Bodyguard Ganteng Itu Suamiku

Bodyguard Ganteng Itu Suamiku
133


__ADS_3

Setelah mendapatkan penanganan dari dokter dan dokter menyanakan bahwa divya mengandung


Lavy langsung saja membawa sang istri ke ruangan dokter obgyn tersebut


Mendaftar untuk periksa


Lalu kedua nya duduk berdampingan dikursi tunggu


Lavy terus mengegam erat tangan istri nya


Hingga membuat divya geli sendiri


Sayang...genggaman tangan mu erat sekali...bagaimana kalo menyakiti tangan ku..''


Celetuk divya membuyarkan lamunan lavy


Lavy melihat genggaman tangan mereka


Dan memang sangat erat


Lalu sedikit mengendurkan tautan nya


Dan mencium punggung tangan istri nya


Aku tidak sabar sayang..ingin segera melihat calon anak kita..''


Ucap lavy dengan sorot mata bahagia


Divya tersenyum hangat


tak.lama nama divya terpanggil kedua pasangan yang tengah bahagia itu langsung masuk kedalam ruangan


Lavy dan divya duduk didepan seorang dokter wanita seusia divya


Baiklah nona tuan apa yang


Bisa saya bantu...''


Tanya dokter wanita bernama lisa itu


Ehm begini dok...aku ingin memeriksakan kandungan istri ku dokter umum tadi mengatakan jika istri ku sedang hamil..bisa kah kau periksa..''


Jelas lavy panjang lebar dan sedikit tidak sabar


Dokter lisa hanya tersenyum


Baiklah dengan siapa aku berbicara...''


Tanya dokter lisa terlebih dulu


Dia divya dok...dan aku lavy...''


Dokter lisa mengangguk lalu mengajak divya untuk berbaring di ranjang dan membuka sedikit gamis nya untuk mengoleskan gel di perut rata divya


Dokter lisa meletakan alat usg dan memutar mutar nya di daerah perut divya


Lavy begitu fokus melihat layar besar yang menunjukan rahim istri nya


Baiklah ini janin nya masih sangat kecil dan belum terlalu terlihat...tapi kelihatan sehat dan baik baik saja...''


Kedua mata divya memanas dan berkaca kaca


Ia tak menyangka di perut nya akan ada makhluk kecil yang bernyawa dan tumbuh


Lavy masih bingung dan belum mengerti


Dokter dimana calon anaku kenapa aku tidak bisa melihat nya...''


Keluh lavy merasa tidak puas


Dokter lisa dan divya terkekeh


Sayang...calon anak kita masih sangat kecil..ukuran nya bahkan sebesar biji jeruk..''


Apaa...''


Lavy terkejut mendengar nya


lalu menatap sang dokter


Benarkah begitu dok...''


Iya tuan lavy...tapi seiring nya waktu calon anak anda akan semakin tumbuh dan nanti nya bisa terlihat...''


Jelas dokter lisa


Lavy hanya manggut manggut mencoba memahami penjelasan sang dokter


Lalu mereka kembali ke tempat semula


Dokter lisa memberi beberapa resep vitamin dan obat obatan untuk divya konsumsi selama kehamilan


Harus rutin diminum ya nona divya..dan tuan lavy harus sering mengingatkan jika nona divya lupa meminum nya..''


Ujar dokter lisa


Lavy mengangguk mantap


Pasti dokter...''


Mereka selesai periksa lalu lavy menuju tempat pengambilan obat dan meminta istri nya itu menunggu sebentar


Divya duduk dikursi tunggu


Sembari kedua mata nya berkeliling melihat lihat sekitar


Tapi retina mata nya menangkap seseorang yang tak asing bagi nya


Tengan duduk dikursi tunggu juga hanya saja tidak begitu dekat dengan yang ia duduki sekarang


Divya ragu ragu ingin menghampiri nya


Tapi entah kenapa hati nya berkata lain


Divya berdiri dan melangkah mendekati orang tersebut


Hai maya...''


Sapa divya ramah mengejutkan maya dan ibu nya


Iya seseorang yang divya lihat tadi adalah maya bersama mama nya


Maya terkejut melihat istri mantan kekasih nya ada ditempat yang sama


Maya pun berdiri dan menyambut divya dengan senyum pelik


Hai divya...''


Sedang salmah mengingat jika wanita ini adalah wanita yang sudah merebut lavy dari puteri nya nampak acuh dan cuek


Bagaimana kabarmu maya...''


Tanya divya mencoba untuk berbasa basi


Aa aku baik divya...''

__ADS_1


Jawab maya terbata


Kedua nya terlihat senyap dan canggung


Ehm kau bersama siapa divya..''


Tanya maya pada akhir nya karna penasaran juga


Aku bersama....''


Belum divya menjawab ponsel nya berdering tertera nama suami sayang


Divya menerima panggilan itu setelah ijin pada maya


''halo mas...''


Jawab divya


''sayang kamu dimana...sudah ku bilang untuk menunggu sebentar kenapa malah menghilang...katakan kamu dimana...''


Sembur lavy karna kesal istri nya pergi entah kemana


Divya menahan senyum nya


Maya hanya melirik saja


''ehm aku ada di ruang tunggu yang lain mas..kamu kesini saja aku bisa melihatmu kok...''


Sahut divya yang bisa melihat suami nya itu


Lalu lavy memutar tubuh nya dan benar ia melihat istri nya tak jauh dari tempat ia berdiri


Lavy mematikan ponsel nya dan berjalan menghampiri sang istri


Sayang...kamu....''


Ucapan lavy tertelan ditenggorokan saat ia melihat mantan kekasih nya bersama dengan istri nya


Maya...''


Lirih lavy tercekat


Hai lavy...''


Sapa maya dengan senyum ramah tapi sorot mata nya sudah nampak berubah tak seperti dulu


Salmah semakin malas melihat pria itu lalu beranjak dan mengajak maya pergi


Ayo may...kita pergi dari sini...''


Cetus nya sembari menarik lengan puteri nya


Sebentar ma...obat nya belum jadi...''


Cegah maya membuat salmah mendengus kasar


Kalo begitu mama kesana saja...''


Pamit nya kesal


Sebelum melangkah


Suara lavy menghentikan nya


Tante...''


Seru lavy membuat salmah berbalik dan menatap mantan calon menantu nya itu dengan jutek


Ada apa..''


Maya mencoba menegur mama nya itu


Mama...''


Tegur maya tak enak


Bisakah kita berbicara berempat kita cari restoran disekitar sini..''


Usul lavy membuat maya dan salmah mengernyit bingung


sementara divya hanya diam saja


Untuk apa kami buru buru...''


Tolak salmah dengan malas


Tak lama seorang perawat memanggil maya dan maya berpamitan pada mereka untuk mengambil obat pesanan nya


Tante aku ingin minta maaf soal kejadian yang telah lalu..aku mohon tante bisa memaafkan aku dan melupakan nya sehingga hubungan kita masih bisa terjalin lagi dengan baik...''


Tutur lavy panjang lebar dan tatapan memohon


Salmah hanya melihat nya tanpa ekspresi


Untuk apa kau berharap hubungan kita terjalin lagi...sejak kau meninggalkan puteriku sejak itu aku bertekad tak ingin berhubungan lagi denganmu lavy...''


Tegas salmah begitu menusuk


Lavy menghela nafas serta memejamkan kedua mata nya


Maya datang dengan membawa plastik putih berisi obat obatan


Ayo may...kita pulang...''


Seru salmah


Tapi dicegah kembali oleh divya


Tante kami mohon...kita bisa berbicara baik baik bukan...ini semua murni takdir tuhan tante..bukan karna lavy meninggalkan maya...''


Seru divya membuat maya tak mengerti


Maaf ada apa ini...mama ada apa...''


Tanya maya tak faham


May...aku ingin hubungan keluarga kita terjalin dan membaik seperti dulu meski kau dan aku tidak bisa bersama...tapi tante salmah...''


Jelas lavy


Maya sekarang mengerti dan mencoba membujuk mama nya itu


Mama...bukan kah waktu itu may sudah ceritakan semua nya...dan lagi may sudah bisa melupakan lavy dan membiarkan lavy dengan kehidupan nya kami sudah berdamai dengan keadaan dan takdir...kenapa mama masih saja kesal pada mereka...''


Maya membujuk salmah dengan perlahan agar sang mama bisa mencerna nya dengan baik


May...mama hanya...''


Sudahlah mah...lupakan yang telah lalu...dan sekarang may sudah melupakan nya dan menyambut kehidupan may yang baru...''


Lavy dan divya heran dengan ucapan maya


Salmah mendengus dan membuang nafas nya


Baiklah...mama akan melupakan masalalu dan mencoba menerima kamu lavy sebagai keluarga...''

__ADS_1


Ucap salmah akhir nya


Membuat lavy maya dan divya tersenyum lega


Maafkan tante selama ini lavy..yang sudah bersikap kurang baik padamu dan juga istrimu...''


Ucap salmah dengan tulus


Lalu mengulurkan tangan nya pada divya


Divya segera menyambut nya dengan antusias


Tante tidak perlu meminta maaf...semua sudah berlalu...kita bisa menjadi keluarga...''


Ujar divya penuh haru


Maya dan lavy pun ikut senang


Lalu mereka berniat akan mengadakan pertemuan karna sekarang sudah sangat siang dan divya juga terlihat lelah


Oya divya kenapa kalian ada dirumah sakit...''


Tanya maya yang memang sudah ingin bertanya dari awal mereka bertemu


Sekarang mereka berjalan beriringan menuju tempat parkir


Ehm aku memeriksa kandunganku may...''


Jawab maya sedikit ragu taku takut jika maya terluka mendengar nya namun reaksi maya diluar dugaan


Benarkah....apa kau sedang hamil divya...''


Seru maya terlihat bersemangat


Iya may...kandunganku masih muda sekali...''


Jawab divya merasa lega maya tak bereaksi apapun justru nampak antusias


Wah selamat divya...lavy kau akan segera menjadi seorang ayah...''


Ucap maya dengan tulus


Terima kasih may....''


Tapi kapan kau menyusul may...''


Tanya lay sekedar menggoda maya


Maya langsung merona wajah nya


salmah pun tak ketinggalan menyahut


Tenang saja lavy...maya akan segera menyusul kalian menikah...''


Sahut salmah mengejutkan lavy dan divya


Benarkah tante...''


Dengan siapa...''


Tanya lavy antusias dan penasaran


Kau mengenal nya lavy begitu juga denganmu divya...''


Celetuk maya membuat pasangan itu saling berpandangan


Kami mengenal nya...siapa may...jangan membuat kami mati penasaran...''


Seru lavy


Maya hanya terkekeh


Sudahlah lusa kami akan mengundang kalian makan malam dan mengenalkan kalian siapa orang nya...''


Lavy dan divya berdecak kecewa


Maya dan salmah berpamitan untuk pulang dan mengingatkan mereka untuk datang makan malam lusa


Lavy dan divya pun juga berjalan menuju mobil mereka


Lalu kedua nya masuk dan segera melajukan mobil mereka untuk pulang


Didalam mobil terlihat senyap


Divya masih penasaran siapa calon maya ia menoleh pada lavy yang fokus menyetir


sayang...''


Panggil divya


Membuat lavy mengalihkan pandangan nya ke arah istri nya yang semakin hari semakin cantik saja


Iya sayang...''


Aku sangat penasaran siapa calon maya...maya mengatakan kita mengenal nya...''


Ucap divya


Lavy menggedikan bahu nya


Aku juga tidak tahu sayang...''


Divya berdecak dengan jawaban suami nya lalu mendorong bahu lavy


Kau ini tidak menyenangkan sekali aku ajak bicara...''


Gerutu divya kesal


Lavy hanya tersenyum


Nanti kan juga akan tahu divya sayang..lusa mereka mengundang kita makan malam kan...''


Sahut lavy


Divya malas menggubris nya


Hey...''


Lavy menjawil dagu istri nya yang merajuk itu


Sudahlah....''


Divya menyandarkan punggung nya


lalu lavy mengusap usap perut datar istri nya itu sangat tidak sabar menanti tumbuh kembang buah cinta nya bersama divya


Sehat sehat anak ayah...ayah dan bunda tidak sabar menantimu...''


Doa lavy


Mendengar itu membuat divya mengulum senyum


Dalam hati nya sangat bersyukur tuhan menganugerahkan suami yang baik dan penyanyang seperti lavy untuk nya


Meski awal pula pernikahan mereka sempat renggang dan tak baik

__ADS_1


__ADS_2