
Lisa sedang melihat berita entertainment di ponselnya tiba-tiba dari luar ada seseorang memanggilnya dari luar. Lisa pun melongok dari dalam rumahnya.
"Mbak Lisa, Mbak Lisa," Leni di luar menunggu sambil duduk di kursi teras. Lisa pun keluar menemui tamunya yang hanya akan datang jika membawa berita terbaru, meski sebenarnya gaya bicaranya lembut, tapi selalu mengandung unsur ghibah.
"Eh Mbak Leni, ada apa pagi-pagi kesini,?" Lisa menyambut kedatangan tetangganya itu dengan ramah, meski sebenarnya malas. Lisa sudah hafal betul perangai tetangga satu ini. Pasti membawa berita yang kadang menurutnya gak penting.
"Enggak Mbak Lisa pengen main aja." sambil kepalanya sesekali melongok ke dalam seperti mencari seseorang. Seperti ada maksud terselubung.
"Mbak nyariin siapa?" Lisa yang melihat gelagat tetangganya itu heran, namun tak menaruh curiga.
"Nggak nyariin siapa-siapa Mbak" Leni pun mencoba bersikap biasa, namun kelihatan gugup karena gelagatnya di ketahui Lisa.
Tiba-tiba Kevin pun keluar dengan kemeja putih sambil merapikan dasinya yang agak miring. Ia telah siap akan berangkat ke kantor, Ia tak pernah mau di layani Lisa saat bersiap kerja. Segalanya ia lakukan sendiri. Sangat berbeda saat bersama Vini.
Langsung Leni berbicara agak keras pada Lisa.
"Mbak gak pergi hanymoon, udah hampir empat bulan nikah tak pernah saya lihat pergi liburan, Vini sama suami barunya baru aja pergi ke Bali pagi ini" Suara Leni terdengar oleh Kevin tak sengaja, sebelum ia membuka pintu mobilnya. Ia pun menajamkan pendengaran nya.
"Belum ada rencana Mbak, belakangan Kevin selalu sibuk di kantor" Padahal dalam hati Lisa batinnya teriris, jangankan Hanymoon, bersikap mesra saja tak pernah, hubungannya dengan suaminya hanya sebatas di atas kertas, meski Kevin tak menolak sikap mesra Lisa saat di depan orang lain. berbeda jika di rumah, walau mereka tetap melakukan hubungan suami istri itu hanya sekedar pelampiasan Kevin saja.
Kevin yang sedang mengemudi memukul benda berbentuk lingkaran di hadapannya kesal, mengetahui Mantan istrinya itu berbulan madu. Dadanya terasa panas tak karuan. Entah mengapa, dia berubah seposesif itu terhadap Vini, terlalu gelisah dengan apapun gerak gerik mantan istrinya itu.
Dia sering mencuri dengar obrolan istrinya dengan tetangga lemes itu, apabila pembicaraan mulai tentang Vini, Ia pun segera menajamkan pendengaran nya. Kadang pura-pura buang sampah kedepan, menyapu lantai yang telah di sapu sebelumnya oleh Lisa, dan banyak kegiatan aneh lainnya. Kebetulan saat melihat bayangan Kevin, topik yang di bicarakan Leni selalu berpindah tentang Vini. Dari dulu waktu masih menjadi suami Vini, Leni memang suka gosipin banyak orang.
Posisi Rumah Leni berada di tengah antara rumah Kevin dan Vini, jadi sedikit banyak Leni tahu keseharian Vini. Kadang Kevin mengambil kesempatan kelemesan mulut tetangganya ini untuk mengorek info mantan istrinya secara diam-diam. Ya begitulah Kevin sekurang kerjaan itu, ingin tau semua tentang Vini. Padahal hal itu justru membuat Kevin tersiksa. Dan Leni pun tak jarang menambahkan bumbu cerita agar lebih menarik, meski tetap dengan gaya yang sangat lembut.
__ADS_1
Kevin pun segera mngambil ponselnya, hendak menelpon seseorang.
Menggulir beberapa kontak Terlihat di ponsel nya 'Ayah' kemudian ia pencet tombol hijau.
"Halo" suara di sebrang telpon menjawab panggilan Kevin.
"Halo yah, kirimkan tiket ke Bali yang ayah booking kemarin," nanti siang Kevin berangkat sama Lisa" setelah mendapat jawaban dari ayahnya Kevin pun menutup sambungan teleponnya. Kemudian Ia pun memutar balikkan kendaraannya menuju pulang. Kerja pun tak akan fokus kalau pikiran kacau seperti ini. Sungguh hatinya kini hanya dipenuhi kecemburuan pada sang adik ipar sekaligus mantan istri.
"Loh vin, gak jadi ke kantor?" Lisa bingung Kenapa tiba-tiba Kevin pulang sebelum sampai kantor kalau menurut perkiraan nya. Jarak tempuh ke Kantor kurang lebih 20 menit, ini baru 15 menit sejak Kevin pergi, dia sudah pulang.
"Gak, Ayah meminta kita untuk pergi liburan,"
"Wah, ayah baik banget, emangnya kamu mau, biasanya selalu nolak, tiap kali ayah nyuruh kita pergi hanymoon"
"Ya kali ini Ayah sudah terlanjur booking tiketnya"
"Beresin cepat baju kamu, kita berangkat sekarang ."
"serius, sekarang? " mata Lisa berbinar
"jangan sampe aku berubah pikiran Lis"
"Iya" Lisa pun segera berkemas. Lisa berpikir benarkah semua karna tiket yang sudah terlanjur di pesan, apa tonjokan Ares beberapa hari lalu memutar hati Kevin beralih mencintainya, atau sebaliknya ia mengajaknya ke Bali karena ingin menyusul Vini, ah entahlah.
Dia akan berusaha membuat Kevin jatuh cinta, bagaimanapun caranya.
__ADS_1
Menjelang siang mereka baru selesai berkemas, setelah makan siang mobil Kevin pun melaju membelah jalan. Kemungkinan besok pagi mereka sampai Tempat tujuan. Jika tak ada kendala.
Lisa sangat menikmati perjalanan ke Bali, berbanding terbalik dengan wajah Kevin yang nampak gelisah, entah apa yang di khawatirkan olehnya.
"Vin, dari tadi murung terus, hey... kalau mau bulan madu tuh harusnya bahagia, kok kaya gitu sih mukanya" Lisa menepuk pundak Kevin.
"Bahagia tu kalau sama orang yang di cintai, bukan sama kamu" Kevin bicara datar, meski tetap menusuk hati Lisa.
"Itu karena kamu tu gak mau belajar mencintaiku Vin" Lisa menyanggah kata-kata Kevin, Ia tak habis pikir mengapa Kevin sekeras kepala itu. Dulu sebelum Vini menikah, tak sekaku ini sikapnya, meski masih tetap saja dingin.
Kevin tak menjawab kata-kata Lisa pikiran Kevin hanya tertuju pada Vini, entah apa maksud darinya menguntit adiknya itu. Yang pasti dalam pikiran Kevin dia akan berusaha membuat Vini kembali padanya.
Setelah beberapa jam perjalanan sambil menyetir ia berbalas pesan pada seseorang, karena terdengar oleh Lisa ponselnya berulang-ulang ada notifikasi masuk.
"Vin, fokuslah menyetir, bahaya kalo nyetir sambil memegang ponsel"
"Aku masih fokus nyetir Lis, udah deh, diam aja kamu,"
"Aku gak mau ya mati gara-gara kamu teledor" Tangan Lisa menggoyang pundak Kevin hal itu membuat keseimbangan Kevin berkurang. Mobil pun tampak oleng, Kevin pun segera menguasai mobilnya mengerem setelah mengarahkan mobilnya ke tepi jalan.
"Lisa, justru karena kamu kita bisa mati" Kevin emosi dengan tingkah Lisa.
"Maaf Vin, aku cuma gak mau kamu kurang fokus nyetir bisa bahaya"
"Lebih bahaya lagi kamu gangguin orang nyetir, untung aja jalan gak rame orang, bisa-bisa kecelakaan kalo aku gak cepat minggir tadi" Kevin mendengus kesal pada Lisa.
__ADS_1
"Ya udah aku gak bakal gangguin kamu nyetir, tapi kamu gak usah sambil megang ponsel, itu kan bahaya juga" Lisa pun sedikit menyesal Karena telah membuat mereka hampir celaka.