
Puas menangis Lisa pun membiarkan Arsyad menghapus air mata diwajah cantik Lisa.
Mas ngapain bisa nyasar kesini..tanya seraya mengatur nafasnya.
ctak...Sontak Arsyad menyentil kening gadis itu. Lisa segera mengusap keningnya.
Sembarangan kamu, mas bukan nyasar, emang mau ziarah lisa...ucap Arsyad.
Udah ah jangan mewek terus...ucap Arsyad.
Bentar ya... ucap Arsyad lalu membeli 3 botol air minum tak jauh dari mereka duduk sekarang.
Lisa mengambil salah satunya lalu dengan cueknya ia mencuci wajahnya dengan Air dalam botol kemasan itu. Arsyad tertegun, ia heran bukan main, ini pertama kalinya dalam hidupnya ia melihat seorang gadis dengan tanpa sungkan dan malu-malunya mencuci wajahnya dengan air botol kemasan di muka umum begini.
Kenapa ngeliatin aku keyak gitu amat sih..protes lisa
Enggak, mas heran aja, kok kamu bisa cuek aja gitu cuci muka ditempat umum kayak gini... ucap Arsyad.
Trus mas mau aku cuci muka dimana? disini gak ada kamar mandi...sahut Lisa seraya membiarkan Arsyad yang ikut mengelap wajah Lisa dengan Tissu.
Ya iyasih, tapi kan kamu bisa nanti cuci mukanya pas kita singgah di restoran atau cafe deket sini lisa sayang...ucap Arsyad.
Iya, tapi yang ada malah makin jadi omongan orang liat aku dengan muka berantakan masuk ke restoran atau cafe mereka...mending disini paling yang liat cuma mas sama mbak yang jualan...ucap lisa cuek.
Yaudah yuk, kita cari makan dulu, abis itu terserah deh kamu mau ngelayap kemana, yang penting ingat jangan pulang kemaleman. Udah yuk yuk..mas udah laper nih...ucap Arsyad yang langsung menarik Lisa berdiri dan menggandeng gadis itu menuju mobilnya.
Didalam mobil lisa melihat wajahnya dicermin.
Astagfirullah ini mata ampe sembab gini...keluhnya pada dirinya sendiri.
__ADS_1
Arsyad tersenyum tipis.
Kenapa lagi sih mas...ujar Lisa
Gak heran kamu bisa temenan sama Dilla dan Arya... kalian sama-sama mahluk langka...ucap Arsyad.
Sontak Lisa yang sedang memakai BB creamnya menoleh pada Arsyad.
Itu pujian kan?? tanyanya seraya menatap tajam Arsyad. Seketika Arsyad tertawa geli lalu mengacak rambut Lisa.
Lisa cuek, dan melanjutkan aktifitasnya memakai BB creamnya tanpa perduli kini Arsyad masih terus membelai rambut panjang Lisa. Entahlah Lisa tampak tak terganggu.
Arsyad menghentikan mobilnya didepan sebuah restoran. Arsyad membukakan pintu untuk Lisa, ia pun mengambil Tas jinjing lisa dan kemudian setelah lisa keluar dari mobil. Arsyad segera menutup pintu mobil dan menguncinya, kemudian ia segera menggandeng Lisa dengan santainya. Lisa? jangan ditanya dia tampak tak perduli sedikit pun, seolah Arsyad bukanlah lawan jenis yang selama ini selalu membuatnya risih.
Arsyad menarikan kursi untuknya, lisa tampak tak merona karna GR akibat manner yang ditunjukkan Arsyad. Arsyad pun tak mengharapkan itu, karna saat itu dimatanya Lisa sama dengan Dilla, seorang adik baginya. Yang tanpa ia tahu bahwa rasa itu akan berubah menjadi sebuah keposesifan.
Arsyad menoleh pada wanita itu, seketika wajah arsyad berubah datar. Lisa dapat melihat ketidaksukaan dimata Arsyad untuk wanita berpenampilan feminim itu. Namun entah mengapa Lisa pun tak menyukai wanita yang tampak jelas memuja Arsyad itu, entahlah mungkin feeling sebagai sesama wanita.
Tanpa izin wanita itu langsung duduk disamping Arsyad.
Kamu apa kabar... ucap wanita itu lembut seraya menyentuh lengan kekar Arsyad dengan sengaja, membuat Arsyad segera menepis tangan genit itu. Tapi sepertinya wanita itu sudah putus urat malu, ia tak mempermasalahkan itu. Lisa masih mengamati sambil menikmati makanannya.
Saya baik..ucapnya.
Ah... kamu pasti tadi mengunjungi Ferdi kan...tanyanya
Arsyad hanya mengangguk dan tak mau menjawab, ia melanjutkan makanannya. Wanita itu terus bicara membuat Lisa dan Arsyad mulai jengah dengan seara lemah lembut yang membuat mereka ingin muntah itu.
Lisa menyelesaikan makannya dengan tidak senang. Moodnya buruk, ia menatap tajam pada Arsyad, Arsyad pun menatap mata Lisa. Ia tahu gadis itu sedang sangat kesal dan moodnya berubah buruk sekarang.
__ADS_1
Tak... Arsyad meletakkan sendok dan garpunya dengan kasar. Lalu ia menoleh pada perempuan itu dengan tajam.
Maaf bisakah anda pindah, jujur anda sudah mengganggu waktu makan siang kami..ucap Arsyad datar.
Wanita itu menoleh pada Lisa yang sudah bersedekap.
Ah ini pasti adikmu kan...ujarnya.
Hai.. aku Jehan...ucapnya sambil mengulurkan tangan namun tak disambut sedikit pun oleh Lisa, Lisa tak suka mahluk bermuka dua. Lisa justru menatap Jehan tajam seakan akan menghabisinya. Perlahan Jehan menurunkan tangannya karna malu dan sedikit tak nyaman dengan tatapan tajam Lisa.
Dia Lisa Wiyoko, Calon istri saya... ucap Arsyad seenaknya hingga membuat kedua hawa itu menoleh padanya.
Jehan tampak terkejut, ia tak terima mangsanya sudah dimiliki orang lain, sedang Lisa ia menahan diri untuk tak menghajar Arsyad yang seenaknya memberi statement.
Ca Lon ISTRI?...ucap Jehan
Kalau dia calon istrimu, lalu aku apa arsyad? Kamu jangan bercanda Calon Istrimu itu aku... kamu lupa dengan wasiat yang diucapkan Ferdi dulu... ucap Jehan lagi-lagi menggunakan nama Ferdi.
Ah, anda mungkin lupa, Ferdi bukanlah sahabat saya, ataupun keluarga saya, dan tentu saja saya tak punya kewajiban apapun untuk menuruti permintaan terakhirnya. Selain itu wanita cantik yang duduk dihadapan saya ini sudah menjadi calon istri saya, dan tak lama lagi kami akan menikah. Jadi jika anda masih punya harga diri, maka berhentilah bermimpi dan menggangu kebersamaanku dengan calon istriku tercinta ini...ucap Arsyad sengaja.
Wanita itu bangkit dari duduknya. Ia melihat Lisa dengan seksama. Sedangkan Lisa, gadis itu dengan sengaja melambaikan tangannya. Akhirnya wanita itu pergi dengan wajah merah padam.
Calon Istri?? sejak kapan aku jadi calon istrinya mas?... jangan sembarangan napa, ntar kalo ada yang denger trus gak ada lagi yang mau lagi sama aku gimana? mas mau tanggung jawab apa?...omel lisa kesal
Kenapa enggak, kan tinggal jadiin kenyataan aja... ucap Arsyad santai.
Mas ihhh kalo bercanda kira-kira dong...kesal Lisa. Sedang Arsyad justru tersenyum senang dan melanjutkan makan siangnya yang tertunda
Dan sejak itu Arsyad selalu menggoda Lisa, dan memanggilnya Calon istriku, bahkan di hp Arsyad, nama lisa diganti menjadi Calon Istri tercintaku... Alay kan... semua itu sengaja, bukan hanya untuk membuat Lisa kesal tapi juga untuk membuat para wanita yang berusaha mengejarnya mundur teratur, apalagi kalau mereka tahu gadis yang disebut sebagai calon istrinya adalah gadis yang sangat galak dan Cantik.
__ADS_1