Brothers?!

Brothers?!
Selalu Ada


__ADS_3

Dek bangun dek..ucap bunda membangunkan dilla yang terlelap bagai orang mati, dengan berat hati dilla dipaksa bangun. Ia pun menuruti bundanya saat bundanya menyuruhnya untuk mencuci muka.


Setelah mencuci muka bukannya keluar kamar dan menuju ke ruang makan ia justru langsung tergeleka di lantai kamarnya, tidur. Sungguh dilla benar-benar lelah.


Loh kok si adek belum dateng juga sih...astaga jangan-jangan balik molor lagi itu anak...ucap bundanya.


Biar aku aja yang panggil bund...ucap Ardan.


Tok tok..Ardan mengetuk pintu kamar adik sambungnya itu. Mendengar tak ada sahutan ia pun membuka pintu.


hhh... Ardan menghela nafasnya seketika saat sudah membuka pintu dan melihat sesuatu terbaring dilantai dengan damai.


Ya, Ardan sudah sangat mengenal gadis cantik nan imut yang kini menjadi adik sambungnya itu. Gadis mungil yang akan segera terlelap saat ia memang sudah tak bisa menahan rasa lelahnya. Dan saat itu terjadi, ia bisa dan sanggup tidur dimana saja. Seperti saat ini, ada Ranjang yang super duper empuk dan nyaman namun gadis cantik yang selalu menggemaskan itu justru tergeletak tertidur pulas di lantai kamarnya.


Perlahan Ardan berjalan kearah dilla lalu ia pun jongkok, dilihatnya posisi tidur dilla yang jujur saja tidak ada cantik-cantiknya.


Dilla, dill bangun.. ucap Ardan.


Ayo makan malam dulu, baru lanjut lagi tidurnya...ucap Ardan


hmm...Dila menyahuti dengan tidak sadar. 


Melihat dilla yang tak punya niat bangun, Ardan pun mengangkat dilla dan membaringkannya di tempat tidurnya. 


Cup..selamat malam adik kecilku..ucap Ardan sambil tersenyum sekilas lalu ia mengecilkan AC dan mematikan lampu dan keluar dari kamar dilla.


Dillanya mana mas...tanya ayah.


Dillanya biar bobo aja dulu yah, kayaknya dia capek banget deh...percuma dipaksa bangun juga, dari dulu dia selalu begitu, kalau udah capek banget pasti langsung ketiduran dan gak akan bangun sampai lelahnya hilang...ucap Ardan


Dulu dia juga begitu mas...tanya bundanya yang hanya merasa kalau dia suka tidur tanpa tahu kalau dilla akan seperti itu jika sudah sangat lelah.


Iya bund, dulu dia bahkan selalu tidur diperpustakaan dengan buku yang sudah berserakan disekitarnya...Dulu saat kita masih sama-sama intern pun dia sering begitu setelah selesai shift, gak jarang aku nemuin dia lagi tidur dimeja operasi yang kosong atau di lantai atap gedung rumah sakit, di atas kap mobil, dan yang paling parah... tak jarang kami menemukannya di loker mayat...ucap Ardan sambil menghela nafas berat.


huk uhukkhukk.... yang bener mas???...Arya tersedak, ia tak percaya.


hhh..astagfirullah, bunda fikir dia cuma suka tidur, sampai gak pernah mau keluar rumah..ucap Rukmana kecewa pada dirinya sendiri.


Yasudah, sekarangkan kita sudah tahu, jadi jangan lagi mempermasalahkannya..ucap hakim.


Mereka pun makan malam dengan tenang. setelah selesai makan malam dan bercengkrama sebentar, ke 4 pria tampan itu pun berjalan menuju lantai dimana kamar mereka berada. 


Hey... mau ngapain kamu...tanya Ardan pada Arya yang mau masuk kekamar dilla.


Mau lihat adek dulu bentaran...ucap Arya lalu masuk ke kamar dilla tanpa bisa dicegah.


Arman, Ardan & Arsyad pun ikut masuk ke dalam kamar dilla.

__ADS_1


Dia ini tidur apa pingsan sih...tanya Arya heran.


Sudah jangan ganggu dia..ayo...ucap Arsyad yang segera menarik keluar adik bungsunya itu.


Minggu, Keesokan paginya.


Suara burung pagi itu berhasil mengusik tidur panjang dilla. Perlahan gadis itu membuka mata cantiknya, Mata pandanya sudah menghilang. Dilla meregangkan tubuhnya, ia melihat sekelilingnya.


Ah iya, sekarang aku tinggal dimansion...gumam dilla. lalu ia beranjak mencari tasnya yang semalam ia letakkan sembarangan. Ia mencari HPnya dan benar saja ada 115 misscall dan 245 pesan dari Lisa. 


Hikkkk...ini cewe perasaan serem banget... gumamnya shock melihat berapa banyak jumlah misscall dan pesan yang dikirimkan oleh sahabatnya itu.


Saat ingin membalas hpnya justru low bat, dan membuatnya justru harus men-charger hpnya. Setelahnya ia pun mandi.


30 menit kemudian.


Dilla turun kelantai bawah setelah selesai membersihkan diri.


Pagi...sapa dilla.


Pagi cantik..sapa hakim dengan sayang.


Cup..pagi ayah...ucap dilla mengecup pipi ayah sambungnya itu sambil tersenyum manis hingga menunjukkan lesung pipit di pipi kirinya, warisan sang bunda.


Cup... pagi bunda...ucap dilla


Ah..begini rupanya, rasanya punya anak perempuan..batin hakim bicara.


Loh kok cuma ayah, aku kok enggak dek... ucap Arya yang memang cemburu. sejak dulu ia selalu cemburu dan kesal melihat teman-temannya yang punya adik perempuan tapi tak pernah menjaga mereka.


Malas meladeni panjang lebar, dila mengecup ke 4 pangeran tampan yang kini menjadi abang sambungnya.


Hakim terkejut melihat Arman, Ardan dan Arsyad yang tak keberatan dikecup pipinya oleh dilla. bahkan lihat saja Arman justru menepuk lembut pucuk kepala dilla yang kini duduk disebelah arman saat ardan menggeser duduknya.


Selesai sarapan, dilla membersihkan meja makan tanpa diminta walaupun ada Art disana.


Ya dilla terlalu mandiri, ia terbiasa mengerjakan semuanya sendiri sejak dulu.


Bund, hp bunda mana...dilla pinjem bentar boleh??...tanya dila menghampiri bundanya setelah selesai mencuci piring.


mm...hp, kayaknya masih di charged deh, bunda lupa...ucap rukmana.


hhh..... sekarang gue tahu, sifat teledor gue nurunnya dari mana...gumam dilla.


Mas. dilla pinjem hp dong, hp dilla low bat, dah tewas lagi di infus listrik dia... ucap dilla menghampiri Arman. Arman terdiam dengan ucapan dilla yang sangat asing ditelinganya.


hehehe...Arsyad tertawa kecil mendengar ucapan absurd dilla.

__ADS_1


Arman yang terkenal paling anti barangnya disentuh entah mengapa dengan santai meminjamkan hpnya begitu saja pada dilla


Mang mau telpon siapa sih... tanya Arya penasaran. Dilla duduk di sofa berdampingan dengan arman, dilla duduk bersila, refleks arman menutupi paha dilla yang sedikit tersingkap karna hanya mengenakan one-piece dengan bantal sofa tanpa banyak bicara


Thank you...sahut dilla santai.


mm.... stalker...sahut dilla cuek


Ardan hanya menggelengkan kepalanya mendengar jawaban absurd adik sambung plus mantan teman seangkatannya itu.


Stalker???... Arya heran dengan adiknya.


Hallo Assalamualaikum warahmatullahi wabbarokatu... ucap dilla pada seseorang disebrang sana.


Iya sorry, hp lowbat...ucapnya lagi


iya semalem gue dipaksa olahraga, lo pikir aja dari pintu gerbang ke depan pintu rumah gue, gue mesti ngabisin waktu 30 menit belum lagi tuh koper segede gaban.... Bengkak deh kaki cantik gue.... ucap dilla cuek.


Iya iya... cek Wa lo, udah gue kirim alamatnya. entar temenin gue beli Motor, bisa gempor kaki gue, keseringan jalan jauh...ogah gue... mm..1 jam awas telat.... ucap dilla.


Mereka terdiam, ah itu alasannya kenapa dilla kelelahan.


Woi jangan sampe lo save ini nomor, kalau gak mau dideportasi ke kutub...ini nomor hp abang gue...mmm... oke gue langsung siap-siap.... mm iya, love you too dah... ucap dilla lalu mematikan sambungan, dan menghapus detail nomor telpon dan wa tadi


Thank you mas... ucap dilla lalu beranjak hendak menuju kamarnya untuk siap-siap


Jadi semalam kamu kecapean dek.... tanya bunda ya


mmm...dilla mengangguk cuek.


Kenapa harus beli motor, mobil kan ada dek... ucap Arya


Entar dilla ketiduran kalo dimobil mas...sahut dilla


Lagian ayah kerjanya dosen kan ya? maaf ni yah, gaji dosen mana bisa beli mansion segede gini, gaji dilla aja, kira-kira butuh 5 bulan gaji cuma buat beli 1 motor doang...ucap dilla penasaran


Sini duduk dekat ayah, ayah jelasin...ucap hakim. Dilla mendekat dan duduk di bangku bulat single dihadapan hakim. Hakim menggenggam tangan dilla.


hmm... ini warisan dari eyang, dan kerjaan ayah ya ga cuma dosen aja sayang...ucap hakim lembut.


mmm....jujur dilla sih gak masalah mau apapun kerja ayah, yang penting halal dan ayah selalu ada buat keluarga, buat dila itu lebih dari cukup... ucap dila santai.


Bundanya terdiam, ia tersadar bahwa dirinya dan mantan suaminya dulu selalu sibuk, hingga dilla terbiasa sendiri dan dipaksa untuk mandiri diusia mudanya.


Ke 4 abangnya terdiam, mereka juga merasakan hal yang sama tapi setidaknya mereka gak sendiri karna punya saudara, tapi berbeda dengan dilla, gadis itu anak semata wayang, pasti ia selalu kesepian dan sendirian selama ini.


Gak usah ngerasa salah bund, dilla udah terbiasa, malah dilla makasih banget untuk itu....ucap dilla yang mengerti tatapan sendu bundanya.

__ADS_1


Udah kan, yaudah dilla siap-siap dulu ya, bisa ngamuk tuh Gorila kalo dila belum siap juga gitu dia sampe... ucap dilla cuek lalu berlalu.


__ADS_2