Bodyguard Ganteng Itu Suamiku

Bodyguard Ganteng Itu Suamiku
59


__ADS_3

''vira sayang,,,''


seru seseorang dari luar kamar membuat seisi dalam kamar menoleh bersamaan namun yang memanggil tak nampak


mungkin orang itu berada diluar kamar agak jauh jadi tak nampak tubuh nya


''urusan saya belum selesai sama kalian,,''


ujar wanita itu dengan menatap mereka giliran,,,lalu berjalan keluar dari kamar itu


andin bernafas lega melihat majikan nya itu sudah keluar


maria telah selesai dengan makan nya lalu lavy membantu nya meletakan di nakas samping ranjang


maria menarik nafas dalam dalam


kedua mata nya menyusuri kamar itu


lalu menoleh ke arah lavy


''kita dimana lav,,,dan siapa mereka,,''


pertanyaan itu keluar juga dari dalam mulut maria


sembari menatap toni dan andin bergantian


tak lama lady sudah kembali masuk kedalam kamar dengan membawa nampan berisi makanan untuk lavy


''ini mas,,,saya udah bawakan makanan untuk mas,,,.'


ucap lady tersenyum manis,,dan sok akrab


toni dan andin saling berpandangan heran


maria memandang lady dengan tatapan aneh


lavy hanya mengangguk tanpa reaksi berlebih


''taruk aja disitu,,''


sahut lavy singkat


lady mengerucutkan bibir nya


meletakan nampan itu di meja samping ranjang lalu mengambil sisa makan milik maria tadi


maria menghela nafas


''lavy jelaskan siapa mereka,,dan kita dimana,,,''


tanya maria dengan sedikit kesal


''ehm merekaa,,,''


''siapaa,,,''


potong maria cepat


''kalian berada dirumah tuan ryan ahmad,,''


jawab toni memberi tau mereka


lavy membulatkan kedua mata nya


begitu juga maria yang membuka lebar mulut nya


''** tuan rr ryan ahmad,,''


tanya lavy terbata dan memastikan


toni mengangguk meng iyakan


''setelah kau selesai makan dan ber istirahat sebentar kalian bisa pergi,,,''


ucap toni lalu berjalan keluar dari kamar di ikuti oleh andin


namun lady terlihat sedih saat mendengar ucapan toni yang mengatakan menyuru lavy dan maria pergi


''dy,,,ngapain kamu masih disini,,,ayo keluar,,''


ajak andin sembari menarik lengan lady


lady hanya bisa berdecak dan memasang wajah cemberut nya


''lavy,,,''


panggil maria


lavy sedang melahap makanan yang di antarkan oleh lady tadi dengan lahap dan terlihat sangat kelaparan


''hemm,,,''


jawab lavy sekena nya


''kenapa pria tadi menyuru kita untuk segera pergi,,,,bukan nya kau akan menjadi pengawal dirumah ini,,''


lavy menghentikan sejenak makan nya


menoleh ke arah maria


''aku juga tidak tau bi,,mungkin tuan ryan tidak mengetahui jika aku adalah utusan tuan adam,,''


jawab lavy lalu meletakan piring sisa makan nya


dan menuju kamar mandi untuk membersihkan tangan nya


saat lavy keluar dari kamar


terdengar ketukan pintu dari luar lavy menoleh ke arah pintu lalu ke menengok maria yang sudah terkepar diranjang empuk itu


maria terlihat sangat pulas membuat lavy tersenyum lalu dirinya menuju pintu untuk membukakan


nampak lah pelayan tadi siapa lagi jika bukan lady


dia tersenyum malu saat lavy membukakan pintu nya


membuat lavy jadi bingung sendiri


''ehmm,,,mas dan itu bibi nya dipanggil oleh tuan ryan diruang tengah,,''


ucap lady sambil menunduk malu


lavy menoleh ke arah maria

__ADS_1


''ehm maaf tapi bibi saya lagi tidur,,mungkin saya aja yang bisa nemuin tuan ryan,,,''


''ooh baiklah,,mari ikut saya mas,,,''


ajak lady


dan lavy mengangguk


menutup pintu kamar nya dan berjalan dibelakang lady


sungguh kemegahan rumah tuan ryan membuat lavy geleng geleng kepala


saat berjalan menuju ruang tengah dirinya melihat seseorang sedang berbicara dengan pelayan namun membelakangi nya


seorang wanita berbaju panjang dan berhijab namun lavy yakin wanita itu bukan yang masuk kedalam kamar tadi


setelah sampai diruang tengah


lady menghentikan langkah nya


diruang tengah tak nampak siapapun


lavy mengelilingi ruang tengah itu


lalu menatap lady penuh tanya


''ehm tuan ryan sebentar lagi datang,,mas tunggu saja,,,''


ucap lady se akan mengerti tatapan lavy


lalu lady berlalu dari sana sedang lavy masih berdiri


kedua mata nya mengitari setiap sudut ruang tengah itu


tiba tiba terdengar suara lembut dari arah belakang nya


''dy,,itu siapa,,,''


tanya perempuan itu


seperti nya perempuan itu bertanya pada lady


''ooh,,ga tau mbaa,,kayak nya tamu nya tuan ryan deh,,,''


lavy masih bergeming berdiri dan sedikit menguping pembicaraan lady dengan perempuan yang tidak ia kenal itu


''oohh,,,''


''tapi mba dia ganteng banget loohh,,''


bisik lady namun lavy masih bisa mendengar nya samar samar


''masa sihh,,yaudah kamu deketin aja,,siapa tau nanti naksir sama kamu,,''


jawab perempuan itu


''hihi muga muga ya mba,,,''


''iyaa,,yaudah aku kekamar dulu ya,,,''


pamit perempuan itu berjalan menuju ke kamar nya


aroma parfum dari perempuan itu menyeruak di indera penciuman lavy


diri nya nampak sangat menikmati wangi parfum dari perempuan itu


tuan ryan telah muncul diruang tengah bersama dengan istri nya vira,,, kedua nya menatap lavy aneh


tuan ryan berdehem untuk menyadarkan lavy


ehemmm,,,


lavy membuka kedua mata nya yang terpejam


diri nya sangat terkejut saat membuka mata nya ternyata tuan ryan dan wanita yang menemui nya tadi sudah ada di hadapan nya


''ehm mm maaf tuan,,ss saya,,,''


''haha tidak apa ayo duduk lah,,''


tuan ryan sedikit tergelak melihat lavy menjadi salah tingkah


ketiga nya mulai duduk di sofa mewah itu


tuan ryan beserta istri nya duduk berdampingan sedang lavy duduk dihadapan mereka dengan menundukan wajah nya


hening


''jadi kau adalah lavy muhammad darwin alias lavy muhdar yang di rekomendasikan adam sebagai pengawal puteriku,,''


ucap tuan ryan memulai pembicaraan sembari menatap lekat lavy yang menunduk


''ii iya tuan,,''


jawab lavy dengan lirih


''apaah pengawal seperti ini akan mengawal puteriku,,tidak ada tegas tegas nya atau jainthelnya nya sama sekali''


batin nyonya vira menatap tak suka pada lavy


tuan ryan masih bergeming menatap lavy lekat lalu menghela nafas pelan


''ehm begini,,sebenar nya aku sedikit ragu''


ucapan tuan ryan barusan membuat lavy sedikit terusik dan mengharuskan dia mendongakan wajah nya


''ehm tampan juga sebenar nya,,tapii,,dia lebih pantas untuk lady saja,,,''


nyonya vira asik membatin dan menilai nilai lavy dengan tatapan menelisik


''maksudku tadi saat melihat semua pengawalku menyerangmu,,,aku tak nampak kau membalas pukulan mereka,,,dan,,''


ucapan tuan ryan dipotong oleh lavy


''mm maaf tuan,,bukan aku tak bisa membalas nya,,hanya saja,,aku saat itu belum siap karna tiba tiba mereka menyerangku tanpa aba aba,,''


jelas lavy membuat tuan ryan mengangguk anggukan kepala


lalu tiba tiba tuan ryan tersenyum


lavy dan nyonya vira menjadi heran


''mass,,kenapa kamu senyum senyum begitu,,,''

__ADS_1


tanya vira dengan alis berkerut


tuan ryan menatap istri nya lalu menggelengkan kepala nya


beralih menatap lavy


''jadi sebelum nya aku dan lavy pernah bertemu sayang,,,bahkan baru tadi sore ya lavy kita bertemu,,,''


ucapan tuan ryan dibenarkan oleh lavy


''aku tidak menyangka pria yang berbicara denganku distasiun tadi adalah calon pengawal untuk puteriku,,''


''jujur aku sudah merasa nyaman saat berbicara dengannmu tadi saat distasiun lavy,,aku harap selanjut nya seperti itu,,''


lavy dan tuan ryan berbincang bincang kedua nya terlihat sudah sangat akrab dan nyaman satu sama lain hingga tuan ryan melupakan sang istri yang sudah cemberut karna suami nya asik sendiri dengan lavy


tuan ryan juga sudah menceritakan bagaimana kehidupan mereka yang penuh dengan musuh dimana mana dan puteri nya yang selalu menjadi lampiasan


ternyata mereka memiliki dua puteri divya anak pertama mereka yang selalu menjadi incaran para musuh nya sedang puteri kedua bernama dilla


saat ini divya sedang menjalankan studi nya yang sudah semester akhir dan tak lama lagi akan wisuda sedang dilla masih kelas 3 sma yang tak lama lagi juga akan lulus


lavy hanya manggut manggut saat mendengarkan tuan ryan menceritakan soal puteri puteri nya


lavy jadi teringat dengan perempuan yang tadi sempat dilihat nya dari belakang dengan aroma parfum yang sudah membuat nya suka dengan bau harum itu


entah itu divya atau dilla lavy tak mengetahui nya


''apa kau ingin berkenalan dulu dengan kedua puteri ku lav,,,''


pertanyaan tuan ryan mengejutkan lavy yang pikiran nya sedang berkelana


membuat nya tergagap


''ehm terserah mu saja tuan,,hanya saja,,aku ingin meminta ijin padamu dan juga nyonya,,'''


pinta lavy menatap lekat tuan ryan dan istri nya


tuan ryan dan istri nya saling berpandangan lalu tuan ryan mengangguk


''apa ke inginan mu lavy,,,''


''ehmm,,,begini,,aku kemari bersama bibi ku dan rencana nya saya akan mencari kontrakan untuk bibiku tinggali selama aku bekerja,,,tapi sampai menunggu besok bolehkah kami tinggal disini semalam.saja


saya janji besok akan mencari kontrakan,,''


jelas lavy panjang lebar


tuan ryan hanya tersenyum mendengar penjelasan lavy


diri nya sedikit kagum dengan pikiran bijak pria didepan nya ini


''tidak perlu lavy,,kamu dan bibi kamu bisa tinggal disini selama kamu bekerja sebagai pengawal,,tidak perlu mencari kontrakan segala,,''


tutur tuan ryan


lavy merasa tak enak jika bibi nya juga harus tinggal disini


''** tapi tuan,,,''


''tidak ada penolakan,,,pakai saja kamar itu untuk bibi mu,,dan untuk kamarmu sendiri nanti biar ditunjukan oleh pelayan disini,,''


lavy benar benar tak menyangka tuan ryan sebaik ini


diri nya benar benar merasa tak enak


''** tuan saya benar benar merasa tak enak,,''


''kenapa harus tak enak,,kamu juga bekerja disini bukan,,anggap saja dengan uang gajimu nanti untuk membayar sewa kalian disini,,''


lavy tercengang mendengar perkataan tuan ryan barusan


bahkan vira melirik nya seolah tak yakin dengan ucapan suami nya


tuan ryan tergelak melihat reaksi wajah lavy dan istri nya


'''hahahaha''


''lavy saya hanya bercanda,,jangan serius seperti ituu,,''


lavy menarik nafas pelan,,,lega,,,


''ahh,,,kenalkan wanita disamping saya ini adalah istri saya,,wanita yang paling saya cintai setelah orang tua saya,, mungkin tadi kamu udah ketemu sama dia,,apalagi denger suara halilintar nya,,''


canda tuan ryan membuat vira memutar kedua bola mata nya malas


tuan ryan terkekeh


sedang lavy hanya tersenyum


ah diri nya jadi ingat dengan om umar dan tante salmah diri nya belum memberi kabar pada mereka dan juga maya pujaan hati nya


setelah obrolan panjang lebar


waktu menunjukan pukul setengah 6 petang


vira segera beranjak berdiri dan berjalan entah kemana


tuan ryan meminta lavy agar kembali ke kamar dan nanti dia akan memanggil nya untuk menunjukan kamar untuk nya sendiri


lavy dan tuan ryan berjalan ke tujuan nya masing masing


saat lavy berjalan hendak ke kamar nya dan kepala nya tidak melihat kedepan


brukkk


''awww''


''eehh''


tubuh lavy bertubrukan dengan tubuh seseorang


seorang perempuan berhijab sedang memegang kepala nya karna berbenturan dengan kepala lavy


lavy pun juga mengusap usap kening nya


lalu perempuan itu mengangkat wajah nya dan bertatap muka dengan lavy


deg


kira kira siapa ya yang bertabrakan dengan lavy yaa🤔 dilla kah atau divya ya,,,hayo siapa,,, dan kenapa tuan ryan hanya memerintahkan lavy untuk mengawal divya saja tidak dengan dilla


nanti ada di bab selanjut nya

__ADS_1


jangan lupa ya like komen dan hadiah nya juga boleh dehh😁 sekian dulu bab hari ini muga bsk bisa up lagi ya assalamualaikum


__ADS_2