
ke esokan hari nya
maria bangun kesiangan lantaran ia kelelahan sehabis dari malang jadi ia tertidur sangat pulas hingga sehabis shalat subuh tadi maria tidur kembali dan kini ia kesiangan
mari langsung bangun dan keluar dari kamar untuk menyiapkan sarapan
namun saat baru sampai ruang tengah ia mencium aroma sedap dari arah dapur
maria heran siapa gerangan yang sedang didapur ia pun melangkah ke dapur dan melihat seseorang sedang sibuk di meja dapur
seseorang berpakaian rapi dan mengenakan pashmina nya membelakangi nya
apa dia neng divya
batin maria
''ehm neng divya,,''
sapa maria dengan suara pelan
divya menolehkan tubuh nya
ia tersenyum
''selamat pagi bibi,,''
sapa divya tersenyum lembut
sembari melanjutkan aktifitas nya
''neng divya sedang apa,,''
tanya maria penasaran
sembari menengok apa yang divya kerjakan
''aku sedang membuatkan jus untuk menemani kita sarapan bibi,,tadi aku juga sudah memasak,,semoga bibi dan lavy menyukai masakan ku,,''
cerita divya panjang lebar
maria sampai melongo dibuat nya
neng divya memasak
dia yang tamu disini tapi dia yang justru memasak untuk ku dan lavy
''ya ampun neng divya,,kenapa justru kamu yang memasak,,dan kamu belanja dengan siapa,,''
''hemm aku belanja lewat aplikasi online bibi,,tadi alamat nya aku bertanya pada tetangga didekat sini,,''
jelas divya membuat maria semakin tak bisa berpikir lagi
''kenapa harus kamu yang memasak neng,,maafkan bibi,,karna bibi terlambat bangun,,''
sesal maria dengan wajah tak enak nya
divya hanya menggeleng dengan senyuman yang tak pernah pudar
''bibi tidak perlu merasa sungkan begini,,aku tahu bibi pasti sangat lelah setelah baru datang kemarin,,''
ucap divya dengan memegang bahu maria
maria hanya tersenyum paksa
''lebih baik bibi bersihkan diri dulu,,setelah nya kita sarapan bersama,,''
kata divya
maria semakin merasa tak enak
''bibi jadi tidak enak padamu neng,,''
''tidak apa apa bibi,,''
rupa nya perbincangan maria dengan divya tadi mencuri perhatian lavy yang akan ke dapur karna mencium bau sedap
dan ia jadi memandang dua wanita
yang sedang berbincang itu
lavy juga terpaku mendengar bahwa divya memasak untuk nya dan juga maria
maria hendak masuk kekamar nya
namun terhenti saat melihat lavy mematung diruang tengah sedang memandang mereka
''lavy,,''
seru maria sembari mendekat ke arah nya
divya ikut mengalihkan pandangan nya pada pengawal nya itu
''kau sudah bangun,,''
tanya maria
''iya bi,,''
''kamu tahu pagi ini neng divya yang memasak untuk kita lav,,bibi benar benar jadi tidak enak dengan nya,,"
cerita maria pada lavy
padahal lavy sudah mendengar semua nya
divya yang sedang dibicarakan hanya menundukan wajah nya
"nona,,seharus nya kamu tidak perlu repot repot memasak,,ada bibi maria yang biasa memasak,,''
tutur lavy
"tidak apa lav,,lagipula bibi maria pasti kelelahan karna baru datang dari malang kemarin,,"
jawab divya santai
"tapi seharus nya kami yang melayani mu nona,,bukan sebalik nya,,"
"sudah tidak apa apa,,lebih baik kalian mandi dulu,,aku akan menyiapkan sarapan,,"
perintah nya sembari mengulas senyum
membuat lavy tak bisa memalingkan wajah nya
setelah selesai mandi
maria bercermin dan memoles sedikit wajah nya
lalu berdiri sejenak sembari memikirkan sesuatu
kenapa neng divya bisa segesit itu urusan dapur
bukan kah dia adalah seorang majikan
apalagi sampai memasak
apa ia ingin menarik perhatian lavy saja
maria merutuki isi fikiran nya sendiri yang melantur
lalu segera keluar dari kamar
sesampai nya diruang makan
ia kembali dibuat terpaku karna. divya sudah menyajikan beberapa masakan
maria benar benar merasa tak berguna sebagai tuan rumah
"bibi sudah mandi,,"
suara divya membuyarkan keterpakuan nya yang tadi asik menamati berbagai masakan divya
"eh iya neng,,bibi sudah selesai mandi,,"
"ayo duduk bi,,kita menunggu lavy dulu,,"
ujar nya sembari mendudukan tubuh nya dikursi
ia menoleh ke arah maria yang masih diam saja
"bibi kenapa masih berdiri,,ayo duduklah"
seru divya
"ah iya iya,,"
maria pun mendudukan tubuh nya dikursi samping divya
meja makan dirumah lavy berbentuk bundar
jadi hanya ada tiga kursi saja
selang tak lama lavy muncul dengan pakaian yang sudah rapi
tentu saja pakaian khas nya sebagai pengawal
membuat divya terkejut
"lavy,,kamu membawa pakaian kerja mu,,"
tanya divya tak percaya
"iya nona,,''
jawab lavy santai
divya tak menyahut lagi
ia sudah malas jika harus berdebat kecil seperti kemarin
ketiga nya sarapan dengan hikmat
maria merasakan sedap nya masakan divya
ia sampai nampak menikmati sekali
"masakan mu sedap sekali neng divya,,sungguh,,"
__ADS_1
puji maria membuat divya senyum senang
lavy juga ikut merasakan bagaimana enak nya tumis kangkung buatan divya
"benar nona,,tumis kangkung buatan mu sangat enak"
lavy juga ikut menimbrung soal masakan
nona nya itu
entah kenapa saat lavy yang memuji nya
membuat rona merah menyembur dari kedua pipi divya
divya hanya mengangguk tersipu
mereka lanjut dengan sarapan nya
selesai sarapan maria memaksa bahwa ia yang akan membereskan dan mencuci piring piring kotor nya
divya tak bisa berkutik lagi
lavy melangkah mendekati nya
meski masih berjarak
"nona ayo kamu bilang,,kamu akan kerumah sepupu mu,,"
ujar nya
"bukan nya aku sudah mengirim pesan padamu,,kalau aku pergi nya masih siang lavy,,"
ucap nya
mengingat ia sudah mengirim pesan pada lavy bahwa pergi nya siang
lavy terdiam sejenak
mengingat ingat
"ah iya,,aku lupa maaf nona,,aku benar benar lupa"
ucap lavy dengan tersenyum kikuk
lantaran ia lupa
divya hanya menggeleng pelan
"ehm kalau begitu aku bisa ke rumah sakit dulu kan nona,,nanti siang aku akan mengantarmu kerumah sepupu mu,,"
mendengar kata rumah sakit
membuat divya mematung
wajah nya nampak datar
"nonaa"
"ah iya terserah mu saja lavy,,jika merepotkan mu aku bisa naik taksi saja,,atau aku akan minta sepupu ku untuk menjemputku kemari"
tutur divya
"tidak merepotkan nona,,itu memang sudah tugasku,,tidak apa aku akan pulang saat adzan duhur nanti,,atau nona menelfon ku saja jika sudah akan pergi,,"
tutur lavy panjang lebar
divya hanya menatap nya saja
"kamu akan kerumah sakit lav,,"
tanya maria
selesai ia beres beres
"ia bibi"
sebenar nya aku ingin melihat kondisi tuan umar tapi kasihan jika neng divya harus sendirian dirumah yang bukan rumah nya
jika neng divya ikut bagaimana kalau maya melihat nya
pasti akan timbul salah faham
lavy dan divya menatap aneh pada maria yang bengong
"bibi"
seru lavy
membuat maria terjingkat
"bibi kenapa bengong saja"
tanya lavy heran
"ah tidak,bibi tidak apa,,kalau begitu pergilah,,sampaikan salam bibi untuk maya,,"
jadi kekasih lavy bernama maya
kenapa nama nya seperti tidak asing ya
"baiklah aku tinggal dulu,,nona aku pergi dulu,,telefon aku jika nona sudah bersiap pergi"
divya hanya mengangguk sekilas
lavy pun berlalu
dan pergi ke rumah sakit
meninggalkan maria dan divya dirumah
sebenar nya lavy merasa tidak enak lantaran harus meninggalkan divya terus
tapi mau bagaimana lagi
tuan ryan yang memaksa nya untuk mengajak nona nya itu ke jakarta
drt drt
ponsel divya bergetar
saat ini ia dan maria sedang menonton tv
didalam kamar maria
maria mengajak nya kekamar nya untuk menonton tv bersama
karna dirumah ini tv nya hanya ada didalam kamar maria dan lavy saja
divya menerima panggilan yang dari
mama nya nyonya vira
"halo assalamualaikum mah,,"
sapa divya
maria melirik sekilas
"alhamdulillah divya baik mah,,"
"divya lagi dirumah lavy sama bibi maria"
"ehm iya lavy dirumah kok,,kemarin dia udah jengukin papa pacar nya,,dan divya ikut juga"
divya terpaksa berbohong karna tak ingin mama maupun papa nya marah
maria tercengang mendengar penuturan divya yang berbohong
"iya mah,,udah ya mah divya lagi nonton tv sama bibi maria,,salam buat papa dan dila ya mah"
"assalamualaikum"
divya mengakhiri perbincangan nya dengan mama nya lalu meletakan ponsel nya disamping nya
maria masih betah menatap nya
membuat divya heran kenapa maria
menatap nya begitu
'' bibi kenapa,,kenapa menatapku begitu"
tanya divya heran
"kenapa kamu berbohong dengan nyonya vira neng,,"
divya diam sejenak
bingung harus menjawab apa
maria merasa tak sabar kenapa divya malah diam saja
"neng divya"
seru maria
"ehm maafkan aku bibi,,aku berbohong karna tidak ingin mama memarahi lavy,,karna saat dimalang mama berpesan agar aku juga ikut kemana lavy pergi"
maria masih mendengar kan
"tapi nyata nya kemarin lavy sudah mengajakku,,hanya saja aku menolak nya bi"
cerita divya
"kapan lavy mengajak mu neng"
tanya maria penasaran
karna setau nya ia tak lihat lavy mengajak divya untuk ikut lavy kerumah sakit
"lavy mengirim pesan padaku bibi malam hari nya,,setelah kita berbincang bincang semalam"
maria hanya manggut manggut
kenapa divya sampai sebegitu nya
__ADS_1
pada lavy
ia sampai harus berbohong pada mama nya
agar lavy tidak kena marah oleh papa dan mama nya
apaa...
maria menatap lekat divya
membuat divya menjadi salah tingkah
"kenapa bibi,,,apa ada yang salah dengan perkataan ku"
"ah tidak,,tidak apa apa,,ayo kita nonton tv lagi"
menjelang siang
divya dan maria menunaikan shalat dzuhur dikamar masing masing
selesai shalat divya bersiap
ponsel nya berdering
di lihat nya akash memanggil
ia menekan tombol hijau
"halo assalamualaikum kak shi"
''iya aku sedang siap siap,,sebentar lagi aku jalan kak''
''tidak perlu kak,,aku diantar oleh pengawalku''
''iya kak,,sungguh tidak perlu''
''baik aku tutup telefon nya,,''
divya selesai dengan berias nya
lalu keluar dari dalam kamar
namun sampai diruang tengah
belum ada tanda tanda lavy datang
divya duduk disofa sembari memainkan ponsel berbalas pesan dengan shi
hingga pukul setengah satu lavy belum datang juga
maria menghampiri divya
"ayo divya kita makan siang dulu,,bibi sudah siapkan,,''
ajak maria
''ehm iya bibi,,''
sebenarnya divya malas makan siang
namun ia segan mengatakan pada maria
ia kecewa pada lavy
kata nya akan mengantar nya tapi sampai sekarang saja tak datang datang
''apa kamu sudah menelfon lavy neng divya,,''
tanya maria di sela sela makan siang mereka berdua
mendengar pertanyaan maria membuat divya ingat
kalau jika ia sudah siap lavy meminta nya agar menelfon nya
astaga divya lupa
''ah iya bibi aku lupa jika lavy berpesan untuk menelfon nya jika aku sudah siap,,''
ujar divya dengan wajah malu nya
maria menggeleng gelengkan kepala nya dan tersenyum simpul
divya segera menelfon lavy
''halo lavy,,aku sudah siap apa kamu bisa pulang sekarang''
ucap divya
''iya aku tunggu,,''
divya mematikan sambungan nya
dan melirik maria dengan wajah merah nya
di rumah sakit
lavy terpaksa berpamitan pada maya lantaran ia harus mengantarkan divya
''may aku pulang sebentar ya,,''
pamit lavy dengan raut muka tak enak nya
maya pun sama menatap nya dengan tak rela
''kamu mau ngapain sih lav dirumah,,kamu kan sendirian dirumah,,kenapa ga nemeni aku aja disini''
sunggut maya sedikit kesal
lavy gelagapan menjawab nya
''ehmm aku,,,''
maya mencakup rahang lavy menatap nya dengan sendu
''pleas temeni aku sampai sore aja,,abis itu kamu bisa pulang buat istirahat,,''
ujar. nya sembari mengusap usap rahang lavy dengan ibu jari nya
lavy terhenyak
ia dalam dilema sekarang
''aku mohon lav,,''
pinta nya dengan wajah memelas
kedua mata nya sudah berkaca kaca
sebentar lagi pasti akan turun air bening itu dari kedua mata nya
lavy tak sanggup
ia memeluk erat tubuh maya
mendekap nya dalam dada bidang nya
jujur lavy sendiri galau
ia tidak tega meninggalkan maya dalam kondisi seperti ini
tapi bagaimana dengan atasan nya nona divya
''kamu mau kan lav,,nemeni aku sampai sore,,''
tanya maya sembari mendongakan wajah nya
menatap kedua mata teduh milik lavy
lavy pun mengangguk pasrah
ia mengecup lembut kening maya
semakin mengeratkan dekapan nya
pada akhir nya lavy meminta maaf sedalam dalam nya pada divya bahwa ia tak bisa mengantar nya lantaran ia menjaga papa nya maya sedang maya dan mama nya harus pulang
lavy terpaksa berbohong pada divya
entah kenapa juga ia harus berkata bohong pada divya
dan divya sendiri sedikit kecewa dengan lavy
entah lah rasa nya sangat menyakitkan
divya berusaha menampik rasa itu
ia bergegas membalas pesan dari sepupu nya untuk menjemput nya
karna sepupu nya sudah memaksa akan menjemput nya namun divya masih menunggu lavy tadi
''divya kamu mau kemana,,apa lavy sudah datang,,''
tanya maria melihat divya bangkit dari sofa
''ehm iya bibi lavy menunggu diluar,,aku pamit dulu ya bibi,,''
divya membungkukan kepala nya sedikit lalu berlalu meninggalkan maria yang menatap nya heran
kenapa lavy tidak masuk dulu
batin maria
namun maria enggan memikirkan nya lebih baik ia tidur siang saja
hai aku sudah up ya
makin seru ga sih cerita nya
bikin penasaran ga
jawab di komen dong
jangan lupa like sama vote nya ya
😊❤️🥰
__ADS_1