
malam hari di kediaman lavy
divya mengemasi pakaian kedalam tas jinjing nya lantaran besok ia akan kembali ke kota malang
entah bersama lavy ataupun tidak tapi divya sudah bilang pada papa nya bahwa di jakarta hanya dua hari saja
divya tidak mau melanggar ucapan sang papa
selesai mengemasi pakaian nya divya duduk di pinggir ranjang nya dengan wajah lesu nya
ia menatap ke sembarang arah dengan tatapan kosong
tok tok
divya terlonjak kaget saat mendengar ketukan pintu dikamar nya
ia segera mengenakan hijab instan nya lalu membuka pintu kamar nya
nampak maria yang ternyata mengetuk pintu kamar nya
''ada apa bibi,,''
tanya divya
''ayo makan malam neng,,bibi sudah siapkan makan malam nya,,''
ujar maria
namun divya nampak enggan makan malam
''ehm aku sedang tidak ingin makan bibi,,bibi saja dan lavy yang makan ya''
tolak divya dengan malas
membuat maria jadi bingung
''kenapa neng,,apa neng divya sakit,,atau tidak enak badan''
tanya maria dengan nada khawatir
divya menggeleng pelan
''aku baik bibi,,hanya saja aku masih kenyang''
maria melirik ke ranjang
dan nampak tas jinjing milik divya di atas nya
membuat maria bertanya tanya
''neng,,kenapa tas jinjingmu ada di atas ranjang''
tanya maria dan menatap divya heran
divya kelabakan
ia lupa mengembalikan tas jinjing nya ke tempat semula
''ooh ii itu,,,''
divya bingung menjawab apa
ia menggaruk garuk tengkuk nya
''ehmm,,,''
''bibi,,,''
terdengar teriakan lavy dari ruang makan
membuat maria dan divya sama sama menoleh
''ayo neng makan lah sedikit saja''
bujuk maria
namun divya kekeh menolak untuk makan malam
terlebih ia enggan bertemu dengan lavy
entahlah perasaan nya tak nyaman jika harus bertatap muka dengan pengawal nya itu
maria lelah membujuk majikan muda nya itu dan kembali ke ruang makan dimana sudah ada lavy yang menunggu dari tadi
lavy heran kenapa maria ke ruang makan hanya seorang diri
bukan nya tadi mengajak nona muda nya
''kenapa bibi sendirian,,mana nona divya''
tanya lavy saat maria mendudukan tubuh nya dikursi
''neng divya tidak makan malam''
jawab maria singkat
tentu membuat lavy heran
''kenapa,,''
''dia bilang masih kenyang''
jawab maria sambil menuangkan nasi kedalam piring nya
lavy termenung sesaat
''tapi bibi,,nona divya belum makan apa apa bukan''
''bibi juga tidak tau lav,,bibi sudah membujuk nya,,tapi dia tetap tidak mau makan,,lalu bibi harus apa lagi''
sunggut nya dengan sedikit kesal
karna lavy bertanya terus
lavy menghembuskan nafas kasar
lalu berdiri dari duduk nya
membuat maria terheran
''kau mau kemana lav''
''tunggu sebentar bibi''
lavy berjalan menuju ke kamar divya
membuat maria menggelengkan kepala nya
ia malas dan memilih untuk duluan makan malam daripada harus menunggu lavy lagi
lavy mengetuk ngetuk pintu kamar divya dengan sedikit tidak sabar
membuat yang didalam berdecak kesal
pintu itu terbuka
menampakan wajah merengut divya
namun lavy menanggapi nya dengan raut muka datar
''ada apa lavy''
tanya divya to the point
__ADS_1
''kenapa nona tidak makan malam''
lavy pun sama
bertanya pada inti nya
divya mengesah dan memalingkan wajah nya ke sembarang arah
''bukan nya aku sudah bilang pada bibi maria,,aku tidak makan malam''
''tapi kenapa nona,,nona belum makan apa apa bukan sejak sore''
''tapi aku masih kenyang lavy,,tolong jangan memaksa ku''
kesal divya
''kenyang karna seharian bersama dengan pak akash''
cetus lavy tak suka
membuat divya mengernyit
''maksud mu''
lavy mendesah
''sudahlah nona,,sebaik nya nona makan malam,,aku tidak mau nona sakit disini,,nanti''
''aku tidak akan sakit dan menyusahkan mu dan juga bibi maria disini lavy,,tidak perlu takut,,''
potong divya
''bukan itu maksud ku nona,,jangan''
''sudahlah,,aku ingin tidur,,selamat malam,,''
divya menutup pintu kamar nya
membuat lavy terhenyak sesaat
lalu kembali ke ruang makan
namun bibi maria sudah tidak ada disana
lavy duduk dikursi ruang makan
maria mendekat
dan duduk di dekat nya
''bagaimana,,neng divya tidak mau makan malam bukan''
celetuk maria
namun lavy masih terdiam
''lavy,,,''
seru maria lantaran lavy diam saja
lavy menoleh
dan mengangguk singkat
maria menghembuskan nafas
''ya sudah,,kau saja yang makan,,bibi ambilkan ya''
namun lavy menolak nya
membuat maria jadi heran lagi
''kenapa lav,,apa kau juga ikutan tidak makan''
sindir maria kesal
''kenapaa''
tanya maria cepat
lavy memandang maria lekat
''nona divya salah paham dengan ucapan ku bibi''
jawab lavy lemas
maria mengerutkan kedua alis nya
''salah paham''
''salah paham bagaimana''
lavy menceritakan singkat kejadian saat diri nya mengajak divya makan malam
namun divya menolak nya
dan berujung divya kesal dengan ucapan lavy yang mengatakan jika diri nya tidak kalau sampai divya sakit
maria menghela nafas lagi
''sudahlah,,jangan di fikirkan mungkin neng divya hanya lelah saja,,''
maria mencoba menghibur lavy yang kalut
''bibi kan tau,,aku bukan bermaksud begitu,,aku hanya
''iya bibi tau,,sudahlah,,jangan cemas,,sudah bibi katakan mungkin neng divya hanya lelah saja,,itu sebab. nya ia asal menjawab saja sebelum mendengar penjelasanmu''
tutur maria panjang lebar
lavy masih menunduk saja
''sudahlah,,kau mau makan malam tidak,,kalo tidak bibi bereskan ini''
lavy menggeleng lagi
ia jadi ikutan malas makan
karna sedikit perselisihan nya dengan nona muda nya
membuat maria mendengus kesal
maria pun merapikan meja makan nya
pagi nya setelah shalat subuh divya merapikan kamar yang di tempati oleh nya
lalu bergegas kedapur membuatkan lavy dan maria teh
namun saat sampai didapur ia dikejutkan dengan keberadaan maria yang juga ternyata sudah bangun
maria menoleh ke belakang saat merasa ada orang yang sedang memandang nya
ia tersenyum tipis saat divya yang ternyata menatap nya
''selamat pagi neng divya,,''
sapa maria ramah
''selamat pagi bibi,,''
sapa divya kembali dengan senyum yang sangat tipis
pukul 8 pagi sarapan sudah tersaji di meja makan bundar itu
__ADS_1
divya keluar dari dalam kamar nya sudah berpakaian rapi lengkap dengan hijab nya
membuat maria mengernyitkan kening
''neng divya sudah sangat rapi,,''
ucap maria
divya hanya tersenyum
lalu duduk dikursi makan
ia mengedarkan mata nya mencari sosok pengawal nya
maria pun menyadari tingkah nona muda nya itu
''lavy masih di dalam kamar nya neng,,sebentar lagi juga turun''
divya mengangguk
lavy turun dari tangga dan menyapa maria dan juga nona muda nya
ia sedikit heran menatap penampilan divya
''nona,,,''
panggil lavy
divya menoleh
''nona mau kemana,,sudah rapi begini,,''
tanya lavy dengan tatapan penasaran
divya menarik nafas
''aku,,''
divya sedikit ragu untuk menjawab nya
membuat lavy dan maria saling bertatapan dengan tanda tanya
hening sesaat
namun kemudian maria memecah keheningan itu dengan menyuru lavy dan divya untuk sarapan lebih dulu
''ehem,,sudah sebaik nya kita sarapan dulu,,ayo lavy,,neng divya''
''iya bi,,''
sahut divya dan lavy bersamaan
ketiga nya sarapan dengan senyap
namun kedua mata lavy terus mencuri pandang ke arah divya
diri nya dirundung penasaran
sesaat setelah selesai sarapan divya ingin bicara dengan lavy dan maria
lavy sudah sangat penasaran
apa yang ingin dikatakan oleh nona muda nya ini
''lavy,,bibi maria ada hal yang ingin aku bicarakan''
ucap divya memulai pembicaraan
''hal apa nona''
tanya lavy tak sabar
divya menarik nafas pelan lalu menghembuskan nya
''aku akan pulang,,ke malang''
ujar divya
membuat kening lavy dan maria berkerut
kedua saling pandang
''maksud nona''
tanya lavy masih kurang paham
''iya,,aku ingin pulang lavy,,bukan nya ini sudah dua hari seperti perkataan mu pada papa''
ucapan divya menohok lavy
membuat nya gelagapan harus menjawab apa
''ehm aku tahu nona,,tapii''
''kamu belum bisa meninggalkan nona maya''
potong divya cepat
membuat lavy menatap ke arah nya
maria hanya diam menyimak
lavy masih membisu
''aku tahu lavy,,tidak masalah,,''
lavy masih mendengar kata per kata dari bibir divya dengan alis berkerut
''aku akan pulang sendiri,,dan kamu tetap disini menemani nona maya''
ucap divya dengan suara tercekat
entah mengapa ia merasa sedikit sesak
lavy sedikit terkejut mendengar penuturan nona nya itu
''apa nona,,,''
''nona akan pulan sendiri,,dan nona menyuruhku untuk tetap disini begitu''
divya mengangguk pelan
lavy mendesah
''aku belum segila itu nona,,hingga membiarkan nona muda ku pulang sendiri ke kota nya''
''tapi lavy,,''
''aku akan menemani mu nona''
tukas lavy cepat dengan sedikit menatap tajam pada nona muda nya itu
membuat divya sedikit menciut
''ehm lavy,,soal maya''
''itu mudah bibi,,aku akan bicara pada maya''
tegas lavy
kedua mata nya masih menatap ke divya
dan divya hanya bisa menunduk
__ADS_1
maaf sekali saya baru up lagi setelah sekian purnama
soal nya saya tu bener bener awam bikin novel😣 mulai dari bahasa tutur nya,,segala adegan dan tindakan tindakan nya tu duh 0 besar,,jadi di maklumi kalau cerita nya terkesan kayak ga jelas atau muter muter,, ini aku sempetin aja nulis nya,,moga ada yg mau baca lagi ya,,🥺 oke makasih