat
apa ini rumah tuan ryan,,atau tuan adam salah memberikan alamat istana milik sultan
batin lavy dalam hati sembari menelan ludah
''lavyy,,,''
seru maria dengan berteriak
lavy terlonjak kaget lalu menutup pintu mobil penumpang dan membantu maria mengeluarkan barang barang mereka
lavy segera membayar taksi online tersebut
ya ampun disini aku akan sering keluar uang hanya untuk taksi online
gumam lavy
jujur saja saat di kota nya lavy jarang mengunakan taksi
karna lavy memiliki motor matic hasil dari kerja keras nya
kemana mana lavy jelas mengunakan motor kesayangan itu
tapi disini
ah sudahlah pikirkan nanti saja
lavy memandang rumah ryan masih dalam posisi tadi
dan bibi maria disamping nya
''lavy,,,apa ini istana tuan ryan,,''
tanya maria dengan shok dan kedua mata membulat
lavy mengangguk
tapi maria tentu tidak melihat nya karna kedua mata maria fokus dengan istana didepan nya
maria mengguncang bahu lavy karna dia fikir lavy hanya diam saja
''lavyy,,,''
seru maria
''iya bibi,,ini rumah tuan ryan,,,''
sahut lavy kesal
kedua nya kembali menatap istana itu dengan pikiran yang berbeda
''lalu apa sekarang kita akan masuk kesana,,''
tanya maria memecah keheningan
tiba tiba ada sekitar 5 orang laki laki bertubuh tambum dan besar besar mendekat ke arah gerbang rumah tuan ryan dari dalam
lavy dan maria saling berpandangan
lalu menatap kembali kelima laki laki berperawakan besar besar itu
salah satu dari mereka membuka gerbang besar itu
lalu kelima nya keluar berurutan
membuat barisan layak nya mencegat seseorang akan masuk
lavy menelan ludah nya kuat kuat
apa ini
batin lavy gemetar
kelima laki laki itu memandang lavy dan maria
membuat lavy dan maria dirundung ketakutan
namun tak ada pergerakan dari kelima laki laki itu
lalu mereka mengalihkan pandangan nya
lavy bingung apa yang harus dia lakukan sekarang
menelfon tuan adam lagi
rasa nya tidak enak menganggu nya sedari tadi
tapi bukan nya dia yang memerintahkan tugas ini pada lavy
''lavy,,,ayolah,,bibi sudah sangat lelah,,bibi ingi segera tidur,,''
lirih maria tak ada tenaga
lavy menoleh ke arah nya dan menampakan wajah bibi nya yang pucat
lavy jadi cemas
mau tak mau diri nya harus memberanikan diri untuk bertanya pada kelima pria itu soal tuan ryan
lavy memegang pundak maria
lalu berjalan mendekati kelima pria tadi
kelima pria tadi sudah memasang wajah garang
lavy semakin menciut melihat nya
namun apa boleh buat bibi nya sudah memucat dia tak ingin maria kenapa napa
lavy sudah berada didepan kelima pria itu dengan wajah yang pucat pasi
lavy memberanikan diri untuk bertanya
__ADS_1
''ehm per permisi,,,''
ucap lavy pelan
kelima pria itu masih menatap nya dengan tajam
''apa benar ii ini rr rumah tu tuan ryan,,,''
tanya lavy terbata
kelima pria itu saling berpandangan satu dengan yang lain lalu kembali menatap lavy
''siapa kau,,,''
tanya salah satu dari mereka dengan suara tajam
''ehm sa saya d di tugaskan un untuk d datang kem kemari oleh t tuan adamm,,''
jawab lavy masih dengan gemetaran
hening sejenak
mereka nampak sedang menimbang nimbang
mereka tentu mengenal tuan adam
tapi apa laki laki didepan nya ini sungguh suruhan dari tuan adam
''bisa kau tunjukan bukti nya jika memang kau suruhan tuan adam,,''
ucap pria yang berada di barisan tengah
lavy mengangguk cepat
akhir nya
lavy segera merogoh saku celana nya dan mengambil ponsel nya untuk menyalakan nya dan menunjukan bahwa dia memang suruhan tuan adam
namun nasib baik tak menghampiri nya ponsel nya justru mati karna lowbat
lavy terkejut saat ponsel nya mati kehabisan baterai
lavy menatap mereka dengan jantung hampir lepas
''ma maaf ponsel ku,,mm mati,,''
merekat tersenyum mengejek dengan wajah yang mengerikan
''kau fikir kami akan percaya begitu saja,, dengan laki laki berpenampilan sepertimu mengenal tuan adam,,''
ucap salah satu dari mereka
''dasar penipu kurang ajar,,,''
geram mereka
lavy menelan ludah berkali kali
ah rasa nya sudah kenyang karna terlalu sering menelan ludah
''** tapi pp pak sa ss saya tidak menipu,,''
bantah lavy
diri nya sangat kesal kenapa bisa ponsel nya mati disaat genting seperti ini
''ah banyak alasan,,kami tahu kau hanya mencari cari alasan untuk bermain main dengan tuan ryan,,,''
pria yang berada di tengah memberikan aba aba untuk menyerang lavy
lavy yang tentu belum siap pun tergagap saat dari mereka mendorong tubuh nya hingga terjungkal ke aspal
lalu menarik kerah lavy untuk bangun dan menonjok rahang lavy
hingga lavy terpanting sana sini
mereka menghajar lavy bergantian
bibi maria
dia sudah pingsan lantaran kelelahan dan lavy tidak mengetahui nya
sedang dikawasan situ nampak tidak begitu ramai
lavy jatuh lagi di aspal dengan posisi menelungkup
sungguh keadaan nya sangat menyedih kan
lavy ngos ngosan karna dari tadi dihajar sana sini bergantian oleh kelima pria itu
lavy menatap maria yang sudah tergeletak di aspal dengan mata terpejam
lavy tercengang
berusaha bangun dengan sisa sisa tenaga nya dan tertatih menghampiri bibi nya
''bibi,,,bi bangun bii,,bibi,,''
seru lavy dengan suara bergetar dan menahan tangis nya
dia melihat disekeliling nya tak ada orang sangat sepi
lalu beralih menatap kelima pria itu dengan tatapan memohon
''pakk,,ss saya mohon percayalah ss saya benar benar utusan ** tuan ad adam,,''
pinta lavy memelas berharap kepercayaan dari kelima orang itu
namun sala satu dari mereka maju lagi untuk kembali menghajar nya
ADA APA ITU
wew sudah sampai bab ini
dimana lavy sudah datang kerumah neng divya ya
jadi ga sabar gimana pertemuan lavy dengan divya
apa kalian juga begitu sobat
penasaran gakkkk,,,
__ADS_1
kalo penasaran kasih like nya dong sm komen nya gak minta bnyk2 kokkk,,, biar aku lebih semangat lagi nulis nya,,,oke bsk aku up lagi yaaa,,,assalamualaikum