Bodyguard Ganteng Itu Suamiku

Bodyguard Ganteng Itu Suamiku
94


__ADS_3

divya terpaksa menuruti ke inginan lavy untuk di antar oleh nya


didalam mobil lavy yang mengemudi sementara divya duduk di samping nya dengan wajah di tekuk


divya mengalihkan pandangan nya ke arah jendela


lavy sesekali melirik ke arah gadis itu


''antarkan aku ke kafe..''


titah divya tanpa mengalihkan pandangan nya


dan lavy pria itu menghembuskan nafas nya


''ada hal yang ingin ku bicarakan..''


ucap lavy masih fokus menyetir


''aku harus bekerja..''


jawab divya acuh


''kita akan bicara di ruangan mu nanti..''


divya mengalihkan pandangan nya pada lavy


divya nampak kesal dengan paksaan pria itu


''kenapa kamu memaksa..sudah ku bilang aku sibuk..''


''hanya sebentar saja..tidak sampai setengah jam..''


lavy meminta dengan suara lembut


hingga divya mau tak mau meng iyakan


sampai di kafe divya segera turun dari mobil


di ikuti oleh lavy


kedua nya memasuki kafe


dengan tatapan pertanyaan dari pelayan pelayan yang sedang membersihkan kafe tersebut


''selamat pagi semua..''


sapa divya ramah dan tersenyum


meski suasana hati nya sedang


kurang baik


lavy mengekor di belakang nya


''pagi non divya..''


jawab pelayan nya dengan serempak dan ramah pula


lavy hanya tersenyum


''lanjutin kerja kalian ya..''


titah divya dengan sopan


divya melangkah kaki nya menuju ruangan nya


lavy masih mengekor


membuat divya sangat risih


ika dan anik pun semakin di buat penasaran dengan kedekatan bos mereka dan pria itu


''tuh kan bos divya sama tu laki lagi..''


seru anik


membuat semua pelayan di kafe itu ikut nimbrung


''ganteng juga ya pacar non divya..''


kata salah seorang pelayan laki laki


bernama adi


''non divya ga punya pacar..''


sanggah ika


''elu gimana sih..kemaren non divya sama tu cowok sekarang sama cowok itu lagi..gimana bukan pacar nya..''


''ya kali aja ada urusan kerjaan..non divya itu perempuan saleha..selama ini aja jarang ada cowok yang nyamperin..''


''lah tu cowok nyamperin non divya..''


kata adi lagi


''ya mangkan nya mungkin urusan kerjaan yang belum kelar..udah ah kita kerja aja..ngapain sih ghibahin bos kita..''


sudahi ika yang malas harus membicarakan bos nya

__ADS_1


meski ika sendiri juga penasaran tingkat dewa


di dalam ruangan


divya duduk di kursi kerja nya


dan lavy duduk didepan nya terhalang meja


''apa yang ingin kamu bicarakan..''


tanya divya langsung inti nya


sembari menatap datar wajah didepan nya


lavy menarik nafas dalam


semalam ia sudah memutuskan


bahwa ia akan meresmikan pernikahan nya dengan divya


dan mengenalkan divya pada maya


lavy juga sudah meminta petunjuk dari tuhan nya bahwa ia mantap meneruskan pernikahan nya dan menyudahi hubungan nya dengan maya


lagipula saat ini maya tak mengingat diri nya sebagai kekasih nya


bukan kah lebih baik


jadi lavy tak harus menghancurkan hati gadis itu


meski perasaan lavy masih terpaut dengan maya


dan lavy juga tak tau apakah divya akan menerima pernikahan nya ini


tapi lavy berharap divya akan menerima nya dan mereka akan memulai hidup yang baru


walau belum saling mencintai


ehem


lavy menetralisir kegugupan nya


ia sendiri juga was was


membicarakan hal serius ini


''ehm...''


ragu ragu lavy ingin bicara


ia menatap lekat pada wajah divya


''kenapa menatap seperti itu..cepat katakan ..''


divya merasa tak nyaman di tatap seperti itu oleh lavy


''apa aku boleh melanjutkan pernikahan kita..''


tanya lavy ragu


kening divya berkerut


''maksud nya..''


divya sudah mulai faham arah pembicaraan lavy


namun diri nya pura pura


lavy menghela nafas


''aku ingin meneruskan pernikahan kita..aku akan melegalkan status pernikahan kita menjadi sah di mata negara juga..''


jelas lavy


divya membulatkan kedua mata nya


divya terkejut mendengar ucapan lavy


apa dia sudah gila


''aku tidak mau...bukan kah sejak dulu aku sudah memintamu untuk menalak ku..dan kamu bilang akan melakukan nya setelah maya ditemukan..''


tegas divya beruntun


''aku tahu..tapi sekarang maya mengalami amnesia dia tidak mengingatku sebagai kekasih nya..''


divya merasa terkejut mendengar ucapan lavy


ia sampai menutup mulut nya dengan tangan


''kau serius..''


tanya divya pelan


lavy mengangguk lemah dengan wajah tertunduk lesu


ada rasa aneh yang menghampiri divya di hati nya


entah mengapa hati divya merasa

__ADS_1


sedikit tenang mendengar maya mengalami amnesia dan tak mengingat lavy


namun divya juga kasihan melihat raut muka lavy


divya tau bahwa lavy sangat mencintai kekasih nya itu


mengingat itu hati divya merasa sesak


''lalu apa kamu tidak berjuang atau membantu nya agar ingat padamu..''


tanya divya penasaran


kenapa lavy malah ingin meneruskan pernikahan nya


''aku sudah tak berminat..apalagi status ku sudah menikah..jika saja waktu itu aku tak menikah dengan mu mungkin aku akan berjuang..''


perkataan lavy membuat divya sedikit geram


''maksud mu karna menikahi ku kau jadi tidak bisa berjuang apa aku menjadi penghalang bagimu tuan lavy...perlu kau ingat yang memaksa ku menikah dengan mu adalah papa ku bukan kemauan ku..jika kau tidak bisa berjuang karna pernikahan ini kau bisa menalak ku sekarang juga..''


jelas divya panjang lebar dengan sedikit menggebu


divya merasa sakit mendengar lavy seolah menyalahkan nya


padahal divya sendiri tak menginginkan menikah dengan nya


''bukan maksud ku mengatakan kamu penghalang hubungan ku dengan maya..hanya saja aku sudah tak berminat memulai dari awal lagi dengan maya..jadi aku memilih meneruskan pernikahan kita..''


''tapi aku tidak mau..''


tolak divya cepat


''kenapa...''


''karena kita tidak saling mencintai..''


divya mengatakan nya dengan pelan


lavy mengusap wajah nya


''aku tahu...tapi aku janji..aku akan belajar membuka hati untuk mu..begitu juga kamu..''


divya tercengang mendengar kata kata lavy


apa benar lavy akan membuka hati nya untuk nya secara lavy lumayan lama menjalin hubungan dengan maya


''apa kamu percaya denganku...''


lavy bertanya karna melihat keraguan di wajah divya


''apa kamu yakin..akan melepas maya dan melanjutkan pernikahan ini..bagaimana jika perasaan maya hancur melihat kamu menikah denganku..''


''maya hanya mengenalku sebagai teman papa nya di tempat kerja yang sama..jadi maya tidak akan sedih..''


lavy harus melakukan nya


ia tidak ingin menunda nunda lagi


setelah lavy mengesahkan pernikahan nya lavy akan mencari pekerjaan


kini kedua nya sudah berada di kantor agama guna mengurus pernikahan mereka agar sah di mata negara


namun mengalami kesulitan karna di buku nikah tertera nama maya bukan nya divya


lavy akan berusaha mengurus semua itu


melihat ke khawatiran divya


''kamu tenang saja aku akan mengurus nya dengan cepat..''


lavy mencoba menenangkan divya


divya hanya mengangguk


setelah nya selesai dengan urusan mereka lavy ingin mengajak divya untuk melihat keadaan maya


sekaligus mengatakan bahwa diri nya sudah menikah


sejak di dalam mobil divya terlihat risau


lavy melirik nya


''ada apa divya..kenapa kamu risau seperti itu..''


''jika kamu mengenalku kan aku sebagai istri mu bagaimana dengan orang tua maya..apa mereka tidak akan kecewa nanti nya..''


pertanyaan divya baru menyadarkan lavy


ia sampai lupa dengan orang tua maya


tuan umar dan nyonya salmah mungkin akan kecewa dengan nya


kemarin saja tuan umar sudah kesal pada nya karna tak menjenguk puteri nya lagi


''biar itu menjadi urusanku...aku akan menjelaskan nya pada mereka..''


jangan lupa like dan komen nya


semoga suka dengan alur cerita nya

__ADS_1


__ADS_2