Bodyguard Ganteng Itu Suamiku

Bodyguard Ganteng Itu Suamiku
89


__ADS_3

divya menghentikan mobil nya tepat di depan rumah sederhana milik lavy


dia keluar dari balik kemudi


lalu menarik nafas dalam dalam


divya cukup gugup untuk bertemu dengan lavy


karna bagaimana pun kini status mereke berubah dalam sekejap


divya berjalan perlahan menuju pintu yang terbuka


sebelum nya divya melihat ada motor lavy


itu menandakan orang divya cari ada didalam


divya pun mengucapkan salam terlebih dahulu


''assalamualaikum''


seru divya


seseorang keluar dari dalam rumah dan terkejut melihat yang bertamu adalah divya


''wa alaikum saalam div divya..''


jawab maria dengan terbata bata


maria terkejut melihat divya datang ke rumah nya


''selamat pagi bibi..''


sapa divya ramah dengan se ulas senyum tipis yang mungkin di paksakan


''aah pa pagi nona divya..''


maria balik menyapa nya dengan canggung


''jangan memanggilku nona bibi..aku bukan majikan bibi lagi..''


maria hanya tersenyum kikuk


''kenapa berdiri disitu saja..ayo masuklah nak..''


ajak maria


meski ragu namun divya mengiyakan ajakan maria


kedua kaki nya sedikit lemas memasuki rumah yang dulu pernah ia datangi bahkan divya pernah tinggal di rumah itu selama dua hari


namun sekarang rasa nya sangat lain bagi divya


''ayo duduklah kita sarapan bersama..''


tawar maria pada divya yang masih berdiri


''ehm tidak bibi..aku kesini untuk menemui lavy..''


jelas divya pada inti nya


divya tak ingin berbasa basi


maria sedikit terkejut mendengar divya ingin menemui lavy


kemarin saja divya seperti enggan melihat wajah lavy


''oohh...ehm duduklah dulu nak..bibi akan buatkan minum untuk mu..sebentar lagi lavy pasti turun..''


''terima kasih bi..''


saut divya dengan mengangguk singkat


ia pun duduk di sofa sembari menunggu suami nya๐Ÿ˜


divya melihat lihat rumah itu


se andai nya saja diri nya menikah dengan lavy bukan karna keadaan seperti ini pasti lah divya akan bahagia


tinggal di rumah ini bersama dengan orang yang ia cintai


astaga apa yang divya pikirkann.


divya menghalau jauh jauh bayangan gila itu


saat sibuk dengan khayalan nya seseorang yang ia tunggu datang


lavy menuruni tangga satu per satu sembari kedua mata nya menatap punggung wanita yang ia tau itu siapa


lavy melangkah perlahan mendekati divya


divya mengangkat wajah nya


kedua nya bersitatap seperkian detik


namun divya segera mengakhiri nya


divya memalingkan wajah nya

__ADS_1


tak berapa lama maria datang membawa nampan berisikan teh untuk divya


maria merasa suasana diruang tengah itu menjadi dingin


maria meletakan cangkir berisi teh itu didepan divya


''terima kasih bi..''


ucap divya dengan suara pelan


maria hanya mengangguk


setelah nya dia meninggalkan lavy dan divya berdua


lavy mendudukan tubuh nya di sofa depan divya


dia menatap datar ke arah nya


sementara divya nampak sedikit gugup


divya tak pernah segugup ini sebelum nya pada lavy


tapi saat ini divya merasa sangat berdebar jantung nya


''ada apa divya...''


tanya lavy dengan suara dingin


tanpa embel embel nona lagi


''ada hal yang harus kita selesaikan..''


lirih divya dengan menundukan wajah nya


lavy mengangkat satu alis nya


''apa..''


tanya lavy polos


membuat divya mengerutkan kedua alis nya


divya pun mengangkat wajah nya


menatap lavy penuh tanya


''apaa kamu tanya..''


sindir divya dengan senyum sinis nya


''kamu lupa...kamu belum mengucapkan kata talak pada ku...''


dia sudah menduga kedatangan divya adalah untuk menanyakan soal ini


''aku masih ada urusan untuk mencari keberadaan maya..''


jawab lavy singkat membuat divya kesal sangat


''aku tidak perlu mendengar alasan mu..yang aku ingin dengar sekarang kamu menalak ku itu saja..''


tegas divya dengan suara sedikit meninggi


''aku perlu waktu...''


divya benar benar geram dengan lavy


hanya tinggal mengucap talak saja apa susah nya bagi pria itu


''apa susah nya sihh..hanya tinggal memgucap kata talak saja..''


gerutu divya kesal


''tapi kita tak bisa mempermainkan pernikahan divya..''


sentak lavy geram


''pernikahan ini yang permainan lavy...kalian melakukan pernikahan ini tanpa persetujuan ku..''


''bukan nya kamu tidak akan menerima pernikahan ini..kamu juga tidak akan menganggapku sebagai suami mu...lalu kenapa sekarang kamu sangat ingin mendengar kata itu dari ku..''


lavy bahkan enggan mengucap kata talak dari bibir nya


divya bungkam


dia tak tau harus menjawab apa


''kenapa diam...''


tanya lavy dengan senyum miring nya


''itu sebab nya..aku memang tidak menerima pernikahan ini tapi aku tidak ingin terikat dengan mu.. karna biar bagaimana pun dengan pernikahan ini aku terikat terus denganmu dan aku tidak mau..''


terang divya panjang lebar


lavy menarik nafas dalam dalam


''begini saja...aku harus menyelesaikan urusanku dengan maya..jika memang maya melakukan ini sengaja maka pernikahan ini tetap berjalan...''

__ADS_1


divya akan berucap namun di potong oleh lavy


''dan se andai nya ada yang terjadi dengan maya...maka aku akan mengakhiri pernikahan ini..''


lirih lavy di akhir kalimat nya


entah mengapa lavy merasa enggan untuk mengakhiri pernikahan nya dengan divya


bukan karna dia mencintai divya


melainkan apa lavy sendiri tidak tau


divya membulatkan kedua mata nya


divya tak percaya dengan keputusan lavy yang se mena mena itu


''keputusan apa itu..keputusan yang hanya menguntungkan dirimu saja..''


geram divya


namun lavy hanya diam saja


''jawab lavy...aku tidak mau menerima keputusan sepihak mu itu..''


desak divya lantaran lavy masih diam saja


''aku hanya ingin mempertahan kan status ku saja...''


membuat divya heran status apa maksud nya


''apa maksud mu..''


''jika aku bercerai darimu itu arti nya aku berubah status menjadi duda dan aku tidak mau..''


sanggah lavy membuat divya semakin mengeram


''aku tidak peduli...sekarang juga katakan talak padaku..''


paksa divya


''aku tidak mau...''


kekeh lavy


''katakan lavy...''


''tidak...''


''kenapa...''


''karna akuu...''


lavy tidak melanjutkan ucapan nya


dia terdiam sesaat sembari menatap wajah merah padam di hadapan nya


''karna apaa...''


cerca divya tak sabar


hati nya berdebar tak menentu


''karna aku tidak ingin mengecewakan tuan rian...''


jawab lavy akhir nya


divya hanya tersenyum masam


''sekarang pulang lah...''


pinta lavy setelah terjadi keheningan di antara mereka


divya benar benar tak menyangka lavy kekeh dengan keputusan nya untuk tak menalak diri nya


tapi divya tak akan menyerah


dia akan terus memaksa lavy sampai pria itu mau menalak nya


jika saja pernikahan mereka sah secara hukum negara


maka divya akan mengugat nya di pengadilan


karna pernikahan mereka hanya secara agama maka hanya ucapan talak yang dibutuhkan divya dari bibir lavy


divya menarik nafas nya


dia tersenyum kecut menatap lavy


''aku akan pulang..tapi aku akan kembali lagi sampai kamu mau menalaku lavy muhdar...''


tegas divya seraya berdiri dari duduk nya dan melangkah keluar dari rumah lavy tersebut


lavy memandang punggung divya dengan pandangan yang sulit di artikan


ia menundukan wajah nya setelah divya hilang dari dalam rumah nya


yang ga suka sama cerita nya bisa skip

__ADS_1


yang suka bisa dong kasi like nya๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š


__ADS_2