Bodyguard Ganteng Itu Suamiku

Bodyguard Ganteng Itu Suamiku
56


__ADS_3

aku kembali lagi setelah kemarin off sehari


lanjut gak nihh,,inshaAllah novel aku ini gak begitu panjang kok,,,capek juga kalo gak kelar2,,,oke lanjut yaa


didalam kereta api yang sedang melaju mengantarkan banyak penumpang ke kota tujuan masing masing


lavy terduduk disamping bibi maria yang lebih dulu duduk didekat jendela


saat baru masuk kedalam kereta bibi maria langsung bergegas mencari tempat duduk lebih lebih dia ingin dapat yang dekat dengan jendela


maklum bibi maria tak pernah berpegian kemanapun bibi maria juga tak memiliki sanak saudara


hanya lavy saja yang dimiliki nya


bibi maria menengok ke samping nya


lavy baru saja duduk dan memandang ke bangku depan nya dengan tatapan kosong


seolah mengerti dengan apa yang di alami putera asuh nya itu


bibi maria mengulurkan tangan nya


memegang tangan lavy dan mengusap nya


lavy menoleh


bibi maria memberikan senyum manis nya


''semua akan baik baik saja,,,''


bisik bibi maria


lavy tersenyum tipis dan mengangguk lalu menyenderkan kepala nya pada sandaran kursi,mencoba memejamkan mata nya sebentar


bibi maria pun ikut menyusul lavy menuju alam mimpi nya


beberapa jam kemudian kereta telah sampai di stasiun malang


namun lavy maupun bibi maria masih dalam mode tidur tanpa terusik mendengar kegaduhan orang orang yang akan turun dan bergantian yang akan masuk


seperti nya tidur nya nyenyak sekali


seorang lelaki berbadan gemuk mencoba untuk membangunkan nya


lelaki itu duduk berseberangan dengan lavy dan bibi maria


lelaki itu menepuk nepuk bahu lavy dan memanggil manggil nya


''mas,,,mas,,''


panggil lelaki itu pelan


namun lavy bergeming masih menikmati alam mimpi nya


lelaki itu berdecak sebal dan menggaruk garuk kepala nya


diri nya juga segera ingin turun tapi 2 orang ini tak bangun juga


bagaimana jika kereta ini keburu jalan lagi


pada akhir nya lelaki gemuk itu menginjak keras salah satu kaki lavy hingga membuat lavy terlonjak kaget dan mengaduh karna kaki nya di injak oleh lelaki gemuk itu


lavy berdesis kesakitan lalu kedua mata nya menatap lelaki gemuk itu


lelaki gemuk itu menatap nya dengan tatapan menghunus


lavy sedikit meringis,,


apa dia preman didalam kereta


batin lavy sedikit cemas


''kereta nya sudah berhenti cepatlah turun,,aku juga ingin turun tapi harus membangunkan kalian,,,dasar kalian tukang tidur,,,''


gerutu lelaki itu dengan tanpa jeda


dan menggebu


membuat lavy melongo kemudian terkejut karna ternyata kereta sudah sampai di stasiun malang membuat lavy gelagapan dia menengok ke arah bibi nya yang masih terlelap,,,lalu membangunkan nya dengan tergesa sebelum kereta ini jalan kembali


''bi,,,bi,,bibi bangun bii,,,kita sudah sampai.,,''


bangun lavy mengguncang pundak maria sedikit kencang karna tak ada waktu lagi


maria membuka kedua mata nya sedikit terkejut


''hah,,ada apa lavy,,apa terjadi kecelakaan,,''


tanya ngawur maria membuat lavy geleng geleng kepala


''sudah sampai bi,,ayo cepat kita turun,,,sebelum kereta ini jalan lagi,,''


perintah lavy sambil memakai tas ransel di punggung nya


maria pun terkejut,,dia juga bergegas berdiri dan mengambil tas tas nya


kedua nya berjalan tergesa turun dari kereta api


benar saja 5 menit setelah mereka turun kereta api itu sudah jalan kembali


mengantarkan penumpang lain lagi menuju kota lain


lavy bernafas lega dirinya mencari tempat duduk dulu untuk istirahat sejenak


nafas maria ngos ngosan karna tadi turun dari kereta terburu buru


kini maria dan lavy duduk disebuah bangku panjang


lavy masih menarik nafas nya dalam dalam


sedang maria mengibas ngibaskan tangan nya karna kepanasan


''lav,,bibi ke toilet dulu ya,,sudah tidak tahan,,''


maria bangun dari duduk nya dan sedikit berlari untuk mencari toilet

__ADS_1


mereka sampai di kota malang pukul 3 sore (anggap saja lah ya)


kedua mata lavy menyusuri stasiun itu mencoba mencari penjual minuman


diri nya sangat kehausan


stasiun ini tidak terlalu padat dengan orang orang


lavy beranjak dan berjalan menuju stand penjual minuman


''buu,,,saya beli minuman dingin nya 2 ya,,''


ujar lavy pada ibu ibu penjual di stasiun itu


namun ibu ibu itu bergeming tak menyahut nya saat lavy bicara pada nya


lavy mengernyitkan kening nya


menatap lekat pada ibu ibu itu


lalu mata nya menengok kesana kemari


hanya satu itu penjual minuman


lavy kembali melihat ibu ibu itu


''bagaimana ini,,,apa dia patung,,kenapa tidak bergerak sama sekali,,''


lavy bingung sendiri


saat lavy sedang bingung dengan ibu ibu itu


ada seorang pria paruh baya bersama dengan 2 orang pengawal nya berhenti sejenak melihat lavy yang sedang kebingungan


pria paruh baya itu menengok ke arah salah satu pengawal nya


lalu berjalan mendekat pada lavy


''permisi,,''


suara tegas itu mengejutkan lavy


lavy menoleh pada orang itu


dilihatlah seorang pria setengah baya


yang terlihat tampan dengan setelan jas ditubuh nya bersama dengan 2 pria berbadan kekar kekar dibelakang nya


membuat lavy menelan ludah nya dalam dalam


lavy membeku tidak tau harus apa


pria itu mengernyit heran mengapa lavy malah diam saja dan terlihat ketakutan saat melihat nya


pria itu melirik ke arah dua pengawal nya


lalu sedikit terkekeh


mengerti jika laki laki muda didepan nya ini takut pada pengawal nya


''apa ada yang bisa aku bantu,,.''


lanjut pria itu sambil menatap lekat wajah lavy


lavy terlihat menarik nafas lega mendengar penuturan pria itu


''ooh ehm maaf tu tuan,,aku fikir kalian,,''


pria itu kembali tersenyum lucu mendengar jawaban lavy


''tenanglah kami bukan orang jahat,,,


katakan apa kau butuh bantuan,,''


ujar pria itu kembali bertanya pada lavy


''ooh ehm begini aku ingin beli minuman tapi,,ibu ibu ini,,aku tidak mengerti apa yang terjadi pada nya''


jelas lavy sambil menunjuk ibu ibu itu


pria itu menghela nafas


lalu menjelaskan pada pria dihadapan nya yang belum dikenal nya ini,,,


''dia tak bisa mendengar dan buta anak muda,,''


perkataan pria itu membuat lavy tercengang dan kaget


kenapa diri nya tak kepikiran sampai kesana tadi


''ya allah,,,aku benar benar tidak tahu tuan,,aku sungguh,,''


ucap lavy sambil menutup sebagian mulut dengan tangan nya


''begitulah,,disana ada kotak amal setiap yang membeli akan memasukan uang itu didalam sana,,,dan uang itu nanti nya akan digunakan untuk pengobatan nya''


jelas pria itu sambil menatap ibu itu


saat lavy dan pria asing itu masih berbincang bibi maria datang dengan terbirit birit


''lavy,,,''


panggil maria dengan nafas tersenggal


lavy dan pria itu menoleh bersamaan


maria menatap penuh tanya pada mereka


lalu pria itu menengok jam di tangan nya dan segera berpamitan pada lavy


''ehm maaf nak aku harus segera pergi,, jika kau mau ambil saja minuman nya dan tidak perlu membayar,,''


ucapan pria itu membuat lavy tercengang


''kenapa tuan,,,kenapa aku tidak usah membayar nya,,''

__ADS_1


tanya lavy heran


''pengawalku yang akan membayar nya,,jeki,,bayarkan minuman anak muda ini,,''


titah pria itu


''baik tuan,,,''


jawab pengawal bernama jeki itu


lalu dia mengeluarkan uang dalam dompet nya dan memasukan nya pada kotak itu


lavy tak bisa membantah lagi


diri nya dibuat bingung


''tenanglah,,aku melakukan nya karna kau belum memgetahui cerita dari ibu itu dan apa yang terjadi pada nya,,''


''tapi lain kali jika kau datang kemari lagi,,,aku tidak akan membayari mu lagi,,''


canda pria itu sambil sedikit terkekeh


''maaf aku harus pergi,,,semoga kita bertemu lagi,,,ayo''


pamit pria itu sambil memegang pundak lavy


lavy menatap pria itu yang berjalan semakin jauh


lalu kembali menatap iba pada ibu itu


lavy mendekat dan memasukan beberapa uang kedalam kotak itu


sedang maria sudah seperti manusia tak di anggap


diri nya hanya melongo seperti orang bodoh


lavy tersenyum menatap ibu itu dan berjalan mendekat ke maria


lalu memberikan minuman untuk maria


namun maria hanya bergeming menatap lavy penuh kekesalan


''bibi,,,ini minuman nya,,,''


ujar lavy mengulurkan minuman itu


maria mengambil nya dengan sedikit kasar


lavy mengernyit


maria mendudukan tubuh nya


disusul oleh lavy


lavy segera meminum teh dingin di botol itu dengan cepat karna saking haus nya begitu pun dengan maria


setelah lega meminum dari botol itu


maria menolehkan pandangan nya pada lavy


''apa tidak ingin kau jelaskan sesuatu,,''


tanya maria menyindir


lavy menoleh menatap maria penuh tanya


maria berdecak dan mengalihkan pandangan nya


''yang baru saja terjadi,,siapa orang asing tadi,,''


tanya maria akhir nya membuat lavy baru faham


''oohh,,aku juga tidak mengenal nya bi,,dia tiba tiba datang begitu saja dan memberitau ku bahwa ibu penjual tadi buta dan tak bisa mendengar,,,.''


jelas lavy membuat maria sedikit terkejut


''aa apa buta dan tak bisa mendengar,,''


lavy mengangguk


''lalu kenapa dia berjualan dan dimana keluarga nya,,,''


tanya maria ingin tau


lavy mengangkat kedua bahu nya


''entahlah,,aku sangat iba pada nya bi,,,''


''bibi juga,,,''


''tapiii,,,''


''tapi apa bi,,''


tanya lavy menoleh ke arah nya


''bagaimana jika ada yang mengambil barang barang nya dan kotak uang itu,,''


maria masih terus memikirkan ibu itu


lavy tersenyum haru mendengar ke khawatiran maria pada ibu itu


''aku juga tidak tau bi,,,sudahlah sebaik nya kita segera pergi dari sini dan mencari mushola untuk shalat,,,''


ujar lavy bangun dari duduk nya


maria ikut bangun dan mata nya menyusuri stasiun itu


''lavy,,di stasiun juga ada mushola,,kenapa harus keluar,,,bibi sangat lelah''


keluh maria membuat lavy baru sadar jika di stasiun ada mushola


''ooh iya ya,,,yasudah ayo kita ke mushola bi,,kita harus shalat dzuhur dan asar,,''


kedua nya berjalan berdampingan menuju mushola untuk menunaikan shalat dzuhur dan ashar

__ADS_1


__ADS_2