
Duduk dulu dill...ucap Armand.
Dilla pun duduk dan melihat sekelilingnya.
Udah bener itu kan ya mas berkas yang mas minta.. tanya dilla
mm... iya bener ini... makasih ya...ucap armand yang kini sudah duduk di meja kerjanya
kamu mau minum apa dill biar mas pesenin...ucap armand.
Aduh udah gak usah deh mas, dilla mau langsung jalan aja, kasian Lisa kelamaan ntar nunggunya... ucap Dilla segera bangkit dan menyalam Armand.
mm..yaudah kalau gitu mas antar aja ya..ucap armand menawarkan diri.
Aihhh udah gak usah deh mas, mas kan super sibuk..aku bisa pake ojol kok, ntar pulangnya bisa nebeng ama lisa atau minta jemput mas Arsyad aja...ucap Dilla lagi.
Yaudah kalau gitu kamu diantar supir mas aja & ambil ini, pake kartu mas, jangan di tolak...oke..ucap Armand memaksa. Dilla pun hanya bisa pasrah.
Armand segera menghubungi pak agus, supirnya untuk menyiapkan mobil. Armand pun merangkul Dilla dan mengantarnya ke loby.
Nanti kalau ada apa-apa inget telpon mas...ucap Armand.
__ADS_1
Iya mas..sahut Dilla lemas, selalu seperti ini, nggak papinya, enggak ayahnya, enggak bundanya sekarang ditambah kakak sambungnya.
Terkadang Dila heran, kenapa mereka selalu memperlakukan dilla secara berlebihan. Tapi mana mungkin dia bertanya, dia hanya bisa diam dan menerima.
Begitu keluar dari lift semua staff memandang mereka, Dilla yang dirangkul Armand terlihat cuek dan sibuk dengan HP nya, sedang Armand terlihat sesekali mengintip pesan di Hp dilla untuk lisa.
Lisa udah sampe ?? tanya armand. Dila menggeleng.
Belum, masih dijalan katanya macet...ucap dilla cuek. Lalu ia menyadari setiap mata yang memandangnya penuh tanya. Mata yang sering ia lihat saat dulu mengunjungi kantor papinya.
Selamat siang pak..sapa receptionist
Selamat Siang, ah.. saya mau ingatkan kalau lain kali si cantik ini datang, tolong langsung suruh saja naik keruangan saya...ucap Armand. Sedangkan dilla sibuk mencari mobil pak agus. Tiba-tiba badannya di pindahkan dan berdiri tepat membelakangi Armand. Armand mengapit kepala Dila dengan kedua telapak tangannya yang besar dan menunjukkan wajah dilla pada receptionist dihadapannya.
ihhh mas iihhh, ntar skincare aku luntur ihhh...ujar Dila kesal dan memukuli armand.
Armand tertawa geli lalu mendekap dilla dari belakang dan memaksanya jalan keluar menuju mobil yang sudah terparkir rapih menunggunya.
Sedangkan kedua receptionist itu terdiam, mereka terkejut melihat bos kutub mereka tampak begitu akrab dengan seorang gadis yang entah siapa.
Iya iya maaf maaf... aduh jangan cemberut ah, ntar cantiknya..goda armand.
__ADS_1
malas berdebat dilla segera menyalam armand dan armand mencium kening dilla.
Hati-hati bawa mobilnya ya pak...pesan armand pada pak agus.
Jangan kemalaman pulangnya dill...atau ntar mas gak kasih kamu ijin lagi buat hangout diluar..pesan armand
Insyaallah sebelum jam 9 malam dilla sama lisa udah sampe dirumah mas..ucap dila.
Heran deh sama mas armand, biasa juga diemmmm aja kayak patung, biasa juga cuekkkk banget, biasa juga dingiiiinnnn banget... kok akhir-akhir ini jadi aneh gitu sih??? gerutu Dila, pak agus hanya menahan senyumnya. Ia senang anak majikannya itu tampak lebih manusiawi sekarang.
Siapa bocah itu... tanya seorang wanita menyeramkan yang sempat tak sengaja bertemu dilla.
Bukan urusanmu...sahut Armand dingin dan berlalu begitu saja.
Pak agus pun membawa dilla menuju tempat tujuan.
1 setengah jam kemudian Dila tiba di mall yang di tuju. Dila sibuk mencari Lisa. Lalu ketika akhirnya matanya menemukan keberadaan Lisa, tiba-tiba saja tangan Dilla ditarik.
Dilla sontak berbalik menoleh pada orang yang menarik tangannya.
Dila... sebut orang itu.
__ADS_1
Ah.. ini dedemit napa mesti muncul lagi sih?... batin dila bicara