BUKAN AKU YANG MANDUL

BUKAN AKU YANG MANDUL
perceraian


__ADS_3

"Bang, coba kita periksa di tempat lain, siapa tau yang ini kurang cocok" ajak vini pada kevin suaminya, karena ia sendiri kurang yakin atas vonis dokter mengenai keadaannya.


"lah, Vin udah dua dokter ya kita datengin. semua bilang abang sehat, kamu yang kurang sehat." Tolak lelaki yang menikahi vini lima tahun lalu, dia begitu yakin kalau dirinya baik-baik saja.


" Ya iya lah bilang kamu sehat Bang, dokternya sodara abang semua. Keponakan abang mantan adek kelas yang pernah rebutan pacar sama aku, trus om kamu itu dari dulu gak suka sama aku, karna dulu aku suka nyolong mangga punya dia yang di bungkus plastik" Sungut Vini.


Dokter yang di sebut Vini kebetulan tetangga dari orang tua Vini. Waktu kecil Vini suka mencuri mangga di sekitar komplek perumahan milik orangtuanya. Vini adalah anak yang kurang perhatian, jadi dari kecil dia sedikit bandel.


"Kita cari dokter lain ya Bang, siapa tau cocok," Vini mengulang permohonannya pada sang suami.


Vinilah yang selalu di sudut kan oleh keluarga Kevin setiap mereka membahas perihal mereka yang belum punya momongan. Tak jarang saat pertemuan keluarga mertuanya sering menyindirnya belum juga punya anak.


Orangtua Kevin mulai tak menyukai Vini semenjak dua tahun pernikahan mereka Vini tak kunjung hamil, Sedangkan Kevin suaminya sangat penurut dan selalu menuruti kemauan orang tuanya.


" Jadi, maksud kamu aku yang bermasalah hah, dan Reni dan om Ferdi itu gak becus meriksa kita, keluarga aku gak ada yang mandul Vini, entah kalau keluarga kamu" suara Kevin meninggi. Biasanya tak pernah semarah ini Kevin terhadapnya, mungkin sikapnya itu merupakan desakan orangtuanya yang menuntutnya untuk menikah lagi.


"Bukan itu maksud aku Bang, ya siapa tau kalau ke dokter lain bisa cocok Bang, kita jangan menyerah berusaha lah" Vini mencoba menjelaskan pada suaminya. Vini masih belum yakin kalau dia itu mandul.


"Alah sudahlah, dasar aja kamu yang gak beres. Mungkin akhir bulan ini kamu harus terima aku menikah lagi dengan wanita pilihan orangtuaku Vin. Karena batas waktu yang di tentukan oleh ibuku tinggal bulan ini dek."


Luruh air mata wanita itu, tapi segera di hapus. Ia tak mau terlihat lemah. Karna memang begitu adanya bulan ini batas waktu toleransi mertuanya. Kalau bulan ini Vini belum juga hamil maka dia harus rela Kevin menikah lagi. Meski sakit hati Vini di tekan oleh keluarga suaminya.


Vini di beri pilihan oleh orangtua Kevin, jika dia masih ingin menjadi istri Kevin maka ia harus rela Kevin menikah lagi. Namun jika dia tak mau di madu, maka dia harus bercerai dari Kevin. Pilihan yang sulit, satu sisi ia masih mencintai suaminya, sisi lainnya menolak jika dia harus berbagi suami.


***

__ADS_1


Pernikahan kedua Kevin pun terjadi setelah ketuk palu perceraian Kevin dan Vini. Vini memilih pisah dari pada harus meneguk pahitnya madu. Kemiripan nama tak menjamin langgengnya sebuah hubungan. Namun Vini tak boleh lemah. Perjalanan hidupnya melatihnya menjadi wanita kuat.


Vini hadir di pernikahan itu dengan senyum yang di paksakan. dia bersikap se biasa mungkin. Meski tak tahu sebenarnya hati Vini saat ini.


Dia tak mau menyimpan dendam pada mantan suami dan keluarga, dia berpisah secara baik-baik dengan suaminya . Meski hatinya terasa sesak.


Ternyata begini rasanya 'terluka tapi tak berdarah'. Ingin menangis tapi itu semua tak ada artinya. Yang terjadi saat ini pasti bisa ia lalui. Sebegitu tegar nya wanita ini.


Tapi bukan Vini namanya kalau harus terjatuh begitu saja meratapi masib. Vini sudah terlatih untuk sakit hati sedari kecil telah di tinggal ibunya meninggal dan harus puas dengan sikap ibu tiri yang kurang perhatian terhadapnya meski tak jahat dan kejam seperti cerita di TV. She is a strong women.


Pesta di selenggarakan lumayan mewah. Banyak saudara yang sebagian besar mengenal Vini, namun hampir semuanya bahagia dengan pernikahan ini, dan hampir tidak ada yang menaruh simpatik sedikitpun terhadap Vini. Mungkin karena orangtua Vini terlalu sering menjelekkan ia. Sehingga keluarga Kevin pun tak perduli dengannya.


"Masih punya kekuatan kamu Vin datang ke pesta mantan suami kamu?" Dari arah belakang suara itu datang, membuat Vini celingukan mencari suara itu.


"Eh, Ares , sejak kapan kamu datang, kok aku baru lihat kamu, emang acara sudah selesai, kok kamu kesini" Vini menyambut pemberian Ares, dan segera meminumnya sampai hampir habis, mungkin hatinya terasa panas saat ini.


"Haus, apa doyan kamu Vin," Ares keheranan melihat Vini.


"Ngademin otak dulu Res, makasih lo udah bawain ini"


"Ya udah minum aja ntar kalo habis biar aku ambilin lagi" Ares tersenyum melihat tingkah sahabatnya itu.


"kamu belum jawab pertanyaan aku Res, ngapain kamu kesini." Posisi Vini memang agak jauh dari tempat resepsi, namun masih di sekitar lokasi.


" Aku ingin nemenin jendes yang lagi galau" Ares melirik mata Vini sambil tersenyum bergurau.

__ADS_1


" Asem kamu bilang aku jendes, gini-gini aku gak galau tau," Vini mencoba menyembunyikan perasaannya yang entah.


" Gak galau tapi panassss, galau juga gak papa, biar aku obatin," Ares membentang tangannya menghadap Vini, lalu menepuk dadanya.


"Idih,, playboy kaya kamu mah, paling cuma ngeghosting doang ujung-ujungnya," Vini hanya meninju pelan dada Ares


"Hihi, Tapi kalo kamu aku gak mau ghosting ah, aku serius aja susah dapetin kamu dari dulu." tersirat keseriusan Ares.


"hahahaha.." Vini tak bisa menahan ketawa mendengar sahabat sekaligus mantan adik iparnya itu nggombal.


"Kamu emang paling jago kalo ngegombal Ares"


"Tuh kan, aku selalu kamu anggap hanya bercanda, aku tuh serius Vini,"


Vini pun tertawa lagi mendengar Ares berbicara, hingga tak sadar banyak yang terganggu dengan suara Vini, terlebih mantan mertuanya, terlihat sangat tidak suka melihat Vini terbahak seperti itu.


Orang yang mendengarnya menatap sinis pada mereka. Bisa-bisanya mantan istri tertawa sekeras itu di pesta mantan suaminya. Bahkan banyak yang memiringkan telunjuk di dahi mereka mengira Vini sudah stres. Mungkin setress karena di tinggal kawin suaminya.


"itu istrinya sampai gila di tinggal suaminya nikah"


"kasihan sampai gila gara-gara suaminya nikah lagi"


Berbagai macam omongan tamu terdengar oleh Vini, membuat ia sedikit kikuk mendengarnya.


Vini pun segera manutup mulutnya. dan bersembunyi di balik tubuh Ares, Ares pun mencoba melindungi Vini. Bahkan ingin rasanya tubuh Vini dia dekap dalam pelukannya. Namun apa kata ara tamu.

__ADS_1


__ADS_2