
5 bulan kemudian
Bun, ngapain sih pake ngukur baju lagi? Perasaan Gaunku sama lisa masih banyak yang belum ke pake... tanya Dilla yang sudah kesal setengah mati karna harus tahan jadi manekin selama 30 menit itu, belum lagi Arya yang hari itu ada di rumah dan terus saja menjejalkan cemilan pada mulutnya. Belum lagi Lisa yang terus saja bertengkar dengan Arsyad sejak ia kembali dari seminar.
hmmm ??loh emang bunda gak bilang ya, bulan depankan Mas Armand mi, tunangan?!....ucap Rukmana sambil menulis ukuran dilla di bukunya.
Dilla terdiam.
Mas Armand tunangan?!... batin dilla sedikit bertanya, karna selama ini masnya itu manusia lurus yang gak pernah singgah. Jangankan singgah bawa perempuan kerumahnya aja gak pernah, gak hanya itu Dilla yang kini sudah setahun lebih menjadi adik sambungnya itu bahkan tak pernah mendengar armand bicara dengan wanita di telpon.
Kok bisa, emang mas armand punya pacar bun... tanya lisa yang tangannya masih menjambak rambut Arsyad yang sejak tadi mengganggunya itu.
Bukan pacar, lebih tepatnya dijodohkan sama nyonya menir... celetuk arya tak suka.
Arya.... ucap bunda lembut pada putra bungsunya itu.
__ADS_1
Abis aku kesel bun, mereka yang selama ini tak pernah perduli pada kami tiba-tiba seenak jidatnya aja menjadikan pernikahan dan masa depan kami sebagai pion mereka. Gak cukup apa dengan perbuatan mereka ke bunda dan ayah.... kesal Arya dengan nafas yang turun naik karna marah.
hhh... jadi Mas arya nasibnya sama kayak aku.... gumam dilla.
Sontak Rukmana segera menarik dilla pelukannya. Ia tahu bagaimana menderita dan tertekannya dulu dilla karna perjodohan yang diatur Mantan mertuanya, hingga membuat Rey, ayah dari dilla mengamuk dan hampir memutuskan hubungan keluarga dengan keluarga besarnya sendiri saat mengetahui penghianatan deniss pada dilla, apalagi dilla yang memilih melepas mimpinya karna penghianatan itu
Lisa perlahan melepas jambakannya dari rambut Arsyad. Arsyad menatap ekspresi lisa yang juga tak baik-baik saja.
------
Pesta pertunangan.
Dengan malas dan wajah tanpa ekspresi Armand memasangkan cincin itu di jari perempuan bernama Susan Wijaya itu.
Yah wanita itu adalah wanita yang sempat dilla jumpai didalam lift saat mengantarkan berkas yang ketinggalan milik armand.
__ADS_1
Tampak jelas raut bahagia diwajah susan, begitu jauh berbeda dengan ekspresi armand yang pen.h kebencian.
Selamat ya... ucap para undangan dan sepupu juga keluarga yang lain. Mungkin hanya adik-adik dari Armand saja yang tak mengucapkan.
Yang sabar ya nak... ucap rukmana lalu memeluk putra sulungnya itu. Armand yang tak pernah menunjukkan ekspresinya itu kini membalas pelukan seorang paruh baya yang ia anggap ibunya itu.
Doakan armand bunda, biar semuanya segera berakhir... ucapnya pada rukmana sambil memeluknya erat. Rukmana mengusap punggung lebar itu berusaha memberinya kekuatan
Yang sabar mas... Gue bakal selalu doain biar pertunangan busuk ini cepet berakhir... ucap arya sambil menatap tajam pada calon kakak iparnya yang wajahnya sudah sangat memerah karna marah.
Arsyad tak banyak bicara ia hanya memeluk kakaknya itu tanpa mengucapkan selamat atau sekedar melirik calon kakak iparnya itu, begitu pula dengan Ardan yang datang terlambat tadi.
Lisa gadis itu sedikit memberi mengangguk pada Susan tanpa memberi selamat lalu ia menatap Armand dan tersenyum tulus, Armand mengangguk kemudian memeluk Armand.
Semua terkejut, Armand tak suka disentuh wanita. mungkin jika itu rukmana, mereka bisa mengerti tapi lisa, ia hanya orang lain.
__ADS_1