BUKAN AKU YANG MANDUL

BUKAN AKU YANG MANDUL
Turun Ranjang


__ADS_3

"Bagaimana para saksi, sah" Penghulu memandang para saksi.


"sah" keempat saksi menjawab bersamaan. Vini dan Ares kini telah halal.


Pernikahan Vini dan Ares berlangsung sederhana tanpa di hadiri keluarga Ares, hanya beberapa teman Ares yang mendampingi Ares, sedangkan dari pihak Vini hanya Ayahnya sebagai wali, dan juga ibu sambungnya. Meskipun Ares mendapat izin menikahi Vini tapi tak ada yang mau menghadiri acara sakral bagi Ares. Begitu juga Kevin. Kevin sangat frustasi, atas pernikahan Adiknya dan mantan istrinya itu.


Vini tak mau pindah dari rumahnya, sehingga Ares yang mengalah ikut bersamanya, meski lebih jauh dari bengkel miliknya, ia mengalah ikut Vini. Masa ia penganten baru pisah rumah, Vini begitu keras kepalanya. Namun Ares rela mengalah demi yang ia idamkan selama ini.


Ares pun tak habis pikir kenapa dia bisa sebucin itu sama Vini, sampai dia janda pun masih mau. Cinta memang aneh. bukannya sedikit wanita yang mengejar Ares. Namun hanya Vini yang memenuhi ruang di hatinya sejak dulu.


Ingatan Ares pun kembali saat pertama bertemu Vini, saat itu masih masa orientasi, ada satu teman seangkatan mendapat perlakuan buruk oleh kakak kelas. Vini melawan tanpa takut terkena masalah, meski yang di lawan adalah anak dari pemilik sekolahan itu.


Ares saja yang laki-laki kekar tak seberani dia, bahkan Vini sempat terkena masalah karena hal itu, untung saja aksi tak terpuji kakak kelasnya itu terekam CCTV di sekolah, jadi Vini tak di keluarkan dari sekolah,hanya mendapat skors, padahal bukan dia yang bersalah. Disitulah Ares mulai kagum pada Vini hingga perasaan kagum itu lama-lama berubah menjadi cinta.


Setelah kenal dengan Vini mereka semakin dekat sebagai sahabat, karena mereka nyambung sama-sama blangsakan. Tapi bukan prilaku menyimpang, hanya sebatas kenakalan biasa waktu remaja yang kurang perhatian oleh orangtuanya. ya, orangtua Ares lebih sayang terhadap Kevin dari padanya karena menurut orang tuanya Kevin lebih penurut dibanding Ares. Sedangkan Vini tinggal bersama Ayah dan ibu tirinya, ayahnya sibuk berbisnis, dia sering di tinggal berdua dengan ibu dirinya. Namun hubungan mereka tidak dekat. Meski tidak buruk.


Ares lebih suka menekuni hobinya berkutat dengan perbengkelan dibandingkan harus mengikuti jejak orangtuanya berbisnis. Bahkan usaha bengkel Ares sekarang berdiri tanpa bantuan orangtuanya sedikitpun. Meski orangtuanya termasuk orang yang mampu.


Kevin lah yang kini meneruskan perusahaan orang tuanya. Ares sama sekali tak tertarik mengikuti jejak ayahnya.


Kini di hadapannya, orang yang selama ini dia cintai telah sah menjadi miliknya, meski belum dengan hatinya. Ia yakin suatu Saat Vini akan mampu menyediakan ruang di hatinya meski itu tak mudah.

__ADS_1


"Vin," Menoel pinggan Vini yang tidur membulat dibalik selimut.


"Hemm" Vini semakin membulatkan tubuhnya.


"Ehmm,,, kita begini aja nih?" menoel lagi Vini yang semakin acuh.


"La trus mau ngapain? kejar-kejaran?" Vini membuka selimutnya dan membalikkan badannya menghadap Ares


"Gini" membentuk dua tangannya seperti kepala angsa saling patuk berulang-ulang" tak ketinggalan wajahnya nyengir.


"Jangan Res" Vini menggelengkan kepalanya.


"Kenapa Vin, kita kan udah sah, kamu gak denger para saksi tadi?" Wajah kevin terlihat kecewa.


"Kok haram sih Vin, justru malah dapat pahala loh, kamu dosa kalo nolak aku, masa kamu tega membiarkan malam pertamaku terlewati begitu saja tanpa....." Kata-kata Ares berhenti ketika Vini kembali duduk melotot menatap nya dan mengarahkan lima jari padanya.


"Aku lagi datang bulan Ares, jadi gak bisa bercocok tanam, gak usah kamu ceramahin juga aku udah tau, aku lebih berpengalaman daripada kamu tau,"bukannya memukul Vini malah mencubit kedua pipi Ares gemas.


"Truss, kenapa kamu diem aja waktu aku minum jamu ta.....diii" Ares kebingungan merasakan hal aneh di sekitar bibirnya, di julurkan lidahnya ke bibir atas lalu ke bibir bawah dia pun turun dari tempat tidur dan masuk ke kamar mandi lalu keluar lagi dengan wajah basah. Vini terheran melihat tingkah Ares yang aneh.


"Lah, itu bukan Vitamin?" Vini tak bisa menahan ketawanya. Namun merasa kasihan juga melihat Ares lalu bangkit menuntun Ares ke bibir ranjang.

__ADS_1


"Ya maaf deh, gimana, apa yang kamu rasakan,"


"Mulut ku kebas Vin," Ares memonyongkan bibirnya. Dan sesekali mengusap bibirnya.


"lah kok kebas, obat apa yang kamu minum Res?" Vini menatap Ares tak mengerti.


Ares hanya menunjuk botol kecil diatas nakas di samping ranjang. Dia masih sibuk menarik bibirnya maju mundur tanpa menggerakkan kepala.


Vini pun mengambil botol itu dan membaca tulisan yang tertera dibotol dalam genggamannya.


ketawanya meledak ia menghambur ke ranjang menertawakan kebodohan sahabatnya yang kini telah menjadi suaminya itu. Tak tertahan tawa Vini membuat Ares semakin bingung.


"Kok kamu malah ketawa sih Vin, kamu seneng aku tersiksa" Ares cemberut Melihat ini begitu senang melihat penderitaan suaminya.


"Sebelum pake tu di baca dulu Ares setereessss"Vini menoyor kepala Ares, ia lupa bahwa kini Ares adalah imam nya sambil tertawa se jadi-jadinya.


"kenapa emangnya , kebanyakan minumnya apa gimana?"


"Bukan kebanyakan Ares, kamu salah aplikasi" tubuh Vini bergetar menahan tawa.


"maksud kamu apa Vin? Ares semakin bingung.

__ADS_1


" itu obat oles Areeeeessss....."


__ADS_2