Bodyguard Ganteng Itu Suamiku

Bodyguard Ganteng Itu Suamiku
76


__ADS_3

divya keluar dari dalam rumah lavy


lalu masuk ke mobil jazz milik akash


yang sudah menunggu nya


mobil itu melaju membelah jalanan di siang hari


kedua nya nampak hening


akash memerhatikan wajah divya yang tertekuk


ia belum berani untuk mengajak nya bicara


''kita langsung pulang kerumahmu kan kak,,''


tanya divya tiba tiba


memecah kesenyapan yang terjadi


akash menoleh


''ii iyaa,,kita kerumahku,,''


jawab akash terbata


divya mengerutkan alis nya


''kenapa kamu gagap begitu kak,,''


tanya divya heran


''tidak,,aku tidak gagap''


sangkal akash lalu fokus dengan kemudi nya


divya hanya melirik nya lalu memandang kedepan


''oh ya div,,ehm nanti malam aku ingin mengajak mu keluar sebentar,,''


ucap akash


memulai bicara


''kemana kak''


tanya divya tanpa menoleh ke arah kakak sepupu nya itu


''ke rumah sakit''


divya menoleh cepat dengan raut muka panik


''siapa yang sakit kak,,apa bibi zi baik baik saja''


cerocos divya panik


membuat akash tersenyum


''bukan,,ibu ku div,,tapi teman dosen ku,,ah bukan,,papa nya teman ku,,iya itu''


jawab akash bingung sendiri


''ohh,,''


divya bernafas lega


''aku fikir bibi zi kenapa napa''


mobil itu sampai dihalaman rumah akash


akash menoleh ke divya


''kenapa tidak turun,,''


tanya akash heran


''ooh maaf,,aku terbiasa dibukakan oleh pengawalku kak,,''


jawab divya dengan nyengir


lalu membuka pintu samping kemudi


''aku bukan pengawalmu divya,,''


sunggut akash kesal


divya terkekeh


kedua nya masuk kedalam rumah setelah akash menutup pagar nya


divya mengetok pintu itu


tak lama seorang pelayan membukakan pintu nya


divya sedikit kaget


lalu menoleh ke arah akash


seperti menanyakan sesuatu


''ehm kau masuk lah panggilkan mama,,''


perintah nya pada pelayan itu


pelayan itu mengangguk patuh


lalu masuk kedalam


''kak,,''


''dia pelayan baru dirumah ku div,,''


kata akash memberi tau


divya hanya ber oh saja


lalu masuk kedalam


''tumben sekarang memakai pelayan kak''


''ya,,aku tidak ingin mama kelelahan mengurus rumah sendirian,,''


jelas nya sembari menemani divya duduk di sofa mini menunggu sang mama


fauziah keluar dari dalam dan terkejut melihat divya


''divya,,,''


seru nya


''bibi,,,''


teriak divya dengan heboh


membuat akash hanya menggelengkan kepala nya


''kapan kamu datang nak,,''


sapa tante zi


kedua nya saling mendekat


divya menyalami wanita yang masih nampak bugar itu


''kemarin bibi,,bagaimana kabar bibi,,''


tanya divya lalu mengajak tante zi untuk duduk disofa bersama akash juga


''bibi baik nak,,kenapa kamu tidak tidur disini,,lalu kamu tidur dimana''


tanya tante zi penasaran


karna selalu nya divya menginap dirumah nya jika datang ke jakarta


''ehm cerita nya panjang bibi''


jawab divya dengan tersenyum paksa


''dia bersama dengan pengawal nya ma,,''


saut akash


membuat divya mendelikan kedua mata nya


''apa,,pengawal,,''


divya menggaruk tengkuk nya


''apa papa mu masih saja,,mencarikan pengawal untukmu''


tanya tante zi tak habis fikir


''iya bibi,,''


''ya ampun,,lalu dimana pengawalmu itu


kenapa tidak masuk kesini''


cerca tante zi


divya kebingungan menjawab nya


"divya jawab dimana pengawalmu"


paksa tante zi


"ehm dia sedang ada urusan sebentar bibi"

__ADS_1


alibi divya


"urusan apa yang lebih penting dari atasan nya divya"


geram tante zi


divya hanya diam saja


akash bangkit hendak mengganti pakaian


"akash apa kau bertemu dengan pengawal nya divya"


tanya tante zi


"tidak ma""


jawab akash singkat


lalu berlalu meninggalkan


mama dan sepupu nya itu


"apa kau sudah makan siang nak"


"sudah bi"


"dimana kau tinggal divya"


tanya tante zi yang sedari tadi


tak dijawab oleh divya


"ehm aku tinggal dirumah pengawalku bibi"


tante zi membulatkan kedua mata nya


"apaa,,kalian tinggal dalam satu rumah berdua"


seru tante zi dengan suara melengking


divya sampai meringis


"bukan bibi,,kami bertiga ada bibi nya pengawalku juga"


jelas divya


tante nampak lega


"oh syukurlah,,"


menjelang petang


ponsel divya tak berhenti berdering


divya hanya mendiamkan nya saja


karna lavy yang menelfon nya


ia masih merasa kesal dengan pengawal nya itu


saat akash melintas didepan nya


tak sengaja akash melihat telefon divya lavy memanggil


akash mengerutkan alis nya


lavy


nama nya seperti familiar


"kenapa tidak kau angkat div"


tanya akash


namun divya hanya diam


"biar aku angkat"


akash hendak menerima panggilan itu namun segera di cegah oleh divya


"jangan kak,,tidak perlu"


"kenapa,,"


"tidak apa apa,,nanti juga berhenti sendiri"


acuh divya


semakin membuat akash bertanya tanya


"kenapa tidak kau angkat saja,,"


divya menghela nafas kasar


telinga nya penuh mendengar ocehan akash


akhir nya ia menerima panggilan itu


"iya aku masih dirumah sepupuku,,kau tidak perlu menjemput,,karna selepas maghrib sepupu ku mengajaku untuk menjenguk teman nya"


"tidak perlu lavy,,nanti sepupu ku juga yang akan mengantar pulang"


kesal divya


divya memutar bola mata nya jengah


lavy sudah seperti suami nya saja


sangat cerewet


"kenapa kau ingin tau sekali,,sudah aku tutup dulu telefon nya,,assalamualaikum"


divya memutuskan sambungan telefon nya


ia menghembuskan nafas


akash memandang nya


"dia pengawal mu atau suami mu div"


sindir akash


yang sedari tadi mendengar pembicaraan divya dengan pengawal nya


divya melirik sinis


"kenapa seperti nya cerewet sekali,,sudah seperti suami mu saja"


canda akash


divya malas menanggapi


setelah shalat maghrib


divya sudah siap


ia mengenakan pakaian milik tante zi yang sudah lama tapi masih bagus


ia menunggu akash yang masih didalam kamar nya


kenapa pria lebih lama saat akan pergi


batin divya kesal karna sudah lumutan menunggu sepupu nya itu


akash selesai juga dengan urusan nya


ia melihat divya yang sudah merengut ke arah nya


akash hanya tersenyum miring


kedua nya berpamitan pada tante zi


dan berpesan agar tak terlalu malam


divya sekalian berpamitan pulang kerumah lavy nanti setelah dari rumah sakit


tante zi memaksa nya agar menginap dirumah nya namun divya menolak


divya bilang akan menginap dirumah mereka nanti jika akash menikah


akash yang mendengar nya hanya tersenyum masam


mereka sudah didalam mobil


tidak ada perbincangan antara akash maupun divya


mereka sibuk dengan pikiran nya masing masing


mobil akash sudah sampai dipelataran parkir rumah sakit


kedua nya berjalan menuju ruang icu


disana tak ada siapa pun hanya ada perawat saja dan tempat informasi


akash mencoba mengirim pesan pada seseorang


divya masih berada disamping nya


selang sebentar keluar lah seseorang itu dari dalam ruang icu


akash dan divya melihat orang itu berjalan ke.arah mereka


"ayo div"


ajak akash


mereka melangkah saling mendekat ke orang itu

__ADS_1


"may"


sapa akash lebih dulu


iya jadi teman yang dimaksud akash adalah maya


dan ini adalah awal perjumpaan maya dan divya


"maaf aku baru sempat kemari menjenguk papa mu''


ucap akash dengan nada menyesal


''tidak apa apa pak akash,,kau kemari saja sudah sangat baik''


jawab maya


mata nya melirik ke samping akash


akash pun mengerti jika maya melirik divya


''oh iya may,,kenalkan ini sepupu ku dari malang nama nya divya,,''


akash mengenalkan mereka berdua


''dan divya,,ini temanku sesama dosen maya''


maya dan divya saling bersalaman


''maya''


''divya''


''semoga papamu cepat pulih''


doa divya


''aamiin,,terima kasih''


jawab maya dengan seulas senyum


tunggu dulu


apa dia kekasih lavy


batin divya


menatap lekat maya


''oh ayo duduklah pak akash,,nona divya''


maya mengajak akash dan divya untuk duduk dikursi tunggu


''apa kau sendirian menunggu papa mu may''


tanya akash setelah mereka duduk dikursi tunggu depan kamar icu


''iya pak,,mama ku baru saja pulang di antar oleh lavy''


deg


divya terkejut mendengar nama lavy


jadi benar gadis ini adalah kekasih lavy pengawal nya


''apa kau semalaman disini''


maya mengangguk dengan tatapan kosong


akash mengerti pasti maya sangat terpuruk melihat kondisi papa nya yang juga belum bangun dari koma nya


''semoga tuan umar segera bangun dari koma nya may''


ucap akash turut mendoakan sembari mengusap pelan bahu maya


meski akash sedikit canggung


''terima kasih pak''


ucap maya ia mengangkat wajah nya dengan senyum terpaksa nya


ketiga nya nampak diam


saat mereka terdiam


ponsel divya berdering


mengagetkan ketiga nya


akash sudah menjuruskan tatapan akan mengumpat


namun divya sudah menyengir duluan


''maaf''


ucap nya lalu sedikit menjauh dari mereka berdua untuk menerima telefon nya


saat divya sibuk dengan telefon nya


maya menatap nya dari jauh


ia menelisik divya dari ujung kepala hingga bawah


sangat cantik dan syar i sekali


batin maya kagum dengan penampilan divya


lalu maya melirik akash yang hanya mematung


''ehm sepupu mu sangat cantik pak''


ucapan maya membuyarkan akash yang sedari tadi bengong tak jelas


''eh apa may''


''sepupu mu cantik''


ulang maya


membuat akash tertegun


lalu ia jadi menatap divya yang masih berbincang di telefon


''ah iya,,dia memang cantik''


jawab akash singkat


tapi tetap hanya kamu yang cantik dimataku may


sambung akash namun hanya dalam hati


divya selesai dengan telefon nya


ia kembali menghampiri akash dan maya


''ehm maaf ya,,''


ucap nya


''tidak apa apa nona''


jawab maya


''oya aku turut bersedih atas apa yang menimpa papa mu,,semoga allah segera menyembuhkan nya''


ucap divya mendoakan dengan senyum tulus nya


membuat maya tertegun sesaat


''terima kasih nona,,senang berkenalan denganmu''


''sama sama''


menjelang malam akash dan divya berpamitan untuk pulang


jujur akash kasihan pada maya


semoga papa nya segera pulih dan bangun dari tidur panjang nya


''kami pamit dulu may,,besok besok aku akan kemari lagi''


pamit akash


''terima kasih pak''


''kami pulang dulu nona maya,,semoga semua nya diberi kemudahan''


kedua wanita itu berpelukan sebentar


jujur divya maupun maya merasa canggung


akash menatap dua wanita itu


mereka berjalan meninggalkan maya


yang masih memandang kedua nya


gadis itu cantik,,tapi kenapa tidak membuat pak akash tertarik


batin maya


ia kembali ke kamar icu papa nya


jangan lupa like dan komen nya ya


aku tunggu


btw cerita nya bagus ga sihhh

__ADS_1


komen dong🥺


oke lanjut besok yahhh


__ADS_2