
''vira sayang,,,''
seru seseorang dari luar kamar membuat seisi dalam kamar menoleh bersamaan namun yang memanggil tak nampak
mungkin orang itu berada diluar kamar agak jauh jadi tak nampak tubuh nya
''urusan saya belum selesai sama kalian,,''
ujar wanita itu dengan menatap mereka giliran,,,lalu berjalan keluar dari kamar itu
andin bernafas lega melihat majikan nya itu sudah keluar
maria telah selesai dengan makan nya lalu lavy membantu nya meletakan di nakas samping ranjang
maria menarik nafas dalam dalam
kedua mata nya menyusuri kamar itu
lalu menoleh ke arah lavy
''kita dimana lav,,,dan siapa mereka,,''
pertanyaan itu keluar juga dari dalam mulut maria
sembari menatap toni dan andin bergantian
tak lama lady sudah kembali masuk kedalam kamar dengan membawa nampan berisi makanan untuk lavy
''ini mas,,,saya udah bawakan makanan untuk mas,,,.'
ucap lady tersenyum manis,,dan sok akrab
toni dan andin saling berpandangan heran
maria memandang lady dengan tatapan aneh
lavy hanya mengangguk tanpa reaksi berlebih
''taruk aja disitu,,''
sahut lavy singkat
lady mengerucutkan bibir nya
meletakan nampan itu di meja samping ranjang lalu mengambil sisa makan milik maria tadi
maria menghela nafas
''lavy jelaskan siapa mereka,,dan kita dimana,,,''
tanya maria dengan sedikit kesal
''ehm merekaa,,,''
''siapaa,,,''
potong maria cepat
''kalian berada dirumah tuan ryan ahmad,,''
jawab toni memberi tau mereka
lavy membulatkan kedua mata nya
begitu juga maria yang membuka lebar mulut nya
''** tuan rr ryan ahmad,,''
tanya lavy terbata dan memastikan
toni mengangguk meng iyakan
''setelah kau selesai makan dan ber istirahat sebentar kalian bisa pergi,,,''
ucap toni lalu berjalan keluar dari kamar di ikuti oleh andin
namun lady terlihat sedih saat mendengar ucapan toni yang mengatakan menyuru lavy dan maria pergi
''dy,,,ngapain kamu masih disini,,,ayo keluar,,''
ajak andin sembari menarik lengan lady
lady hanya bisa berdecak dan memasang wajah cemberut nya
''lavy,,,''
panggil maria
lavy sedang melahap makanan yang di antarkan oleh lady tadi dengan lahap dan terlihat sangat kelaparan
''hemm,,,''
jawab lavy sekena nya
''kenapa pria tadi menyuru kita untuk segera pergi,,,,bukan nya kau akan menjadi pengawal dirumah ini,,''
lavy menghentikan sejenak makan nya
menoleh ke arah maria
''aku juga tidak tau bi,,mungkin tuan ryan tidak mengetahui jika aku adalah utusan tuan adam,,''
jawab lavy lalu meletakan piring sisa makan nya
dan menuju kamar mandi untuk membersihkan tangan nya
saat lavy keluar dari kamar
terdengar ketukan pintu dari luar lavy menoleh ke arah pintu lalu ke menengok maria yang sudah terkepar diranjang empuk itu
maria terlihat sangat pulas membuat lavy tersenyum lalu dirinya menuju pintu untuk membukakan
nampak lah pelayan tadi siapa lagi jika bukan lady
dia tersenyum malu saat lavy membukakan pintu nya
membuat lavy jadi bingung sendiri
''ehmm,,,mas dan itu bibi nya dipanggil oleh tuan ryan diruang tengah,,''
ucap lady sambil menunduk malu
lavy menoleh ke arah maria
__ADS_1
''ehm maaf tapi bibi saya lagi tidur,,mungkin saya aja yang bisa nemuin tuan ryan,,,''
''ooh baiklah,,mari ikut saya mas,,,''
ajak lady
dan lavy mengangguk
menutup pintu kamar nya dan berjalan dibelakang lady
sungguh kemegahan rumah tuan ryan membuat lavy geleng geleng kepala
saat berjalan menuju ruang tengah dirinya melihat seseorang sedang berbicara dengan pelayan namun membelakangi nya
seorang wanita berbaju panjang dan berhijab namun lavy yakin wanita itu bukan yang masuk kedalam kamar tadi
setelah sampai diruang tengah
lady menghentikan langkah nya
diruang tengah tak nampak siapapun
lavy mengelilingi ruang tengah itu
lalu menatap lady penuh tanya
''ehm tuan ryan sebentar lagi datang,,mas tunggu saja,,,''
ucap lady se akan mengerti tatapan lavy
lalu lady berlalu dari sana sedang lavy masih berdiri
kedua mata nya mengitari setiap sudut ruang tengah itu
tiba tiba terdengar suara lembut dari arah belakang nya
''dy,,itu siapa,,,''
tanya perempuan itu
seperti nya perempuan itu bertanya pada lady
''ooh,,ga tau mbaa,,kayak nya tamu nya tuan ryan deh,,,''
lavy masih bergeming berdiri dan sedikit menguping pembicaraan lady dengan perempuan yang tidak ia kenal itu
''oohh,,,''
''tapi mba dia ganteng banget loohh,,''
bisik lady namun lavy masih bisa mendengar nya samar samar
''masa sihh,,yaudah kamu deketin aja,,siapa tau nanti naksir sama kamu,,''
jawab perempuan itu
''hihi muga muga ya mba,,,''
''iyaa,,yaudah aku kekamar dulu ya,,,''
pamit perempuan itu berjalan menuju ke kamar nya
aroma parfum dari perempuan itu menyeruak di indera penciuman lavy
diri nya nampak sangat menikmati wangi parfum dari perempuan itu
tuan ryan telah muncul diruang tengah bersama dengan istri nya vira,,, kedua nya menatap lavy aneh
tuan ryan berdehem untuk menyadarkan lavy
ehemmm,,,
lavy membuka kedua mata nya yang terpejam
diri nya sangat terkejut saat membuka mata nya ternyata tuan ryan dan wanita yang menemui nya tadi sudah ada di hadapan nya
''ehm mm maaf tuan,,ss saya,,,''
''haha tidak apa ayo duduk lah,,''
tuan ryan sedikit tergelak melihat lavy menjadi salah tingkah
ketiga nya mulai duduk di sofa mewah itu
tuan ryan beserta istri nya duduk berdampingan sedang lavy duduk dihadapan mereka dengan menundukan wajah nya
hening
''jadi kau adalah lavy muhammad darwin alias lavy muhdar yang di rekomendasikan adam sebagai pengawal puteriku,,''
ucap tuan ryan memulai pembicaraan sembari menatap lekat lavy yang menunduk
''ii iya tuan,,''
jawab lavy dengan lirih
''apaah pengawal seperti ini akan mengawal puteriku,,tidak ada tegas tegas nya atau jainthelnya nya sama sekali''
batin nyonya vira menatap tak suka pada lavy
tuan ryan masih bergeming menatap lavy lekat lalu menghela nafas pelan
''ehm begini,,sebenar nya aku sedikit ragu''
ucapan tuan ryan barusan membuat lavy sedikit terusik dan mengharuskan dia mendongakan wajah nya
''ehm tampan juga sebenar nya,,tapii,,dia lebih pantas untuk lady saja,,,''
nyonya vira asik membatin dan menilai nilai lavy dengan tatapan menelisik
''maksudku tadi saat melihat semua pengawalku menyerangmu,,,aku tak nampak kau membalas pukulan mereka,,,dan,,''
ucapan tuan ryan dipotong oleh lavy
''mm maaf tuan,,bukan aku tak bisa membalas nya,,hanya saja,,aku saat itu belum siap karna tiba tiba mereka menyerangku tanpa aba aba,,''
jelas lavy membuat tuan ryan mengangguk anggukan kepala
lalu tiba tiba tuan ryan tersenyum
lavy dan nyonya vira menjadi heran
''mass,,kenapa kamu senyum senyum begitu,,,''
__ADS_1
tanya vira dengan alis berkerut
tuan ryan menatap istri nya lalu menggelengkan kepala nya
beralih menatap lavy
''jadi sebelum nya aku dan lavy pernah bertemu sayang,,,bahkan baru tadi sore ya lavy kita bertemu,,,''
ucapan tuan ryan dibenarkan oleh lavy
''aku tidak menyangka pria yang berbicara denganku distasiun tadi adalah calon pengawal untuk puteriku,,''
''jujur aku sudah merasa nyaman saat berbicara dengannmu tadi saat distasiun lavy,,aku harap selanjut nya seperti itu,,''
lavy dan tuan ryan berbincang bincang kedua nya terlihat sudah sangat akrab dan nyaman satu sama lain hingga tuan ryan melupakan sang istri yang sudah cemberut karna suami nya asik sendiri dengan lavy
tuan ryan juga sudah menceritakan bagaimana kehidupan mereka yang penuh dengan musuh dimana mana dan puteri nya yang selalu menjadi lampiasan
ternyata mereka memiliki dua puteri divya anak pertama mereka yang selalu menjadi incaran para musuh nya sedang puteri kedua bernama dilla
saat ini divya sedang menjalankan studi nya yang sudah semester akhir dan tak lama lagi akan wisuda sedang dilla masih kelas 3 sma yang tak lama lagi juga akan lulus
lavy hanya manggut manggut saat mendengarkan tuan ryan menceritakan soal puteri puteri nya
lavy jadi teringat dengan perempuan yang tadi sempat dilihat nya dari belakang dengan aroma parfum yang sudah membuat nya suka dengan bau harum itu
entah itu divya atau dilla lavy tak mengetahui nya
''apa kau ingin berkenalan dulu dengan kedua puteri ku lav,,,''
pertanyaan tuan ryan mengejutkan lavy yang pikiran nya sedang berkelana
membuat nya tergagap
''ehm terserah mu saja tuan,,hanya saja,,aku ingin meminta ijin padamu dan juga nyonya,,'''
pinta lavy menatap lekat tuan ryan dan istri nya
tuan ryan dan istri nya saling berpandangan lalu tuan ryan mengangguk
''apa ke inginan mu lavy,,,''
''ehmm,,,begini,,aku kemari bersama bibi ku dan rencana nya saya akan mencari kontrakan untuk bibiku tinggali selama aku bekerja,,,tapi sampai menunggu besok bolehkah kami tinggal disini semalam.saja
saya janji besok akan mencari kontrakan,,''
jelas lavy panjang lebar
tuan ryan hanya tersenyum mendengar penjelasan lavy
diri nya sedikit kagum dengan pikiran bijak pria didepan nya ini
''tidak perlu lavy,,kamu dan bibi kamu bisa tinggal disini selama kamu bekerja sebagai pengawal,,tidak perlu mencari kontrakan segala,,''
tutur tuan ryan
lavy merasa tak enak jika bibi nya juga harus tinggal disini
''** tapi tuan,,,''
''tidak ada penolakan,,,pakai saja kamar itu untuk bibi mu,,dan untuk kamarmu sendiri nanti biar ditunjukan oleh pelayan disini,,''
lavy benar benar tak menyangka tuan ryan sebaik ini
diri nya benar benar merasa tak enak
''** tuan saya benar benar merasa tak enak,,''
''kenapa harus tak enak,,kamu juga bekerja disini bukan,,anggap saja dengan uang gajimu nanti untuk membayar sewa kalian disini,,''
lavy tercengang mendengar perkataan tuan ryan barusan
bahkan vira melirik nya seolah tak yakin dengan ucapan suami nya
tuan ryan tergelak melihat reaksi wajah lavy dan istri nya
'''hahahaha''
''lavy saya hanya bercanda,,jangan serius seperti ituu,,''
lavy menarik nafas pelan,,,lega,,,
''ahh,,,kenalkan wanita disamping saya ini adalah istri saya,,wanita yang paling saya cintai setelah orang tua saya,, mungkin tadi kamu udah ketemu sama dia,,apalagi denger suara halilintar nya,,''
canda tuan ryan membuat vira memutar kedua bola mata nya malas
tuan ryan terkekeh
sedang lavy hanya tersenyum
ah diri nya jadi ingat dengan om umar dan tante salmah diri nya belum memberi kabar pada mereka dan juga maya pujaan hati nya
setelah obrolan panjang lebar
waktu menunjukan pukul setengah 6 petang
vira segera beranjak berdiri dan berjalan entah kemana
tuan ryan meminta lavy agar kembali ke kamar dan nanti dia akan memanggil nya untuk menunjukan kamar untuk nya sendiri
lavy dan tuan ryan berjalan ke tujuan nya masing masing
saat lavy berjalan hendak ke kamar nya dan kepala nya tidak melihat kedepan
brukkk
''awww''
''eehh''
tubuh lavy bertubrukan dengan tubuh seseorang
seorang perempuan berhijab sedang memegang kepala nya karna berbenturan dengan kepala lavy
lavy pun juga mengusap usap kening nya
lalu perempuan itu mengangkat wajah nya dan bertatap muka dengan lavy
deg
kira kira siapa ya yang bertabrakan dengan lavy yaa🤔 dilla kah atau divya ya,,,hayo siapa,,, dan kenapa tuan ryan hanya memerintahkan lavy untuk mengawal divya saja tidak dengan dilla
nanti ada di bab selanjut nya
__ADS_1
jangan lupa ya like komen dan hadiah nya juga boleh dehh😁 sekian dulu bab hari ini muga bsk bisa up lagi ya assalamualaikum