
dikediaman lavy
pagi ini dirumah lavy sedang terjadi kesibukan
ya,,,hari ini adalah rencana lavy dan bibi maria untuk berangkat menuju kota malang dimana lavy akan memulai pekerjaan nya sebagai pengawal
entah akan seperti apa nanti nya disana
mereka belum mengetahui
lavy dan bibi maria akan menuju ke malang mengunakan kereta api
bibi maria telah selesai dengan berkemas nya
bibi maria membawa dua tas ransel berukuran besar karna diri nya tidak tau akan sampai kapan berada di sana
bibi maria mengelilingi setiap sudut kamar itu
kamar yang penuh dengan kenangan
bibi maria menghela nafas
sebenar nya berat jika harus meninggalkan rumah ini maupun kota ini
namun jika diri nya tak ikut dengan lavy
dia tentu akan merasa kesepian
bibi maria membawa satu tas untuk dikenakan dilengan nya dan 2 tas ransel di jinjing nya menuju keluar kamar
saat sampai diruang tengah terlihat sepi bibi maria menengok ke kamar lavy nampak tertutup namun tidak terlalu rapat
lalu mendudukan tubuh nya disofa ruang tengan sesambi menunggu lavy dan maya menyelesaikan drama perpisahan nya
didalam kamar lavy
lavy telah selesai juga dengan berkemas nya sejak 20 menit yang lalu dengan ditemani oleh maya
kini kedua nya duduk berdampingan di pinggiran ranjang
kedua nya hening tanpa ada percakapan
lavy menoleh ke arah maya menatap gadis itu dari samping,,,lalu memegang tangan nya
''mayy,,,''
panggil lavy pelan
maya menolehkan kepala nya
lavy tersenyum manis
''kapan kau akan kembali lav,,,''
pertanyaan itu lolos begitu saja dari mulut maya
membuat lavy tak tau harus menjawab apa
''aku pasti akan kembali may,,tapi entah kapan aku tidak tahu,,''
jawab lavy ambigu
jujur diri nya juga tak bisa menjawab
maya menyampingkan tubuh nya berhadapan dengan lavy
''bagaimana jika kau jatuh cinta pada gaids itu lav,,''
raut muka maya nampak guratan kecemasan
takut akan lavy berpaling dari diri nya
lavy tersenyum menenangkan
telapak tangan nya terulur mengusap usap
pipi maya
''percayalah denganku may,,,,aku akan mencoba tetap setia dengan mu meskipun kita berjauhan,,''
mencoba
mendengar lavy mengatakan akan mencoba membuat maya sedikit ragu
entahlah diri nya benar benar takut akan kehilangan lavy
''kau juga jaga hatimu mayy,,agar tak berpaling dari ku saat tak ada diriku disini,,''
maya hanya tersenyum masam
lavy memeluk kekasih nya itu
mengusap usap punggung maya dan juga rambut maya yang terurai
maya meneteskan air mata nya mencoba untuk kuat dan tegar
mungkin terkesan berlebihan namun ini yang dirasakan oleh nya
saat lavy akan melepaskan pelukan nya maya segera mengibaskan ibaskan kedua mata nya agar air mata nya segera pergi
lavy menatap lekat kedua mata maya
lavy menyadari jika maya menangis dalam diam
lavy mengulurkan tangan nya untuk mengusap air mata maya yang masih nampak di kedua mata nya
''percayalah,,aku tidak akan menghianati cinta kita,,,''
__ADS_1
yakin lavy dengan suara lirih nya dengan menatap sangat lekat pada kedua mata nya
supaya maya bisa yakin dengan perkataan nya
maya mengangguk yakin karna diri nya bisa melihat dari kedua mata lavy yang nampak serius
lavy mencium kening maya dengan lembut dan lama
maya memejamkan kedua mata nya
kedua nya kembali berpandangan intens
lavy menatap bibir maya lekat
ingin rasa nya bermain dibibir itu
namun diri nya ingat dengan pondasi nya bahwa tak bisa melakukan nya sebelum sah menjadi pasangan halal
lavy menundukan kepala nya
mencoba menguasai gejolak di hati nya
memang benar sangat berbahaya jika memiliki pasangan namun belum sah
takut terjadi yang tak di inginkan
maya menyentuh dagu lavy
mendongakan kepala nya
''kau ingin mencium ku lav,,''
pertanyaan maya membuat lavy sangat terkejut
lavy segera menjauhkan tangan maya dari dagu nya
wajah nya nampak gugup dan memerah
''ehm ti tidak may,,,sudah
kita keluar saja,,bibi maria pasti sudah menunggu,,,''
bantah lavy gugup
lavy segera mengakhiri nya jika tidak setan akan menggoda nya
lavy berdiri dari ranjang dan memakai ransel besar di belakang punggung nya lalu mengajak maya untuk keluar
maya masih termenung didalam kamar
''perlu kau tau lav,,sebenar nya aku juga ingin mencium mu,,tapi aku tidak ingin membuatmu kecewa,,''
lirih maya sembari memejamkan kedua mata nya
lalu bangun dari ranjang dan menyusul lavy dan bibi maria di ruang tengah
kedua orang tua maya akan bertemu disana
mereka juga ingin mengantarkan kepergian calon mantu nya
taksi yang ditumpangi oleh mereka sampai di tempat tujuan
sopir membantu mengeluarkan barang barang milik bibi maria dan lavy
''terima kasih pak,,,''
ucap lavy sembari memberikan ongkos dan juga tips untuk sopir itu
''wah terima kasih mass,,''
jawab sopir itu terlihat sumringah
lavy mengangguk sekilas lalu segera berjalan masuk kedalam disusul oleh bibi maria dan maya dibelakang nya
salmah dan umar sudah menunggu didalam stasiun
bahkan mereka sudah memesankan tiket untuk maria dan juga lavy
mereka bertiga berjalan mendekat
lavy menyapa salmah dan umar
menyalami kedua orang tua kekasih nya itu
maria pun juga menyapa salmah dan umar
kedua orang tua maya menatap lekat wajah puteri mereka yang nampak murung
mereka menyadari jika pasti puteri nya itu sedih dan sangat berat melepas dan harus berpisah dengan lavy
''kereta nya sebentar lagi tiba,,,''
ujar umar memberi tahukan pada maria dan lavy
mereka hanya mengangguk
''terima kasih om,, tante karna kalian sudah memesankan tiket untuk kami,,,''
ujar lavy pada salmah dan umar
umar menyentuh bahu lavy
''sama sama lavy,,,om hanya berharap kau tidak akan menghianati puteri ku,,saat sudah berada disana,,''
perkataan umar membuat lavy membeku
''tapi jika itu memang terjadi,,anggap saja kalian tidak berjodoh,,''
__ADS_1
ungkap umar tegas mencoba untuk tak memihak siapapun
karna umar sangat paham tak mudah menjalani hubungan jarak jauh
suami istri saja bisa berpisah jika hubungan jarak jauh apalagi yang hanya pasangan kekasih
lavy hanya bisa mengangguk pelan
diri nya melirik maya yang berada di belakang samping maria
lalu berjalan menghampiri kekasih nya itu
maria mencoba bergeser memberi ruang untuk lavy dan maya
''aku pamit mayy,,,''
ucap lavy lirih berpamitan pada nya
maya mendongak dengan kedua mata yang sudah sedikit berair namun mencoba untuk tersenyum
kedua tangan maya terulur menyentuh rahang lavy
''iyaahh,,,baik baik disana yahh,,aku akan selalu menanti mu disini,,,''
jawab maya dengan suara bergetar
lavy memeluk maya eratt
maya tak bisa menahan air mata nya lagi
tangis maya pecah di dada lavy
maya sesegukan
lavy terus menenangkan nya dan mengusap usap punggung nya
mencium pucuk kepala maya berulang kali
salmah,umar dan maria pun ikut sedih melihat pemandangan didepan nya
tak lama sudah terdengar suara pemberi tahuan bahwa kereta akan segera tibA
lavy dan maya saling melepaskan pelukan
lavy mengusap wajah sembab maya dengan telapak tangan nya
merapikan rambut nya
''aku pergi yaa,,percayalah,,,aku sangat mencintaimu sayang,,,''
tutur lavy lembut
maya pun membalas nya dengan mengangguk
''aku juga sangat mencintaimu,,,hati hati,,kabari aku jika kau sudah sampai,,,''
jawab maya yang sudah terlihat lebih tenang dari sebelum nya
''pasti sayangg,,,''
lavy kembali mengecup kening maya
kedua nya sudah tidak sungkan menunjukan kemesraan dihadapan salmah umar maupun maria
lavy berpamitan pada salmah dan umar begitupun maya yang memeluk maria sebentar
''bibi,,tolong jaga lavy disana yaahh,,,''
lirih maya pada maria
maria mengangguk mantap
''tenang saja sayang,,,bibi akan menjaga lavy mu,,,agar dia tidak berpaling darimu,,akan aku hajar jika dia mencurangimu,,,''
seru maria dengan melototkan kedua mata nya pada lavy yang sedang berpamitan pada salmah dan umar
maya hanya terkekeh mendengar candaan dari maria
lavy dan maria sudah berada di dalam kereta,,,
lavy masih berdiri di depan pintu kereta menatap wanita yang dicintai nya dengan tatapan sendu
jujur diri nya sangat berat harus berpisah dengan maya
namun apadaya,,diri nya tergiur dengan honor yang akan didapat nya dengan bekerja hanya mengawal seorang gadis
diri nya sudah bertekad bayaran yang dudapat nanti akan lavy simpan untuk kehidupan nya kelak bersama maya
lavy melambaikan tangan nya pada maya
saat pintu akan tertutup dan kereta sudah mulai berjalan perlahan
maya tak sanggup menahan tangis nya
diri nya berlari ke arah salmah dan memeluk ibu nya itu
yuhu akhir nya flashback nya end ya
seneng banget deh author,,setelah ini akan ada babak baru kehidupan lavy sebagai pengawal nona divya
akankah lavy bisa menepati ucapan nya yang tidak akan berpaling dari maya,,,ataukah justru lavy kepincut dengan nona divya yang notaben nya adalah atasan atau majikan nya
terus baca novel aku ini ya karna semakin kesini akan bikin kalian sedikit penasaran
okee,,,,sekian dulu dari author yang saleha ini,,,besok inshaAllah di lanjut lagi nulis nya,,,,assalamualaikum
jangan lupa like sama komen nya kaka ditunggu yaa jempol nyaaa,😊🤩
__ADS_1