Buku Harian

Buku Harian
[1] Aku adalah Aku


__ADS_3

Part 1


Sepi, dia selalu mengikutiku kemanapun aku pergi. Sore cerah, taman ramai, banyak orang, dan sesak. Entah apa yang membuat suasaku menjadi begini. Aku bersama buku kesayanganku yang bersampul ungu muda. Dia adalah teman sekaligus sahabat curhatku. Dia tahu tentang aku, semuanya.!


Perkenalkan namaku Rarify Anifhumari panggil saja aku Ify. Aku bersekolah di Swenerry High School.


Sekarang saatnya aku pulang, sambil membawa buku aku melangkah keluar taman dan sepi masih mengikutiku di belakang. Memang jarak antara taman dan rumahku dekat, sehingga aku tidak perlu naik bus.


"Kau yakin tidak ingin terbuka dengan mereka?" Ucap dia. Dia adalah aku, aku versi yang lain. Aku bosan mendengar perkataannya itu yang selalu dia ucapkan.


"Aku sudah terbuka." Ucapku singkat.


"Benarkah? Siapa?" Ucapnya dengan riang.


"Kau dan buku ini." Aku mengacungkan buku yang ku bawa. Dia mendengus sebal, mungkin sebal atas jawabanku atau yang lain, yang jelas aku tidak tahu.


"Asal kau tahu Fy, berteman dan mempunyai teman itu menyenangkan daripada bersendiri." Aku memutarkan kedua mataku malas, lagi dan lagi dia berbicara seperti itu.


"Kenapa tidak kau saja? Bukankah berteman itu menyenangkan? Aku malas, sudah jangan dibahas."


"Kau itu keras kepala sekali." Gumamannya masih ku dengar seraya tersenyum tipis.


"Itu kau, secara tidak langsung kau mengejek dirimu sendiri. Ingat, aku adalah cerminan dirimu." Ucapku dingin. Dia membulatkan matanya mendengar perkataanku barusan.


"Tidak! Aku adalah aku. Rara adalah Rara dan Ify adalah Ify." Tegasnya.


"Terserah." Aku tersenyum miring. Yaps dia yang ada di sebelahku itu sosok Rara, Sosok yang menemaniku selama ini.

__ADS_1


Kalau diceritakan dari awal, itu akan sangat panjang. Lebih baik nanti saja bercerita tentang Rara sosok lain dari diriku ini, dan sekarang aku sudah sampai di rumah, saat aku masuk semua keluargaku berkumpul di ruang keluarga.


Tumben sekali! Ada apa ini? Aku berjalan menuju tangga dimana kamarku yang berada di lantai dua. Aku melihat Rara sedang memperhatikan mereka dengan serius. Luar biasa mereka tidak menyadari kalau aku sudah datang.


Miris. Aku dianggap hantu sepertinya.


"Rara ayo cepat." Rara terkesiap mendengar ucapanku, ini baru pertama kali aku memanggilnya. Rara menghampiriku yang sudah berada didepan pintu kamar. Kami masuk dan aku langsung merebahkan tubuhku di atas kasur diikuti Rara.


"Mereka kenapa ya?" Tanya Rara, tentu saja dia bertanya padaku.


"Ntah.!" Jawabku singkat, lalu aku bangkit dari tiduran ku menuju meja belajar dan segera memberi tahu kepada sahabat curhatku, maksudku menulis yang terjadi hari ini.


Aku penasaran. Aku ini kenapa, bahkan aku tidak mengingat apapun yang terjadi sebelumnya.


"Fy, apa tidak aneh ten--."


"Kenapa kau suka sekali memotong ucapan orang."


"Ah! Aku baru tahu, ternyata kau orang. Ku kira bukan."


"IFY..!! I HATE YOU!! DEMI TUHAN AKU MEMBENCIMU!!" Rara melempar bantal kearahku, aku hanya tersenyum tipis sambil menulis. Perasaanku semenjak ada dia itu menyenangkan, sehingga aku tidak merasakan sendiri. Semenjak semuanya tidak menganggap ku.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


Buku Harian❄


Ini lembar kedua ku, entah apa yang terjadi pada kehidupanku. Aku bingung ini kenapa? Aku capek!


Rarify Anifhumari^~^


------


Hai.. panggil saja aku Hakyung. semoga kalian suka dengan ceritaku:)


Dan aku baru disini. Tolong supportnya ya:)


Terimakasih...

__ADS_1


__ADS_2