Bodyguard Ganteng Itu Suamiku

Bodyguard Ganteng Itu Suamiku
55 flashback end


__ADS_3

dikediaman lavy


pagi ini dirumah lavy sedang terjadi kesibukan


ya,,,hari ini adalah rencana lavy dan bibi maria untuk berangkat menuju kota malang dimana lavy akan memulai pekerjaan nya sebagai pengawal


entah akan seperti apa nanti nya disana


mereka belum mengetahui


lavy dan bibi maria akan menuju ke malang mengunakan kereta api


bibi maria telah selesai dengan berkemas nya


bibi maria membawa dua tas ransel berukuran besar karna diri nya tidak tau akan sampai kapan berada di sana


bibi maria mengelilingi setiap sudut kamar itu


kamar yang penuh dengan kenangan


bibi maria menghela nafas


sebenar nya berat jika harus meninggalkan rumah ini maupun kota ini


namun jika diri nya tak ikut dengan lavy


dia tentu akan merasa kesepian


bibi maria membawa satu tas untuk dikenakan dilengan nya dan 2 tas ransel di jinjing nya menuju keluar kamar


saat sampai diruang tengah terlihat sepi bibi maria menengok ke kamar lavy nampak tertutup namun tidak terlalu rapat


lalu mendudukan tubuh nya disofa ruang tengan sesambi menunggu lavy dan maya menyelesaikan drama perpisahan nya


didalam kamar lavy


lavy telah selesai juga dengan berkemas nya sejak 20 menit yang lalu dengan ditemani oleh maya


kini kedua nya duduk berdampingan di pinggiran ranjang


kedua nya hening tanpa ada percakapan


lavy menoleh ke arah maya menatap gadis itu dari samping,,,lalu memegang tangan nya


''mayy,,,''


panggil lavy pelan


maya menolehkan kepala nya


lavy tersenyum manis


''kapan kau akan kembali lav,,,''


pertanyaan itu lolos begitu saja dari mulut maya


membuat lavy tak tau harus menjawab apa


''aku pasti akan kembali may,,tapi entah kapan aku tidak tahu,,''


jawab lavy ambigu


jujur diri nya juga tak bisa menjawab


maya menyampingkan tubuh nya berhadapan dengan lavy


''bagaimana jika kau jatuh cinta pada gaids itu lav,,''


raut muka maya nampak guratan kecemasan


takut akan lavy berpaling dari diri nya


lavy tersenyum menenangkan


telapak tangan nya terulur mengusap usap


pipi maya


''percayalah denganku may,,,,aku akan mencoba tetap setia dengan mu meskipun kita berjauhan,,''


mencoba


mendengar lavy mengatakan akan mencoba membuat maya sedikit ragu


entahlah diri nya benar benar takut akan kehilangan lavy


''kau juga jaga hatimu mayy,,agar tak berpaling dari ku saat tak ada diriku disini,,''


maya hanya tersenyum masam


lavy memeluk kekasih nya itu


mengusap usap punggung maya dan juga rambut maya yang terurai


maya meneteskan air mata nya mencoba untuk kuat dan tegar


mungkin terkesan berlebihan namun ini yang dirasakan oleh nya


saat lavy akan melepaskan pelukan nya maya segera mengibaskan ibaskan kedua mata nya agar air mata nya segera pergi


lavy menatap lekat kedua mata maya


lavy menyadari jika maya menangis dalam diam


lavy mengulurkan tangan nya untuk mengusap air mata maya yang masih nampak di kedua mata nya


''percayalah,,aku tidak akan menghianati cinta kita,,,''

__ADS_1


yakin lavy dengan suara lirih nya dengan menatap sangat lekat pada kedua mata nya


supaya maya bisa yakin dengan perkataan nya


maya mengangguk yakin karna diri nya bisa melihat dari kedua mata lavy yang nampak serius


lavy mencium kening maya dengan lembut dan lama


maya memejamkan kedua mata nya


kedua nya kembali berpandangan intens


lavy menatap bibir maya lekat


ingin rasa nya bermain dibibir itu


namun diri nya ingat dengan pondasi nya bahwa tak bisa melakukan nya sebelum sah menjadi pasangan halal


lavy menundukan kepala nya


mencoba menguasai gejolak di hati nya


memang benar sangat berbahaya jika memiliki pasangan namun belum sah


takut terjadi yang tak di inginkan


maya menyentuh dagu lavy


mendongakan kepala nya


''kau ingin mencium ku lav,,''


pertanyaan maya membuat lavy sangat terkejut


lavy segera menjauhkan tangan maya dari dagu nya


wajah nya nampak gugup dan memerah


''ehm ti tidak may,,,sudah


kita keluar saja,,bibi maria pasti sudah menunggu,,,''


bantah lavy gugup


lavy segera mengakhiri nya jika tidak setan akan menggoda nya


lavy berdiri dari ranjang dan memakai ransel besar di belakang punggung nya lalu mengajak maya untuk keluar


maya masih termenung didalam kamar


''perlu kau tau lav,,sebenar nya aku juga ingin mencium mu,,tapi aku tidak ingin membuatmu kecewa,,''


lirih maya sembari memejamkan kedua mata nya


lalu bangun dari ranjang dan menyusul lavy dan bibi maria di ruang tengah


kedua orang tua maya akan bertemu disana


mereka juga ingin mengantarkan kepergian calon mantu nya


taksi yang ditumpangi oleh mereka sampai di tempat tujuan


sopir membantu mengeluarkan barang barang milik bibi maria dan lavy


''terima kasih pak,,,''


ucap lavy sembari memberikan ongkos dan juga tips untuk sopir itu


''wah terima kasih mass,,''


jawab sopir itu terlihat sumringah


lavy mengangguk sekilas lalu segera berjalan masuk kedalam disusul oleh bibi maria dan maya dibelakang nya


salmah dan umar sudah menunggu didalam stasiun


bahkan mereka sudah memesankan tiket untuk maria dan juga lavy


mereka bertiga berjalan mendekat


lavy menyapa salmah dan umar


menyalami kedua orang tua kekasih nya itu


maria pun juga menyapa salmah dan umar


kedua orang tua maya menatap lekat wajah puteri mereka yang nampak murung


mereka menyadari jika pasti puteri nya itu sedih dan sangat berat melepas dan harus berpisah dengan lavy


''kereta nya sebentar lagi tiba,,,''


ujar umar memberi tahukan pada maria dan lavy


mereka hanya mengangguk


''terima kasih om,, tante karna kalian sudah memesankan tiket untuk kami,,,''


ujar lavy pada salmah dan umar


umar menyentuh bahu lavy


''sama sama lavy,,,om hanya berharap kau tidak akan menghianati puteri ku,,saat sudah berada disana,,''


perkataan umar membuat lavy membeku


''tapi jika itu memang terjadi,,anggap saja kalian tidak berjodoh,,''

__ADS_1


ungkap umar tegas mencoba untuk tak memihak siapapun


karna umar sangat paham tak mudah menjalani hubungan jarak jauh


suami istri saja bisa berpisah jika hubungan jarak jauh apalagi yang hanya pasangan kekasih


lavy hanya bisa mengangguk pelan


diri nya melirik maya yang berada di belakang samping maria


lalu berjalan menghampiri kekasih nya itu


maria mencoba bergeser memberi ruang untuk lavy dan maya


''aku pamit mayy,,,''


ucap lavy lirih berpamitan pada nya


maya mendongak dengan kedua mata yang sudah sedikit berair namun mencoba untuk tersenyum


kedua tangan maya terulur menyentuh rahang lavy


''iyaahh,,,baik baik disana yahh,,aku akan selalu menanti mu disini,,,''


jawab maya dengan suara bergetar


lavy memeluk maya eratt


maya tak bisa menahan air mata nya lagi


tangis maya pecah di dada lavy


maya sesegukan


lavy terus menenangkan nya dan mengusap usap punggung nya


mencium pucuk kepala maya berulang kali


salmah,umar dan maria pun ikut sedih melihat pemandangan didepan nya


tak lama sudah terdengar suara pemberi tahuan bahwa kereta akan segera tibA


lavy dan maya saling melepaskan pelukan


lavy mengusap wajah sembab maya dengan telapak tangan nya


merapikan rambut nya


''aku pergi yaa,,percayalah,,,aku sangat mencintaimu sayang,,,''


tutur lavy lembut


maya pun membalas nya dengan mengangguk


''aku juga sangat mencintaimu,,,hati hati,,kabari aku jika kau sudah sampai,,,''


jawab maya yang sudah terlihat lebih tenang dari sebelum nya


''pasti sayangg,,,''


lavy kembali mengecup kening maya


kedua nya sudah tidak sungkan menunjukan kemesraan dihadapan salmah umar maupun maria


lavy berpamitan pada salmah dan umar begitupun maya yang memeluk maria sebentar


''bibi,,tolong jaga lavy disana yaahh,,,''


lirih maya pada maria


maria mengangguk mantap


''tenang saja sayang,,,bibi akan menjaga lavy mu,,,agar dia tidak berpaling darimu,,akan aku hajar jika dia mencurangimu,,,''


seru maria dengan melototkan kedua mata nya pada lavy yang sedang berpamitan pada salmah dan umar


maya hanya terkekeh mendengar candaan dari maria


lavy dan maria sudah berada di dalam kereta,,,


lavy masih berdiri di depan pintu kereta menatap wanita yang dicintai nya dengan tatapan sendu


jujur diri nya sangat berat harus berpisah dengan maya


namun apadaya,,diri nya tergiur dengan honor yang akan didapat nya dengan bekerja hanya mengawal seorang gadis


diri nya sudah bertekad bayaran yang dudapat nanti akan lavy simpan untuk kehidupan nya kelak bersama maya


lavy melambaikan tangan nya pada maya


saat pintu akan tertutup dan kereta sudah mulai berjalan perlahan


maya tak sanggup menahan tangis nya


diri nya berlari ke arah salmah dan memeluk ibu nya itu


yuhu akhir nya flashback nya end ya


seneng banget deh author,,setelah ini akan ada babak baru kehidupan lavy sebagai pengawal nona divya


akankah lavy bisa menepati ucapan nya yang tidak akan berpaling dari maya,,,ataukah justru lavy kepincut dengan nona divya yang notaben nya adalah atasan atau majikan nya


terus baca novel aku ini ya karna semakin kesini akan bikin kalian sedikit penasaran


okee,,,,sekian dulu dari author yang saleha ini,,,besok inshaAllah di lanjut lagi nulis nya,,,,assalamualaikum


jangan lupa like sama komen nya kaka ditunggu yaa jempol nyaaa,😊🤩

__ADS_1


__ADS_2