
Di, bukannya lo bilang cuma acara kecil-kecilan ya?? tanya Lisa yang heran dengan betapa meriahnya pernikahan pasangan paruh baya itu.
Gue juga dengarnya gitu kok... ucap Dilla yang masih takjub dengan meriahnya acara pernikahan pasangan yang umurnya tidak muda lagi itu.
Btw, ayo dong kenalin gue sama bokap baru lo... ucap Lisa semangat.
Dila yang hari itu tampil sangat cantik dengan mengenakan kebaya berwarna merah yang sangat kontras dengan kulit putihnya itu pun berhasil menyita banyak perhatian kaum pria, yang kebanyakan adalah anak dari rekan-rekan kerja Hakim.
Bun, Yah... Lisa mau kasih ucapan selamat..ucap Dila sambil tersenyum manis.
Bund...selamat bun, om selamat ya...ucap lisa yang masih tak berani memanggil hakim dengan sebutan ayah tanpa izin.
Om? Om..dari mana?, sejak kapan bokap gue jadi om lo?, panggil ayah... lo lupa kalo orang tua gue itu, orang tua lo juga...? celetuk Dila tak suka dengan panggilan lisa pada hakim.
Hakim tersenyum mendengar ucapan dilla yang menyebutnya sebagai orang tuanya. Pasangan paruh baya lain yang adalah orang tua kandung dari hakim yang juga ada disana terkejut dengan sikap dilla yang terkesan sangat cuek dan apa adanya.
Iiih lo mah, gue kan agak gak enak gitu dill... ucap lisa pada dila yang menatapnya kesal.
__ADS_1
Udah udah, jangan berantem ih, kayak anak kecil aja tau gak.... tegur rukmana.
Udah kan?!...tanya dilla pada lisa, lisa mengangguk.
Bund, yah, turun dulu ya... laper nih.... ucap dila lalu turun bersama lisa.
Selesai makan, Lisa dan Dila memilih duduk agak menjauh di sudut ruangan. Sambil memperhatikan para tamu yang hadir.
Ini tamu dari mana aja sih,... tanya lisa.
mmm....lisa kembali diam, lalu perhatiannya tertuju pada sosok hakim dan rukmana yang tampak sangat serasi.
Dil... ayah lo ganteng ya... ucap lisa menatap Hakim yang berdampingan dengan rukmana. Dilla mendongak, ia ikut menatap kearah hakim dan malaikat yang melahirkannya.
Mmm.... Ganteng, baik lagi... dan yang paling penting ayah cinta banget sama bunda... ucap dilla dengan tatapan sendu.
Bohong jika dilla tak sedih karna pria yang dengan tulus mencintai dan dicintai bundanya bukanlah ayah kandungnya sang casanova., tapi seorang Hakim Al Farhat.
__ADS_1
Lo sedih dil... tanya lisa.
Gue bahagia, akhirnya bunda gue udah ada yang jaga... Gue gak inget kapan terakhir kali gue liat senyum bahagia itu diwajah bunda..... ucap dila sambil tersenyum manis saat matanya bertemu dengan mata sang bunda.
Lisa pun memeluk erat sang sahabat dari samping.
Dari kejauhan ke 4 saudara laki-laki sambung dila ikut memperhatikan dila dari jauh. Terutama Arman laki-laki itu menatap dila seolah mencari celah dari ekspresi dila.
Dil kok perasaan dari tadi abang lo ngeliat kesini mulu ya.... tanya lisa yang tanpa sengaja menemukan ke 4 kakak lelaki dilla menatap kearah mereka.
Lah mana saya tahu, tanyakan saja pada daun yang bergoyang... ucap dila seenaknya, Lisa pun memukul bahu dila kesal, hingga dila meringis.
Jujur ia tak berniat berdekatan dengan ke 4 saudara sambungnya itu, bukan benci, tapi ia tahu dengan jelas kalau dia akan jadi burung pengantar pesan atau "tukang pos" jika ada yang tahu atau bahkan mengenali dilla sebagai adik sambung mereka. Sungguh Dilla harap itu gak pernah terjadi.
Dil, lo gak mau bawa gue gabung trus kenalan ke abang-abang lo gitu... tanya lisa.
Buat apaan?? lo kan kagak doyan laki.... ucap dila heran, yang tahu dengan jelas kalau gadis cantik disampingnya itu tidak suka laki-laki atau L, yang dikarenakan trauma dari ayahnya dan mantan pacarnya.
__ADS_1