
divya keluar dari dalam rumah lavy
lalu masuk ke mobil jazz milik akash
yang sudah menunggu nya
mobil itu melaju membelah jalanan di siang hari
kedua nya nampak hening
akash memerhatikan wajah divya yang tertekuk
ia belum berani untuk mengajak nya bicara
''kita langsung pulang kerumahmu kan kak,,''
tanya divya tiba tiba
memecah kesenyapan yang terjadi
akash menoleh
''ii iyaa,,kita kerumahku,,''
jawab akash terbata
divya mengerutkan alis nya
''kenapa kamu gagap begitu kak,,''
tanya divya heran
''tidak,,aku tidak gagap''
sangkal akash lalu fokus dengan kemudi nya
divya hanya melirik nya lalu memandang kedepan
''oh ya div,,ehm nanti malam aku ingin mengajak mu keluar sebentar,,''
ucap akash
memulai bicara
''kemana kak''
tanya divya tanpa menoleh ke arah kakak sepupu nya itu
''ke rumah sakit''
divya menoleh cepat dengan raut muka panik
''siapa yang sakit kak,,apa bibi zi baik baik saja''
cerocos divya panik
membuat akash tersenyum
''bukan,,ibu ku div,,tapi teman dosen ku,,ah bukan,,papa nya teman ku,,iya itu''
jawab akash bingung sendiri
''ohh,,''
divya bernafas lega
''aku fikir bibi zi kenapa napa''
mobil itu sampai dihalaman rumah akash
akash menoleh ke divya
''kenapa tidak turun,,''
tanya akash heran
''ooh maaf,,aku terbiasa dibukakan oleh pengawalku kak,,''
jawab divya dengan nyengir
lalu membuka pintu samping kemudi
''aku bukan pengawalmu divya,,''
sunggut akash kesal
divya terkekeh
kedua nya masuk kedalam rumah setelah akash menutup pagar nya
divya mengetok pintu itu
tak lama seorang pelayan membukakan pintu nya
divya sedikit kaget
lalu menoleh ke arah akash
seperti menanyakan sesuatu
''ehm kau masuk lah panggilkan mama,,''
perintah nya pada pelayan itu
pelayan itu mengangguk patuh
lalu masuk kedalam
''kak,,''
''dia pelayan baru dirumah ku div,,''
kata akash memberi tau
divya hanya ber oh saja
lalu masuk kedalam
''tumben sekarang memakai pelayan kak''
''ya,,aku tidak ingin mama kelelahan mengurus rumah sendirian,,''
jelas nya sembari menemani divya duduk di sofa mini menunggu sang mama
fauziah keluar dari dalam dan terkejut melihat divya
''divya,,,''
seru nya
''bibi,,,''
teriak divya dengan heboh
membuat akash hanya menggelengkan kepala nya
''kapan kamu datang nak,,''
sapa tante zi
kedua nya saling mendekat
divya menyalami wanita yang masih nampak bugar itu
''kemarin bibi,,bagaimana kabar bibi,,''
tanya divya lalu mengajak tante zi untuk duduk disofa bersama akash juga
''bibi baik nak,,kenapa kamu tidak tidur disini,,lalu kamu tidur dimana''
tanya tante zi penasaran
karna selalu nya divya menginap dirumah nya jika datang ke jakarta
''ehm cerita nya panjang bibi''
jawab divya dengan tersenyum paksa
''dia bersama dengan pengawal nya ma,,''
saut akash
membuat divya mendelikan kedua mata nya
''apa,,pengawal,,''
divya menggaruk tengkuk nya
''apa papa mu masih saja,,mencarikan pengawal untukmu''
tanya tante zi tak habis fikir
''iya bibi,,''
''ya ampun,,lalu dimana pengawalmu itu
kenapa tidak masuk kesini''
cerca tante zi
divya kebingungan menjawab nya
"divya jawab dimana pengawalmu"
paksa tante zi
"ehm dia sedang ada urusan sebentar bibi"
__ADS_1
alibi divya
"urusan apa yang lebih penting dari atasan nya divya"
geram tante zi
divya hanya diam saja
akash bangkit hendak mengganti pakaian
"akash apa kau bertemu dengan pengawal nya divya"
tanya tante zi
"tidak ma""
jawab akash singkat
lalu berlalu meninggalkan
mama dan sepupu nya itu
"apa kau sudah makan siang nak"
"sudah bi"
"dimana kau tinggal divya"
tanya tante zi yang sedari tadi
tak dijawab oleh divya
"ehm aku tinggal dirumah pengawalku bibi"
tante zi membulatkan kedua mata nya
"apaa,,kalian tinggal dalam satu rumah berdua"
seru tante zi dengan suara melengking
divya sampai meringis
"bukan bibi,,kami bertiga ada bibi nya pengawalku juga"
jelas divya
tante nampak lega
"oh syukurlah,,"
menjelang petang
ponsel divya tak berhenti berdering
divya hanya mendiamkan nya saja
karna lavy yang menelfon nya
ia masih merasa kesal dengan pengawal nya itu
saat akash melintas didepan nya
tak sengaja akash melihat telefon divya lavy memanggil
akash mengerutkan alis nya
lavy
nama nya seperti familiar
"kenapa tidak kau angkat div"
tanya akash
namun divya hanya diam
"biar aku angkat"
akash hendak menerima panggilan itu namun segera di cegah oleh divya
"jangan kak,,tidak perlu"
"kenapa,,"
"tidak apa apa,,nanti juga berhenti sendiri"
acuh divya
semakin membuat akash bertanya tanya
"kenapa tidak kau angkat saja,,"
divya menghela nafas kasar
telinga nya penuh mendengar ocehan akash
akhir nya ia menerima panggilan itu
"iya aku masih dirumah sepupuku,,kau tidak perlu menjemput,,karna selepas maghrib sepupu ku mengajaku untuk menjenguk teman nya"
"tidak perlu lavy,,nanti sepupu ku juga yang akan mengantar pulang"
kesal divya
divya memutar bola mata nya jengah
lavy sudah seperti suami nya saja
sangat cerewet
"kenapa kau ingin tau sekali,,sudah aku tutup dulu telefon nya,,assalamualaikum"
divya memutuskan sambungan telefon nya
ia menghembuskan nafas
akash memandang nya
"dia pengawal mu atau suami mu div"
sindir akash
yang sedari tadi mendengar pembicaraan divya dengan pengawal nya
divya melirik sinis
"kenapa seperti nya cerewet sekali,,sudah seperti suami mu saja"
canda akash
divya malas menanggapi
setelah shalat maghrib
divya sudah siap
ia mengenakan pakaian milik tante zi yang sudah lama tapi masih bagus
ia menunggu akash yang masih didalam kamar nya
kenapa pria lebih lama saat akan pergi
batin divya kesal karna sudah lumutan menunggu sepupu nya itu
akash selesai juga dengan urusan nya
ia melihat divya yang sudah merengut ke arah nya
akash hanya tersenyum miring
kedua nya berpamitan pada tante zi
dan berpesan agar tak terlalu malam
divya sekalian berpamitan pulang kerumah lavy nanti setelah dari rumah sakit
tante zi memaksa nya agar menginap dirumah nya namun divya menolak
divya bilang akan menginap dirumah mereka nanti jika akash menikah
akash yang mendengar nya hanya tersenyum masam
mereka sudah didalam mobil
tidak ada perbincangan antara akash maupun divya
mereka sibuk dengan pikiran nya masing masing
mobil akash sudah sampai dipelataran parkir rumah sakit
kedua nya berjalan menuju ruang icu
disana tak ada siapa pun hanya ada perawat saja dan tempat informasi
akash mencoba mengirim pesan pada seseorang
divya masih berada disamping nya
selang sebentar keluar lah seseorang itu dari dalam ruang icu
akash dan divya melihat orang itu berjalan ke.arah mereka
"ayo div"
ajak akash
mereka melangkah saling mendekat ke orang itu
__ADS_1
"may"
sapa akash lebih dulu
iya jadi teman yang dimaksud akash adalah maya
dan ini adalah awal perjumpaan maya dan divya
"maaf aku baru sempat kemari menjenguk papa mu''
ucap akash dengan nada menyesal
''tidak apa apa pak akash,,kau kemari saja sudah sangat baik''
jawab maya
mata nya melirik ke samping akash
akash pun mengerti jika maya melirik divya
''oh iya may,,kenalkan ini sepupu ku dari malang nama nya divya,,''
akash mengenalkan mereka berdua
''dan divya,,ini temanku sesama dosen maya''
maya dan divya saling bersalaman
''maya''
''divya''
''semoga papamu cepat pulih''
doa divya
''aamiin,,terima kasih''
jawab maya dengan seulas senyum
tunggu dulu
apa dia kekasih lavy
batin divya
menatap lekat maya
''oh ayo duduklah pak akash,,nona divya''
maya mengajak akash dan divya untuk duduk dikursi tunggu
''apa kau sendirian menunggu papa mu may''
tanya akash setelah mereka duduk dikursi tunggu depan kamar icu
''iya pak,,mama ku baru saja pulang di antar oleh lavy''
deg
divya terkejut mendengar nama lavy
jadi benar gadis ini adalah kekasih lavy pengawal nya
''apa kau semalaman disini''
maya mengangguk dengan tatapan kosong
akash mengerti pasti maya sangat terpuruk melihat kondisi papa nya yang juga belum bangun dari koma nya
''semoga tuan umar segera bangun dari koma nya may''
ucap akash turut mendoakan sembari mengusap pelan bahu maya
meski akash sedikit canggung
''terima kasih pak''
ucap maya ia mengangkat wajah nya dengan senyum terpaksa nya
ketiga nya nampak diam
saat mereka terdiam
ponsel divya berdering
mengagetkan ketiga nya
akash sudah menjuruskan tatapan akan mengumpat
namun divya sudah menyengir duluan
''maaf''
ucap nya lalu sedikit menjauh dari mereka berdua untuk menerima telefon nya
saat divya sibuk dengan telefon nya
maya menatap nya dari jauh
ia menelisik divya dari ujung kepala hingga bawah
sangat cantik dan syar i sekali
batin maya kagum dengan penampilan divya
lalu maya melirik akash yang hanya mematung
''ehm sepupu mu sangat cantik pak''
ucapan maya membuyarkan akash yang sedari tadi bengong tak jelas
''eh apa may''
''sepupu mu cantik''
ulang maya
membuat akash tertegun
lalu ia jadi menatap divya yang masih berbincang di telefon
''ah iya,,dia memang cantik''
jawab akash singkat
tapi tetap hanya kamu yang cantik dimataku may
sambung akash namun hanya dalam hati
divya selesai dengan telefon nya
ia kembali menghampiri akash dan maya
''ehm maaf ya,,''
ucap nya
''tidak apa apa nona''
jawab maya
''oya aku turut bersedih atas apa yang menimpa papa mu,,semoga allah segera menyembuhkan nya''
ucap divya mendoakan dengan senyum tulus nya
membuat maya tertegun sesaat
''terima kasih nona,,senang berkenalan denganmu''
''sama sama''
menjelang malam akash dan divya berpamitan untuk pulang
jujur akash kasihan pada maya
semoga papa nya segera pulih dan bangun dari tidur panjang nya
''kami pamit dulu may,,besok besok aku akan kemari lagi''
pamit akash
''terima kasih pak''
''kami pulang dulu nona maya,,semoga semua nya diberi kemudahan''
kedua wanita itu berpelukan sebentar
jujur divya maupun maya merasa canggung
akash menatap dua wanita itu
mereka berjalan meninggalkan maya
yang masih memandang kedua nya
gadis itu cantik,,tapi kenapa tidak membuat pak akash tertarik
batin maya
ia kembali ke kamar icu papa nya
jangan lupa like dan komen nya ya
aku tunggu
btw cerita nya bagus ga sihhh
__ADS_1
komen dong🥺
oke lanjut besok yahhh