Bodyguard Ganteng Itu Suamiku

Bodyguard Ganteng Itu Suamiku
73


__ADS_3

beberapa jam kemudian


seorang pramugari memberitakan


bahwa pesawat akan segera mendarat di bandara malang


pramugari itu berpesan agar para penumpang bersiap siap dan mengingatkan barang barang mereka agar tak tertinggal


lavy terbangun dari tidur nya


ia menengok seberang nya


maria dan divya masih terlelap


ia segera membangunkan dua wanita itu


''bibi,,bi bangun bi kita sudah mendarat,,''


lavy menguncang bahu maria pelan


ia melirik divya yang terlelap dengan wajah tenang nya


membuat lavy sejenak terpaku


namun ia segera menggelengkan kepala nya


maria terbangun


ia membangunkan divya disamping nya


karna tidak mungkin lavy yang menyentuh nya


mereka berjalan keluar untuk mencari taksi


ketiga nya sudah berada didalam taksi


lavy berniat akan kerumah nya lebih dulu


untuk menurunkan divya dan bibi nya


ia akan kerumah sakit mengunakan motor nya saja


''kita akan kemana bibi,,''


tanya divya membelah keheningan


lavy melihat nya dari spion atas


''entah lah,,lavy kita akan kemana dulu,,''


''kita akan kerumah saja bibi,,agar bibi dan nona divya bisa istirahat,,''


jawab lavy


divya mengatupkan bibir nya


ia ingin dirumah bibi nya saja tapi segan mengatakan pada lavy dan maria


beberapa menit kemudian


taksi berhenti tepat didepan rumah sederhana milik lavy dan maria


lavy turun dari mobil dan membukakan pintu belakang


ia dan divya bertatapan


lavy segera melangkah ke bagasi dan mengambil tas tas mereka


divya memandang rumah sederhana itu


dengan seksama


maria mendekat dan memegang pundak nya


''ayo nona masuk lah,,''


ajak maria


divya mengangguk singkat


lavy membuka kunci rumah nya


dan terbuka lah rumah yang sudah satu bulan lebih ia tinggali


tak menyangka ia akan pulang kemari lagi lantaran tuan umar kecelakaan


jika saja tuan umar tak mengalami koma mungkin ia juga tak akan datang ke jakarta lagi


kedua mata divya menyusuri isi dalam rumah itu


benar benar nampak sederhana


lavy menatap nya


''ehm nona divya,,,''


panggil lavy


divya menoleh


''iya,,''


''beginilah rumah saya dan bibi maria,,saya harap nona bisa nyaman beberapa hari disini,,''


ucap lavy


sedang maria sudah menuju ke kamar nya


meletakan barang barang nya


''tidak apa apa lavy,,aku pasti nyaman disini karna suasana nya menenangkan,,''


jawab divya sembari kembali memutari rumah itu dengan kedua mata nya


lavy tertegun mendengar jawaban nona nya itu


''aku akan menunjukan satu kamar lagi nona untuk mu,,ayo ikut aku,,''


ajak lavy


mereka sudah terbiasa menyebut diri mereka dengan aku


hanya kadang kadang lavy masih kagok saja


divya mengekori lavy menunjukan kamar untuk nya


lavy menunjukan kamar yang memang untuk tamu


yang dulu juga dipakai oleh maya


divya sudah memasuki kamar itu


kamar nya nampak nyaman dengan ranjang yang lumayan besar


meski tak sebesar ranjang yang ada dirumah nya


dan ada lemari berukuran sedang


''ini kamar nona,,semoga nona suka,,''


''terima kasih lavy,,kamar nya nampak nyaman,,''


divya meletakan tas jinjing dan tas lengan nya di ranjang


ia duduk di tepi ranjang


lavy tersenyum tipis


''kalau begitu aku tinggal dulu nona,,aku akan ke kamar ku sebentar,,''


pamit lavy


divya hanya mengangguk


lavy meninggalkan divya didalam kamar nya


maria keluar dari kamar nya


setelah meletakan barang barang nya dan merebahkan tubuh nya sebentar


ia celingak celinguk

__ADS_1


karna ruang tengah dan ruang tamu yang menjadi satu itu nampak sunyi


kemana lavy dan divya


maria menilik kamar tamu yang nampak terbuka


ia melangkah mendekati kamar itu


dan melihat divya sedang menghadap jendela sembari menelfon


ia menelfon siapa


ah maria tak ingin kepo


mungkin mengabari nyonya vira bahwa sudah sampai dijakarta


maria mengetuk pelan pintu kamar itu


membuat divya sedikit kaget dan menghentikan obrolan nya di telefon


''ada apa bibi,,''


tanya divya sembari melangkah ke luar pintu


''tidak apa,,maaf sudah menganggu telefon mu,,''


jawab maria sungkan


''ah tidak bibi,,ada apa bibi,,''


''tidak,,semoga kamu nyaman dikamar ini nona,,''


ucap maria menatap lekat wajah divya


''iya bibi,,aku sangat nyaman terima kasih,,''


ucap divya tersenyum manis


''baik,,istirahat lah,,''


''iya bibi,,''


maria berlalu meninggalkan divya


divya menutup pintu kamar nya


jeda sebentar lavy turun dari atas kamar nya


berpakaian rapi lalu menghampiri kamar maria


mengetuk beberapa kali


''ada apa lavy,,apa kau akan ke rumah sakit sekarang,,''


tanya maria menelisik penampilan lavy


''iya bibi,,aku ingin segera melihat keadaan tuan umar,,apa bibi tidak apa aku tinggal sebentar,,''


''tidak apa lavy,,ada baik nya kau segera kesana,,maya pasti membutuhkan mu,,''


tutur maria


''ooya bibi,,ini,,pesan lah makanan untuk bibi dan juga nona divya,,''


lavy memberikan beberapa uang seratusan


untuk makan maria dan juga nona nya


''untuk apa lavy,,bibi masih ada uang sendiri,,''


tolak maria


namun lavy memaksa nya


''sudahlah bibi gunakan saja uang itu,,kita harus membelikan makanan yang enak untuk nona divya,,''


''aku pamit ya bi,,jaga diri bibi baik baik dan juga nona divya,,aku usahakan hanya sebentar,,''


''tenanglah lavy,,tidak perlu khawatir begitu,,pergilah''


lavy mengangguk


lalu berlalu


yang tertutup


lalu melangkah kan kaki nya keluar


maria menggeleng kan kepala nya


dan melihat uang yang tadi diberi oleh lavy


banyak sekali


dari mana lavy mendapatkan uang sebanyak ini


lavy sudah sampai dirumah sakit yang dikirimi maya lewat pesan


ia mengunakan motor kesayangan nya


masuk kedalam rumah sakit dan langsung menuju resepsionis


lavy menanyakan dimana ruang icu


pada penjaga informasi


setelah mendapat info nya lavy berjalan cepat menuju ruang icu dimana tuan umar sedang koma


dari jauh ia sudah melihat maya kekasih nya berada diluar


lavy yakin maya sedang menunggu nya


mendengar derap langkah membuat maya menengok langkah kaki itu


melihat siapa yang datang membuat kedua mata nya berbinar senang bercampur terharu


maya bangkit dari kursi nya lalu berhambur memeluk erat tubuh kekar yang sudah di nanti nantikan oleh nya beberapa hari ini


lavy membalas pelukan erat maya


dan mengusap usap punggung bergetar itu


maya menumpahkan tangisan nya didekapan lavy


lavy terus menenangkan kekasih nya itu


''hikz hikz hikz,,,''


maya menangis tersedu sedu


hingga pakaian yang dikenakan lavy basah dengan air mata maya


''sstt tenang lah may,,aku sudah disini,,''


ucap lavy mengelus rambut maya dengan sayang


maya melepas pelukan nya


lalu bertatapan dengan lavy


kedua mata maya sangat sembab dan bengkak


lavy sungguh tak tega


ia mengusap cepat air mata pujaan hati nya itu


dan merapikan beberapa helaian rambut maya yang diwajah nya


lavy mencium kening maya lamaa


dan memejamkan mata nya


maya masih terisak meski tak sekeras tadi


lavy mencakup wajah maya


kedua nya berpandangan lekat


ia menempelkan kening mereka


''tenang ya,,semua akan baik baik aja,,''

__ADS_1


bisik lavy


lavy mengajak maya untuk duduk dikursi tunggu


ia ingin tahu apa penyebab tuan umar kecelakaan


maya menceritakan kronologi kecelakaan papa nya dengan berurai air mata


dan tatapan sendu nya


lavy selalu menenangkan nya dengan mengusap usap rambut maya


''kamu yang kuat ya,,,kalo kamu nangis terus gini,,yang ada akan buat papa kamu sedih may,,kamu harus tangguh dan beri semangat untuk papa kamu,,''


nasehat lavy lembut


maya mendengar nya dengan seksama


''kamu juga harus tabah,,mama kamu sedih dan kamu juga sedih siapa yang akan menguatkan mama kamu,,''


maya menatap lavy


lavy memberi senyum tulus nya


maya berhambur memeluk lavy


''makasih ya lav,,kamu udah mau datang kesini,,aku bener bener ga tau lagi,,kalo ga ada kamu,,kamu penyemangatku,,''


kata maya dengan suara serak nya


''iya may,,sama sama,,kamu harus tetep semangat dan kuat ya,,''


''jangan lupa juga doain papa kamu,,''


lavy mengecup pucuk kepala maya


''iya sayang,,,''


kedua nya nampak terdiam


dengan masih berpelukan


maya mendongakan wajah nya


menatap manik mata pria yang dicintai nya itu


terpancar kerinduan yang sangat dari mata cantik itu


''aku kangen sama kamu lav,,''


ucap maya dengan suara parau nya


lavy terdiam


''aku juga kangen sama kamu may,,''


menjelang sore


maya mengajak lavy untuk melihat papa nya


kedua nya berjalan bergandengan menuju ruang icu


maya membuka kamar itu dan meminta lavy untuk masuk


karna hanya di ijinkan dua orang saja yang melihat


''masuklah lav,,''


pinta maya


lavy mengangguk lalu mengusap pipi maya


sampai dikamar icu


lavy nampak mama nya maya nyonya salmah yang duduk di samping brankar tuan umar


dengan tatapan terpuruk nya


lavy mencoba mendekat


ia memegang bahu salmah


membuat salmah menolehkan kepala nya kebelakang


''lavy,,,''


lirih nyonya salmah


salmah akan berdiri namun segera dilarang oleh lavy


''tante duduk aja,,saya cuma ingin melihat keadaan tuan umar,,''


salmah menurut


lavy memandang lekat wajah papa dari gadis yang dia cintai tertidur lelap dengan wajah pucat pasi nya


tanpa ada pergerakan


salmah menjadi terisak lagi dengan kedatangan lavy


ia menatap lavy


memegang tangan nya


''makasih kamu udah bersedia datang ke sini lavy,,''


ucap salmah dengan suara berbisik


lavy mengangguk sekilas


''saya minta tolong sama kamu lavy,,''


''minta tolong apa tante,,''


tanya lavy dengan raut muka penasaran nya


''tolong titip maya,,beberapa hari ini dia mogok makan,,kamu bujuk dia ya supaya mau makan,,''


pinta salmah dengan terdengar putus asa


lavy terdiam sejenak


''lavyy,,''


''eh ii iya tante,,saya akan coba bujuk maya nanti,,saya keluar dulu,,''


lavy pamit keluar setelah cukup menengok kondisi tuan umar


ia menyalami tangan salmah


lalu keluar dari ruangan icu


saat keluar dari ruangan icu


pemandangan pertama yang ia lihat adalah wajah maya yang berurai dengan air mata


lavy memahami perasaan gadis nya itu


ia mendekati maya


membungkukan tubuh nya lalu mengapus air mata nya


maya memeluk pinggang lavy


''udah may,,jangan nangis terus ya,,kita sholat dulu yukk,,''


ajakan lavy membuat maya mendongakan wajah nya


lavy tersenyum


lalu maya mengangguk


kedua nya berjalan menuju mushala rumah sakit dengan tangan saling menggegam


maaf kalo cerita nya terkesan garing atau gitu gitu aja


aku emang belum bisa sih nulis yang bikin greget gitu atau nangis nangis bombay


jadi nikmati saja ya alur nya


kayak cerita cerita biasa aja sih

__ADS_1


but like dan komen nya tetep aku tunggu


😊🥰♥️


__ADS_2