
hampir menjelang maghrib lavy belum juga pulang ke rumah nya
terpaksa maria harus mengajak divya makan malam lebih dulu
ia akan menghampiri divya untuk mengajak nya makan malam
belum ia menuju ke kamar nya divya sudah muncul
divya mengenakan piyama celana dan lengan panjang
beserta pashmina nya
ia tersenyum bersitatap dengan maria
''ah baru saja bibi akan memanggilmu nona,,''
ucap maria
''panggil divya saja bibi,,aku tidak nyaman,,''
kata divya
''ah mana bisa begitu,,kau adalah atasan lavy,,begitu juga aku,,''
divya nampak berpikir
''ehm panggil saja neng saja bibi,,bagaimana,,''
maria menatap divya lekat
''baiklah terserah padamu saja,,ayo kita makan malam,,''
mereka berdua makan malam dengan hening
divya nampak tidak menanyakan keberadaan pengawal nya
se usai makan malam
divya membereskan meja makan dan membawa nya ke dapur
maria sampai tidak enak
''eh neng divya,,biar bibi saja ya,,''
cegah maria
''tidak apa bibi,,bibi tadi sudah menyiapkan makan malam bukan,,sekarang biar aku saja yang membereskan,,''
maria tak berkutik
divya mencuci piring kotor bekas mereka makan dan gelas
selesai nya divya duduk disofa
disusul oleh maria
rumah itu nampak sunyi
''apa bibi hanya tinggal berdua saja dengan lavy,,''
tanya divya memecah keheningan
dan menghalau kecanggungan diri nya
''iya neng,,kami hanya tinggal berdua,,''
jawab maria dengan seutas senyum
divya manggut manggut
''lalu jika lavy bekerja,,bibi sendirian disini.,''
tanya divya lagi
''iya neng,,''
divya bingung harus bertanya apa lagi
kenapa juga maria hanya menjawab singkat saja
ketika kedua nya hanya terdiam saja
terdengar suara deru motor dari luar
maria menoleh lalu melihat divya
''lavy sudah kembali,,''
divya hanya mengangguk singkat
maria membukakan pintu untuk lavy
''assalamualaikum bibi,,''
seru lavy
''waalaikumsaalam lav,,''
lavy membungkukan sedikit kepala nya saat bertatapan dengan divya
namun divya hanya menunduk saja
''bibi,,aku bersihkan diri dulu ya,,''
pamit lavy melirik divya sekilas lalu naik ke atas menuju kamar nya
divya melirik lavy yang berjalan menaiki tangga satu per satu
maria kembali duduk di sofa
beberapa menit kemudian
lavy turun kebawah dengan pakaian santai nya
ia ikut bergabung dengan maria dan divya
divya langsung menundukan kepala nya
__ADS_1
lavy duduk di sofa seberang divya
ia menatap divya yang menunduk
''bagaiamana keadaan tuan umar lavy,,''
tanya maria ingin tau
''begitulah bibi,,tuan umar masih koma,,''
jawab lavy dengan tatapan kosong ke depan
divya masih melirik nya dalam diam
maria menghela nafas
lalu mengusap bahu lavy
''sabarlah doakan saja semoga tuan umar segera pulih dan sadar dari koma nya,,''
doa maria
divya ingin ikut bicara namun lidah nya terasa kelu
lavy hanya mengangguk
lalu ia melihat divya
''oya apa kalian sudah makan malam,,nona apa kamu ingin keluar atau jalan jalan,,''
tanya lavy mengalihkan kesedihan nya
''iya kami sudah makan malam,,'
jawab maria
''nona apa kau ingin sesuatu,,''
tanya lavy lagi karna sedari tadi divya hanya diam saja
''ehm aku ingin kerumah sepupu ku besok,,ap,,''
''baiklah aku akan mengantar dan mengawalmu seperti biasa nona,,''
pungkas lavy
sebelum divya menyelesaikan ucapan nya
''eh tidak tidak lavy,,kau tidak perlu mengawalku,,aku sendiri saja,,''
tolak divya
namun wajah lavy nampak dingin
''aku sudah berjanji pada tuan ryan nona,,bahwa meski disini aku tetap akan mengawalmu,,,''
tegas lavy
''tapi lavy,,kamu kan harus menemani pacarmu di rumah sakit,,menjaga papa nya''
mengucapkan itu membuat hati divya berdenyut
''tidak apa nona,,tenang saja aku bisa mengurus nya,,''
''tapi lavy,,''
''tolong jangan membuatku mengingkari janji pada tuan ryan nona,,''
tukas lavy tajam
membuat divya menciut
maria bahkan sampai terkejut melihat lavy seperti itu
''ba baiklah lavy,,,''
divya pasrah dengan keputusan pengawal nya itu daripada harus tarik ulur lagi
maria mengingat sesuatu
''tapi lavy,,,''
''apalagi bibi,,''
sembur lavy kesal
maria sampai terjingkat
''kenapa jadi marah marah,,lebih baik kau istirahat sana,,kau mungkin lelah jadi emosi mu tidak terkontrol,,''
tutur maria
lavy menarik nafas
''mm maafkan aku bi,,maafkan aku nona,,aku tidak bermaksud bicara tak sopan padamu tadi,,''
sesal lavy
''tidak apa lavy,,apa aku boleh,,''
''maaf nona,,aku tetap akan pada keputusan awal,,''
potong lavy tapi dengan nada yang tak seperti tadi
divya mengerucutkan bibir nya
lavy tak sengaja melihat nya
membuat ia menahan senyum
''oya apa yang bibi ingin bicarakan tadi,,''
tanya lavy karna tadi ia sempat memotong ucapan maria
maria melirik kesal
''apa kalian tidak masalah berboncengan naik motor,,neng divya kami tidak punya mobil,,''
__ADS_1
tutur maria
membuat lavy dan divya tercengang
lavy menatap divya
bagaimana mungkin ia naik motor berdua
dengan nona nya itu
divya mematung
ia akan gunakan ini sebagai alasan agar lavy tak mengawal nya
''ooh kalau begitu aku akan naik taksi saja,,tidak masalah,,''
ujar divya tersenyum lebar
lavy memandang nya
''baiklah nona,,kita akan naik taksi,,''
divya terkejut
''kamu juga akan ikut naik taksi lavy,,''
tanya divya tak percaya
lavy mengangguk
''kenapa kamu jadi ikutan naik taksi sih lav,,kamu ngawal neng divya pakai motor kamu aja dari belakang,,''
usul maria
lavy sejenak memikirkan usul maria
ada benar nya juga
''baiklah nona,,aku akan mengingkuti mu dari belakang dengan motorku,,''
jawab lavy akhir nya
divya hanya mengangguk malas
setelah berbincang bincang ketiga nya memasuki kamar masing masing
dikamar lavy
pria itu menjadi kebingungan sendiri
jika ia mengawal divya maka dia tidak bisa menemui maya dan menemani nya seharian
padahal ia sudah berjanji dengan gadis nya
maya pasti akan kecewa
tadi saja lavy ingin menginap menggantikan salmah
namun maya justru tidak mengijinkan lantaran lavy baru saja datang
maya tak ingin tubuh lavy menjadi lelah
karna kurang istirahat
sungguh itu membuat lavy semakin jatuh cinta dengan gadis itu
lavy juga belum menceritakan jika diri nya mengajak serta atasan nya
''jika aku mengawal nona divya itu arti nya aku ga bisa nemeni maya,,dan maya pasti kecewa banget,,''
lavy berbicara sendiri sembari mondar mandir didalam kamar nya
ia tak tahu harus bagaimana
lavy mengacak acak rambut nya frustasi
semoga saja nona divya besok tidak lama lama berkunjung kerumah bibi nya
agar dia bisa segera ke rumah sakit
''iya kak shi,,besok aku akan kesana siang setelah kak sih selesai mengajar kuliah,,''
jawab divya saat bertelefonan dengan seseorang
''tidak,,aku bersama pengawal ku,,''
''yah,,papa yang memaksa ku untuk memakai pengawal kembali,,''
keluh divya dengan nada kesal
''baiklah kak shi,,aku tutup dulu telefon nya,,aku rindu sekali dengan bibi zi,,sampaikan salamku ya kak,,''
divya mengakhiri obrolan nya
dan mematikan telefon nya
ia lupa memberi tahu lavy
bahwa ia keluar nya siang
divya akan mengirim pesan pada lavy
selesai mengirim pesan pada lavy
divya merebahkan tubuh nya diranjang
melepas pashmina nya
mengurai rambut nya yang ia ikat
lalu memejamkan kedua mata nya
meski didalam kamar namun divya belum melepas kan hijab nya jika tidak akan tidur
kecuali jika didalam kamar nya sendiri
jangan lupa like vote dan komen nya kakak
__ADS_1
semoga terhibur dengan karya aku yang receh ini ya....😊♥️