Bodyguard Ganteng Itu Suamiku

Bodyguard Ganteng Itu Suamiku
70


__ADS_3

lavy berjalan sedikit tergesa


guna ingin menemui maria bibi nya


ia ingin menceritaka sesuatu


sampai didepan kamar maria


lavy mengetuk beberapa kali dengan sedikit buru buru


membuat yang didalam berteria kesal


maria membuka pintu nya dengan raut muka kesal nya


lalu berubah menjadi sedikit kaget saat lavy yang mengetuk


''lavy,,''


''bibi ada yang ingin aku bicarakan''


utarakan lavy


''masuk lah,,''


lavy masuk kedalam kamar maria


maria kembali menutup pintu nya


lavy nampak gusar dan cemas


entah apa yang terjadi


''kamu kenapa lav,,''


''apa ada masalah,,''


tanya maria karna penasaran


ada apa gerangan dengan anak angkat nya itu


''bibi,,,''


''tuan umar mengalami kecelakaan,,''


ucap lavy mengejutkan maria


kedua mata maria membola


''apaa,,,''


''kau tau dari mana lav,,''


''maya yang menelfon tadi saat perjalanan pulang dari kampus,,''


''ya tuhan,,,''


''lalu apa yang akan kau lakukan lav,,apa kau akan. ijin untuk kembali ke kota jakarta,,''


tanya maria ikut panik


''aku belum tahu bibi,,''


jawab lavy mendudukan tubuh nya di tepi ranjang di ikuti oleh maria


''bagaimana keadaan nya sekarang,,''


''tadi saat menelfon maya mengatakan ayah nya masih di tangani oleh dokter,,''


jelas lavy


maria mengangguk pelan


''semoga tuan umar baik baik saja,,dan tidak ada yang serius,,''


doa maria seraya mengusap usap pundak lavy


lavy mengangguk lemah


''kasihan maya bi,,ia pasti sangat sedih,,sedang aku tidak ada disana,,''


sesal lavy dengan suara parau


''tenanglah,,disana masi ada nyonya salmah bukan,,''


tutur maria menenangkan lavy


''tapi nyonya maria sendiri pasti juga sedang kalut bi,,suami nya kecelakaan,,tidak ada yang menenangkan disana,,''


cerocos lavy nampak sangat kalut memikirkan maya


maria hanya diam saja


ia paham


lavy sangat mencemaskan kekasih nya


''bagaimana jika kau ijin untuk pulang ke jakarta lav,,hanya sebentar,,''


usul maria


''entahlah bi,,aku akan menelfon maya lagi sebentar,,''


lavy mengambil ponsel disaku celana nya


dan menghubungi nomer maya


beberapa saat maya belum menerima panggilan nya


''halo,,,''


terdengar suara pilu dan serak saat maya mengangkat panggilan nya


lavy sangat kasihan


''may,,''


ucap lavy


''bagaimana keadaan papa mu,,apa baik baik saja,,''


tanya lavy cepat


terdengar isakan tangis disana membuat lavy semakin kalut

__ADS_1


''sayang,,apa yang terjadi,,''


tanya lavy cemas


maria meng kode untuk mengeraskan suara nya agar ia juga bisa mendengar


''papa kritis lav,,''


ucap maya dengan tangisan pilu


membuat lavy dan maria sangat terkejut


lavy menutup mulut nya


''aku ga mau kehilangan papa lav,,''


suara maya semakin bergetar menahan tangis nya


lavy benar benar tak tega


rasa nya ia ingin sekali terbang kesana dan memeluk erat kekasih nya itu dan menenangkan nya


''sayang kamu yang tenang ya,,kamu berdoa terus supaya allah segera menyelamatkan papa kamu,,''


''aku disini juga akan mendoakan papa kamu sayang,,sama bibi maria juga,,''


ucap lavy mencoba menenangkan


''lav,,,''


lirih maya


''iya sayang,,,''


''apa kamu ga bisa datang kesini,,aku butuh kamu,,,''


deg


permintaan maya membuat lavy membeku


ia dan maria saling berpandangan


lavy tak tau harus menjawab apa


''lavyy,,''


terdengar maya memanggil nya menunggu jawaban


''ehm may aku,,,''


lavy tergagap


''aku butuh kamu lav,,,mama aku histeris disini,,aku ga tau harus apa,,''


cerocos maya semakin membuat lavy kalang kabut


ia menyugar rambut nya kebelakang


dan menatap maria disamping nya butuh bantuan


maria sendiri bingung apa yang harus dilakukan


''lavy,,kamu ga mau datang kesini,,''


''ng ngga may bukan gitu,,''


lavy gelagapan


''apa kamu udah ga cinta sama aku,,kamu udah ada yang lain,,''


lavy membulatkan kedua mata nya mendengar tudingan maya pada nya


maria yang mendengar sedikit tak suka dengan tudingan maya


''mayy,,kenapa kamu bilang gitu,,aku cinta sama kamu may,,aku ga ada main dibelakang kamu,,kamu bisa nanya ke bibi maria,,''


jelas lavy dengan nafas memburu


karna jujur ia juga kesal dengan tudingan maya


lantaran ia belum bisa menjawab bisa datang ke sana atau tidak maya sudah menuding macam macam


''kalo kamu masih cinta sama aku,,kamu datang kesini lav,,hikz hikz,,aku butuh pelukan kamu hikz hikz,,''


tangis maya pecah di telefon


membuat lavy semakin tersiksa mendengar orang yang ia cintai menangis


''oke oke sayang,,aku usahain aku akan datang kesana ya,,,tapi ga sekarang,,mungkin lusa aku datang,,,''


tukas lavy akhir nya


meskipun entah bagaimana ia akan mengatakan nya pada tuan ryan nanti


''janji ya lav,,aku akan nungguin kamu,,''


''iya may,,,kamu tunggu aku ya,,jangan nangis lagi sayang,,kamu juga harus tenangin mama kamu,,''


''iya lav,,,yaudah aku tutup ya telefon nya,,love you,,''


''lave you may,,''


lavy mematikan sambungan telefon nya


ia melirik maria yang menatap nya tajam


lavy menarik nafas dalam


''kamu serius mau datang ke jakarta lav,,''


tanya maria yang sudah sangat penasaran dengan keputusan lavy


lavy mengangguk sekilas


maria mendengus


''terus gimana sama pekerjaan kamu disini lavyy,,''


ujar maria penuh penekanan


''aku akan meminta ijin sama tuan ryan bi,,mungkin hanya 2 hari kok,,bibi disini aja ya,,''


''apa kamu yakin tuan ryan akan mengijinkan,,lalu gimana sama nona divya lav,,''

__ADS_1


lavy terdiam sejenak


ia lupa bagaimana dengan nona nya itu


siapa yang akan mengawal nya


bagaimana jika pria bernama kevin itu menganggu nya lagi


fikiran lavy berkelana kemana mana


hingga tak menyahuti maria


''lavyy,,,''


ucap maria mengguncang bahu nya


''iya bi,,''


jawab lavy dengan tanpa dosa


maria berdecak


''gimana soal divya,,siapa yang akan mengawal nya kalo kamu ga ada,,''


tanya maria dengan menuntut


''aku juga ga tau bi,,aku akan bicara sama tuan ryan nanti malam,,''


''aku balik ke kamarku dulu bi,,''


pamit lavy seraya berjalan keluar dari kamar maria


lavy berjalan dengan lesu ke kamar nya


jujur ia juga sangat ini terbang ke jakarta kalo perlu saat ini


tapi ada yang harus ia selesaikan dulu


saat makan malam kelurga tuan ryan berkumpul untuk makan malam


tak ketinggalan lavy dan maria ikut bergabung


semua nya sudah duduk dikursi masing masing


lavy nampak tak tenang


ia terlihat berkeringat dingin di bagian wajah nya


dila nampak memperhatikan pengawal kakak nya itu


''kak lavy kenapa,,kok kayak gelisah gitu,,''


cetus dila membuat semua menoleh ke arah lavy


lavy tergagap tak menyangka jika dila memerhatikan nya


''ehm aku gapapa kok nona dila,,''


jawab lavy dengan suara berat


namun tuan ryan mendengar nya lain


ia rasa lavy menyembunyikan sesuatu


ia menatap lekat wajah lavy


''udah kita makan malam dulu,,''


sudahi tuan ryan


ia tau lavy pasti memiliki sedang memiliki masalah


makan malam selesai


semua kembali ke tempat masing masing


nyonya vira berjalan menuju ke ruang keluarga disusul oleh dila di belakang nya


lavy dan maria masih berada dimeja makan


maria membantu para pelayan membereskan sisa makan malam


lavy menatap ragu ragu pada tuan ryan


tuan ryan pun juga sedang menatap nya


''apa ada yang ingin kamu bicarakan lavy,,''


tanya tuan ryan mengetahui gelagat lavy


''ehm,,,''


lavy menggaruk pelipis nya


''saya tunggu di ruang kerja saya,,''


titah tuan ryan membuat lavy mematung


ia berpandangan sekilas dengan maria


maria mengangkat bahu nya lalu berjalan kedapur


lavy pun mengingkuti tuan ryan ke ruang kerja nya


rupa nya kejadian barusan


tak luput dari pandangan divya


ia memang ingin tau apa yang terjadi dengan pengawal nya itu


ia berjalan pelan pelan membuntuti lavy


lalu berdiri didepan ruang kerja papa nya


entah apa yang ia lakukan ini


apa divya sedang sadar atau tidak


TBC


jangan lupa like dan komen nya ya


semoga suka dengan bab ini

__ADS_1


😊🥰


__ADS_2