
aku kembali lagi setelah kemarin off sehari
lanjut gak nihh,,inshaAllah novel aku ini gak begitu panjang kok,,,capek juga kalo gak kelar2,,,oke lanjut yaa
didalam kereta api yang sedang melaju mengantarkan banyak penumpang ke kota tujuan masing masing
lavy terduduk disamping bibi maria yang lebih dulu duduk didekat jendela
saat baru masuk kedalam kereta bibi maria langsung bergegas mencari tempat duduk lebih lebih dia ingin dapat yang dekat dengan jendela
maklum bibi maria tak pernah berpegian kemanapun bibi maria juga tak memiliki sanak saudara
hanya lavy saja yang dimiliki nya
bibi maria menengok ke samping nya
lavy baru saja duduk dan memandang ke bangku depan nya dengan tatapan kosong
seolah mengerti dengan apa yang di alami putera asuh nya itu
bibi maria mengulurkan tangan nya
memegang tangan lavy dan mengusap nya
lavy menoleh
bibi maria memberikan senyum manis nya
''semua akan baik baik saja,,,''
bisik bibi maria
lavy tersenyum tipis dan mengangguk lalu menyenderkan kepala nya pada sandaran kursi,mencoba memejamkan mata nya sebentar
bibi maria pun ikut menyusul lavy menuju alam mimpi nya
beberapa jam kemudian kereta telah sampai di stasiun malang
namun lavy maupun bibi maria masih dalam mode tidur tanpa terusik mendengar kegaduhan orang orang yang akan turun dan bergantian yang akan masuk
seperti nya tidur nya nyenyak sekali
seorang lelaki berbadan gemuk mencoba untuk membangunkan nya
lelaki itu duduk berseberangan dengan lavy dan bibi maria
lelaki itu menepuk nepuk bahu lavy dan memanggil manggil nya
''mas,,,mas,,''
panggil lelaki itu pelan
namun lavy bergeming masih menikmati alam mimpi nya
lelaki itu berdecak sebal dan menggaruk garuk kepala nya
diri nya juga segera ingin turun tapi 2 orang ini tak bangun juga
bagaimana jika kereta ini keburu jalan lagi
pada akhir nya lelaki gemuk itu menginjak keras salah satu kaki lavy hingga membuat lavy terlonjak kaget dan mengaduh karna kaki nya di injak oleh lelaki gemuk itu
lavy berdesis kesakitan lalu kedua mata nya menatap lelaki gemuk itu
lelaki gemuk itu menatap nya dengan tatapan menghunus
lavy sedikit meringis,,
apa dia preman didalam kereta
batin lavy sedikit cemas
''kereta nya sudah berhenti cepatlah turun,,aku juga ingin turun tapi harus membangunkan kalian,,,dasar kalian tukang tidur,,,''
gerutu lelaki itu dengan tanpa jeda
dan menggebu
membuat lavy melongo kemudian terkejut karna ternyata kereta sudah sampai di stasiun malang membuat lavy gelagapan dia menengok ke arah bibi nya yang masih terlelap,,,lalu membangunkan nya dengan tergesa sebelum kereta ini jalan kembali
''bi,,,bi,,bibi bangun bii,,,kita sudah sampai.,,''
bangun lavy mengguncang pundak maria sedikit kencang karna tak ada waktu lagi
maria membuka kedua mata nya sedikit terkejut
''hah,,ada apa lavy,,apa terjadi kecelakaan,,''
tanya ngawur maria membuat lavy geleng geleng kepala
''sudah sampai bi,,ayo cepat kita turun,,,sebelum kereta ini jalan lagi,,''
perintah lavy sambil memakai tas ransel di punggung nya
maria pun terkejut,,dia juga bergegas berdiri dan mengambil tas tas nya
kedua nya berjalan tergesa turun dari kereta api
benar saja 5 menit setelah mereka turun kereta api itu sudah jalan kembali
mengantarkan penumpang lain lagi menuju kota lain
lavy bernafas lega dirinya mencari tempat duduk dulu untuk istirahat sejenak
nafas maria ngos ngosan karna tadi turun dari kereta terburu buru
kini maria dan lavy duduk disebuah bangku panjang
lavy masih menarik nafas nya dalam dalam
sedang maria mengibas ngibaskan tangan nya karna kepanasan
''lav,,bibi ke toilet dulu ya,,sudah tidak tahan,,''
maria bangun dari duduk nya dan sedikit berlari untuk mencari toilet
__ADS_1
mereka sampai di kota malang pukul 3 sore (anggap saja lah ya)
kedua mata lavy menyusuri stasiun itu mencoba mencari penjual minuman
diri nya sangat kehausan
stasiun ini tidak terlalu padat dengan orang orang
lavy beranjak dan berjalan menuju stand penjual minuman
''buu,,,saya beli minuman dingin nya 2 ya,,''
ujar lavy pada ibu ibu penjual di stasiun itu
namun ibu ibu itu bergeming tak menyahut nya saat lavy bicara pada nya
lavy mengernyitkan kening nya
menatap lekat pada ibu ibu itu
lalu mata nya menengok kesana kemari
hanya satu itu penjual minuman
lavy kembali melihat ibu ibu itu
''bagaimana ini,,,apa dia patung,,kenapa tidak bergerak sama sekali,,''
lavy bingung sendiri
saat lavy sedang bingung dengan ibu ibu itu
ada seorang pria paruh baya bersama dengan 2 orang pengawal nya berhenti sejenak melihat lavy yang sedang kebingungan
pria paruh baya itu menengok ke arah salah satu pengawal nya
lalu berjalan mendekat pada lavy
''permisi,,''
suara tegas itu mengejutkan lavy
lavy menoleh pada orang itu
dilihatlah seorang pria setengah baya
yang terlihat tampan dengan setelan jas ditubuh nya bersama dengan 2 pria berbadan kekar kekar dibelakang nya
membuat lavy menelan ludah nya dalam dalam
lavy membeku tidak tau harus apa
pria itu mengernyit heran mengapa lavy malah diam saja dan terlihat ketakutan saat melihat nya
pria itu melirik ke arah dua pengawal nya
lalu sedikit terkekeh
mengerti jika laki laki muda didepan nya ini takut pada pengawal nya
''apa ada yang bisa aku bantu,,.''
lanjut pria itu sambil menatap lekat wajah lavy
lavy terlihat menarik nafas lega mendengar penuturan pria itu
''ooh ehm maaf tu tuan,,aku fikir kalian,,''
pria itu kembali tersenyum lucu mendengar jawaban lavy
''tenanglah kami bukan orang jahat,,,
katakan apa kau butuh bantuan,,''
ujar pria itu kembali bertanya pada lavy
''ooh ehm begini aku ingin beli minuman tapi,,ibu ibu ini,,aku tidak mengerti apa yang terjadi pada nya''
jelas lavy sambil menunjuk ibu ibu itu
pria itu menghela nafas
lalu menjelaskan pada pria dihadapan nya yang belum dikenal nya ini,,,
''dia tak bisa mendengar dan buta anak muda,,''
perkataan pria itu membuat lavy tercengang dan kaget
kenapa diri nya tak kepikiran sampai kesana tadi
''ya allah,,,aku benar benar tidak tahu tuan,,aku sungguh,,''
ucap lavy sambil menutup sebagian mulut dengan tangan nya
''begitulah,,disana ada kotak amal setiap yang membeli akan memasukan uang itu didalam sana,,,dan uang itu nanti nya akan digunakan untuk pengobatan nya''
jelas pria itu sambil menatap ibu itu
saat lavy dan pria asing itu masih berbincang bibi maria datang dengan terbirit birit
''lavy,,,''
panggil maria dengan nafas tersenggal
lavy dan pria itu menoleh bersamaan
maria menatap penuh tanya pada mereka
lalu pria itu menengok jam di tangan nya dan segera berpamitan pada lavy
''ehm maaf nak aku harus segera pergi,, jika kau mau ambil saja minuman nya dan tidak perlu membayar,,''
ucapan pria itu membuat lavy tercengang
''kenapa tuan,,,kenapa aku tidak usah membayar nya,,''
__ADS_1
tanya lavy heran
''pengawalku yang akan membayar nya,,jeki,,bayarkan minuman anak muda ini,,''
titah pria itu
''baik tuan,,,''
jawab pengawal bernama jeki itu
lalu dia mengeluarkan uang dalam dompet nya dan memasukan nya pada kotak itu
lavy tak bisa membantah lagi
diri nya dibuat bingung
''tenanglah,,aku melakukan nya karna kau belum memgetahui cerita dari ibu itu dan apa yang terjadi pada nya,,''
''tapi lain kali jika kau datang kemari lagi,,,aku tidak akan membayari mu lagi,,''
canda pria itu sambil sedikit terkekeh
''maaf aku harus pergi,,,semoga kita bertemu lagi,,,ayo''
pamit pria itu sambil memegang pundak lavy
lavy menatap pria itu yang berjalan semakin jauh
lalu kembali menatap iba pada ibu itu
lavy mendekat dan memasukan beberapa uang kedalam kotak itu
sedang maria sudah seperti manusia tak di anggap
diri nya hanya melongo seperti orang bodoh
lavy tersenyum menatap ibu itu dan berjalan mendekat ke maria
lalu memberikan minuman untuk maria
namun maria hanya bergeming menatap lavy penuh kekesalan
''bibi,,,ini minuman nya,,,''
ujar lavy mengulurkan minuman itu
maria mengambil nya dengan sedikit kasar
lavy mengernyit
maria mendudukan tubuh nya
disusul oleh lavy
lavy segera meminum teh dingin di botol itu dengan cepat karna saking haus nya begitu pun dengan maria
setelah lega meminum dari botol itu
maria menolehkan pandangan nya pada lavy
''apa tidak ingin kau jelaskan sesuatu,,''
tanya maria menyindir
lavy menoleh menatap maria penuh tanya
maria berdecak dan mengalihkan pandangan nya
''yang baru saja terjadi,,siapa orang asing tadi,,''
tanya maria akhir nya membuat lavy baru faham
''oohh,,aku juga tidak mengenal nya bi,,dia tiba tiba datang begitu saja dan memberitau ku bahwa ibu penjual tadi buta dan tak bisa mendengar,,,.''
jelas lavy membuat maria sedikit terkejut
''aa apa buta dan tak bisa mendengar,,''
lavy mengangguk
''lalu kenapa dia berjualan dan dimana keluarga nya,,,''
tanya maria ingin tau
lavy mengangkat kedua bahu nya
''entahlah,,aku sangat iba pada nya bi,,,''
''bibi juga,,,''
''tapiii,,,''
''tapi apa bi,,''
tanya lavy menoleh ke arah nya
''bagaimana jika ada yang mengambil barang barang nya dan kotak uang itu,,''
maria masih terus memikirkan ibu itu
lavy tersenyum haru mendengar ke khawatiran maria pada ibu itu
''aku juga tidak tau bi,,,sudahlah sebaik nya kita segera pergi dari sini dan mencari mushola untuk shalat,,,''
ujar lavy bangun dari duduk nya
maria ikut bangun dan mata nya menyusuri stasiun itu
''lavy,,di stasiun juga ada mushola,,kenapa harus keluar,,,bibi sangat lelah''
keluh maria membuat lavy baru sadar jika di stasiun ada mushola
''ooh iya ya,,,yasudah ayo kita ke mushola bi,,kita harus shalat dzuhur dan asar,,''
kedua nya berjalan berdampingan menuju mushola untuk menunaikan shalat dzuhur dan ashar
__ADS_1