
Part 9
Via sedang sendirian dikelas, sekarang jam istirahat pertama. Tangannya bergerak mencatat pelajaran yang ada di papan tulis.
"Via.. Via.." Panggil Shilla di ambang pintu kelas.
"Apa Shill?" Shilla menghampiri Via dan duduk di depannya.
"Kau tumben sekali tidak pergi ke kantin?"
"Aku malas Shill, tugasku masih banyak belum selesai." Ucapnya sambil mencatat.
"Kau menjadi perempuan kok pemalas." Ejek Shilla. Via malah mendelik kearah Shilla.
"Shill, aku penasaran dengan seseorang." Via menutup buku pelajaran dan menatap Shilla yang ada didepannya.
"Benarkah? Siapa?" Tanya Shilla.
"Ify. Aku bingung dengan sikapnya Shill."
"Tck, Aku tidak paham apa yang kau bilang. Kenapa tidak To the poin?"
"Oke, tapi kau jangan dulu memotong penjelasanku." Ancam Via dan Shilla menganggukkan kepalanya saja.
Flashback On
Dibelakang Rio seorang gadis lewat begitu saja, mata Rio langsung berbinar. Gadis cantik berambut panjang, berwajah pucat dan tatapannya kosong.
"Fy .. Fy" Panggil Rio dan langsung berjalan kearah gadis itu yang agak jauh dari tempat Rio berada.
Gadis itu hanya membalikan tubuhnya dan menyerit bingung, Rio senang dengan respon gadis yang dipanggil Fy.
"Loh? Itu Ify? Tumben sekali dia merespon sapaan orang. Aneh."
***
Dikelas sudah agak ramai, Rio melangkahkan kakinya menuju mejanya. Matanya menangkap Ify yang tengah terduduk dikursi nya sambil membaca novel, Rio menyerit heran kenapa wajah Ify berbeda dengan yang ia lihat di taman. Rio berhenti di samping meja Ify dan menatapnya dengan lekat.
"Fy.." Tidak ada sautan dari Ify, dan ia malah asik membaca novel.
"Fy, nanti istirahat kedua kau ingin memesan donat lagi?" Masih saja Ify sibuk dengan novelnya, feeling Rio mulai tidak enak.
"Aneh." Gumam Rio, lalu ia pergi.
Via yang sedari tadi memperhatikan Rio yang mengajak Ify bicara membuat dirinya heran, hari ini Ify aneh. Apa jangan-jangan yang Rio temui bukan Ify, kalau iya lalu tadi siapa? Masa iya dia hantu.
Flashback Off
"Lalu kau ingin melakukan sesuatu, begitu?" Tanya Shilla. Via berfikir apa yang harus ia lakukan, dan satu ide muncul tiba-tiba membuat ia tersenyum sendiri.
"Oh, kau tidak sedang kerasukan arwah Ify kan Vi?" Tanyanya lagi dengan nada takut.
Plakk
Via memukul kepala Shilla dengan sadis, Shilla hanya meringis.
__ADS_1
"Shilla kalau berbicara suka sama dengan faktanya." Ucap Via dengan sinis.
"Via!! Jangan bercanda ihh."
"Siapa yang bercanda." Ucap Via dingin dan datar, Shilla langsung mengusap tengkuknya yang merinding tiba-tiba.
"Vi, ini sekolah loh Vi." Ucap Shilla dengan nada takut.
"Bukan." Ucap Via dengan tatapan kosong.
"Via please jangan menakutiku." Shilla sudah ketakutan dan gelisah.
"Pergi kau dari sini."
"Eh eh, Via sadar Vi." Shilla menggoyangkan tangan Via. Tapi Via tetap matanya kosong.
"Pergi kau dari sini!" Bentak Via, lalu berdiri dan Shilla juga ikut berdiri. Via mengangkat tangan kirinya keatas.
Brrakk
jendela yang terbuka langsung tertutup kencang membuat Shilla benar-benar takut.
"ARRRGGGHHH!!" Shilla menjerit dikala darah keluar dari kepala Via dan mengalir ke dahi sampai menetes ke bawah.
"Pergi!"
"Kau bukan Via, siapa kau? Kenapa kau memasuki ketubuh Via?" Via melayang kearah Shilla yang ketakutan.
Shilla langsung berlari keluar kelas, Via yang melayang langsung jatuh dan pingsan di depan kelas.
***
"Tolong Via, cepat." Ucap Shilla yang masih menangis.
"Via kenapa Shill?" Tanya Alvin khawatir.
"Lebih baik kita ke kelas." Ucap Shilla sesenggukan. Mereka langsung berlari ke kelas. Sesampainya disana mereka menemukan Via yang sudah tergeletak pingsan di depan kelas.
"Viaa!!"
Alvin langsung menggendong Via dan membawa nya ke ruang kesehatan.
***
"Shill, kita minta penjelasan." Ucap Agni, kini mereka semua sedang duduk di sofa. Shilla menatap Agni dan ia langsung bercerita dari ia datang ke kelas Via sampai Via kerasukan.
"Jadi menurutmu bagaimana Shill?" Tanya Alvin.
"Menurutku dia kerasukan, aku tidak tahu arwah siapa itu." Jawabnya dengan nada lemah.
"Apa ini ada sangkut pautnya dengan gadis yang berada di gudang belakang?" Tanya Rio. Mereka langsung menatap Rio.
"Mungkin saja, sosok itu yang pernah menampakkan dirinya kepadamu dan Via." Ucap Shilla.
"Aku takut." Gumam Shilla.
__ADS_1
"Sepertinya aku merasa ada yang aneh dengan Ify." Ucap Alvin.
"Apa kita harus selidiki Ify?" Tanya Cakka.
"Caranya?" Tanya Rio.
"Kita ikuti Ify, kemana pun ia pergi." Ucap Agni.
"Ide bagus, kapan kita lakuin?" Ucap Shilla.
"Besok." Jawab Agni.
"Apa itu cara yang terbaik?" Ucap Rio. mereka memandang Rio dengan tatapan bingung.
"Maksudku, apa kita yakin menyelidiki Ify? Apa nantinya Ify menjadi curiga terhadap kita? Dan menurutku itu tidak ada sangkut paut dengannya." Rio menjelaskan dengan gelisah. Menurut mereka Rio ada benarnya juga, lantas mereka harus bagaimana?
Duttt
Tiba-tiba ada sebuah bunyi yang sangat aneh dan berbau. Mereka menutup hidung masing-masing, kecuali Cakka.
"Siapa sih yang kentut?" Tanya Rio.
"Tuh Cicak kentut, si bodoh ini malah ada disampingku lagi." Ucap Agni menunjuk Cakka dengan dagunya
"Sana hus hus, jangan dekat-dekat." Lanjutnya sembari mendorong Cakka.
"Kau yakin ingin mengusirku yang tampan ini?"
"Sana!! Suruh siapa kau kentut." Agni mendorong-dorong tubuh Cakka supaya menjauh darinya.
"Baru saja kentut kau sadis, belum juga ngupil lalu di tempelin kemana-mana." Ucap Cakka.
"Cakka jorok!!." Ucap Shilla.
"Kalau tidak jorok bukan Cakka namanya." Balas Cakka.
"Terus?" Ucap mereka minus Cakka.
"Cakka si tampan tiada tara." Ucap Cakka narsis, semua menampilkan mimik muka yang ingin muntah, bahkan Agni sampai menimbulkan suara orang muntah.
"Mendrama sekali kau. Mungkin saat ini kau membenciku, besok atau lusa atau di masa depan kau akan mencintaiku."
"Bodo amat Cak, bodo amat." Gertak Agni. Yang lain hanya menyaksikan sinetron yang tidak laku, mereka hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Cagni.
Kenapa mereka tidak menjadi pasangan saja? Mereka sangat cocok.
****
Buku Harian ❄
Kenapa dengan hidupku? Seolah-olah mereka menyudutkanku. Aku tahu Via pingsan, ingin aku menolongnya tapi aku takut. Takut aku yang di salahkan.
Saat aku ingin ke kelas, aku melihat Via sudah tergeletak. Aku ingin mencari pertolongan tapi tidak bisa. Aku cepat-cepat bersembunyi di bawah meja dan benar disana sudah ada teman-temannya.
Aku benar-benar khawatir ada apa dengan Via.
__ADS_1
Semoga kau tidak kenapa-kenapa Via.
Rarify Anifhumari^~^