Bodyguard Ganteng Itu Suamiku

Bodyguard Ganteng Itu Suamiku
78


__ADS_3

lavy masuk ke kamar inap tuan umar bersama dengan maya


jujur lavy sedikit gugup


hampir satu bulan lavy tak bertemu dengan tuan umar


didalam sudah ada nyonya salmah


lavy menyalami nyonya salmah dan tuan umar ia tersenyum memandang papa dari kekasih nya itu


''bagaimana kabar om,,apa sudah lebih baik''


tanya lavy mengawali pembicaraan


tuan umar tersenyum tipis dengan wajah lemah nya


''sudah lebih baik lav,,''


jawab tuan umar dengan suara yang sangat lirih


lavy menganggu pelan


''kapan kamu datang lav,,''


''satu hari sebelum nya om''


''brarti kau sudah dua hari disini lav''


''iya om''


kedua nya terlibat perbincangan ringan


membuat maya dan salmah nampak mengukir senyum diwajah ibu dan anak itu


''kau bersama siapa kemari''


tanya umar sedikit membuat lavy tegang


''maksud om''


lavy pura pura tak mengerti dengan pertanyaan umar


''iya kau datang ke jakarta dengan siapa''


perjelas umar


lavy membeku ia menatap maya dan salmah bergantian


lavy terdiam sesaat hingga tepukan pelan dibahu nya membuat terjingkat


''kenapa diem aja lav,,kamu sendirian kan datang kesini,,''


saut maya ikut menimpali


''ehm,,ss saya kesini sama bibi maria om''


maya dan salmah terkejut


jika lavy bersama maria


kenapa maria tak ikut menjenguk umar


''bibi maria lav,,''


''lalu kenapa bibi maria tidak pernah ikut kesini lav,,''


sambung maya tak habis fikir


lavy sudah berfikir matang matang untuk jujur pada maya


''ehm bukan hanya bibi maria saja yang ikut may,,tapii''


''tapi apa lav,,''


potong maya tak sabar


lavy menarik nafas dalam dalam


ia sudah bertekad untuk mengatakan kebenaran nya bahwa atasan nya juga ikut dengan nya


''atasanku juga ikut may,,''


jawab lavy lancar tanpa ragu ragu


maya menutup mulut nya tak percaya


salmah dan umar saling pandang tak mengerti


''maksudmu atasanmu siapa lav,,''


tanya salmah tak mengerti


''iya atasan ku tante,,aku bekerja sebagai pengawal nya,,dia ikut kemari''


jelas lavy


membuat maya geleng geleng tak percaya


lavy tak jujur sejak awal


lavy melihat ke arah maya yang sudah menatap nya dengan kecewa


''may,,''


panggil lavy mencoba menyentuh tangan nya


namun ditepis oleh maya


''kamu ga bilang dari awal kamu dateng lav,,kalo kamu sama atasan kamu itu''


ucap maya penuh kekecewaan


lavy terdiam entah bagaimana menjelaskan nya


salmah dan umar bingung


''may,,selesain masalah kalian diluar aja ya,,jangan disini,,biar papa istirahat''


tutur salmah menengahi


''iya lav,,bicaralah dengan maya diluar,,agar kalian sama sama nyaman nya''


umar ikut menyahut


lavy mengangguk


''ayo may,,''


lavy mencoba menggandeng tangan maya


namun lagi lagi di tepis oleh maya


lavy hanya bisa menghela nafas


''bujuk lah maya lav,,tante yakin dia sangat kecewa sama kamu,,atau mungkin cemburu,,''


''iya tante,,''


maya dan lavy berada ditaman rumah sakit


namun maya enggan duduk berdekatan dengan lavy


dia meminta lavy untuk berdiri saja


''kenapa lav,,kenapa kamu ga bilang dari awal,,''


tanya maya dengan pandangan kedepan

__ADS_1


''maafin aku may,,aku bukan ga mau bilang dari awal,,aku takut kamu salah paham,,''


maya masih mendengar kan penjelasan lavy


''majikan ku yang laki papa nya nona atasanku memintaku untuk mengajak serta nona divya ikut denganku,,dan karna aku ga mau hanya berdua dengan nya aku mengajak bibi maria juga,,''


''nama nya divya atasan kamu,,''


tanya maya sembari menoleh ke arah nya


lavy mengangguk


lavy berjongkok didepan maya dengan menggegam kedua tangan maya


''may,,pleas percaya sama aku,,aku ga ada hubungan apa apa sama nona divya,,aku murni cuma pengawal dan atasan ga lebih,,''


jelas lavy dengan sorot mata memohon


namun maya masih mode merajuk yang enggan melihat nya


''kenapa harus kamu jelasin lav,,aku kecewa sama kamu bukan karna cemburu atau apapun,,cuma kenapa ga bilang sejak awal,,''


''kamu bilang ga ada hubungan apa apa sama nona divya,,la emang hubungan kalian sebatas atasan dan pengawal kan,,kenapa harus kamu jelasin lagi''


lavy masih terdiam


bingung dengan perkataan maya


''apa kamu berharap nya ada hubungan dengan atasan kamu,,''


pernyataan maya barusan membuat lavy sedikit gerah


''maksud kamu apa may,,''


''ya kamu jelasin ke aku kalo kamu ga ada hubungan apa apa sama nona divya,,aku juga tau lav,,ga perlu dijelasin lagi''


''may,,aku jelasin itu supaya kamu ga salah paham,,aku juga ga ngerti kenapa papa nya nona divya meminta ku untuk mengajak nya,,kamu percaya ya sama aku''


pinta lavy dengan wajah memohon nya


maya mengalihkan pandangan nya


''apa mungkinn,,''


''mungkin apa may,,''


potong lavy karna maya tak melanjutkan ucapan nya


''mungkin majikan kamu bukan mencari pengawal tapi jodoh untuk puteri nya''


lavy membulatkan mata nya


bagaimana maya bisa berpikiran jauh begitu


''may,,,''


''ah maaf lav,,bicaraku dah ngelantur kemana mana ya,,''


''aku cuma takut kehilangan kamu aja lav,,''


ucap maya setelah hening beberapa saat


lavy menghembuskan nafas nya


lalu memegang kedua pipi maya


''kamu ga akan kehilangan aku may,,aku ga ada perasaan apapun sama nona divya''


ucap lavy meyakinkan dan seutas senyum


maya hanya menanggapi dengan anggukan


setelah menyelesaikan masalah diantara kedua nya lavy dan maya kembali ke kamar inap tuan umar


kedua nya dikejutkan dengan keberadaan divya diluar kamar inap tuan umar


''nona,,kauu,,''


lavy nampak salah tingkah


ia tak menyangka divya akan datang ke rumah sakit


namun lain hal nya dengan divya


ia sama sekali tak terkejut ataupun canggung hanya saja perasaan saja yang tak nyaman


apalagi melihat lavy menggandeng tangan maya


hati nya seperti tercubit


''aku kemari di ajak oleh kak akash lavy,,''


ujar divya menjelaskan kebingungan lav


lavy menoleh ke arah nya


ia tau pasti maya bertanya tanya


''ehm may,,kenalin nona ini atasan aku nona divya,,dan nona,,''


''aku sudah mengenal nya lavy,,dia nona maya,,''


potong divya sebelum lavy melanjutkan perkenalan nya


jadi sepupu pak akash ini adalah atasan lavy


ya tuhan dia sangat cantik


gumam maya dihati nya


ia merasa insecure saat melihat betapa sempurna nya gadis didepan nya ini


ia merasa was was jika sampai hati lavy berpaling dari nya


apalagi divya berhijab


akash keluar dari kamar rawat tuan umar


ia menatap mereka bertiga dengan kening berkerut


''may,,,''


sapa akash saat mata nya bertatap dengan maya


maya mengangguk sekilas


''sudah kak,,''


tanya divya


akash mengangguk


''kamu tidak memberi tau ku may,,kalau ayahmu sudah sadar,,aku kemari tapi kau tidak ada,,''


ucap akash


''ehm aku sedang bicara dengan lavy tadi pak akash,,''


jawab maya sedikit canggung


akash hanya manggut manggut


''ayo div,,,''


ajak akash


lalu ia berpamitan dengan maya dan lavy

__ADS_1


''may,,kami permisi dulu,,semoga tuan umur segera pulih kembali''


''terima kasih pak akash''


''kami pamit nona maya,,''


pamit divya dengan seulas senyum


maya mengangguk


saat mata divya bertatap dengan mata lavy


''oh ya lavy,,aku di ajak oleh kak akash untuk jalan jalan sebentar,,''


kening lavy berkerut tak suka


''kemana nona,,biar saya mengawal nona,,''


jawab lavy cepat


''tidak perlu,,ada aku yang menemani nya,,''


pungkas akash


''tapi aku pengawal nya,,sudah tugasku untuk mengawal nona divya kemana pun dia pergi,,''


titah lavy dengan sedikit geram


akash tersenyum remeh


''kau masih menemani maya disini,,jadi tidak perlu khawatir soal divya,,dia adik sepupu ku,,dia akan aman dengan ku,,''


tutur akash santai


''tapi aku pengawal nya aku bekerja untuk mengawal dia,,''


maya dan divya nampak kebingungan melihat akash dan lavy beradu mulut


maya nampak heran melihat sikap lavy yang menurut nya aneh


''lavy,,apa yang pak akash katakan benar,,pak akash sepupu nona divya,,tidak mungkin pak akash bersikap macam macam''


maya mencoba menengahi


perang adu mulut antara kekasih dan teman nya itu


divya pun ikut andil melerai kedua pria itu


''iya lavy,,kamu tidak perlu khawatir,,aku hanya jalan jalan sebentar dengan kak akash,,setelah nya''


''ini bukan masalah khawatir nona,,tapi tuan ryan sudah berpesan padaku untuk tetap mengawalmu meski aku berada disini,,jadi tolong biarkan aku mengawalmu jika kamu ingin pergi dengan pak akash,,''


divya tak tau lagi harus mengatakan apa pada lavy yang keras kepala


''bukan nya kemarin kamu mengijinkan dia pergi bersama ku,,saat aku menjenguk tuan umar,,kenapa sekarang kamu jadi keberatan,,''


tanya akash


membuat lavy terdiam membisu


ia menjadi serba salah


bahkan maya juga menatap nya


menunggu jawaban nya


''ehm ss saat itu maya benar benar membutuhkan ku,,jadi aku tidak mungkin meninggalkan nya sendirian''


ucap nya dengan terbata


''tapi aku setelah nya benar benar minta maaf pada nona divya,,karna tidak bisa mengawal nya,,dan sekarang keadaan tuan umar sudah sadar dari koma nya,,aku bisa melakukan tugasku''


penjelasan lavy panjang lebar


maya menggeleng pelan


tak percaya dengan ucapan lavy yang didengar nya


melihat raut wajah maya yang shok dan sedih divya angkat bicara


''kamu tetap menemani nona maya disini lavy,,meskipun papa nya nona maya sudah sadar,,nona maya lebih membutuhkan mu daripada aku,,''


tegas divya membuat lavy tak berkutik


maya melirik sekilas ke arah divya


''ayo kak,,''


''kami permisi,,assalamualaikum,,''


pamit divya bergegas jalan lebih dulu


lalu disusul oleh akash dibelakang nya


''waalaikumsaalam,,''


jawab maya setelah kepergian divya dan akash


sementara lavy masih terdiam


maya menoleh ke arah nya


ia menghela nafas


''kamu mau masuk apa duduk disini lav,,''


pertanyaan maya membuyarkan lamunan nya


''ehh,,kenapa may,,''


lavy tak fokus dengan pertanyaan maya


membuat maya mendengus


''aku mau masuk,,kamu mau ikut''


tanya maya sekali lagi


lavy menggeleng


''aku diluar aja may,,''


maya mengangguk lalu masuk ke kamar inap papa nya


lavy duduk dibangku rumah sakit dengan menopang kedua telapak tangan nya disisi kursi


pandangan nya lurus kedepan


entah apa yang ada dalam fikiran nya


maaf ya aku baru up


soal nya lagi ga mood


aku tu merasa lebih enakan baca karya2 kalian yang bagus daripada mikir dan nulis sendiri


ga pandai aku mah


tapi gapapa lah aku lanjutin nulis nya


kasih semangat dong dan like nya


maaf ya kalo cerita nya ga menarik aku mah apa atuh


cuma penulis abal abal


oke sekian

__ADS_1


semoga ada mood buat up lagi selanjut nya ya


__ADS_2