Bodyguard Ganteng Itu Suamiku

Bodyguard Ganteng Itu Suamiku
57


__ADS_3

lavy dan bibi maria telah selesai dengan shalat dzuhur juga ashar nya


karna mereka musafir maka wajib menjamak shalat nya


lavy dan bibi maria berjalan keluar stasiun


mereka menyusuri jalanan dikota malang itu


sungguh ini pertama kali bagi kedua nya berada dikota malang ini


mereka bingung harus melakukan apa


kedua nya saling bertatapan


maria membuka suara


''lavy,,kenapa malah diam mematung begini,,cepat cari taksi,,''


gerutu maria yang sudah sangat lelah


lavy menggaruk kepala belakang nya


lalu mengambil ponsel disaku celana nya dan mencari nomer tuan adam


sedang maria mencari tempat duduk


lavy menemukan nomer tuan adam dan segera menekan untuk menelfon nya


untuk beberapa saat lavy harus menunggu diangkat oleh tuan adam


''halo''


terdengar suara tegas dari seberang membuat lavy terlonjak kaget


''halo tuan adam,,''


jawab lavy canggung


lumayan lama lavy tidak berhubungan dengan bos nya itu


''ada apa lavy,,apa kau sudah pergi ke kota malang,,''


tanya tuan adam langsung inti nya


''ehm,,ii iya tuan,,saya sudah di kota malang,,ehm''


''baguslah,,aku akan menghubungi tuan ryan agar menjemputmu di stasiun,,''


ucapan tuan adam membuat lavy membeku


''ap apa me menjemput''


tanya lavy terbata


''iyaa,,kalian sudah sampai bukan,,,tapi tunggu dulu,,seperti nya tuan ryan sudah ada distasiun,,''


perkataan tuan adam semakin membuat lavy frustasi


apa ini kenapa mesti dijemput oleh ayah dari puteri nya yang akan aku kawal


batin lavy bergejolak


''tu tuan adam,,''


panggil lavy setelah tuan adam hanya diam saja


''eh iyaa,,sekarang katakan kau dimana lavy,,''


tanya tuan adam


''ehm aku baru saja keluar dari stasiun tuan,,''


menunggu lavy berbicara dengan tuan adam membuat maria sangat geram


maria terus melototi lavy


namun lavy masih bicara dengan tuan adam


setelah beberapa saat


hubungan lewat telepone itu berakhir


lavy mendekati maria yang sudah sangat kesal dengan lavy


''bibi,,''


panggil lavy


namun maria hanya acuh dengan menatap jalanan


''bibi,,,''


seru lavy sembari menepuk bahu maria


''ada apa,,,apa sudah selesai mengobrol nya,,'-


sahut maria dengan ketus


lavy hanya meringis


''ehm tuan adam akan mengirimkan alamat tuan ryan,,dan setelah itu kita akan segera kesana bibi,,''


ujar lavy sedikit pelan merasa tak enak dengan bibi nya itu


maria hanya mengesah


ting


bunyi dering ponsel lavy


membuat lavy segera membuka pasword ponsel nya dan membaca pesan yang dikirimkan tuan adam


lavy membaca nya dan mengangguk


lalu segera pesan taksi online karna disekitar stasiun dari tadi tak nampak ada taksi


taksi online telah tiba distasiun


lavy meletakan barang barang nya dibagasi mobil taksi itu dan segera menyusul maria yang lebih dulu masuk duduk di bagian penumpang


lavy dan maria hanya hening

__ADS_1


30 menit taksi itu berhenti disebuah rumah


ah bukan tepat nya istana


ya istana yang terlihat sangat megah bak kerajaan


lavy dan maria turun dari taksi itu


lavy melongo tak percaya dengan apa yang ia lihat


apa ini rumah tuan ryan,,atau tuan adam salah memberikan alamat istana milik sultan


batin lavy dalam hati sembari menelan ludah


''lavyy,,,''


seru maria dengan berteriak


lavy terlonjak kaget lalu menutup pintu mobil penumpang dan membantu maria mengeluarkan barang barang mereka


lavy segera membayar taksi online tersebut


ya ampun disini aku akan sering keluar uang hanya untuk taksi online


gumam lavy


jujur saja saat di kota nya lavy jarang mengunakan taksi


karna lavy memiliki motor matic hasil dari kerja keras nya


kemana mana lavy jelas mengunakan motor kesayangan itu


tapi disini


ah sudahlah pikirkan nanti saja


lavy memandang rumah ryan masih dalam posisi tadi


dan bibi maria disamping nya


''lavy,,,apa ini istana tuan ryan,,''


tanya maria dengan shok dan kedua mata membulat


lavy mengangguk


tapi maria tentu tidak melihat nya karna kedua mata maria fokus dengan istana didepan nya


maria mengguncang bahu lavy karna dia fikir lavy hanya diam saja


''lavyy,,,''


seru maria


''iya bibi,,ini rumah tuan ryan,,,''


sahut lavy kesal


kedua nya kembali menatap istana itu dengan pikiran yang berbeda


''lalu apa sekarang kita akan masuk kesana,,''


tanya maria memecah keheningan


tiba tiba ada sekitar 5 orang laki laki bertubuh tambum dan besar besar mendekat ke arah gerbang rumah tuan ryan dari dalam


lavy dan maria saling berpandangan


lalu menatap kembali kelima laki laki berperawakan besar besar itu


salah satu dari mereka membuka gerbang besar itu


lalu kelima nya keluar berurutan


membuat barisan layak nya mencegat seseorang akan masuk


lavy menelan ludah nya kuat kuat


apa ini


batin lavy gemetar


kelima laki laki itu memandang lavy dan maria


membuat lavy dan maria dirundung ketakutan


namun tak ada pergerakan dari kelima laki laki itu


lalu mereka mengalihkan pandangan nya


lavy bingung apa yang harus dia lakukan sekarang


menelfon tuan adam lagi


rasa nya tidak enak menganggu nya sedari tadi


tapi bukan nya dia yang memerintahkan tugas ini pada lavy


''lavy,,,ayolah,,bibi sudah sangat lelah,,bibi ingi segera tidur,,''


lirih maria tak ada tenaga


lavy menoleh ke arah nya dan menampakan wajah bibi nya yang pucat


lavy jadi cemas


mau tak mau diri nya harus memberanikan diri untuk bertanya pada kelima pria itu soal tuan ryan


lavy memegang pundak maria


lalu berjalan mendekati kelima pria tadi


kelima pria tadi sudah memasang wajah garang


lavy semakin menciut melihat nya


namun apa boleh buat bibi nya sudah memucat dia tak ingin maria kenapa napa


lavy sudah berada didepan kelima pria itu dengan wajah yang pucat pasi


lavy memberanikan diri untuk bertanya

__ADS_1


''ehm per permisi,,,''


ucap lavy pelan


kelima pria itu masih menatap nya dengan tajam


''apa benar ii ini rr rumah tu tuan ryan,,,''


tanya lavy terbata


kelima pria itu saling berpandangan satu dengan yang lain lalu kembali menatap lavy


''siapa kau,,,''


tanya salah satu dari mereka dengan suara tajam


''ehm sa saya d di tugaskan un untuk d datang kem kemari oleh t tuan adamm,,''


jawab lavy masih dengan gemetaran


hening sejenak


mereka nampak sedang menimbang nimbang


mereka tentu mengenal tuan adam


tapi apa laki laki didepan nya ini sungguh suruhan dari tuan adam


''bisa kau tunjukan bukti nya jika memang kau suruhan tuan adam,,''


ucap pria yang berada di barisan tengah


lavy mengangguk cepat


akhir nya


lavy segera merogoh saku celana nya dan mengambil ponsel nya untuk menyalakan nya dan menunjukan bahwa dia memang suruhan tuan adam


namun nasib baik tak menghampiri nya ponsel nya justru mati karna lowbat


lavy terkejut saat ponsel nya mati kehabisan baterai


lavy menatap mereka dengan jantung hampir lepas


''ma maaf ponsel ku,,mm mati,,''


merekat tersenyum mengejek dengan wajah yang mengerikan


''kau fikir kami akan percaya begitu saja,, dengan laki laki berpenampilan sepertimu mengenal tuan adam,,''


ucap salah satu dari mereka


''dasar penipu kurang ajar,,,''


geram mereka


lavy menelan ludah berkali kali


ah rasa nya sudah kenyang karna terlalu sering menelan ludah


''** tapi pp pak sa ss saya tidak menipu,,''


bantah lavy


diri nya sangat kesal kenapa bisa ponsel nya mati disaat genting seperti ini


''ah banyak alasan,,kami tahu kau hanya mencari cari alasan untuk bermain main dengan tuan ryan,,,''


pria yang berada di tengah memberikan aba aba untuk menyerang lavy


lavy yang tentu belum siap pun tergagap saat dari mereka mendorong tubuh nya hingga terjungkal ke aspal


lalu menarik kerah lavy untuk bangun dan menonjok rahang lavy


hingga lavy terpanting sana sini


mereka menghajar lavy bergantian


bibi maria


dia sudah pingsan lantaran kelelahan dan lavy tidak mengetahui nya


sedang dikawasan situ nampak tidak begitu ramai


lavy jatuh lagi di aspal dengan posisi menelungkup


sungguh keadaan nya sangat menyedih kan


lavy ngos ngosan karna dari tadi dihajar sana sini bergantian oleh kelima pria itu


lavy menatap maria yang sudah tergeletak di aspal dengan mata terpejam


lavy tercengang


berusaha bangun dengan sisa sisa tenaga nya dan tertatih menghampiri bibi nya


''bibi,,,bi bangun bii,,bibi,,''


seru lavy dengan suara bergetar dan menahan tangis nya


dia melihat disekeliling nya tak ada orang sangat sepi


lalu beralih menatap kelima pria itu dengan tatapan memohon


''pakk,,ss saya mohon percayalah ss saya benar benar utusan ** tuan ad adam,,''


pinta lavy memelas berharap kepercayaan dari kelima orang itu


namun sala satu dari mereka maju lagi untuk kembali menghajar nya


ADA APA ITU


wew sudah sampai bab ini


dimana lavy sudah datang kerumah neng divya ya


jadi ga sabar gimana pertemuan lavy dengan divya


apa kalian juga begitu sobat


penasaran gakkkk,,,

__ADS_1


kalo penasaran kasih like nya dong sm komen nya gak minta bnyk2 kokkk,,, biar aku lebih semangat lagi nulis nya,,,oke bsk aku up lagi yaaa,,,assalamualaikum


__ADS_2