Brothers?!

Brothers?!
Pindah


__ADS_3

Bund, mesti ya dilla ikut...ucap dila.


Kenapa sayang? kamu gak suka...tanya rukmana merasa putrinya keberatan.


bukan gitu bund, cuma kan jadi jauh dari tempat dilla ngajar... kalo gini terpaksa dong dila kudu bangun lebih pagi lagi...keluh dila


Rukmana menghela nafas lega, putrinya keberatan bukan karena pernikahannya tapi karna tempat yang jauh dari lingkup kerja dila.


Ayolah sayang, bunda pengen kita tinggal sama-sama lagi...bujuk rukmana, membuat dila harus mengalah.


Seminggu kemudian.


Dilla lah yang paling terakhir pindah ke kediaman baru bundanya. Karna ia memilih pindah setelah Mid Tes selesai agar gak kerepotan


Ia melihat dan memastikan kembali alamat yang diberikan bundanya. Perlahan ia mendekat pada pos yang ada disana, ia pun memasukan kode password dan gerbang pun terbuka otomatis. Dila pun berjalan menggeret kopernya.


Banyak pepohonan dan bunga di sekeliling jalan utama yang jujur saja Dila tidak menyukainya. Dila tidak seperti para gadis kebanyakan yang menyukai keindahan, tepatnya keindahan sesaat. Sepanjang jalan ia menggerutu kesal, kenapa pagar depan begitu jauh dari rumah utama, dalam hati ia berjanji ia akan protes pada ayah sambungnya soal ini.


30 menit lamanya dila berjalan kaki sambil menggeret kopernya dengan wajah cemberut. Dan akhirnya ia sampai tepat didepan sebuah bangunan mewah.

__ADS_1


Dila sudah berdiri didepan sebuah rumah mewah atau lebih tepatnya mansion. Dilla mengkerutkan keningnya, ia berfikir bukankah ayah sambungnya hanya seorang Profesor di bidang Arkeolog, lalu bagaimana caranya pria bernama lengkap Hakim Al Farhat itu bisa memiliki mansion semewah ini. Siapa sebenarnya ayah sambungnya itu.


Dila masih diam berdiri menatap mansion mewah dihadapannya dengan kening berkerut dan tangannya masih memegang erat kopernya.


Tiba-tiba sebuah mobil berhenti dipekarangan dan seorang pemuda yang tak lain adalah Arsyad, kakak ketiga nya kini sudah berdiri disampingnya sambil memperhatikan apa yang dilihat dila.


Kenapa gak masuk dek... tanya Arsyad.


Mas, ayah kerjanya apa sih? kok kita harus tinggal di tempat nyeremin begini...tanya dila tanpa mengalihkan pandangannya.


Serem???... bukannya para gadis biasanya senang dengan hal hal mewah... tanya arsyad


Gadis gadis yang mana yang mas maksud?!... Emang ada berapa banyak gadis yang mas kenal...?? tanya dila dingin. Jujur dila tak suka disamakan.


Arsyad tak bisa menjawab. Ia memang bukan orang jahat, tapi ia juga laki-laki normal, tentu ia pernah memiliki hubungan dengan beberapa wanita namun jelas tak bertahan lama karna Arsyad bukanlah tipe laki-laki yang suka memanjakan pasangannya.


Awalnya ia fikir adik sambungnya itu akan loncat kegirangan tapi ia malah disuguhi wajah kesal dila.


Udah ayok, bunda pasti udah nunggu... ucap Arsyad mengalihkan pembicaraan dan mengambil alih koper ditangan dila dan membawa adiknya itu masuk kedalam mansion. Dila menatap tajam punggung bidang Arsyad.

__ADS_1


Ya allah apa nasibku akan sama seperti saat aku tinggal bersama ayah.... ditempeli, di dekati oleh para penggemar mereka. Ya allah, aku mohon jauhkan aku dari segala penggemar dariciptaan-mu yang tampan itu. Buatlah agar mereka tak pernah mengenaliku... doa dila dalam hati, lalu dengan malas ia melangkahkan kakinya masuk kedalam mansion mengikuti Arsyad yang sudah lebih dulu masuk


......


Assalamualaikum.... ucap Arsyad.


mmm??? kok sepi....pikirnya


Assalamualaikum....ucap Dila


Wa'alaikum salam.....sahut Arsyad


Bunda mana mas...? tanya dila cuek


Kayaknya bunda masih di butik deh dek...yaudah yuk mas antar ke kamar kamu, kamu pasti capek... ucap Arsyad. Dilla mengangguk dan mengikuti Arsyad menuju kamarnya.


Ini kamar kamu, Di depan kamar kamu ada kamar mas Arman, Trus yang diujung kamar Ardhan, disamp'ng kamar kamu ini kamar mas dan disamping kamar mas arman itu kamarnya Arya. Kalau kamar Ayah sama Bunda ada dilantai 1....jelas Arsyad, dilla hanya mengangguk lalu masuk kedalam kamarnya.


Ia melihat ke sekitar, kamarnya sangat luas bahkan lebih luas dari kamar yang ia miliki di rumah ayahnya yang casanova itu. Karna lelah dila menggeret kopernya ke sudut ruangan lalu ia membuka sepatu dan meletakan tasnya ke sembarang tempat lalu ia naik ketempat tidurnya yang bisa ditiduri 4 orang itu, kemudian Dila terlelap dan cepat. Sungguh Dila tak hanya lelah fisik juga lelah otak. Hingga begitu nempel bantal Dila langsung dibawa ke dunia mimpi.

__ADS_1


__ADS_2