
Ares dan Vini telah sampai di hotel. Vini pun segera merebahkan tubuhnya di ranjang yang tersedia. Perjalanan yang memakan waktu berjam-jam membuatnya lelah, tapi cukup menyenangkan.
Ares duduk di kursi dalam kamar tersebut, memperhatikan Vini. Ia pun tak kalah capek, karena menyetir sendiri tanpa supir pengganti. Malam ini mereka memutuskan langsung tidur setelah makan malam, tanpa ada ritual lainnya, karena sama-sama kelelahan. Mungkin besok baru bisa di lancarkan aksi malam pertama mereka yang tertunda pikir Ares.
Vini telah terlelap tidur, Ares memandangi wajah istrinya, di sibaknya rambut yang menutupi kening Vini, kemudian di kecupnya dalam kening Vini, pipi, hingga bibir tak terlewati. Di pindah nya kepala Vini dari bantal ke tangannya. Baru saja ia hendak terlelap wajahnya tiba-tiba telah tertindih oleh kaki Vini.
Hal itu sudah biasa Ares rasakan semenjak menjadi suami Vini.Vini memang sangat aktif bergerak ketika tidur, tak jarang Ares terkena tendangan Vini ketika ia tidur, Ares heran dengan dirinya sendiri, mengapa ia bisa begitu tergila-gila pada wanita seperti Vini. Tak sedikitpun Ares ilfil dengan Vini kendati Vini se liar itu ketika sedang tidur.
***
Pagi itu Vini dan Ares keluar mencari sarapan sambil menikmati suasana sekitar hotel yang sangat asri, wajar Kalau bali adalah destinasi pilihan untuk berbulan madu karena keindahannya sangat memanjakan.
Mereka memilih tempat sarapan yang terletak dekat dengan pantai, di bawah pohon kelapa.
suasana pagi di tepi pantai sangat merelaksasi pikiran.
Sesekali terdengar canda tawa di antara mereka yang sedang sangat menikmati kebersamaan. Namun tidak sama dengan pasangan yang mengintai dari jarak yang tidak terlalu jauh, sangat berlawanan, mereka bersama tapi hati mereka sangat berjauhan, karena satu hati tertuju pada Vini.
"Vin coba makananku ini enak" Ares menyodorkan sendok pada Vini berisi makanan.
"Iya Res aku tau, kan kita pesen makanan yang sama" Vini tetap menyantap makanan dari Ares.
" beda dong Vin, ini aku tambahin bumbu," Ares mengedipkan matanya.
"bumbu apaan? ngaco kamu!"
"bubuk cinta, kaldu ayang, irisan kangen dan kesetiaan semua aku gabungin"
"Aku baru inget kamu itu playboy ya Res, jadi masalah gombal menggombal adalah hal kecil bagimu, tapi Res aku gak mempan kamu gombalin, gak meleleh" Vini mengipas-ngipas tangannya
"Tapi kalo gombalan ke kamu itu, ungkapan tulus dari hati aku loh Vin"
"ya ya ya" Vini hanya manggut-manggut.
__ADS_1
"Eh Res kamu ngerasa ada yang merhatiin kita gak sih?" Vini menyelidik sekeliling.
Kevin dan Lisa belum lama sampai, ia menugaskan anak buahnya mencari tau lewat aplikasi hijau saat di jalan hendak berangkat kemana Ares dan Vini. bahkan dia pindah di hotel yang sama dengan yang Ares tempati meski sebelumnya telah dipesankan oleh ayahnya di hotel yang berbeda. Kevin yakin Vini masih mencintainya, dia harus berusaha membuat Vini kembali padanya.
"Mungkin perasaan kamu aja Vin, nikmati aja liburan kita. Ini kan termasuk cara aku bikin kamu jatuh cinta sama aku, Bantu aku biar berhasil dong"
"oke, setelah ini kita kemana"
"kemana aja kamu mau"
"Oke" Vini janggut sambil menyantap habis sarapannya.
Seharian Ares dan Vini keliling kota semua tempat biasa menjadi destinasi wisatawan mereka kunjungi, tentu saja selalu di ikuti oleh Kevin dan Lisa.
"Vin, kamu akan semakin tersiksa jika kamu gak bisa moove on dari mantan istri kamu, ayolah Vin terima apa adanya aku, Kita jalani hubungan kita dengan normal, kita fokus aja sama program kita agar kita cepat tercapai tujuan kita"
"Lisa, aku nggak butuh nasihat kamu, ayo lancarkan rencana kita, kamu harus bantu aku"
"apa untungnya buat aku bantuin kamu, gak penting banget, bisa jadi rencana kamu itu merugikan buat aku, ke Bali cuma buat urusin orang, seharusnya kita kesini itu buat seneng-seneng"
"rencanamu yang belum terlaksana gagal Vin,"
"jangan nyerah gitu dong Lisa, tolonglah bantu rencana kita berhasil, kita pasti bisa" Kevin yang masih belum mengerti maksud Lisa.
"rencana apa itupun aku gak tau bilang rencana kita, kamu lihat di belakang kamu" Lisa bicara tertahan dan pelan sambil membalikkan badan Kevin.
Kevin pun terperanjat, melihat Ares dan Vini di belakangnya, bergandengan tangan.
"Hai mbak Lisa, kalian liburan juga," Vini membuka percakapan setelah beberapa detik mereka saling diam.
"em, Iya Vin, ngikutin kamu" Lisa nyeplos apa adanya, membuat Kevin melirik Lisa geram.
"oh ya? kenapa kita gak barengan aja sih jalan-jalannya, biar makin seru" Ares merangkul Vini agar semakin dekat dengannya mengelus pudaknya kemudian. matanya menatap Kevin penuh kemenangan.
__ADS_1
"Ooh oke"Kevin mengiyakan ajakan adiknya. Matanya tak lepas dari tangan Ares yang merangkul Vini. CEMBURU. Pasti.
"Pasti bakalan seru kan Vin."Lisa menggelayut dipundak Kevin. Tak sadar Kevin menepisnya kasar.
Sampailah mereka di sebuah Restaurant. Mereka duduk di satu meja kemudian memesan makanan , mereka saling berhadapan. Posisi semula Kevin berhadapan dengan Vini, namun Ares meminta Vini untuk berpindah tempat, membuat Kevin menumpukan kedua giginya geram pada Ares.
"Vini gimana bulan madu kamu pasti membosankan ya kan?" Kevin membuka pembicaraan. Vini lah orang yang ia ajak bicara.
"tentu saja menyenangkan" Ares menanggapi bangga pertanyaan Kevin yang lebih seperti ejekan pada Ares.
"Tapi tak seindah saat bersamaku kan Vin, aku tahu, Ares bukan laki-laki romantis seperti aku, pasti tetap kan kamu gak bisa lupa saat bersama kita yang indah" Kevin menatap sinis pada Ares.
Vini hanya diam tak menggubris Kevin, begitu juga Lisa menatap Kevin tak suka.
"Kepalamu udah sembuh Vin, apa masih kurang? yang sebelah masih mulus tuh" Ares tak terima Kevin meremehkan dirinya. tangannya mengepal menggubrak meja.
Kevin mengelus pelipis bekas tonjolan Ares tempo hari. Matanya melirik jutek pada adiknya.
"Hei stop, kita itu sodara, gak seharusnya musuhan, ayolah nikmati liburan kita, anggap yang kemarin itu gak pernah terjadi" Lisa Menatap Ares dan Kevin bergantian.
"Kevin stop bertingkah seperti anak kecil"
Pesanan pun datang, merekapun makan tanpa ada suara kecuali hanya sesekali suara piring beradu dengan sendok. Semua sibuk dengan makanan dan pikiran masing-masing.
Vini yang heran mengapa Kevin bisa mengikuti mereka sampai Bali. Ares yang tak suka bulan madunya terganggu, rasanya ingin menghajar Kevin saja kalau tak ingat dirinya sedang lapar. Lisa yang sebal terhadap sikap Kevin yang sama sekali tak menganggapnya. Kevin sendiri yang tak merasa bersalah atas ketergangguan bulan madu Ares dan Vini. Meski ke tiga pasang mata menatapnya sinis, tetap saja dia santai.
Setelah selesai makan, Ares mengajak Vini pulang lebih dulu.
"Vin, kalau kamu gak bahagia sama Ares, Aku masih mau nerima kamu Vin Aku yakin kamu masih belum move on dariku"
Ares tak tahan lagi dengan Kevin di tariknya kerah baju Kevin, tangan satunya hendak melayangkan bogem, namun tangannya di tahan oleh Vini.
"Res gausah di ladenin, atau kita pulang aja"
__ADS_1
Emosi Ares tertahan, ia pun mendorong bogemnya ke sembarang arah. Kemudian pergi bersama Vini.