
Hari itu Arsyad Hakim muda itu izin tidak ke masuk, karna ia berniat mengunjungi makam dari sahabatnya.
Hei... bagaimana disana?? maaf jarang mengunjungimu... ucap Arsyad pada sebuah nisan. Tatapan matanya tampak sendu. Ferdi, nama yang tertulis di nisan itu. Ferdi sahabat Arsyad yang berpulang dihari pernikahannya karna kecelakaan.
Sudah siang, aku pulang, aku tak ingin bertemu dengannya, ia sungguh merepotkan...wanita gila itu selalu saja menjadikanmu tameng untuk memintaku menikahinya... hhhh... ucap Arsyad sedikit kesal seraya menyugar rambutnya
hhh... dasar laki-laki bodoh, aku gak pernah ngerti kenapa kau bisa menaruh hati pada wanita gila itu... gara-gara kebodohanmu, aku hampir saja melupakan kita ini bersahabat... hhh.. ku doakan semoga kau menemukan bidadari surgamu disana kawan... ucap Arsyad lalu pergi.
Hari itu Arsyad mengenakan kemeja slimfit berwarna hitam yang menunjukkan bentuk tubuhnya yang atletis, laki-laki itu tak mengenakan jasnya.
__ADS_1
Langkahnya terhenti saat ia tak sengaja melihat bayang sosok yang ia kenal. Arsyad pun mengikutinya, Sosok itu berhenti tepat didepan 2 buah makam yang berdampingan. Gadis itu pun menekuk kakinya seraya mulai menebarkan bunga dan air, kemudian dia pun mengirim doa pada keduanya.
Butuh 13 tahun untukku bisa mengunjungi kalian sendirian.... Hebat bukan?! sebesar yang kalian beri untukku... ucap Lisa miris
Papi, Mami, kalian tampak tenang, tidak lagi terdengar caci maki, teriakan dan suara cambuk. Aneh... padahal sekarang kalian sudah berdampingan....ucap Lisa mengejek.
Betapa bagusnya kalau mami dan papi juga seperti in' saat masih hidup, saat kita masih sama-sama. Mungkin aku takkan terlalu membenci kalian...mungkin disini (menunjuk jantungnya) tidak akan terlalu sakit saat mengingat kalian, Mungkin aku takkan butuh 13 tahun untuk mengunjungi kalian..... ucapnya sarat luka, air matanya perlahan menerobos tanpa izin dengan tidak sopannya.
Mi kenapa kau begitu bodoh mencintai bajingan seperti papi? kenapa kau turunkan gen bodoh itu pada putrimu ini?.... kenapa aku harus merasakan luka yang pernah mami rasakan dulu.... isaknya mengingat penghianatan mantan kekasihnya dulu, cinta pertamanya.
__ADS_1
Dan Papi, aku gak perlu harta papi, kenapa papi harus memberikannya padaku, apa papi sebegitu membenciku hingga papi ingin aku untuk terus mengingat semua kenangan buruk akan dirimu disetiap sudut hal yang papi wariskan padaku.... isaknya.
Tidak bisakah kalian mencintaiku sedikit saja... isaknya sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Hari itu lisa mengungkapkan semua kesakitannya didepan makam kedua orang tuanya. Sedangkan Lisa tak tahu Arsyad sejak tadi sudah berdiri dibelakangnya mendengar semua keluh kesahnya. Ada rasa sakit dihati Arsyad melihat hal itu.
Tanpa diminta Arsyad berjongkok disamping Lisa yang masih menutup wajahnya menangis. Arsyad mengirim doa untuk kedua orang tua kandung lisa yang tak pernah ia temui.
Halo tuan dan nyonya wiyoko, Nama Arsyad Al Farhat, Kakak dari Dilla cantika hermawan, sahabat dari putrimu. Aku tidak tahu seperti apa hubungan kalian, tapi sepertinya hanya memberi luka untuk putri kalian. Aku tak bermaksud menghakimi kalian, tapi percayalah putri kalian seorang gadis yang kuat, ia pasti akan hidup bahagia, jauh dari bayang bayang luka dan trauma yang kalian berikan padanya selama kalian masih hidup. Karna kini tak hanya papi rey, bunda rukmana dan dilla saja yang ada disisinya, Tapi juga ada aku dan ketiga saudara laki-lakiku yang lain yang akan menjaganya, mencintainya dan tak akan pernah meninggalkannya.... Hingga suatu hari Putri kalian yang cantik disampingku ini akan perlahan membuka hati untuk memaafkan kalian.... ucap Arsyad dengan suara beratnya.
Merasa mendengar suara, Lisa pun mendongak, ia menoleh, betapa terkejutnya lisa saat melihat Arsyad jongkok disampingnya dan menatap dingin pada makam kedua orang tua lisa. Lisa semakin tergugu saat mendengar ucapan Arsyad.
__ADS_1
Lisa masih terisak... Arsyad menoleh, ia pun perlahan menghapus air mata yang membanjiri wajah cantik Lisa, Arsyad pun membawanya kedalam pelukannya. Arsyad mengusap punggung Lisa lembut berusaha menenangkan Lisa. Jujur Arsyad begitu terluka mendengar setiap isak tangis Lisa yang begitu menyakitkan. Arsyad tak sanggup membayangkan seberapa banyak luka yang diterima Lisa.
Mendengar cerita dar' rukmana saja, Arsyad bisa tahu Lisa memiliki trauma dan sedang berusaha keras bangkit dari keterpurukannya setiap detik. Gadis cantik nan tomboy itu masih sedang berjuang membangun dirinya. Dan entah mengapa Arsyad ingin selalu menjaga gadis itu.