Brothers?!

Brothers?!
Bioskop Part 1


__ADS_3

Dila masuk kedalam Mall, ia menuju bioskop, ia melihat kekiri dan kekanan mencari keberadaan Lisa. Tanpa ia sadari kehadirannya justru tertangkap mata oleh Denish Prawarsa, mantan tunangannya yang sedang berada disana demi menemani seorang wanita. Mata Denish segera menangkap kehadiran Dila sosok gadis yang ia khianati namun masih amat sangat ia cinta. Tanpa bisa menahan diri, kaki Denish berjalan sendiri kearah sang pencuri hati.


Grep...


Dilla..sebut Denish seraya menahan lengan mungil Dilla yang hendak berlalu, Gadis mungil itu menoleh. Dia masih seperti dulu sangat cantik dan menawan. Mata bulat besar itu mengerjab.


Denish..sebut Dilla.


Hi..ucap Denish tanpa melepas tangannya dari lengan mungil Dila.


Oh hi...ucap Dilla santai seolah tak terjadi apapun.


Kamu apa kabar..tanya Denish, matanya sarat akan kerinduan.


Dillll...teriak Lisa memanggil Dila, Dila menoleh pada Lisa.


Mm..Denish sorry, aku duluan ya Lisa udah manggil, permisi..ucap Dilla sambil melirik pegangan tangan Denish, sontak Denish pun melepasnya dengan tidak rela.


Dilla berlari lalu merangkul Lisa dan mereka tertawa lalu berjalan masuk menuju ruang Bioskop mereka. Sedangkan mata Denish tak berhenti memandang pungung mungil dari gadis yang tak pernah bisa ia raih namun berhasil mencuri hatinya sejak pertama bertemu bahkan hingga detik ini pun tak berubah.


Yank...ucap seorang gadis menghampirinya. Ya dengan gadis inilah ia mengkhianati Dila, jika saja saat itu rasa terlalu percaya dirinya tidak menguasainya mungkin saat ini ia sudah menikahi dilla dan membangun keluarga dengan gadis menakjubkan seperti dilla.


Denish menyingkirkan tangan yang menggelayutinya dan berjalan menuju ruang bioskop mereka.

__ADS_1


Siapa tadi.. tanya Lisa


Denish..ucap Dilla cuek seraya mencari kursi mereka.


WHATTTTT!!!!! pekik Lisa hingga membuat Dilla hampir terjatuh sanking kagetnya kalau saja tidak ada seorang pria yang sudah duduk dikursinya menahannya.


Oh maaf mas maaf..ujar Dilla segera.


Berisik lo... untung aja gue gak nyungsep..udah ayo cepetan itu bangku kita..ujar Dilla kesal sambil mengusap kupingnya dan menatap sahabatnya itu kesal.


Ngapain sih itu dedemit disini... ucap Lisa kesal bukan main, seraya duduk disamping Dila, dan dila duduk tetap disamping lelaki yang menolongnya.


Ya ngapain lagi orang ke bioskop kalo bukan buat nonton?! ucap Dila cuek lalu memasukan popcorn kedalam mulutnya.


Ya mana gue tau, klo penasaran tanya sono ama orangnya, ngapa nanya gue, dia mau ngapain kek urusannya ama gue apaan?? lagian ya ini tuh tempat umum, semua punya hak buat kesini...ucap dila


Tapi...hmppp...ucap Lisa tiba-tiba mulutnya sudah disumbat popcorn oleh Dila. Lisa mendelik kesal.


Udah mulai filmnya, sorry tapi ogah banget kalo gara-gara lo gue mesti ditimpukin orang sekampung cuma karna lo ribut ga jelas disini. Jadi pliss diem dan fokus ama tuh film ok. jangan biarin kekesalan lo sama tuh orang...ucap Dila terpotong


SETAN..ujar Lisa membenarkan


Iya SETAN, jangan sampe karna itu setan gue jadi mesti nemenin lo nonton film yang sama dua kali..ok...ucap dila menambahkan. Lisa pun bersedekap ia masih kesal namun ia sadar yang dikatakan dila benar adanya.

__ADS_1


Sedangkan seorang pria disamping Dila sudah menahan senyum dan tawanya mendengar perdebatan kedua gadis yang duduk disampingnya itu.


15 menit kemudian, Dila merasakan bahunya sudah menjadi bantal ternyaman untuk Lisa, ya gadis itu sudah terlelap.


HHHHHHH...Dila menghela nafasnya kasar.


Sumpah ya gue heran sama ni anak, kemaren ngebet banget nonton ni film, sekarang udah didepan mata, eh bisa-bisanya dia molor, ngorok lagi..gerutu dila lalu dengan kesal menjepit hidung Lisa. Lisa pun memukul tangan Dila lalu ia menarik lengan Dila dan makin terlelap.


Sedangkan pria disampingnya kembali tersenyum menahan tawanya. Dila kembali menonton film berdurasi agak 3 jam itu, tanpa dipungkiri dila tak bisa menahan kantuk ia pun terlelap sambil mendongak dengan popcorn yang masih ada dibibir mungilnya.


Pria disamping Dila, menutup mulutnya ia benar-benar kesulitan untuk menahan tawanya.


Tak lama film pun berakhir, pengunjung berangsur keluar. Dila dan Lisa akhirnya terbangun. Melihat sekitarnya yang sudah mulai sepi. Dila menempuk pipinya keras untuk menyadarkan dirinya hingga membuat Lisa terkejut.


Bujuk buneng, gak sakit dil..ringis lisa


Sakit, tapi masih ngambang nyawa gue...sahutnya cuek dan mengikuti langkah Lisa. namun langkahnya terhenti saat ia menoleh seorang pria yang duduk disampingnya tadi masih terlelap diruangan itu.


Mas mas bangun...filmnya udah habis...ucap dila membangunkan pria itu. Tak lama pria itu bangun.


Bangun mas, bioskopnya mau dibersiin sama embaknya...ujar Dila. Pria itu sontak bangun dan ikut keluar bersama Dila dan Lisa.


Makasih udah di bangunin tadi..ucap pria yang dila dan lisa tak kenal itu.

__ADS_1


Dila hanya tersenyum dan berlalu pergi.


__ADS_2