Bodyguard Ganteng Itu Suamiku

Bodyguard Ganteng Itu Suamiku
74


__ADS_3

hampir menjelang maghrib lavy belum juga pulang ke rumah nya


terpaksa maria harus mengajak divya makan malam lebih dulu


ia akan menghampiri divya untuk mengajak nya makan malam


belum ia menuju ke kamar nya divya sudah muncul


divya mengenakan piyama celana dan lengan panjang


beserta pashmina nya


ia tersenyum bersitatap dengan maria


''ah baru saja bibi akan memanggilmu nona,,''


ucap maria


''panggil divya saja bibi,,aku tidak nyaman,,''


kata divya


''ah mana bisa begitu,,kau adalah atasan lavy,,begitu juga aku,,''


divya nampak berpikir


''ehm panggil saja neng saja bibi,,bagaimana,,''


maria menatap divya lekat


''baiklah terserah padamu saja,,ayo kita makan malam,,''


mereka berdua makan malam dengan hening


divya nampak tidak menanyakan keberadaan pengawal nya


se usai makan malam


divya membereskan meja makan dan membawa nya ke dapur


maria sampai tidak enak


''eh neng divya,,biar bibi saja ya,,''


cegah maria


''tidak apa bibi,,bibi tadi sudah menyiapkan makan malam bukan,,sekarang biar aku saja yang membereskan,,''


maria tak berkutik


divya mencuci piring kotor bekas mereka makan dan gelas


selesai nya divya duduk disofa


disusul oleh maria


rumah itu nampak sunyi


''apa bibi hanya tinggal berdua saja dengan lavy,,''


tanya divya memecah keheningan


dan menghalau kecanggungan diri nya


''iya neng,,kami hanya tinggal berdua,,''


jawab maria dengan seutas senyum


divya manggut manggut


''lalu jika lavy bekerja,,bibi sendirian disini.,''


tanya divya lagi


''iya neng,,''


divya bingung harus bertanya apa lagi


kenapa juga maria hanya menjawab singkat saja


ketika kedua nya hanya terdiam saja


terdengar suara deru motor dari luar


maria menoleh lalu melihat divya


''lavy sudah kembali,,''


divya hanya mengangguk singkat


maria membukakan pintu untuk lavy


''assalamualaikum bibi,,''


seru lavy


''waalaikumsaalam lav,,''


lavy membungkukan sedikit kepala nya saat bertatapan dengan divya


namun divya hanya menunduk saja


''bibi,,aku bersihkan diri dulu ya,,''


pamit lavy melirik divya sekilas lalu naik ke atas menuju kamar nya


divya melirik lavy yang berjalan menaiki tangga satu per satu


maria kembali duduk di sofa


beberapa menit kemudian


lavy turun kebawah dengan pakaian santai nya


ia ikut bergabung dengan maria dan divya


divya langsung menundukan kepala nya

__ADS_1


lavy duduk di sofa seberang divya


ia menatap divya yang menunduk


''bagaiamana keadaan tuan umar lavy,,''


tanya maria ingin tau


''begitulah bibi,,tuan umar masih koma,,''


jawab lavy dengan tatapan kosong ke depan


divya masih melirik nya dalam diam


maria menghela nafas


lalu mengusap bahu lavy


''sabarlah doakan saja semoga tuan umar segera pulih dan sadar dari koma nya,,''


doa maria


divya ingin ikut bicara namun lidah nya terasa kelu


lavy hanya mengangguk


lalu ia melihat divya


''oya apa kalian sudah makan malam,,nona apa kamu ingin keluar atau jalan jalan,,''


tanya lavy mengalihkan kesedihan nya


''iya kami sudah makan malam,,'


jawab maria


''nona apa kau ingin sesuatu,,''


tanya lavy lagi karna sedari tadi divya hanya diam saja


''ehm aku ingin kerumah sepupu ku besok,,ap,,''


''baiklah aku akan mengantar dan mengawalmu seperti biasa nona,,''


pungkas lavy


sebelum divya menyelesaikan ucapan nya


''eh tidak tidak lavy,,kau tidak perlu mengawalku,,aku sendiri saja,,''


tolak divya


namun wajah lavy nampak dingin


''aku sudah berjanji pada tuan ryan nona,,bahwa meski disini aku tetap akan mengawalmu,,,''


tegas lavy


''tapi lavy,,kamu kan harus menemani pacarmu di rumah sakit,,menjaga papa nya''


mengucapkan itu membuat hati divya berdenyut


''tidak apa nona,,tenang saja aku bisa mengurus nya,,''


''tapi lavy,,''


''tolong jangan membuatku mengingkari janji pada tuan ryan nona,,''


tukas lavy tajam


membuat divya menciut


maria bahkan sampai terkejut melihat lavy seperti itu


''ba baiklah lavy,,,''


divya pasrah dengan keputusan pengawal nya itu daripada harus tarik ulur lagi


maria mengingat sesuatu


''tapi lavy,,,''


''apalagi bibi,,''


sembur lavy kesal


maria sampai terjingkat


''kenapa jadi marah marah,,lebih baik kau istirahat sana,,kau mungkin lelah jadi emosi mu tidak terkontrol,,''


tutur maria


lavy menarik nafas


''mm maafkan aku bi,,maafkan aku nona,,aku tidak bermaksud bicara tak sopan padamu tadi,,''


sesal lavy


''tidak apa lavy,,apa aku boleh,,''


''maaf nona,,aku tetap akan pada keputusan awal,,''


potong lavy tapi dengan nada yang tak seperti tadi


divya mengerucutkan bibir nya


lavy tak sengaja melihat nya


membuat ia menahan senyum


''oya apa yang bibi ingin bicarakan tadi,,''


tanya lavy karna tadi ia sempat memotong ucapan maria


maria melirik kesal


''apa kalian tidak masalah berboncengan naik motor,,neng divya kami tidak punya mobil,,''

__ADS_1


tutur maria


membuat lavy dan divya tercengang


lavy menatap divya


bagaimana mungkin ia naik motor berdua


dengan nona nya itu


divya mematung


ia akan gunakan ini sebagai alasan agar lavy tak mengawal nya


''ooh kalau begitu aku akan naik taksi saja,,tidak masalah,,''


ujar divya tersenyum lebar


lavy memandang nya


''baiklah nona,,kita akan naik taksi,,''


divya terkejut


''kamu juga akan ikut naik taksi lavy,,''


tanya divya tak percaya


lavy mengangguk


''kenapa kamu jadi ikutan naik taksi sih lav,,kamu ngawal neng divya pakai motor kamu aja dari belakang,,''


usul maria


lavy sejenak memikirkan usul maria


ada benar nya juga


''baiklah nona,,aku akan mengingkuti mu dari belakang dengan motorku,,''


jawab lavy akhir nya


divya hanya mengangguk malas


setelah berbincang bincang ketiga nya memasuki kamar masing masing


dikamar lavy


pria itu menjadi kebingungan sendiri


jika ia mengawal divya maka dia tidak bisa menemui maya dan menemani nya seharian


padahal ia sudah berjanji dengan gadis nya


maya pasti akan kecewa


tadi saja lavy ingin menginap menggantikan salmah


namun maya justru tidak mengijinkan lantaran lavy baru saja datang


maya tak ingin tubuh lavy menjadi lelah


karna kurang istirahat


sungguh itu membuat lavy semakin jatuh cinta dengan gadis itu


lavy juga belum menceritakan jika diri nya mengajak serta atasan nya


''jika aku mengawal nona divya itu arti nya aku ga bisa nemeni maya,,dan maya pasti kecewa banget,,''


lavy berbicara sendiri sembari mondar mandir didalam kamar nya


ia tak tahu harus bagaimana


lavy mengacak acak rambut nya frustasi


semoga saja nona divya besok tidak lama lama berkunjung kerumah bibi nya


agar dia bisa segera ke rumah sakit


''iya kak shi,,besok aku akan kesana siang setelah kak sih selesai mengajar kuliah,,''


jawab divya saat bertelefonan dengan seseorang


''tidak,,aku bersama pengawal ku,,''


''yah,,papa yang memaksa ku untuk memakai pengawal kembali,,''


keluh divya dengan nada kesal


''baiklah kak shi,,aku tutup dulu telefon nya,,aku rindu sekali dengan bibi zi,,sampaikan salamku ya kak,,''


divya mengakhiri obrolan nya


dan mematikan telefon nya


ia lupa memberi tahu lavy


bahwa ia keluar nya siang


divya akan mengirim pesan pada lavy


selesai mengirim pesan pada lavy


divya merebahkan tubuh nya diranjang


melepas pashmina nya


mengurai rambut nya yang ia ikat


lalu memejamkan kedua mata nya


meski didalam kamar namun divya belum melepas kan hijab nya jika tidak akan tidur


kecuali jika didalam kamar nya sendiri


jangan lupa like vote dan komen nya kakak

__ADS_1


semoga terhibur dengan karya aku yang receh ini ya....😊♥️


__ADS_2