BUKAN AKU YANG MANDUL

BUKAN AKU YANG MANDUL
kedatangan mantan suami


__ADS_3

Vini telah lebih dulu bangun, ia pun segera menyiapkan sarapan. Setelah sholat subuh tadi, Ares kembali tidur karena masih ngantuk katanya pada Vini. Vini yang merasa kasihan dengan Ares semalam, tak ingin merusak kualitas tidur Ares.


setelah selesai Vini pun menghampiri Ares. Ditariknya selimut yang menutupi tubuh Ares. Dan menggoyang tubuh Ares kencang.


"Bangun" Vini menarik kedua pipi Ares gemas. membuat Ares membuka matanya.


Ares menarik Vini dalam pelukannya menghangatkan tubuhnya yang dingin. namun Vini malah mencubit pinggang Ares memutar.


"Aduh,, sakiit Vini, sadis banget sih, baru semalam aku jadi suami kamu, udah main KDRT aja" Ares mengelus bekas cubitan Vini. Dan dia terlihat nyengir kesakitan.


"Siapa suruh, istri udah capek beberes, suami malah molor," Vini melotot sebal pada Ares.


"ini semua kan gara-gara kamu juga Vin, menyiksa batinku, lagian kamu tidur apa patroli, muter muter kaya jarum jam, sakit seluruh badanku" Ares malah nyerocos menceritakan Vini semalam.


"bukannya kamu tidur di situ? lalu dari mana kamu tau aku patroli?,"Vini menunjuk kursi panjang disudut kamar.


"Rugi dong malam pertama tanpa ada hasil meski gak maksimal, tapi lumayan mengobati resah hatiku" Ares menaikturunkan alisnya. menggoda Vini.


"maksud kamu apa, aku gak ngerti apa yang kamu omongin, mandi sana aku udah siapin sarapan," Vini mengusir Ares dari tempat tidur, dan membenahi letak sprei yang berantakan dilanjut melipat selimutnya.


"gini nih enaknya punya istri bangun pagi sarapan udah tersedia, terima kasih istriku," Ares menoel hidung Vini.


"ih lebay banget sih, udah buruan mandi" Vini menghapus bekas toelan Ares. Ares pun segera pergi ke kamar mandi setelah mencuri cium pipi Vini.

__ADS_1


"Ares, ganjen amat"


"itu belum seberapa Vini"


Setelah Ares selesai mandi kini giliran Vini yang hendak mandi, namun betapa terkejutnya Vini melihat pantulan tubuhnya di cermin, penuh dengan bekas merah di leher dan bagian bawah pundak tak terhitung jumlahnya. Padahal mereka kan gak ngapa-ngapain.


"Aresss,, dasar mes*****m"


Didepan cermin hias, Ares hanya tersenyum mendengar Vini berteriak.


***


Vini dan Ares baru selesai sarapan ketika ada seseorang menekan bel di rumah itu.Vini pun hendak membuka pintu sementara Ares menyusun bekas makan mereka dan hendak mencucinya.


"Vin, kembali sama aku Vin, aku gak bisa pisah sama kamu, Aku gak bahagia sama Lisa" Kevin menangis sesenggukan memeluk Vini begitu kencang hingga Vini pun susah untuk melepasnya meskipun ia telah berusaha semaksimal mungkin.


"Bang lepasin aku, kita gak mungkin bisa bersatu lagi, kamu pasti tau itu, jadi mau bagaimanapun kamu berusaha, itu akan sia-sia" Vini menggerakkan pundaknya hendak melepas pelukan Kevin namun tak bisa.


"Aku nyesel dulu gak mempertahankan kamu, tapi sekarang aku rela jika harus menentang kehendak orangtuaku aku gak masalah jika kamu gak bisa kasih aku keturunan" Berusaha meyakinkan Vini yang masih di rekapnya.


"Andai itu kamu lakukan sebelum kita pisah Bang, gak akan kayak gini jadinya, sekarang kita hanya tinggal terima konsekuensi masing-masing atas keputusan yang kita ambil" Vini pun tak kuasa membendung yang menggenang di kelopak matanya.


Ares yang melihat adegan Kevin dan Vini tersulut emosi, ditariknya Vini dari pelukan Kevin kemudian dalam detik itu juga di layangkan tinju ke pelipis Kevin hingga mengalir darah di pelipis Kakaknya. Vini hanya menutup mulutnya yang menganga melihat adegan di depan matanya dua saudara itu. Ia pun menahan tangan Ares yang hendak melayangkan pukulan yang kedua kalinya.

__ADS_1


"Jangan jilat lagi air ludah yang udah kau buang. Sekarang Vini udah sah milikku," Dada Ares terlihat naik turun menahan panas di hatinya. Melihat istrinya di peluk oleh lelaki lain, terlebih orang yang masih bertahta di hati Vini.


Tak ingin lebih lanjut pertengkaran mereka, Vini segera menelpon Lisa agar menjemput suaminya yang sedang terluka, tangan kirinya menahan tangan Ares dalam pelukannya agar tak kalap menghajar Kevin, tangan kanannya memegang ponsel. Setelah beberapa saat Lisa pun datang menghampiri Kevin yang terluka, Lisa pun panik lalu mengajak Suaminya pulang.


Lisa sering menghubungi Vini lewat WA, bertanya perihal kesukaan Kevin, meski Vini menyimpan sakit hati, namun Vini tetap welcome terhadap istri baru mantan suaminya itu. Vini tetap bersikap baik terhadap Lisa, karena ia tau Lisa tulus mencintai Mantan suaminya.


Setelah Kevin dan Lisa pulang, segera Ares menarik Vini ke dalam rumah, dan memeluk Vini sangat kencang dan lama, dia tak rela menyisakan bekas Kevin di tubuh Vini.


"Aduh Res , aku gak bisa nafas, ngapain sih kamu? jangan kenceng-kenceng dong" Vini berusaha mendorong Ares


"Ngilangin bekas Kevin di badan kamu Vin."


"Hmmm.... ampun deh resss, mau sampe kapan pun aku ini bekasnya Kakakmu, kamu gak akan bisa merubah itu." Vini hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Setelah kamu milikku, cukup aku yang membekasi kamu Vini gak boleh ada yang lain" Ares melepas Vini dari pelukannya.


"Emangnya udah" Vini mengejek melipat tangannya di depan dada.


"baru setengah," Ares memonyongkan bibirnya sok manja


"oh ya? dengan cara mencuri kan?" Vini menolak pinggangnya sendiri.


Ares hanya cengengesan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

__ADS_1


__ADS_2