Buku Harian

Buku Harian
[7] Rain


__ADS_3

Bab 7


Ify berjalan di tengah hutan, ia tidak tahu hari sudah masuk siang atau malam, Ify tak tahu karena lebatnya hutan membuat langit tertutup. 


Dinginnya udara membuat tubuh Ify menggigil, ia bingung kenapa bisa sampai di hutan ini. Seingatannya terakhir kali, Ify pergi ke kamarnya setelah ia berada di kamar sang kakak, lalu ia langsung tidur.


Sesekali Ify mengusap kedua lengannya untuk memperhangat suhu badannya, ia menengok ke kiri dan ke kanan dan berjalan dengan perlahan takut ia tersandung akar pohon yang timbul di permukaan tanah. 


Sreettt 


"Siapa disana?" Tanya Ify kala terdengar suara gesekan semak-semak. Tidak ada yang menjawab pertanyaan Ify, disini sangat sepi, sunyi, hanya terdengar suara srigala yang mengaung beberapa kali dan suara yang aneh-aneh menggema didalam hutan. 


"Hello, apakah ada orang?" Tanyanya sekali lagi. Ify baru saja menyadari disini hanya ia sendiri, tidak ada yang menemaninya, tidak ada Rara atau orang yang lain. 


Ify melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti. Ia berjalan semakin masuk kedalam hutan, bebauan tanah tercium dan bau amis membuat ia menutup hidungnya sendiri. 


Sreettt 


Sebuah tangan dingin memegang kaki Ify membuatnya berhenti berjalan. Jantungnya berdetak kencang dan tak karuan. Tuhan tolong aku! 


Bukkk sreettt 


"ARRRGGGHHH..." Teriaknya saat tangan itu menarik kaki Ify sampai terjatuh lalu menyeretnya. 


Ify memberontak untuk dilepaskan, semakin Ify memberontak tarikan itu semakin kasar. 


Bukk 


"Ahhhh.. Ssttt.." Ify meringis kesakitan akibat pelipisnya terbentur permukaan pohon yang sedikit kasar sampai pelipisnya mengeluarkan darah. 


"Lepas!!" Bentak Ify, tanpa sadar tangan Ify memegang akar yang ada di depannya. Ia memegang sekuat tenaga, kakinya dibuatkan bergerak tak menentu supaya terbebaskan. 


Akhirnya kaki Ify terlepas dari genggaman tangan itu, dengan tenaga yang tersisa Ify mencoba berdiri secara perlahan. 


Setelah berdiri, Ify mengedarkan pandangannya ke sekitar, tidak ada orang. Lalu tangan yang tadi tangan siapa? Ify membalikan tubuhnya dan matanya menangkap sosok yang sangat mengerikan. 


Tangan kanan yang tergelintir dan terbalik, kakinya sudah tak sejajar akibatnya sosok itu berdiri dengan miring, wajahnya rusak, bagian pucuk kepalanya retak. Entah bagaimana ia meninggalnya. 


Ify tidak menjerit dan bergerak. Semua badannya terasa kaku bagai patung, matanya seolah terhipnotis oleh pemandangan yang menyeramkan. 


"Rain." Ucapnya dengan lirih dan dingin. 


"Si-- ARRRGGGHHH!!" Tiba-tiba sosok itu melayang cepat kearah Ify membuatnya berteriak dan semuanya gelap. 


*** 


Via sedang memarkirkan mobilnya di parkiran khusus mobil, di sebelah Via ada Agni. Mereka berangkat kesekolah bersama, kenama Shilla? kenapa Shilla tidak ada? Ternyata Shilla membawa mobilnya sendiri dan mobil itu sudah terparkir manis didepan mobil Via. 

__ADS_1


Tok-tok-tok!! 


Kaca mobil Via di ketuk oleh seseorang, lalu Agni membukanya dan ternyata dia adalah Cakka. 


"Ada apa sih Cak?" Tanya Agni cuek lalu membuka pintu mobil dan keluar, di ikuti dengan Via. 


"Gawat Ag, Vi." Ucap Cakka dengan muka khawatir. 


"Gawat kenapa?" Tanya Via gemas. 


"Itu.. Anu.. Itu." 


"Itu anu kenapa Cicakk!!" Ucap Via dan Agni berbarengan, mereka kesal karena Cakka tidak to the poin. 


"Tugas matematikaku belum selesai, hehe." Cakka tersenyum idiot membuat Via dan Agni melongo mendengar tuturan Cakka. 


Si bodoh Cakka benar-benar bodoh yang suka membuat heboh, kalau saja sekolah membolehkan membawa senapan Via dan Agni akan menembak kepala Cakka dan di gantikan dengan kepala gajah. 


"SIALANN!!" Gertak mereka berdua. Cakka langsung berlari dari hadapan Via dan Agni. 


"Cicak kau mau kamana?! Jangan berani-beraninya kau kabur dariku. Aku akan membunuhmu!!" Ucap Agni langsung mengejar Cakka sedangkan Via hanya berjalan santai. 


Saat berjalan di koridor Via melihat seorang gadis berkacamata dan berambut panjang sedang berjalan menunduk, tanpa berfikir Via menghampiri gadis itu dan berhenti di depannya. 


"Fy, ah kebetulan sekali kita bertemu. Kita ke kelas bersama oke. Oh iya, tugas matematikamu sudah di kerjakan?" Ucap Via beruntun. 


"Bukan." Ucap gadis itu dingin dan masih menundukan kepalanya. 


"Viaaa!!" Teriak seseorang di belakangnya dan membuat Via tergelonjak kaget secara reflek ia membalikan tubuhnya. 


"Kenapa?!!" Ucapnya dengan garang. Orang yang di depannya menyerit heran.


"Sedang apa kau berdiri sendiri disini?" 


"Sendiri?" 


"Iya sendiri." 


"Aku tidak sendiri, aku bersama If--" Via membalikan tubuhnya kesemula dan disana sudah tidak ada siapa-siapa. 


"Fy-- loh kok dia tidak ada Yo?" Tanya Via pada orang itu yang ternyata Rio. 


"Kau bertanya kepadaku? Lalu aku harus bertanya kepada siapa? Aku memang melihatmu sendiri." 


"Aku sedang berbicara dengannya. Ify yang memakai kacamata." Rio membulatkan matanya dan dia baru menyadari bahwa orang yang Via maksud mungkin sosok yang Rio temui di gudang belakang sekolah dengan kak Veni. 


"Sosok yang mirip dengan Ify? Pakai kacamata, berwajah datar dan beraura dingin?" 

__ADS_1


"Iy--ya." Jawab Via ragu. 


"Viaa, kau tahu?! Itu ciri-ciri sosok yang aku temui di gudang belakang sekolah dengan kak Veni, kau masih mengingatnya kan?" 


"Astaga!!" Pekik Via sambil membekapkan mulutnya. 


*** 


Ify sedang mendengarkan musik di ponselnya menggunakan earphone sambil membaca novel yang baru saja ia beli kemarin. 


"Rain." Terdengar suara lirih yang menyebutkan sebuah kata. Ify melepaskan earphonenya sebelah untuk memperjelas pendengarannya. 


Sudah beberapa menit, tapi suara itu tidak ada lagi. Ia memasangkan lagi earphonenya dan melanjutkan membacanya. 


"Rain." Suara itu terdengar kembali membuat Ify melepaskan kedua earphone dengan kesal dan mengacuhkan semuanya. 


Dalam bacanya ia berfikir maksud dari suara itu apa?


"Rain?" Gumamnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Buku Harian ❄ 


Aku tidak tahu maksud kejadian dihutan? Aku bermimpi atau tidak? Rasa-rasanya seperti nyata. Sudah lupakan aku tidak tahu.


Lalu apa itu Rain? Apa mungkin nama sosok yang berada di hutan? 


Dan kenapa deretan 4 hurup R-A-I-N terngiang-ngiang dibenakku membuatku pusing.

__ADS_1


Sekali lagi tolong aku! 


Rarify Anifhumari ^~^


__ADS_2