Brothers?!

Brothers?!
Ayah baru


__ADS_3

Hotel D.


Seorang gadis bertubuh agak berisi, hanya mengenakan celana jeans, Kaos oblong kebesaran, rambut di cepol, kacamata agak besar, dipadu Sneaker dan Tas Selempang berwarna putih. Gadis yang baru saja genap berusia 24 tahun itu tampak begitu cantik dan menggemaskan layaknya anak SMP dengan tinggi badan yang hanya 160cm, kulit putih dan wajah imut-imut.


Sore itu bundanya menelponnya untuk datang ke sebuah restoran di hotel D.


Hhh.... kali ini apalagi....gumamnya begitu turun dari taxi dan mendongak menatap gedung hotel itu.


Masih teringat jelas diingatannya saat usianya masih 11 tahun, tepat sehari setelah ulang tahunnya yang kesebelas, kedua orang tuanya membawanya ke sebuah restoran, dimana disana ia harus mendengar bahwa ayah dan bundanya sudah resmi bercerai hari itu. Marah, Sedih Kecewa, tentu saja Dilla merasakannya namun ia hanya seorang anak, bukan dia yang bisa menentukan keberlangsungan status pernikahan kedua orang tuanya, Ingat Dilla hanya anak yang kebetulan lahir menjadi satu satunya darah daging dari kedua paruh baya itu.


Tak sampai disitu 7 bulan lalu bahkan ayahnya mengundangnya dan memperkenalkan Dilla pada calon istrinya yang ke 7 setelah bercerai dengan istri ke 6 nya. Ya, Ayah dari seorang dilla memang seorang womanizer, ayahnya tak bisa bertahan hanya dengan satu wanita. tapi wanita mana yang mau di madu. itu sebabnya ayahnya selalu kawin cerai, seperti ganti baju. Kecewa? Sedih? Marah?...oh tentu tidak, dilla sudah pensiun dari perasaan itu, Ingat pernikahan yang dilakukan ayahnya bukan sekali dua kali tapi sudah 7 kali.


Dulu saat menikahi bundanya itu juga karna almarhum sang kakek darii pihak ayahnya yang memaksa, pernikahan itu bisa bertahan 11 tahun karna bunda Dilla yang malas meladeni hobi selingkuh sang suami. Namun saat ia mendengar ucapan dilla yang berkata "hal yang paling aku inginkan adalah melihat bunda bahagia dan hidup untuk diri bunda sendiri bukan hanya untuk orang lain karna, karna sebelum menjadi seorang ibu, bunda juga seorang wanita, seorang individu" ucap dilla saat usianya masih 8 tahun , saat bundanya bertanya hadiah apa yang diinginkan putri semata wayangnya itu. Karna ucapan itulah Rukmana menguatkan diri untuk memilih bercerai dari suaminya dan mengambil hak asuh atas dilla, tanpa berniat untuk rujuk sekali pun, karna jujur tak pernah sekali pun rukmana mencintai Ray Danuarta, ayah kandung Dilla. Bahkan Dilla kini memakai nama belakang bundanya sejak ayah dan bundanya resmi bercerai.


Ya, Dilla cukup tahu, bahwa dirinya bukan lahir karna cinta tapi kewajiban...dan dilla tidak menyesali hal itu, dia cuma seonggok daging dan darah yang diciptakan yang mahakuasa melalui ayah dan bundanya. Namun dia cukup bahagia setidak ayah dan bundanya tulus dalam mencintai dan mengasihinya.


Bahkan setelah kedua orang tuanya bercerai pun, Ray tetap selalu rutin menghubungi putri semata wayangnya. Ya, Ray tak berniat memiliki keturunan lagi, baginya dilla sudah lebih dari cukup menjadi korban akan kegilaannya, ia tak akan sanggup jika harus melukai buah hati yang lain, apalagi jika harus membagi perhatian untuk anaknya yang lain dan membuat Dilla merasa cemburu dan terlupakan, hingga membuat Ray Danuarta, CEO perusahan di bidang Otomotif itu memilih mensterilkan dirinya agar tak ada lagi keturunan yang lahir dari benihnya.. Ia sudah sangat bersyukur Dilla, putrinya tak pernah membencinya atau pun menghindarinya apalagi menunjukkan rasa malu memiliki seorang ayah yang seorang womanizer seperti dirinya.


Hh...apa ini yang ke 8.... gumam dilla.


Perlahan dilla berjalan masuk kedalam lobi hotel. Ia kini berdiri tepat didepan lift bersama dengan beberapa orang yang juga menunggu. Saat pintu lift terbuka, orang-orang pun masuk, tapi tiba-tiba over weight, Dilla pun dengan santainya keluar lagi dari Lift tanpa diminta. dan tanpa disadari seorang pria tampan nan gagah pun ikut keluar dari lift itu dan ikut menunggu lift yang baru bersama.


Hai bro... ucap Seorang pemuda (Ardhan) yang berwajah mirip dengan pria gagah (Arman) yang ikut keluar dari lift.


Pria yang disapa hanya menoleh sekilas dan tak merespon. Tak lama 2 Pria tampan lainnya (Arsyad & Arya) yang baru tiba pun ikut berdiri tepat dibelakang Dilla. Dilla sedikit menoleh saat mendengar suara sorang pria sedang bicara pada seorang pria lainnya.


Tampan... batin Dilla bicara. Lalu seorang pria tampan menoleh dan menunduk lalu tersenyum pada dilla.


Kenapa dek, mas ganteng ya??? ucap Arya PD.


Dilla hanya mengangguk.


Hehehe... lucu banget sih, trus kamu suka sama yang mana goda Arya lagi, ke 3 kakak nya sudah mendengus kesal dengan ke ramahan berlebihan dari arya.


Gak ada,.... ucap dilla polos


Loh, tadi katanya kami ganteng, masa gak ada yang disuka... goda arya lagi


Emang ganteng, tapi bukan tipe saya... cowok ganteng cuma nyusahin bikin cape hati, cape hidup.... saya mah ogah yang begituan, udah cukup satu cowok ganteng dalam hidup saya, saya gak berminat buat menambahkannya OM......ucap dilla sambil tersenyum polos sengaja menekankan kata OM lalu nyengir polis tak berdosa dengan memperlihatkan gigi kelinci dan lesung pipitnya di sudut kiri pipi atasnya di dekat matanya.


Pfft... Ardan menahan tawanya, Arman dan Arsyad sontak menoleh pada sosok mungil itu.


Ting lift terbuka, Dilla masuk ke dalam lift diikuti ke 4 pria tampan yang kini fokus menatap gadis mungil itu.


Tak lama pintu lift terbuka, Dilla berjalan santai menuju restoran yang sama dengan ke empat pria tampan itu.


Selamat sore, ada yang bisa dibantu...tanya pelayan.


Maaf mba, meja atas nama Hermawan atau Danuarta.... ucap Dilla cuek,


Ah baik saya antarkan. lalu dilla mengikuti seorang pelayan menuju meja itu. Disana Ayah dan bundanya duduk dengan seorang Pria paruh baya yang tak ia kenal.

__ADS_1


Meja atas Nama Hakim Al Farhat...ucap Ardhan.


Mari saya antarkan...ucap sang waitress.


Betapa terkejutnya ke 4 pria itu saat melihat gadis mungil yang menolak mereka itu juga berdiri tepat didepan meja itu


Oh.... kalian datang bersama...tanya bundanya


Bersama?! perasaan gue datang sendiri deh... batin dilla heran. Dilla menoleh ke belakang dan menemukan ke 4 sosok pria tampan itu yang juga sama-sama shock..


Ah ayo duduk, jangan berdiri aja..ucap bunda dilla dan pria yang tak dikenalnya itu ramah.


Dilla menaikkan alisnya. Lalu ditatapnya tajam sang ayah yang duduk tepat disampingnya.


Ada apa sayang, kenapa kamu ngeliatin ayah sampe segitunya.... tanya Ray yang selalu takut saat putri tunggalnya itu menatapnya tajam.


Ayah ganti haluan?? tanya dilla yang sudah was was kalau kalau hari ini ayahnya ngumungin pernikahan ke 8 nya bukan dengan seorang wanita tapi pria, masa iya dia punya istri baru ayahnya, mahluk sejenis. Bisa makin kacau hidup dilla.


Maksudnya.... tanya ray heran


Setiap kali ayah dan bunda ngajak aku makan di restoran ini, setiap kali juga ayah selalu ngenalin istri baru ayah,... bukannya ayah baru nikah yang ke 7 kali sama mami alice 7 bulan yang lalu, ya?! jangan bilang sekarang ayah udah cerai sama mami alice dan sekarang mau nikah lagi?!... ujar dilla.


Loh kok kamu tahu ayah udah cerai sama alice...ucap Ray polos.


Astaga ayah.... ok aku gak keberatan ayah mau kawin cerai berapa kali pun karna ini hidup ayah, tapi ya masa sekarang ayah mau nikah lagi sama sejenis si?!... kalau gila kira-kira dong.... rengek dilla


mm??!... eh sembarangan kamu bocah, ayah mu ini memang sudah cerai, tapi belum niat nikah lagi ian belum dapat yang baru...ucap Ray lalu menyentil kening dilla.


Adowww sakit.... ucap dilla


Alah... terus kenapa ini banyak banget mahluk sejenis ayah disini? bukan satu tapi lima yah, lima.... ujar Dilla


Gak mungkin kan bunda yang mau married lagi, ya kali bunda poliandri ... ucap dilla kelewat jujur


Ya, emang bunda kamu mau nikah lagi sayang, tapi bukan poliandri...ayah aja gak pernah poligami masa iya bundamu yang hidupnya lurus lurus itu poliandri....kalah dong ayah.... jawab Ray.


Iya ayah mah kagak pake poligami, cuma doyan ngejalanin ASUSILA LEGAL DOANG, alias kawin cerai... ucap dilla kelewat jujur.


Ya, hubungan Ray dan Dilla seperti hubungan antara sahabat laki dengan laki. tidak ada jarak dan filter saat bicara. Mungkin sikap kelewat jujur tanpa filternya itu memang menurun dari sang ayah yang dimasa mudanya selalu berhasil bikin sang kakek hampir mati karna serangan jantung sangking kesalnya.


Astaga Ray!! Dilla!!!... pekik Rukmana mendengar ucapan tanpa filter mantan suami dan Putri semata wayangnya itu.. Ia benar-benar malu, tapi Hakim sang calon suami justru gemas melihat kepolosan calon putrinya itu.


Arman, Ardhan, Arsyad dan Arya bahkan sudah mati-matian menahan tawa mereka melihat ke frontalan ayah dan anak itu.


Dilla dan Ray langsung menoleh pada Rukmana yang kini menatap keduanya tajam


Ayah tuh bun,....ucap Dilla


Kok ayah sih...ayah kan cuma bicara jujur...ucap ray


Emangnya dilla bohong?!... balas dilla gak mau kalah

__ADS_1


CUKUP....hhhhh...rukmana benar-benar malu.


Ayah dan anak itu diam namun saling lirik.


Gemas...hanya itu yang bisa menggambarkan perasaan hati ke 5 pria tampan itu.


Baiklah sudah sudah, jangan bertengkar lagi.... ucap hakim bicara setelah menahan pundak rukmana dan mengelus punggung rukmana. Dilla dapat menangkap cepat yang terjadi.


Ah... sepertinya kali ini yang akan menikah lagi bukan ayah womanizernya tapi sang bunda.


Dilla menatap lekat pada pria paruh baya yang dilla tahu usianya pasti tidak jauh beda dengan sang ibu.


Ray mengelus rambut dilla saat mendapati ekspresi tenang Dilla setelah melihat interaksi antara Rukmana dengan Hakim.


Ekspresi yang sama setiap kali Ray mengenalkan istri barunya pada Dilla dan Rukmana..


Seperti janji mereka saat akan bercerai, dimana mereka akan memperkenalkan pasangan baru mereka pada satu sama lain agar tidak ada kesalahpahaman dikemudian hari selama membesarkan dilla bersama-sama.


Tak lama makanan pun tiba, mereka pun makan bersama. Dilla tampak tenang dan anggun saat makan.


Dilla saat ini berapa usianya... tanya hakim tak percaya saat rukmana bilang putrinya berusia 24 tahun namun yang ia lihat justru tampak seperti bocah SMP yang suka bertengkar dengan ayahnya.


24 tahun om .. ucap dilla sopan.


huk uhhuk hukk... Arya tersedak, ia terkejut begitu juga dengan ke 3 kakaknya saat mendengar usia dilla.. Dilla menoleh dan sigap memberi air minum bersamaan dengan yang juga dilakukan Ray.


Benar-benar ayah dan anak.


Oh ya, tapi kamu tampak seperti anak SMP sayang... ucap Hakim tak percaya.


Berkat gen dari bunda saya om.... ucap Dilla ramah.


Lalu apa sekarang masih kuliah... tanyanya


Saya cuma guru SMA om...sahutnya.


Ayah masih heran kenapa sih kamu berhenti jadi dokter, padahal kamu kan dokter yang hebat sayang ... gerutu Ray


Bosan dengan bau darah.... ucap dilla datar


Yasudah kalau gitu kamu lanjutin aja bisnis ayah, kamu kan MBA dalam bidang bisnis nak.... ucap Ray kesempatan yang memang selalu menginginkan Dilla menggantikannya.


Mana mau dia, gantiin aku aja dia nolak... kesal rukmana.


Dilla hanya diam, dan menatap datar bundanya. Rukmana tahu ia sudah terlalu banyak bicara, Ia tahu dengan jelas Dilla tak suka membicarakan soal perusahaan.


Jadi kapan acaranya, mau di pesta kan meriah atau hanya keluarga... ucap Dilla langsung to do point.


Akan dipestakan kecil kecilan... ucap hakim.


Baiklah, segera beri tahu aku tanggalnya jika sudah ditetapkan karna aku harus mengurus izin cuti, maklum saya hanya pekerja biasa.

__ADS_1


By the way, salam kenal calon ayah baru... ucap dilla mengulurkan tangannya dan tersenyum manis sekali.


Rukmana tersenyum melihat Dilla yang sepertinya tak keberatan sedikit pun dengan keputusannya.


__ADS_2