Brothers?!

Brothers?!
D.Dermawan


__ADS_3

Daddy ..pekik Susan tak setuju


Tunggu pak wijaya... ucap Oma Monica


Ya... batalkan saja.... Mas tampanku tak butuh kerja sama dengan seorang ayah yang menjadikan pernikahan anak kandungnya sebagai jalan untuk memuaskan ambisinya... ucap Dilla


Diam kau... ucap Oma monica. Dilla hanya mengangkat bahunya.


Bersiaplah perusahaan Al Farhat Corp akan gulung tikar... ucap Alex mengejek


Tidak pak alex... tolong jangan... Armand apa yang kamu lakukan cepat bujuk ayah mertuamu ini... ujar Oma Monica


Armand mengangkat bahunya acuh dan justru memainkan ujung rambut Dilla.


Alex Wijaya benar benar kesal, ia menarik tangan putrinya dan pergi


Oma monica marah dan ingin menampar Dilla namun Dilla menahan tangan yang begitu mudah menyakiti itu,


Sayang sekali seharusnya tangan ini digunakan untuk mengasihi anak, menantu dan cucumu, tapi anda justru menyakiti...ucap Dilla menatap tangan itu dengan raut sedih,


Monica menarik tangannya kasar, ia malu, apalagi masih menjadi tontonan para tamu


Berapa?? dengan berapa kau menjual Mas Armand.... ucap Dilla sudah tak bisa menahan amarahnya lagi. Matanya menggelap. Ia menatap tajam Monica seolah ingin membunuhnya.


Lisa...Berapa kekurangan pada perusahaan Al Farhat .... tanya dilla


Perusahaan membutuhkan suntikan dana segar sebesar 500 triliun USD dan saham wijaya agar Mas Armand tetap pada posisinya.


Hmm... hanya itu... ucap Dilla santai.

__ADS_1


Iya hanya itu....ucap Lisa. Dilla menganggukkan kepalanya. Semua menatapnya heran. Tapi tidak dengan Ardan yang memang sudah tahu latar belakang siapa Lisa dan Dilla.


Dilla mengambil hpnya dan mengetik sesuatu.


Seketika Bayu yang sempat terdiam dengan situasi sedikit menyingkir saat mendapat telpon.


Tuan, Tuan... kita sudah mendapatkan suntikan dana... ucap Bayu antusias pada Armand.


Apa???... siapa yang melakukannya.


Itu D.dermawan tuan, pemilik saham terbesar kedua di perusahaan Al farhat corp, tuan.... ucap Bayu tak percaya dengan yang ia katakan, karna D.dermawan tak pernah bisa ditemui atau dihubungi selama ini.


Tapi bagaimana bisa... tanya Armand yang hanya mendapat gelengan kepala Bayu yang juga tak tahu.


Oma, oma sudah dengarkan, sekarang oma gak perlu menjual mas tanpa kami lagi.... ucap Lisa


Jangan panggil aku Oma, aku bukan Oma mu... ucap Monica tersadar dengan keterkejutannya.


Bapak Bayu... panggil seorang pria agak baya bernama Bagaskara.


Ah tuan Bagaskara...sapa Bayu yang mengenal Bagaskara sebagai tangan kanan D.dermawan.


Nona kami ingin membuat tambahan kesepakatan pada perjanjian kerja sama ini... ucapnya melirik pada Dilla.


Monica Al Farhat dilarang keras untuk ikut campur lagi dalam urusan Al Farhat Corp, karna ia sudah mangkat... ucap Dilla tegas.


Siapa kau berani memberi syarat seperti itu... ucap Monica tak terima.


Tentu saja bisa nyonya monica. Karna Nama lain dari Putriku Dilla Cantika Hermawan adalah Dilla Dermawan, dermawan adalah nama dari mantan mertuaku tersayang... ucap Reyhan Hermawan yang entah sejak kapan ada disana.

__ADS_1


Semua terdiam.


Sudah papi bilangkan, pakai saja nama yang papi dan bunda kasih kenapa harus menggunakan nama kakek tua itu sih... gara-gara itu jadi banyakan orang gak tahu diri yang meremehkanmu sayang... gerutu Reyhan lalu mengecup pipi putri semata wayangnya itu


Oh... haiii putra-putra tampanku.... ucap rey menyapa seenaknya.


Hai..Papi...sapa Arya sumringah, ia suka pria dandy itu


Hai papi... ucap Ardan.


Hai Hakim, hai bidadari,ku...ucapnya lalu ia menghampiri Armand dan memeluknya.


Hai calon menantuku... ucapnya pada Armand yang tersenyum padanya


Hai putri cantiku, kau tak ingin memeluk papimu... ucapnya pada Lisa, Lisa pun memeluk erat Reyhan, ia begitu rindu dengan pria yang sudah seperti ayah baginya itu.


Hai papi.. ucap Arsyad yang segera menarik Lisa menjauh ia cemburu. seketika Reyhan mengernyit curiga.


Ada apa ini.... tanya Reyhan tak perduli dengan Dilla yang masih perang urat dengan Monica.


Apanya pi... tanya Arya.


ini.... ucap Rey sambil menunjuk Lisa dan Arsyad heran dengan interaksi mereka belum lagi dengan lisa yang tampak tak risih pada lawan jenis seperti biasanya.


Ah... Lisa calon istrinya mas Arsyad pi... ucap Ardan cuek.


Enggak pi/iya pi...sahut Lisa dan Arsyad bersamaan.


Reyhan hanya terkekeh.

__ADS_1


Baguslah, akhirnya papi hanya perlu menunggu cucu sekarang... hahahahahha... tawa laki-laki yang selalu dianggap aneh oleh Rukmana mantan istrinya itu.


__ADS_2