
lavy berjalan sedikit tergesa
guna ingin menemui maria bibi nya
ia ingin menceritaka sesuatu
sampai didepan kamar maria
lavy mengetuk beberapa kali dengan sedikit buru buru
membuat yang didalam berteria kesal
maria membuka pintu nya dengan raut muka kesal nya
lalu berubah menjadi sedikit kaget saat lavy yang mengetuk
''lavy,,''
''bibi ada yang ingin aku bicarakan''
utarakan lavy
''masuk lah,,''
lavy masuk kedalam kamar maria
maria kembali menutup pintu nya
lavy nampak gusar dan cemas
entah apa yang terjadi
''kamu kenapa lav,,''
''apa ada masalah,,''
tanya maria karna penasaran
ada apa gerangan dengan anak angkat nya itu
''bibi,,,''
''tuan umar mengalami kecelakaan,,''
ucap lavy mengejutkan maria
kedua mata maria membola
''apaa,,,''
''kau tau dari mana lav,,''
''maya yang menelfon tadi saat perjalanan pulang dari kampus,,''
''ya tuhan,,,''
''lalu apa yang akan kau lakukan lav,,apa kau akan. ijin untuk kembali ke kota jakarta,,''
tanya maria ikut panik
''aku belum tahu bibi,,''
jawab lavy mendudukan tubuh nya di tepi ranjang di ikuti oleh maria
''bagaimana keadaan nya sekarang,,''
''tadi saat menelfon maya mengatakan ayah nya masih di tangani oleh dokter,,''
jelas lavy
maria mengangguk pelan
''semoga tuan umar baik baik saja,,dan tidak ada yang serius,,''
doa maria seraya mengusap usap pundak lavy
lavy mengangguk lemah
''kasihan maya bi,,ia pasti sangat sedih,,sedang aku tidak ada disana,,''
sesal lavy dengan suara parau
''tenanglah,,disana masi ada nyonya salmah bukan,,''
tutur maria menenangkan lavy
''tapi nyonya maria sendiri pasti juga sedang kalut bi,,suami nya kecelakaan,,tidak ada yang menenangkan disana,,''
cerocos lavy nampak sangat kalut memikirkan maya
maria hanya diam saja
ia paham
lavy sangat mencemaskan kekasih nya
''bagaimana jika kau ijin untuk pulang ke jakarta lav,,hanya sebentar,,''
usul maria
''entahlah bi,,aku akan menelfon maya lagi sebentar,,''
lavy mengambil ponsel disaku celana nya
dan menghubungi nomer maya
beberapa saat maya belum menerima panggilan nya
''halo,,,''
terdengar suara pilu dan serak saat maya mengangkat panggilan nya
lavy sangat kasihan
''may,,''
ucap lavy
''bagaimana keadaan papa mu,,apa baik baik saja,,''
tanya lavy cepat
terdengar isakan tangis disana membuat lavy semakin kalut
__ADS_1
''sayang,,apa yang terjadi,,''
tanya lavy cemas
maria meng kode untuk mengeraskan suara nya agar ia juga bisa mendengar
''papa kritis lav,,''
ucap maya dengan tangisan pilu
membuat lavy dan maria sangat terkejut
lavy menutup mulut nya
''aku ga mau kehilangan papa lav,,''
suara maya semakin bergetar menahan tangis nya
lavy benar benar tak tega
rasa nya ia ingin sekali terbang kesana dan memeluk erat kekasih nya itu dan menenangkan nya
''sayang kamu yang tenang ya,,kamu berdoa terus supaya allah segera menyelamatkan papa kamu,,''
''aku disini juga akan mendoakan papa kamu sayang,,sama bibi maria juga,,''
ucap lavy mencoba menenangkan
''lav,,,''
lirih maya
''iya sayang,,,''
''apa kamu ga bisa datang kesini,,aku butuh kamu,,,''
deg
permintaan maya membuat lavy membeku
ia dan maria saling berpandangan
lavy tak tau harus menjawab apa
''lavyy,,''
terdengar maya memanggil nya menunggu jawaban
''ehm may aku,,,''
lavy tergagap
''aku butuh kamu lav,,,mama aku histeris disini,,aku ga tau harus apa,,''
cerocos maya semakin membuat lavy kalang kabut
ia menyugar rambut nya kebelakang
dan menatap maria disamping nya butuh bantuan
maria sendiri bingung apa yang harus dilakukan
''lavy,,kamu ga mau datang kesini,,''
''ng ngga may bukan gitu,,''
lavy gelagapan
''apa kamu udah ga cinta sama aku,,kamu udah ada yang lain,,''
lavy membulatkan kedua mata nya mendengar tudingan maya pada nya
maria yang mendengar sedikit tak suka dengan tudingan maya
''mayy,,kenapa kamu bilang gitu,,aku cinta sama kamu may,,aku ga ada main dibelakang kamu,,kamu bisa nanya ke bibi maria,,''
jelas lavy dengan nafas memburu
karna jujur ia juga kesal dengan tudingan maya
lantaran ia belum bisa menjawab bisa datang ke sana atau tidak maya sudah menuding macam macam
''kalo kamu masih cinta sama aku,,kamu datang kesini lav,,hikz hikz,,aku butuh pelukan kamu hikz hikz,,''
tangis maya pecah di telefon
membuat lavy semakin tersiksa mendengar orang yang ia cintai menangis
''oke oke sayang,,aku usahain aku akan datang kesana ya,,,tapi ga sekarang,,mungkin lusa aku datang,,,''
tukas lavy akhir nya
meskipun entah bagaimana ia akan mengatakan nya pada tuan ryan nanti
''janji ya lav,,aku akan nungguin kamu,,''
''iya may,,,kamu tunggu aku ya,,jangan nangis lagi sayang,,kamu juga harus tenangin mama kamu,,''
''iya lav,,,yaudah aku tutup ya telefon nya,,love you,,''
''lave you may,,''
lavy mematikan sambungan telefon nya
ia melirik maria yang menatap nya tajam
lavy menarik nafas dalam
''kamu serius mau datang ke jakarta lav,,''
tanya maria yang sudah sangat penasaran dengan keputusan lavy
lavy mengangguk sekilas
maria mendengus
''terus gimana sama pekerjaan kamu disini lavyy,,''
ujar maria penuh penekanan
''aku akan meminta ijin sama tuan ryan bi,,mungkin hanya 2 hari kok,,bibi disini aja ya,,''
''apa kamu yakin tuan ryan akan mengijinkan,,lalu gimana sama nona divya lav,,''
__ADS_1
lavy terdiam sejenak
ia lupa bagaimana dengan nona nya itu
siapa yang akan mengawal nya
bagaimana jika pria bernama kevin itu menganggu nya lagi
fikiran lavy berkelana kemana mana
hingga tak menyahuti maria
''lavyy,,,''
ucap maria mengguncang bahu nya
''iya bi,,''
jawab lavy dengan tanpa dosa
maria berdecak
''gimana soal divya,,siapa yang akan mengawal nya kalo kamu ga ada,,''
tanya maria dengan menuntut
''aku juga ga tau bi,,aku akan bicara sama tuan ryan nanti malam,,''
''aku balik ke kamarku dulu bi,,''
pamit lavy seraya berjalan keluar dari kamar maria
lavy berjalan dengan lesu ke kamar nya
jujur ia juga sangat ini terbang ke jakarta kalo perlu saat ini
tapi ada yang harus ia selesaikan dulu
saat makan malam kelurga tuan ryan berkumpul untuk makan malam
tak ketinggalan lavy dan maria ikut bergabung
semua nya sudah duduk dikursi masing masing
lavy nampak tak tenang
ia terlihat berkeringat dingin di bagian wajah nya
dila nampak memperhatikan pengawal kakak nya itu
''kak lavy kenapa,,kok kayak gelisah gitu,,''
cetus dila membuat semua menoleh ke arah lavy
lavy tergagap tak menyangka jika dila memerhatikan nya
''ehm aku gapapa kok nona dila,,''
jawab lavy dengan suara berat
namun tuan ryan mendengar nya lain
ia rasa lavy menyembunyikan sesuatu
ia menatap lekat wajah lavy
''udah kita makan malam dulu,,''
sudahi tuan ryan
ia tau lavy pasti memiliki sedang memiliki masalah
makan malam selesai
semua kembali ke tempat masing masing
nyonya vira berjalan menuju ke ruang keluarga disusul oleh dila di belakang nya
lavy dan maria masih berada dimeja makan
maria membantu para pelayan membereskan sisa makan malam
lavy menatap ragu ragu pada tuan ryan
tuan ryan pun juga sedang menatap nya
''apa ada yang ingin kamu bicarakan lavy,,''
tanya tuan ryan mengetahui gelagat lavy
''ehm,,,''
lavy menggaruk pelipis nya
''saya tunggu di ruang kerja saya,,''
titah tuan ryan membuat lavy mematung
ia berpandangan sekilas dengan maria
maria mengangkat bahu nya lalu berjalan kedapur
lavy pun mengingkuti tuan ryan ke ruang kerja nya
rupa nya kejadian barusan
tak luput dari pandangan divya
ia memang ingin tau apa yang terjadi dengan pengawal nya itu
ia berjalan pelan pelan membuntuti lavy
lalu berdiri didepan ruang kerja papa nya
entah apa yang ia lakukan ini
apa divya sedang sadar atau tidak
TBC
jangan lupa like dan komen nya ya
semoga suka dengan bab ini
__ADS_1
😊🥰