Brothers?!

Brothers?!
Bukan Milikmu


__ADS_3

Hey... ucap susan hampir menghardik namun mendapat tatapan tajam dari ke-4 pangeran tampan itu.


Berani sekali kau menaikan suaramu pada calon istriku...ucap Arsyad menekankan. Arsyad tak berbeda dengan Armand, ia sangat menakutkan saat diusik.


Sayang kamu gak mau ucapin selamat untuk mas mu... ucap Rukmana yang mencoba mencairkan suasana tegang dan bisik-bisik para tamu.


Dilla mengalihkan fokusnya dari hp ditangannya dan menatap keluarganya, lalu pandangan matanya berakhir pada Armand. Dilla pun melirik sedikit pada wanita cantik disamping Armand. Kemudian ia melirik pada Armand lagi.


Wajah itu, Ekspresi itu, itu pernah ada pada dirinya beberapa tahun lali.


Dilla menggelengkan kepalanya. menolak


Enggak deh bund.... lagi pula, manusia mana yang tega mengucapkan selamat di saat orang itu sedang berkabung... ucap Dilla.


Sayang... ucap rukmana heran.


Ini acara pemakaman kan??? lalu kenapa justru dipestakan meriah begini...ucap Dilla melihat sekitarnya yang menatapnya heran.

__ADS_1


Dilla kamu bicara apa ....tanya oma monica, oma dari keluarga al farhat.


Oma gak lihat, Cucu sulung oma itu sekarang sedang meratapi kematiannya, ah iya si...gimana bisa lia ya, kan oma sendiri yang membunuh cucu oma sendiri dengan ambisi oma sendiri.... ucap dilla tanpa ampun


semua terdiam, karna selama ini tak ada yang berani membantah sang nyonya Monica Al Farhat. tapi gadis tanpa ikatan darah itu dengan berani bersuara bahkan menatap tajam lurus ke dalam mata wanita tua yang selalu ditakuti itu.


Sorry Mas, Aku ikut prihatin, semoga tuhan menyentil mereka yang sudah memaksa mas menghadiri pemakaman mas sendiri.... ucap Dilla


Kau... pekik Oma monica


Tuhan gak pernah tidur oma, ingat oma sentilan tuhan itu sakitttt sekali... maka berhentilah sebelum tuhan benar-benar menyentil oma... Apa gak cukup kehilangan putra sulung dan menantu kesayangan oma karna keserakahan oma... Apa sekarang pun ima masih mau mengulang hal yang sama..... ucap Dilla tanpa ekspresi dan tanpa segan.


Dilla menatap tajam Susan, ia pun mengangkat tangan susan yang berhiaskan cincin tunangan itu, lalu dengan cepat ia melepasnya.


Hey apa yang kau lakukan... pekik Susan


DIAM... ini ( mengangkat cincin) bukan milikmu...ucap Dilla tegas. Susan terdiam ia merinding saat gadis itu menatapnya nyalang

__ADS_1


Dilla meraih tangan besar Armand dan melepas cincin itu.


Jangan sembarangan mengisi jarimu dengan benda yang tak pantas... ucap Dilla.


Kau .. pekik Oma monica


Apa apaan ini nyonya monica... ucap Alex wijaya ayah dari susan.


Apanya,?? ya jelas pembatalan pertunangan lah!! Anda gak liat cincin pertunangannya udah gua buang... ucap Dilla tak suka dengan orang yang menggunakan anak-anak mereka untuk kekuasaan.


Diam, kau hanya orang asing... ucap Oma monica marah.


Mami!!!! pekik Hakim marah pada ibunya. Iya tak habis fikir, tak cukupkah dia, Alm saudara kembarnya dan Alm kakak iparnya menjadi korban akan ambisinya.


Oma.... pekik ke 4 al farhat bersaudara itu


Hmmm...benar aku memang hanya anak sambung atau tiri... tapi sepertinya, aku lebih punya hati dan manusiawi dari pada anda OMA... ucapnya sarkas tanpa raut terluka

__ADS_1


Rukmana sudah memijat kepalanya pusing, Dilla benar-benar mirip dengan rey saat ia mengahadapi ketidak adilan atas orang-orang yang disayanginya.


Nyonya Monica, kita batalkan saja kerja sama kita...ucap Alex wijaya menggertak,


__ADS_2