Brothers?!

Brothers?!
Makan Malam Mas Armand


__ADS_3

Seminggu kemudian


Bu Dilla ada pihak showroom mengantarkan motor untuk ibu...ucap Pak Dio, salah satu guru fisika yang menaruh hati pada Dilla.


Ah iya pak makasih. Permisi..ucap Dilla berlalu diikuti Hari.


Itu, pak Dio kayaknya naksir lo deh dill..ucap Lisa.


Lisa terus nyerocos, tapi Dilla tak menggubrisnya. Lisa kesal dan memukul bahu Dilla gemas.


Aduw...pkik dilla mengusap bahunya yang dipukul.


Apaan sih...!! kesal dilla


Apaan, apaan, ...dari tadi gue ngomong malah dikacangin...lo denger gak sih yang gue omongin...kesal lisa


Denger, gak budek gue...ucap Dilla lalu melanjutkan jalannya.


Kalau denger, terus..?!!! tanya Lisa lagi


Ya terus apa?!...ucap Dilla


Ya terus pendapat lo gimana?!!...ck...gue tanya gimana pendapat lo tentang pak dio yang jelas banget naksir lo...ucap Lisa geregetan


Ya gak gimana-gimana lah..itu urusan dia sama hatinya, gue atau siapa pun gak punya hak untuk ngelarang atau mengatur dengan siapa pak dio menaruh hati...sama kayak lo yang berhak buat naksir mas Arya dan mas Arya gak punya hak buat ngelarang lo...ucap Dilla sekaligus menyindir.


Sialan lo, kok bawa-bawa gue, gue gak naksir cuma nge-fans ya, nge-fans...ucap Lisa tak terima, karna memang benar dia hanya nge-fans.


Tak lama mereka sampai di halaman sekolah menemui pihak showroom. Pihak showroom mengantarkan motor pesanan Dila beserta dokumen dan aksesorisnya pada dilla. Setelah urusan selesai, pihak showroom pun pergi.


Pulang lo langsung bawa ni motor.. tanya LIsa. Dilla mengangguk lalu mereka pun kembali keruangan mereka.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian.


mm... bu dilla, tadi itu motor bu dilla?? tanya pak dio.


Iya pak..sahut dilla seadanya.


Kok diantar kesini..tanya pak dio lagi.


Ah... soalnya dirumah takut gak ada yang terima..jujur dilla singkat.


ooo...pak dio pun kembali menelan kecewa melihat respon datar dan super singkat dilla setiap kali ia ajak bicara.


Wuih..patah hati..bisik lisa iseng pada dilla. Dilla hanya mengabaikannya saja.


Sorenya dilla pulang dengan Motor barunya yang sudah ia namai, MonRed (Monster Red).


Sesampainya dimansion, dia memarkirkan motornya. Lalu berjalan masuk menuju kamarnya. setelahnya ia membersihkan diri dan saat akan turun ia bertemu dengan Ardhan yang ternyata Off dan tidur seharian dimansion.


Sore.. sapa Ardhan.


Aku bantu?? tanya Dilla.


MM...thankyou..ucap Ardhan.


Dilla pun membantu Ardhan memasak. Ya dimansion itu mereka memang selalu masak bergantian, sedangkan ART ditempat itu hanya membantu membersikan mansion itu saja.


Kamu gak ada niat balik lagi jadi dokter dill..tanya Ardhan.


gak dulu deh, aku masih bosen liat darah..ucap Dilla.


Aku gak tahu apa yang jadi alasan kamu berhenti. tapi aku harap kamu mau kembali kedunia medis. jujur kemampuan kamu sangat dibutuhkan..ucap Ardhan.

__ADS_1


Dilla hanya diam. melihat itu tiba-tiba Ardhan menepuk pucuk kepala Dilla dengan Lembut.


Pelan-pelan saja..ucap Ardhan lembut. Dilla hanya diam dan memilih memotong sayuran yang akan dimasak.


Tak lama Arsyad pulang diikuti Rukmana, Hakim dan Arya. Armand katanya lembur hingga tak bisa pulang untuk makan malam bersama.


Pukul 1 Malam, Dilla terbangun karna haus, ia pun turun ke dapur untuk mengambil minum.


Tap tap tap..Dilla menoleh saat mendengar suara langkah kaki.


Baru pulang mas..sapa Dilla pada Armand yang baru pulang? tanya dilla


Mmm...(angguk Armand). Kamu sendiri kenapa belum tidur...tanya Armand


Haus...ucapnya sambil mengangkat gelasnya.


Mas udah makan? tanya Dilla


Be...lum,kayaknya...ucap Armand meragu apakah dia sudah makan malam atau belum.


hhh... dila menghela nafas, lalu ia pun meletakkan gelasnya lalu menghampiri Armand dan memaksanya duduk. Armand menurut dan hanya memperhatikan gerak gerik Dilla. Tak lama Dilla kembali dan memberikan obat lambung pada Armand.


Minum ini dulu, biar dilla buatin makan malamnya...ucap Dilla tanpa mau dibantah. Armand hanya tersenyum tipis dan menurut. 10 menit kemudian Dilla sudah menghidangkan makan malam Armand, atau lebih tepatnya memanaskan makan malam.


Mas makan aja, dilla temenin...ucap Dilla lalu duduk di depan Arman. Armand pun memakan makan malamnya dengan lahap, sepertinya benar dia belum makan malam.


Armand Makan malam dengan lahap, sedangkan Dilla sudah menggunakan kedua tangannya untuk menopang wajahnya dan tertidur.


Arman terkejut saat ia mendongak dan melihat Dilla sudah terlelap.


hhh...armand menghela nafas tak enak pada dilla yang sampai tertidur dimeja makan hanya untuk menungguinya.

__ADS_1


Dengan hati-hati ia membawa piring kotor dan menaruhnya diwastafel. lalu ia mendekat pada Dilla dan menggendong dilla dengan hati-hati lalu membawanya ke kamarnya. Sesampainya disana Armand membaringkan dilla lalu menyelimutinya dan mengecup kening dilla lalu ia kembali kekamarnya untuk istirahat.


__ADS_2