
Setelah pesta usai pulanglah Vini ke rumah. Rumah itu merupakan hasil dari pembagian harta gono-gini dari Kevin. Ia di antar oleh Ares. Rumah itu letaknya tak jauh dari rumah yang akan Kevin huni bersama istri barunya. Jadi, Kemungkinan besar Kevin akan menjadi tetangganya. Kurang apes apa coba nasib si Vini. Bakalan melihat kebahagiaan mantan suaminya di depan matanya sendiri.
"Aku nggak di suruh masuk ni Vin, aku kan pengen ngobatin luka hatimu, biar kamu cepat move on." Ares nyelonong hendak masuk namun di halau oleh Vini.
" Kamu mau di tangkap Hansip komplek, terus di kawinin paksa warga gara-gara kamu namu di atas jam 10 malam hah?" Ucap Vini sambil menyiapkan bogem dari kepalan tangannya. Mengancam Ares.
" La malah itu yang aku harapkan. gak usah susah payah ngejar kamu yang punya hati batu" Ares mennengadahkan kedua tangannya di kedua sisi kepalanya.
"Kumat ni anak, Hei aku ini kakak ipar kamu, meski udah mantan, paling enggak hormati lah sedikit." melayang lah bogem itu ke pundak kekar Ares. Ares pun tak mengelak.
"Siap, hormat mantan kakak ipar" Ares pun menaikkan tangannya ke pelipis, dan tangan satunya mengelus bekas tonjokan Vini yang tak terasa sakit kemudian mengecup tangannya sendiri.
"Dasar cah edan, pulang sana! aku mau tidur" usir Vini
"Ih kok gitu sih."Ares mendesis manja.
"Iya iya, terima kasih mantan adik ipar"
" Dulu aja waktu aku masih jadi kakak ipar kamu kamu cuek banget kaya gak kenal aku res. kamu tau yang kamu lakukan itu sadis"Vini meninju dadanya pelan.
__ADS_1
"Kamu lebih sadis vin, aku sakit lihat kamu sama Bang Kevin tau, nah sekarang kan udah ada harapan lagi buat deketin kamu." Ares mengikuti yang di lakukan Vini kedadanya sendiri.
"Hei, koleksi pacar kamu itu mau di taruh mana Boy?" Vini menarik telinga Ares pelan.
"Kalau udah dapet kamu aku insaf deh" tangan Ares membentuk huruf V
"Oyaaa" Vini hanya mencibir.
"Hmmm gimana sih bikin kamu percaya sama aku Vinni amalea"
"Teruslah berjuang Kang Rompis" Vini mengepal kedua tangannya memberi semangat.
"Munduran Res kaki ku kamu injek, sakit " Ares melihat ke bawah memang benar kakinya menginjak kaki Vini, ia pun mundur selangkah.
"Bisa gosah ngelawak gak Vin," Ares pun berlari pergi setelah menoyor kembali kepala vini. Vini hanya tersenyum melihat tingkah mantan adik ipar sekaligus sahabatnya.
Ares adalah sahabat sekaligus teman sekelasnya Vini dulu waktu SMA. Bahkan mereka sangat dekat. Dari dulu Ares menyatakan cinta sama Vini, tapi Vini hanya menganggap Ares hanya bercanda.
Hingga pada suatu hari Vini bertemu dengan Kevin. Dan mereka pun menikah. Sejak pernikahan Vini dan Kevin, Ares pun menjauhi Vini, namun tetap menyimpan cintanya sampai sekarang. Terbukti Ares belum menikah sampai saat ini. Meski sering gonta ganti pacar, itu semua hanya pelarian.
__ADS_1
***
Vini merebahkan tubuhnya di ranjang agak lama, ia menghembuskan nafas kasar. Lalu ia duduk memandang sekeliling kamar. Di kamar ini lah dulu ia menghabiskan malam pertama bersama Kevin Dengan janji akan saling setia. Ternyata keadaan merubah segalanya. Kevin yang terlalu patuh pada orang tuanya, membuat nya tak bisa mempertahankan hubungannya dengan wanita yang di lamar dengan romantis beberapa tahun lalu. Kejadian malam ini tak pernah Vini bayangkan sebelumnya, namun benar benar terjadi.
Lama Vini termenung hingga tak tau kapan ia terlelap melewati malam yang menyakitkan, bahkan terbawa kedalam mimpi rasa sakit itu. Hingga matahari menerpa pucuk dedaunan rindang. Bahkan hingga pagi perih masih membasahi hatinya.
Pagi sekali bel rumah berbunyi.
Terlihat seorang wanita sedang menangis di depan pintu setelah Vini membukanya, menatap marah pada Vini.
" Bener, kamu vini? janda perebut pacar orang, gara-gara kamu Ares mutusin aku, bukannya kamu itu istri kakaknya, serakah banget si kamu, gak jadi sama kakak, adeknya pun di embat juga"
Vini mengingat-ingat sejenak wanita di hadapannya. Dia baru ingat, wanita ini adalah pacarnya Ares yang pernah di ajak ke rumah mertuanya beberapa tahun yang lalu. Kalo gak salah namanya Gress.Vini melihatnya saat ia tengah mengunjungi mertuanya.
Meskipun banyak pacar tidak pernah di ajak bertemu mertuanya selain wanita ini. Vini kira Ares serius menjalin hubungan dengan wanita ini, cantik dan juga pintar, lagi mandiri. Kenapa bisa-bisanya Ares mengakhiri hubungan dengan wanita ini, bodoh. Pikiran Vini berkutat pada tingkah bodoh Ares.
Secepat itu bukti yang di janjikan Ares, yang kukira hanya guyonan semata. Tak tau bagaimana harus bersikap, tak mungkin secepat itu merubah perasaan pada sahabatnya.
Pada akhirnya Vini pun sadar bahwa selama ini Ares tak pernah bercanda tentang perasaannya. Pikirannya hanya pada Ares tanpa iya mendengarkan ocehan wanita di hadapannya. Bahkan ia tak tau kapan wanita itu pergi.
__ADS_1
Vini sangat terpukul menyadari keseriusan Ares, dengan keadaannya sekarang. Apa mungkin Ares akan meninggalkannya seperti yang telah di lakukan oleh Kevin karena tak bisa memberikan keturunan. Apakah mungkin ia kembali menjadi menantu dari mertua yang tidak pernah menyukainya.