Bodyguard Ganteng Itu Suamiku

Bodyguard Ganteng Itu Suamiku
79


__ADS_3

malam hari di kediaman lavy


divya mengemasi pakaian kedalam tas jinjing nya lantaran besok ia akan kembali ke kota malang


entah bersama lavy ataupun tidak tapi divya sudah bilang pada papa nya bahwa di jakarta hanya dua hari saja


divya tidak mau melanggar ucapan sang papa


selesai mengemasi pakaian nya divya duduk di pinggir ranjang nya dengan wajah lesu nya


ia menatap ke sembarang arah dengan tatapan kosong


tok tok


divya terlonjak kaget saat mendengar ketukan pintu dikamar nya


ia segera mengenakan hijab instan nya lalu membuka pintu kamar nya


nampak maria yang ternyata mengetuk pintu kamar nya


''ada apa bibi,,''


tanya divya


''ayo makan malam neng,,bibi sudah siapkan makan malam nya,,''


ujar maria


namun divya nampak enggan makan malam


''ehm aku sedang tidak ingin makan bibi,,bibi saja dan lavy yang makan ya''


tolak divya dengan malas


membuat maria jadi bingung


''kenapa neng,,apa neng divya sakit,,atau tidak enak badan''


tanya maria dengan nada khawatir


divya menggeleng pelan


''aku baik bibi,,hanya saja aku masih kenyang''


maria melirik ke ranjang


dan nampak tas jinjing milik divya di atas nya


membuat maria bertanya tanya


''neng,,kenapa tas jinjingmu ada di atas ranjang''


tanya maria dan menatap divya heran


divya kelabakan


ia lupa mengembalikan tas jinjing nya ke tempat semula


''ooh ii itu,,,''


divya bingung menjawab apa


ia menggaruk garuk tengkuk nya


''ehmm,,,''


''bibi,,,''


terdengar teriakan lavy dari ruang makan


membuat maria dan divya sama sama menoleh


''ayo neng makan lah sedikit saja''


bujuk maria


namun divya kekeh menolak untuk makan malam


terlebih ia enggan bertemu dengan lavy


entahlah perasaan nya tak nyaman jika harus bertatap muka dengan pengawal nya itu


maria lelah membujuk majikan muda nya itu dan kembali ke ruang makan dimana sudah ada lavy yang menunggu dari tadi


lavy heran kenapa maria ke ruang makan hanya seorang diri


bukan nya tadi mengajak nona muda nya


''kenapa bibi sendirian,,mana nona divya''


tanya lavy saat maria mendudukan tubuh nya dikursi


''neng divya tidak makan malam''


jawab maria singkat


tentu membuat lavy heran


''kenapa,,''


''dia bilang masih kenyang''


jawab maria sambil menuangkan nasi kedalam piring nya


lavy termenung sesaat


''tapi bibi,,nona divya belum makan apa apa bukan''


''bibi juga tidak tau lav,,bibi sudah membujuk nya,,tapi dia tetap tidak mau makan,,lalu bibi harus apa lagi''


sunggut nya dengan sedikit kesal


karna lavy bertanya terus


lavy menghembuskan nafas kasar


lalu berdiri dari duduk nya


membuat maria terheran


''kau mau kemana lav''


''tunggu sebentar bibi''


lavy berjalan menuju ke kamar divya


membuat maria menggelengkan kepala nya


ia malas dan memilih untuk duluan makan malam daripada harus menunggu lavy lagi


lavy mengetuk ngetuk pintu kamar divya dengan sedikit tidak sabar


membuat yang didalam berdecak kesal


pintu itu terbuka


menampakan wajah merengut divya


namun lavy menanggapi nya dengan raut muka datar


''ada apa lavy''


tanya divya to the point

__ADS_1


''kenapa nona tidak makan malam''


lavy pun sama


bertanya pada inti nya


divya mengesah dan memalingkan wajah nya ke sembarang arah


''bukan nya aku sudah bilang pada bibi maria,,aku tidak makan malam''


''tapi kenapa nona,,nona belum makan apa apa bukan sejak sore''


''tapi aku masih kenyang lavy,,tolong jangan memaksa ku''


kesal divya


''kenyang karna seharian bersama dengan pak akash''


cetus lavy tak suka


membuat divya mengernyit


''maksud mu''


lavy mendesah


''sudahlah nona,,sebaik nya nona makan malam,,aku tidak mau nona sakit disini,,nanti''


''aku tidak akan sakit dan menyusahkan mu dan juga bibi maria disini lavy,,tidak perlu takut,,''


potong divya


''bukan itu maksud ku nona,,jangan''


''sudahlah,,aku ingin tidur,,selamat malam,,''


divya menutup pintu kamar nya


membuat lavy terhenyak sesaat


lalu kembali ke ruang makan


namun bibi maria sudah tidak ada disana


lavy duduk dikursi ruang makan


maria mendekat


dan duduk di dekat nya


''bagaimana,,neng divya tidak mau makan malam bukan''


celetuk maria


namun lavy masih terdiam


''lavy,,,''


seru maria lantaran lavy diam saja


lavy menoleh


dan mengangguk singkat


maria menghembuskan nafas


''ya sudah,,kau saja yang makan,,bibi ambilkan ya''


namun lavy menolak nya


membuat maria jadi heran lagi


''kenapa lav,,apa kau juga ikutan tidak makan''


sindir maria kesal


''kenapaa''


tanya maria cepat


lavy memandang maria lekat


''nona divya salah paham dengan ucapan ku bibi''


jawab lavy lemas


maria mengerutkan kedua alis nya


''salah paham''


''salah paham bagaimana''


lavy menceritakan singkat kejadian saat diri nya mengajak divya makan malam


namun divya menolak nya


dan berujung divya kesal dengan ucapan lavy yang mengatakan jika diri nya tidak kalau sampai divya sakit


maria menghela nafas lagi


''sudahlah,,jangan di fikirkan mungkin neng divya hanya lelah saja,,''


maria mencoba menghibur lavy yang kalut


''bibi kan tau,,aku bukan bermaksud begitu,,aku hanya


''iya bibi tau,,sudahlah,,jangan cemas,,sudah bibi katakan mungkin neng divya hanya lelah saja,,itu sebab. nya ia asal menjawab saja sebelum mendengar penjelasanmu''


tutur maria panjang lebar


lavy masih menunduk saja


''sudahlah,,kau mau makan malam tidak,,kalo tidak bibi bereskan ini''


lavy menggeleng lagi


ia jadi ikutan malas makan


karna sedikit perselisihan nya dengan nona muda nya


membuat maria mendengus kesal


maria pun merapikan meja makan nya


pagi nya setelah shalat subuh divya merapikan kamar yang di tempati oleh nya


lalu bergegas kedapur membuatkan lavy dan maria teh


namun saat sampai didapur ia dikejutkan dengan keberadaan maria yang juga ternyata sudah bangun


maria menoleh ke belakang saat merasa ada orang yang sedang memandang nya


ia tersenyum tipis saat divya yang ternyata menatap nya


''selamat pagi neng divya,,''


sapa maria ramah


''selamat pagi bibi,,''


sapa divya kembali dengan senyum yang sangat tipis


pukul 8 pagi sarapan sudah tersaji di meja makan bundar itu

__ADS_1


divya keluar dari dalam kamar nya sudah berpakaian rapi lengkap dengan hijab nya


membuat maria mengernyitkan kening


''neng divya sudah sangat rapi,,''


ucap maria


divya hanya tersenyum


lalu duduk dikursi makan


ia mengedarkan mata nya mencari sosok pengawal nya


maria pun menyadari tingkah nona muda nya itu


''lavy masih di dalam kamar nya neng,,sebentar lagi juga turun''


divya mengangguk


lavy turun dari tangga dan menyapa maria dan juga nona muda nya


ia sedikit heran menatap penampilan divya


''nona,,,''


panggil lavy


divya menoleh


''nona mau kemana,,sudah rapi begini,,''


tanya lavy dengan tatapan penasaran


divya menarik nafas


''aku,,''


divya sedikit ragu untuk menjawab nya


membuat lavy dan maria saling bertatapan dengan tanda tanya


hening sesaat


namun kemudian maria memecah keheningan itu dengan menyuru lavy dan divya untuk sarapan lebih dulu


''ehem,,sudah sebaik nya kita sarapan dulu,,ayo lavy,,neng divya''


''iya bi,,''


sahut divya dan lavy bersamaan


ketiga nya sarapan dengan senyap


namun kedua mata lavy terus mencuri pandang ke arah divya


diri nya dirundung penasaran


sesaat setelah selesai sarapan divya ingin bicara dengan lavy dan maria


lavy sudah sangat penasaran


apa yang ingin dikatakan oleh nona muda nya ini


''lavy,,bibi maria ada hal yang ingin aku bicarakan''


ucap divya memulai pembicaraan


''hal apa nona''


tanya lavy tak sabar


divya menarik nafas pelan lalu menghembuskan nya


''aku akan pulang,,ke malang''


ujar divya


membuat kening lavy dan maria berkerut


kedua saling pandang


''maksud nona''


tanya lavy masih kurang paham


''iya,,aku ingin pulang lavy,,bukan nya ini sudah dua hari seperti perkataan mu pada papa''


ucapan divya menohok lavy


membuat nya gelagapan harus menjawab apa


''ehm aku tahu nona,,tapii''


''kamu belum bisa meninggalkan nona maya''


potong divya cepat


membuat lavy menatap ke arah nya


maria hanya diam menyimak


lavy masih membisu


''aku tahu lavy,,tidak masalah,,''


lavy masih mendengar kata per kata dari bibir divya dengan alis berkerut


''aku akan pulang sendiri,,dan kamu tetap disini menemani nona maya''


ucap divya dengan suara tercekat


entah mengapa ia merasa sedikit sesak


lavy sedikit terkejut mendengar penuturan nona nya itu


''apa nona,,,''


''nona akan pulan sendiri,,dan nona menyuruhku untuk tetap disini begitu''


divya mengangguk pelan


lavy mendesah


''aku belum segila itu nona,,hingga membiarkan nona muda ku pulang sendiri ke kota nya''


''tapi lavy,,''


''aku akan menemani mu nona''


tukas lavy cepat dengan sedikit menatap tajam pada nona muda nya itu


membuat divya sedikit menciut


''ehm lavy,,soal maya''


''itu mudah bibi,,aku akan bicara pada maya''


tegas lavy


kedua mata nya masih menatap ke divya


dan divya hanya bisa menunduk

__ADS_1


maaf sekali saya baru up lagi setelah sekian purnama


soal nya saya tu bener bener awam bikin novel😣 mulai dari bahasa tutur nya,,segala adegan dan tindakan tindakan nya tu duh 0 besar,,jadi di maklumi kalau cerita nya terkesan kayak ga jelas atau muter muter,, ini aku sempetin aja nulis nya,,moga ada yg mau baca lagi ya,,🥺 oke makasih


__ADS_2