Bodyguard Ganteng Itu Suamiku

Bodyguard Ganteng Itu Suamiku
75


__ADS_3

ke esokan hari nya


maria bangun kesiangan lantaran ia kelelahan sehabis dari malang jadi ia tertidur sangat pulas hingga sehabis shalat subuh tadi maria tidur kembali dan kini ia kesiangan


mari langsung bangun dan keluar dari kamar untuk menyiapkan sarapan


namun saat baru sampai ruang tengah ia mencium aroma sedap dari arah dapur


maria heran siapa gerangan yang sedang didapur ia pun melangkah ke dapur dan melihat seseorang sedang sibuk di meja dapur


seseorang berpakaian rapi dan mengenakan pashmina nya membelakangi nya


apa dia neng divya


batin maria


''ehm neng divya,,''


sapa maria dengan suara pelan


divya menolehkan tubuh nya


ia tersenyum


''selamat pagi bibi,,''


sapa divya tersenyum lembut


sembari melanjutkan aktifitas nya


''neng divya sedang apa,,''


tanya maria penasaran


sembari menengok apa yang divya kerjakan


''aku sedang membuatkan jus untuk menemani kita sarapan bibi,,tadi aku juga sudah memasak,,semoga bibi dan lavy menyukai masakan ku,,''


cerita divya panjang lebar


maria sampai melongo dibuat nya


neng divya memasak


dia yang tamu disini tapi dia yang justru memasak untuk ku dan lavy


''ya ampun neng divya,,kenapa justru kamu yang memasak,,dan kamu belanja dengan siapa,,''


''hemm aku belanja lewat aplikasi online bibi,,tadi alamat nya aku bertanya pada tetangga didekat sini,,''


jelas divya membuat maria semakin tak bisa berpikir lagi


''kenapa harus kamu yang memasak neng,,maafkan bibi,,karna bibi terlambat bangun,,''


sesal maria dengan wajah tak enak nya


divya hanya menggeleng dengan senyuman yang tak pernah pudar


''bibi tidak perlu merasa sungkan begini,,aku tahu bibi pasti sangat lelah setelah baru datang kemarin,,''


ucap divya dengan memegang bahu maria


maria hanya tersenyum paksa


''lebih baik bibi bersihkan diri dulu,,setelah nya kita sarapan bersama,,''


kata divya


maria semakin merasa tak enak


''bibi jadi tidak enak padamu neng,,''


''tidak apa apa bibi,,''


rupa nya perbincangan maria dengan divya tadi mencuri perhatian lavy yang akan ke dapur karna mencium bau sedap


dan ia jadi memandang dua wanita


yang sedang berbincang itu


lavy juga terpaku mendengar bahwa divya memasak untuk nya dan juga maria


maria hendak masuk kekamar nya


namun terhenti saat melihat lavy mematung diruang tengah sedang memandang mereka


''lavy,,''


seru maria sembari mendekat ke arah nya


divya ikut mengalihkan pandangan nya pada pengawal nya itu


''kau sudah bangun,,''


tanya maria


''iya bi,,''


''kamu tahu pagi ini neng divya yang memasak untuk kita lav,,bibi benar benar jadi tidak enak dengan nya,,"


cerita maria pada lavy


padahal lavy sudah mendengar semua nya


divya yang sedang dibicarakan hanya menundukan wajah nya


"nona,,seharus nya kamu tidak perlu repot repot memasak,,ada bibi maria yang biasa memasak,,''


tutur lavy


"tidak apa lav,,lagipula bibi maria pasti kelelahan karna baru datang dari malang kemarin,,"


jawab divya santai


"tapi seharus nya kami yang melayani mu nona,,bukan sebalik nya,,"


"sudah tidak apa apa,,lebih baik kalian mandi dulu,,aku akan menyiapkan sarapan,,"


perintah nya sembari mengulas senyum


membuat lavy tak bisa memalingkan wajah nya


setelah selesai mandi


maria bercermin dan memoles sedikit wajah nya


lalu berdiri sejenak sembari memikirkan sesuatu


kenapa neng divya bisa segesit itu urusan dapur


bukan kah dia adalah seorang majikan


apalagi sampai memasak


apa ia ingin menarik perhatian lavy saja


maria merutuki isi fikiran nya sendiri yang melantur


lalu segera keluar dari kamar


sesampai nya diruang makan


ia kembali dibuat terpaku karna. divya sudah menyajikan beberapa masakan


maria benar benar merasa tak berguna sebagai tuan rumah


"bibi sudah mandi,,"


suara divya membuyarkan keterpakuan nya yang tadi asik menamati berbagai masakan divya


"eh iya neng,,bibi sudah selesai mandi,,"


"ayo duduk bi,,kita menunggu lavy dulu,,"


ujar nya sembari mendudukan tubuh nya dikursi


ia menoleh ke arah maria yang masih diam saja


"bibi kenapa masih berdiri,,ayo duduklah"


seru divya


"ah iya iya,,"


maria pun mendudukan tubuh nya dikursi samping divya


meja makan dirumah lavy berbentuk bundar


jadi hanya ada tiga kursi saja


selang tak lama lavy muncul dengan pakaian yang sudah rapi


tentu saja pakaian khas nya sebagai pengawal


membuat divya terkejut


"lavy,,kamu membawa pakaian kerja mu,,"


tanya divya tak percaya


"iya nona,,''


jawab lavy santai


divya tak menyahut lagi


ia sudah malas jika harus berdebat kecil seperti kemarin


ketiga nya sarapan dengan hikmat


maria merasakan sedap nya masakan divya


ia sampai nampak menikmati sekali


"masakan mu sedap sekali neng divya,,sungguh,,"

__ADS_1


puji maria membuat divya senyum senang


lavy juga ikut merasakan bagaimana enak nya tumis kangkung buatan divya


"benar nona,,tumis kangkung buatan mu sangat enak"


lavy juga ikut menimbrung soal masakan


nona nya itu


entah kenapa saat lavy yang memuji nya


membuat rona merah menyembur dari kedua pipi divya


divya hanya mengangguk tersipu


mereka lanjut dengan sarapan nya


selesai sarapan maria memaksa bahwa ia yang akan membereskan dan mencuci piring piring kotor nya


divya tak bisa berkutik lagi


lavy melangkah mendekati nya


meski masih berjarak


"nona ayo kamu bilang,,kamu akan kerumah sepupu mu,,"


ujar nya


"bukan nya aku sudah mengirim pesan padamu,,kalau aku pergi nya masih siang lavy,,"


ucap nya


mengingat ia sudah mengirim pesan pada lavy bahwa pergi nya siang


lavy terdiam sejenak


mengingat ingat


"ah iya,,aku lupa maaf nona,,aku benar benar lupa"


ucap lavy dengan tersenyum kikuk


lantaran ia lupa


divya hanya menggeleng pelan


"ehm kalau begitu aku bisa ke rumah sakit dulu kan nona,,nanti siang aku akan mengantarmu kerumah sepupu mu,,"


mendengar kata rumah sakit


membuat divya mematung


wajah nya nampak datar


"nonaa"


"ah iya terserah mu saja lavy,,jika merepotkan mu aku bisa naik taksi saja,,atau aku akan minta sepupu ku untuk menjemputku kemari"


tutur divya


"tidak merepotkan nona,,itu memang sudah tugasku,,tidak apa aku akan pulang saat adzan duhur nanti,,atau nona menelfon ku saja jika sudah akan pergi,,"


tutur lavy panjang lebar


divya hanya menatap nya saja


"kamu akan kerumah sakit lav,,"


tanya maria


selesai ia beres beres


"ia bibi"


sebenar nya aku ingin melihat kondisi tuan umar tapi kasihan jika neng divya harus sendirian dirumah yang bukan rumah nya


jika neng divya ikut bagaimana kalau maya melihat nya


pasti akan timbul salah faham


lavy dan divya menatap aneh pada maria yang bengong


"bibi"


seru lavy


membuat maria terjingkat


"bibi kenapa bengong saja"


tanya lavy heran


"ah tidak,bibi tidak apa,,kalau begitu pergilah,,sampaikan salam bibi untuk maya,,"


jadi kekasih lavy bernama maya


kenapa nama nya seperti tidak asing ya


"baiklah aku tinggal dulu,,nona aku pergi dulu,,telefon aku jika nona sudah bersiap pergi"


divya hanya mengangguk sekilas


lavy pun berlalu


dan pergi ke rumah sakit


meninggalkan maria dan divya dirumah


sebenar nya lavy merasa tidak enak lantaran harus meninggalkan divya terus


tapi mau bagaimana lagi


tuan ryan yang memaksa nya untuk mengajak nona nya itu ke jakarta


drt drt


ponsel divya bergetar


saat ini ia dan maria sedang menonton tv


didalam kamar maria


maria mengajak nya kekamar nya untuk menonton tv bersama


karna dirumah ini tv nya hanya ada didalam kamar maria dan lavy saja


divya menerima panggilan yang dari


mama nya nyonya vira


"halo assalamualaikum mah,,"


sapa divya


maria melirik sekilas


"alhamdulillah divya baik mah,,"


"divya lagi dirumah lavy sama bibi maria"


"ehm iya lavy dirumah kok,,kemarin dia udah jengukin papa pacar nya,,dan divya ikut juga"


divya terpaksa berbohong karna tak ingin mama maupun papa nya marah


maria tercengang mendengar penuturan divya yang berbohong


"iya mah,,udah ya mah divya lagi nonton tv sama bibi maria,,salam buat papa dan dila ya mah"


"assalamualaikum"


divya mengakhiri perbincangan nya dengan mama nya lalu meletakan ponsel nya disamping nya


maria masih betah menatap nya


membuat divya heran kenapa maria


menatap nya begitu


'' bibi kenapa,,kenapa menatapku begitu"


tanya divya heran


"kenapa kamu berbohong dengan nyonya vira neng,,"


divya diam sejenak


bingung harus menjawab apa


maria merasa tak sabar kenapa divya malah diam saja


"neng divya"


seru maria


"ehm maafkan aku bibi,,aku berbohong karna tidak ingin mama memarahi lavy,,karna saat dimalang mama berpesan agar aku juga ikut kemana lavy pergi"


maria masih mendengar kan


"tapi nyata nya kemarin lavy sudah mengajakku,,hanya saja aku menolak nya bi"


cerita divya


"kapan lavy mengajak mu neng"


tanya maria penasaran


karna setau nya ia tak lihat lavy mengajak divya untuk ikut lavy kerumah sakit


"lavy mengirim pesan padaku bibi malam hari nya,,setelah kita berbincang bincang semalam"


maria hanya manggut manggut


kenapa divya sampai sebegitu nya

__ADS_1


pada lavy


ia sampai harus berbohong pada mama nya


agar lavy tidak kena marah oleh papa dan mama nya


apaa...


maria menatap lekat divya


membuat divya menjadi salah tingkah


"kenapa bibi,,,apa ada yang salah dengan perkataan ku"


"ah tidak,,tidak apa apa,,ayo kita nonton tv lagi"


menjelang siang


divya dan maria menunaikan shalat dzuhur dikamar masing masing


selesai shalat divya bersiap


ponsel nya berdering


di lihat nya akash memanggil


ia menekan tombol hijau


"halo assalamualaikum kak shi"


''iya aku sedang siap siap,,sebentar lagi aku jalan kak''


''tidak perlu kak,,aku diantar oleh pengawalku''


''iya kak,,sungguh tidak perlu''


''baik aku tutup telefon nya,,''


divya selesai dengan berias nya


lalu keluar dari dalam kamar


namun sampai diruang tengah


belum ada tanda tanda lavy datang


divya duduk disofa sembari memainkan ponsel berbalas pesan dengan shi


hingga pukul setengah satu lavy belum datang juga


maria menghampiri divya


"ayo divya kita makan siang dulu,,bibi sudah siapkan,,''


ajak maria


''ehm iya bibi,,''


sebenarnya divya malas makan siang


namun ia segan mengatakan pada maria


ia kecewa pada lavy


kata nya akan mengantar nya tapi sampai sekarang saja tak datang datang


''apa kamu sudah menelfon lavy neng divya,,''


tanya maria di sela sela makan siang mereka berdua


mendengar pertanyaan maria membuat divya ingat


kalau jika ia sudah siap lavy meminta nya agar menelfon nya


astaga divya lupa


''ah iya bibi aku lupa jika lavy berpesan untuk menelfon nya jika aku sudah siap,,''


ujar divya dengan wajah malu nya


maria menggeleng gelengkan kepala nya dan tersenyum simpul


divya segera menelfon lavy


''halo lavy,,aku sudah siap apa kamu bisa pulang sekarang''


ucap divya


''iya aku tunggu,,''


divya mematikan sambungan nya


dan melirik maria dengan wajah merah nya


di rumah sakit


lavy terpaksa berpamitan pada maya lantaran ia harus mengantarkan divya


''may aku pulang sebentar ya,,''


pamit lavy dengan raut muka tak enak nya


maya pun sama menatap nya dengan tak rela


''kamu mau ngapain sih lav dirumah,,kamu kan sendirian dirumah,,kenapa ga nemeni aku aja disini''


sunggut maya sedikit kesal


lavy gelagapan menjawab nya


''ehmm aku,,,''


maya mencakup rahang lavy menatap nya dengan sendu


''pleas temeni aku sampai sore aja,,abis itu kamu bisa pulang buat istirahat,,''


ujar. nya sembari mengusap usap rahang lavy dengan ibu jari nya


lavy terhenyak


ia dalam dilema sekarang


''aku mohon lav,,''


pinta nya dengan wajah memelas


kedua mata nya sudah berkaca kaca


sebentar lagi pasti akan turun air bening itu dari kedua mata nya


lavy tak sanggup


ia memeluk erat tubuh maya


mendekap nya dalam dada bidang nya


jujur lavy sendiri galau


ia tidak tega meninggalkan maya dalam kondisi seperti ini


tapi bagaimana dengan atasan nya nona divya


''kamu mau kan lav,,nemeni aku sampai sore,,''


tanya maya sembari mendongakan wajah nya


menatap kedua mata teduh milik lavy


lavy pun mengangguk pasrah


ia mengecup lembut kening maya


semakin mengeratkan dekapan nya


pada akhir nya lavy meminta maaf sedalam dalam nya pada divya bahwa ia tak bisa mengantar nya lantaran ia menjaga papa nya maya sedang maya dan mama nya harus pulang


lavy terpaksa berbohong pada divya


entah kenapa juga ia harus berkata bohong pada divya


dan divya sendiri sedikit kecewa dengan lavy


entah lah rasa nya sangat menyakitkan


divya berusaha menampik rasa itu


ia bergegas membalas pesan dari sepupu nya untuk menjemput nya


karna sepupu nya sudah memaksa akan menjemput nya namun divya masih menunggu lavy tadi


''divya kamu mau kemana,,apa lavy sudah datang,,''


tanya maria melihat divya bangkit dari sofa


''ehm iya bibi lavy menunggu diluar,,aku pamit dulu ya bibi,,''


divya membungkukan kepala nya sedikit lalu berlalu meninggalkan maria yang menatap nya heran


kenapa lavy tidak masuk dulu


batin maria


namun maria enggan memikirkan nya lebih baik ia tidur siang saja


hai aku sudah up ya


makin seru ga sih cerita nya


bikin penasaran ga


jawab di komen dong


jangan lupa like sama vote nya ya


😊❤️🥰

__ADS_1


__ADS_2