
setelah melihat divya sedikit tenang
akash mengajak nya untuk kembali ke ruang dimana tadi lavy dan divya mengikrarkan janji suci
divya menolak nya karna enggan menatap wajah lavy yang kini menjadi suami nya
namun akash memaksa nya dengan mengatakan divya tidak bisa seperti ini terus
ia harus menghadapi kenyataan ini
divya pun akhir nya menuruti apa kata kakak sepupu nya itu
kedatangan akash dan divya membuat semua yang ada disana memandang ke arah mereka
termasuk lavy
divya menyembunyikan tubuh nya dibelakang punggung akash
divya bahkan menundukan wajah nya
''divyaa..''
suara bariton dan tegas itu
memanggil nya
divya sudah hafal suara itu
ya itu adalah suara papa nya yaitu tuan rian
namun divya masih enggan mengangkat wajah nya
''divyaa...''
seru tuan rian lagi lantaran geram dengan tingkah puteri sulung nya itu
akash menggerakan telapak tangan nya yang menggegam tangan divya untuk menyadarkan adik sepupu nya itu
divya akhir nya mengangkat wajah nya
dan kedua mata nya bersitatap dengan kedua mata lavy
membuat divya langsung memalingkan tatapan nya pada papa nya
''papa tau ini sangan sulit bagimu dan papa minta maaf karna harus memintamu untuk menikah dengan lavy..tapi percaya lah divya lavy pria yang baik dan akan bertanggung jawab..''
terang tuan rian
membuat divya tersenyum masam
hati nya terluka dengan ucapan papa nya barusan
bagi divya ini bukan masalah lavy pria baik ataupun bertanggung jawab
tapi bagi divya apa yang terjadi sekarang ini benar benar membuat nya sangat kecewa dan marah
''papa..''
lirih divya dengan tatapan sendu nya
dila sang adik yang ikut merasa terpukul dengan keadaan yang menimpa kakak nya pun berjalan mendekati sang kakak
''kakak''
panggil dila pelan
divya mengalihkan pandangan nya pada adik satu satu nya itu
ia menghambur memeluk sang adik dan menumpahkan tangis nya di pelukan dila
semua yang memandang nya ikut bersedih tak terkecuali nyonya vira ia hanya bisa terisak lirih dan menuput bibir dengan satu tangan nya
apalagi lavy
ia yang paling merasa bersalah dan tentu nya ia pasti tak sanggup bertatap muka dengan wanita yang sekarang menjadi istri nya itu
lavy tau divya pasti sangat kecewa dan marah pada nya
''sudah kak jangan menangis terus aku akan ikutan menangis jika kakak menangis seperti ini..''
ucap dila mencoba menenangkan sang kakak
''kakak sangat kecewa pada semua nya dil..kaka marah pada takdir ini.''
jawab divya sangat pelan karna wajah menyusup di dekapan dila
dila hanya mengangguk anggukan kepala nya
''percaya lah pada takdir allah kak..mungkin ini memang jalan dari allah untuk kakak..''
divya mengurai pelukan nya
ia mengusap air mata di wajah nya
lalu berjalan dengan perlahan dan kaki gemetar
ia akan memutuskan sesuatu
''paahh..mahh..''
ucap divya
divya menatap satu per satu semua yang ada disana kecuali lavy ia enggan menatap wajah suami nya itu
''dan semua yang ada disini..sekarang aku akan memutuskan sesuatu..dan aku berharap papa akan menerima keputusan ku ini...''
__ADS_1
tutur divya panjang lebar dengan suara tersendat sendat
tuan rian mengernyit sesaat mendengar penuturan puteri nya itu
''keputusan apa div..''
divya menarik nafas perlahan
''aku akan menerima takdir ini
dimana sekarang aku sudah menikah dengan dia..''
divya bahkan tidak menyebut nama lavy
''tapi...aku tidak akan menjalani pernikahan ini seperti semesti nya..''
perkataan divya barusan semakin membuat bingung yang mendengar
''maksud kamu..''
tanya tuan rian lagi
yang belum mengerti arah pembicaraan divya
''aku tidak akan pernah menganggap bahwa dia adalah suami ku...''
tekan divya sembari melirik sinis ke arah lavy
membuat semua tercengang
tak terkecuali lavy dan maria tentu nya
tuan rian melototkan kedua mata nya mendengar keputusan divya baru saja
tuan rian tidak pernah menyangka divya puteri yang sangat anggun dan baik hati bisa berkata seperti itu
''divya...''
sentak tuan rian menggelegar
sehingga mengagetkan semua yang ada disana
''kenapa pah...''
tanya divya dengan suara dingin nya
bahkan lavy sendiri tak pernah melihat divya bersikap seperti ini
''papa sendiri yang memutuskan menikah kan aku dengan nya..bahkan aku tidak di beri kesempatan untuk menolak..''
''lain hal nya jika papa menjodohkan aku dengan orang lain dan papa bisa membicrakan lebih dulu padaku
papa juga bisa memberiku pilihan untuk menolak perjodohan itu atau menerima nya...tapi hal ini..''
tuan rian bungkam dengan ucapan divya
''dan sekarang ini adalah keputusan ku...aku tidak mau menerima nya ataupun menganggapnya sebagai suami..'''
hak tersebut membuat perasaan lavy sedikit tak nyaman dan geram dengan yang diucapkan divya
tapi dia tak bisa berbuat banyak
biarlah itu menjadi pilihan divya
''tapi divya biar bagaimana pun pernikahan kalian sah di mata agama dan negara..''
tuan rian mencoba untuk membuat divya mengerti
''tidak sah dalam negara pah..karna di buku nikah yang tertera adalah nama maya bukan nama ku..''
tegas divya membuat tuan rian membungkam
lavy juga baru tersadar jika ia dan maya sudah mencetak buku nikah dan mendaftar di kantor agama pula
sekarang apa ia juga harus mendaftarkan pernikahan nya dengan divya
tapi melihat sikap divya ia rasa tidak perlu
''itu arti nya pernikahan ku dengan nya hanya pernikahan siri..''
tekan divya dengan senyum sinis nya
tuan rian memandang ke arah lavy
dia merasa tak enak hati dengan mantan pengawal puteri nya sekaligus menantu nya itu
''tidak masalah tuan rian..saya akan menerima apapun keputusan nona divya...''
tukas lavy yang mengerti akan pandangan tuan rian pada nya
''lebih baik bercerai...''
seru nyonya vira membuat semua orang menoleh pada nya
''apa kata mu vir...''
tanya tuan rian dengan suara menajam
''iyaa bercerai...lagi pula pernikahan lavy dan divya hanya siri..tinggal lavy mengucap kata talak maka selesai pernikahan konyol ini..''
seru nyonya vira panjang lebar
mendengar perdebatan antara keluarga itu membuat teman teman maya dan juga sahabat lavy ram mengundurkan diri dan berpamit untuk pulang
mereka enggan melihat perdebatan yang tidak ada ujung nya itu
__ADS_1
akash pun juga pamit untuk pulang
ia hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk adik sepupu nya itu
selebih nya enggan ikut campur
pada akhir nya divya ikut pulang bersama tuan rian karna divya menolak keras untuk pulang bersama dengan suami nya
tuan rian mau pun lavy tak bisa memaksa nya
sebenar nya apa yang nyonya vira katakan itu menjadi beban fikiran bagi lavy
memang mudah saja bagi lavy menalak divya saat itu juga
tapi kenapa hati nya seperti berat untuk melakukan nya
lavy meminta beberapa waktu untuk memikir kan nya
hal itu membuat divya memutar bola mata nya jengah
divya merasa lavy hanya mencari cari alasan saja
tapi divya juga enggan berdebat lagi
yang penting lavy tak memaksa nya untuk pulang bersama nya saja divya sudah tenang
sampai di rumah lavy
lavy meluapkan segala emosi dan kemarahan nya sejak tadi yang ia tahan
lavy mengobrak abrik bantal sofa di ruang tengah
lavy juga menendang meja kecil di tengah tengah sofa itu
maria hanya bisa mematung dan membisu melihat kemarahan anak angkat nya itu
maria tidak menyalahkan lavy
karna memang apa yang di lakukan maya sangat keterlaluan
maria juga tak mengerti alasan apa yang membuat maya tega meninggalkan lavy di hari bahagia mereka sendiri
ram sahabat lavy juga sudah mencoba mendatangi kediaman tuan umar
tapi rumah megah itu nampak sepi
beberapa tetangga disana mengatakan bahwa keluarga tuan umar sudah berangkat ke acara pernikahan
tapi mengapa mereka tidak datang datang
apa mungkin tuan umar berubah fikiran dan tidak merestui jika maya menikah dengan lavy
bukan nya selama ini tuan umar sudah memberi restu untuk maya dan lavy
memikir kan nya membuat kepala maria pening
saat ini maria hanya ingin istirahat
dan dia akan membiarkan apa yang akan di lakukan oleh lavy
maria tak ingin ambil pusing
maria meninggalkan lavy sendirian di ruang tengah yang sudah berantakan itu
maria hanya ingin memberi waktu sendiri untuk lavy
setelah kepergian maria ke kamar nya
lavy meraung raung sendirian
dia menangisi nasip nya yang sangat menyedihkan
''kenapa may...kenapa kamu tega melakukan ini padaku...apa salah ku mayy...''
lirih lavy dengan sesegukan
dia terduduk lemas di lantai
''aku sangat mencintai mu tapi kenapa kamu tinggalin aku di hari bahagia kita may....kenapa...''
lavy berteriak kencang
dia sangat marah dan kecewa pada maya
wanita yang sangat dia cintai tega menghancurkan kepercayaan nya dan pergi meninggalkan nya tanpa sepatah kata pun
lavy bersumpah dia akan mencari tahu kenapa maya melakukan ini semua
dia tidak mau berdiam diri seperti ini terus menerus tanpa melakukan apa pun
lavy hrs bergerak cepat guna menemukan maya dan keluarga nya
dan menanyakan apa maksud mereka mengagalkan pernikahan nya
lavy berjalan setengah berlari untuk ke kamar nya
ia ingin membersihkan diri dan istirahat sejenak lalu mencari informasi tentang maya
dia harus bisa menemukan keberadaan maya
karna walau bagaimana pun
lavy masih mencintai maya
meski maya sudah tega meninggalkan. nya
__ADS_1