
Bayu bawa semua rincian lengkap kerja sama kita dengan widodo enterprise...ucapnya.
Baik tuan...ucap bayu sambil mengernyit.
Ah, mereka ingin memperpanjang kerja sama?!... bayu setelah kerja sama terakhir berakhir, tolak semua kerja sama dengan Widodo enterprise dalam bidang apapun... ucap Armand.
Armand tidak bodoh, ia memang marah namun bukan berarti ia harus bersikap tidak profesional.
Baik tuan... tapi tuan bolehkah saya tahu alasan anda mengapa tak lagi ingin bekerja sama dengan widodo enterprise.... tanya bayu.
Sejak awal aku memang tak ingin bekerja sama dengan perusahaan itu kalau bukan karna kakek. tapi sekarang tidak lagi. Kau sudah menemukan dan mengumpulkan bukti kecurangan mereka... ucap Armand.
Tentu tuan.... ucap Bayu.
Sebarkan semuanya, aku ingin perusahaan ini tak lagi memiliki parasit... Lakukan dengan Rapih....ucap Armand
Baik tuan...sahut Bayu
Keesokkan harinya Widodo Enterprise hancur dalam semalam. Armand tak hanya memutuskan tak memperpanjang kerja sama tapi ia juga berhasil mengakuisi dan membeli Widodo Enterprise dengan harga yang sangat murah.
__ADS_1
Begitulah Armand Al Farhat, Laki-laki itu menggunakan otaknya untuk menghancurkan seseorang yang melukai keluarganya bukan dengan otot dan emosi sesaat.
Keesokkan malamnya.
Dila duduk di taman belakang mansion sambil mengelus bulu kucing kesayangan Lisa yang dititipkan karna dia ada seminar di luar kota untuk dua hari kedepan, ditemani Armand yang duduk disampingnya
Mas... ucap Dilla ingin bertanya.
Bukan karna kamu.... ini murni karna mas tahu penyelewengan dana yang mereka lakukan... jangan salahkan dirimu untuk hal yang bukan salahmu...ucap Armand sebelum Dilla melanjutkan kalimatnya
Dilla menunduk sambil terus membelai chico, kucing Lisa. Armand tahu Dilla masih merasa kalau ia ikut andil dalam kehancuran perusahaan keluarga Widodo. Armand menghela nafasnya, lalu menarik kepala Dilla untuk bersandar padanya.
Jangan salahkan dirimu, sungguh ini tak ada kaitannya denganmu... ucap Armand lalu refleks mengecup pucuk kepala Dilla. Dilla mengangguk dan membiarkan dirinya tetap bersandar pada Armand. hingga akhirnya Dilla tertidur.
Rukmana dan Hakim yang masih duduk diruang keluarga melihat itu, mereka tak menegur hanya menatap dan menghela nafas, mereka tahu yang terjadi, namun mereka memilih tutup mulut selama putri mereka masih tak mau mengatakan apapun.
Arman membaringkan Dilla ditempat tidur lalu merapihkan rambutnya. Ia belai rambut Dilla.
Jangan terluka hanya karna sampah... hatimu tak pantas untuk terluka akan seseorang yang tak menghargai dirimu... Mas harap hatimu segera pulih sayang.... ucap Armand lirih lalu mengecup kening Dilla.
__ADS_1
-----
Ting
Lisa membuka hpnya. Arsyad mengirim fotonya yang sedang mencium Chico. Lisa melotot tak senang.
Woi... jangan perkosa anak perawan gue... pekiknya begitu telponnya diangkat Arsyad. Arsyad sontak terjatuh dari tempat tidurnya saat mendengar teriakan Lisa.
Sejak kapan kamu punya anak perawan? nikah aja belom perasaan udah punya anak aja kamu ..ucap Arsyad seraya mengusap telinganya..
Chico itu anak perawan gue...ucapnya kesal
Sontak Arsyad menoleh pada Kucing yang sekarang sedang PW di tempat tidur Arsyad.
Sejak kapan Chico jadi nama perempuan.... ucap Arsyad
Terserah gue dong, kucing kucing gue urusannya ama lo apaan?? ujar Lida nyolot.
Jangan galak gitu sama calon suami bisakan?!... goda Arsyad.
__ADS_1
Dasar Mesuuuummmm.... ucap Lisa lalu mematikan Hpnya.
hahahhaha... chico mami kamu ngambek sama papi...hehehe...ucap Arsyad sambil tertawa geli dan membawa chico kedalam pelukannya.