Buku Harian

Buku Harian
[11] Masa Lalu Rain


__ADS_3

Bab 11


Jam pelajaran terakhir sudah selesai, semua murid pergi pulang dan menyisakan Rio, Cakka, Via dan Ify. Via yang masih trauma, berkeringat dingin ditempatnya.


Setelah sadar dari pingsannya, Shilla mencerikan semuanya tidak ada yang terlewatkan. Via bilang setelah memukul Shilla, dia sudah tidak ingat apa-apa dan sadar kembali setelah ia dibawa ke ruang kesehatan.


Via bercerita sebelum ia kerasukan, Via sempat melihat sosok gadis cantik berwajah pucat, datar, dingin, berkacamata, dan berambut panjang. Dari ciri-cirinya sosok itu yang Rio, Veni dan Via temui. Wajahnya mirip sekali dengan Ify gadis misterius yang bersikap aneh. Sosok itu menatap Via dengan tatapan tajam lalu sosok itu hilang tertiup angin.


Wusss


Tiba-tiba angin yang terasa dingin menusuk ke kulit mereka berempat. Ify menadahkan wajahnya kedepan, ia tak sengaja melihat sosok yang selama ini mengganggunya. Sekelebat bayangan yang begitu cepat melintas dipikiran Ify, membuat ia memegang kepalanya.


Flashback On 


Seorang siswi berpenampilan nerd, dengan kacamata bulat dan kepang dua itu di seret oleh ratu bully di sekolah Swener, ke kelas X IPS-2.


"Ayo cepat jalannya, kenapa susah sekali kalau di suruh cepat, hah?" Ucap ratu bully yang bernama Dara Ananta, dan ditemani oleh dua temannya yang bernama Elin Youly dan Fazila Zain.


"Saya mohon jangan bully saya." Ucap gadis itu yang bernama Raintan Goldlin sambil terisak.


"Tahu apa kau tentang bully, hah?" Tanya Elin, Raintan atau yang kerap disapa Rain itu hanya menangis tanpa menjawab pertanyaan Elin.


"Jawab!!" bentak Dara dan semakin diseret ke kelas X.


Sesampainya dikelas, Rain didorong Dara hingga ujung meja mengenai matanya.


"ARRGGGHHH ..." Dara menjambak rambut Rain, mempelintirkan tangan juga kakinya. Psychopatch memang mereka bertiga, tidak punya hati. Memang hati mereka sudah hilang ntah kemana dan hanya tersisa jantung yang berdetak.


Rain sudah tidak sadarkan diri sama sekali. Zila yang menyadari itu membulatkan matanya.

__ADS_1


"Ra-- Ra, stop Ra!!!" Teriak Zila, Dara dan Elin menatap Zila dengan tatapan heran.


"Rain sudah tidak sadar."


"Serius?" Teriak mereka berdua, Dara dan Elin melepaskan Rain begitu saja, membuat tubuh Rain ambruk.


"Astaga!!"


"Bagaimana ini?" Tanya Elin dengan gelisah.


"Tenang-- tenang.." Dara tarik nafas dan buang, tarik nafas dan buang, begitu saja ia melakukannya beberapa kali.


"Oke--" Dara menjeda ucapannya untuk menarik nafasnya lalu melanjutkan "Cek nafasnya?"


Zila menempelkan jari telunjuknya dihidung Rain untuk merasakan nafasnya, ia rasa emang udah tidak ada. Zila langsung panik dan langsung memeriksa denyut nadi yang berada di pergelangan tangan Rain, dan disana juga denyut nadinya berhenti, Zila membekap mulutnya, lalu berdiri dan menghadap kearah Dara dan Elin dengan mata yang berkaca-kaca. Lalu Zila menggelengkan kepalanya. Sontak Dara dan Elin tersentak kaget.


"Bagaimana ini Ra?" Tanya Elin panik.


"Cepat bantu aku!" Dara mengangkat tubuh Rain dibantu Zila dan Elin.


Mereka membawa tubuh Rain yang tak bernyawa ke hutan yang berada di belakang sekolah, hutan itu sama sekali tidak pernah dikunjungi oleh masyarakat setempat, karena mitos dari hutan itu dimiliki oleh 'iblis' barang siapa yang memasuki hutan akan tidak dapat jalan pulang lagi, mereka akan mempermainkan keadaan kepada orang yang memasukinya.


Mereka menggeletakkan begitu saja tubuh Rain dan menutupinya dengan daun kering. Setelah selesai semua, mereka pergi dan berpura-pura tidak terjadi apa-apa, mereka memang tidak sampai kedalam hutan cuma hanya beberapa meter dari luar hutan, mereka masih bisa melihat jalan keluar hutan itu. Memang pembullyan ini terjadi saat sekolah sudah sepi dan hanya Rain yang masih berada di sekolah. 


Flashback Off


"Rain--" Lirih Ify yang masih memegang kepalanya. Sedangkan sosok yang dihadapan Ify tersenyum tipis.


"Rain--" Kepala Ify semakin berat, keringat dingin bercucuran. Via, Rio dan juga Cakka hanya menatap Ify aneh, apa yang terjadi padanya?

__ADS_1


Tiba-tiba Ify pingsan, mereka bertiga langsung menghampiri Ify yang tergeletak.


"Fy-- bangun Fy." Ucap Via sambil menepuk pipi Ify.


"Yo, Kka, bantu angkat Ify." Rio langsung membopong Ify dan membawanya ke ruang kesehatan, sedangkan Cakka mencari teman-temannya.


.


.


.


.


.


.


.


.


Buku Harian ❄


Rain? Jadi aku sudah tahu Rain itu siapa. Dia yang selalu menghantuiku, kenapa Rain meminta tolong padaku?


Hutan. Tapi aku tidak berani meninjakan kakiku ketempat itu, tempatnya sangat seram, walau aku tidak tahu tapi aku pernah denger.


Semoga saja aku bisa menolongmu Rain, dan tunggu aku.

__ADS_1


Rarify Anifhumari^~^


__ADS_2