Buku Harian

Buku Harian
[8] Keanehan Ify


__ADS_3

Part 8


Kelas masih keadaan sepi, Ify sedang membaca novel tanpa mendengarkan musik lagi, takutnya ia mendengar lagi suara yang aneh seperti kemarin. Bukannya takut tapi ia lelah mendengarnya.


Wuss


Angin ini lagi, angin yang tak biasanya. Ify berwaspada pada sekitar, matanya menjelajahi kesegala arah dan matanya berhenti di sudut depan kelas dekat meja guru.


Sosok gadis cantik yang waktu kemarin malam berdiri di depan gerbang rumahnya. Dia menampakkan dirinya lagi, tapi tatapannya tidak sesendu kemarin melainkan tatapan tajam.


Seolah ada keberanian Ify menatap sosok itu tanpa berkedip. Mulut sosok itu terangkat perlahan, dan Ify masih menatapnya.


"Tolong aku." Ucapnya, Ify tersentak kaget melihat sosok itu mengeluarkan darah dari matanya padahal matanya tidak kenapa-kenapa.


"Tolong aku." Ucapnya lagi. Dan Ify masih berdiam diri di kursinya.


"Ba-- bagai--" Ucap Ify tergagap, mata sosok itu menyalang keamarahan, berubah menjadi merah menyala. Tangan kirinya terangkat dan meja yang didepan Ify terjatuh.


Brakkk


Meja dan kursi di kelas semua berguncang hebat, papan tulis juga bergerak. Ify mulai panik ia harus bagaimana, apa yang harus ia lakukan.


Brraakk


Brraakk


Kursi dan meja berjatuhan dan kelas menjadi kacau. Tiba-tiba meja guru melayang-layang diudara dan bergerak kearah Ify.


Ify ingin kabur tapi ia tidak bisa bergerak, kursinya seperti ditempeli lem yang sangat lengket, dengan gerakan cepat meja itu mengarah kearahnya.


"ARRRGGGHHH.." 


***


Via dan Rio berjalan menuju kantin untuk menemui para sahabatnya. Mereka ber pas-pasan dengan Veni tanpa ditemani Vano, tumben sekali mereka berpisah.


"Riooo!!" Seru Veni girang dan langsung menghampiri Rio dan Via.


"Yo, kau mau kemana?" Tanya Veni basa-basi. Rio melirik Via dan mereka saling lirik.


"Mmm.. Ke kantin maybe." Jawab Rio ragu.


Dibelakang Rio seorang gadis lewat begitu saja, mata Rio langsung berbinar. Gadis cantik berambut panjang, berwajah pucat dan tatapannya kosong.


"Fy .. Fy" Panggil Rio dan langsung berjalan kearah gadis itu yang agak jauh dari tempat Rio berada.


Gadis itu hanya membalikan tubuhnya dan menyerit bingung, Rio senang dengan respon gadis yang dipanggil Fy.


"Rify?" Gumam Veni saat melihat wajah gadis itu.


"Loh? Itu Ify? Tumben sekali dia merespon sapaan orang. Aneh." Mendengar ucapan Via, Veni menyerit bingung.


'Ify? Siapa Ify? Bukankah dia Rify? Wajahnya mirip. Ah mungkin aku salah orang.' batin Veni. Via yang melihat Veni ngelamun langsung mengibas-ibaskan tangannya didepan wajah Veni.


"Kak Ven?" Veni tak nyaut sapaan Via dan ia masih melamun.

__ADS_1


"Kak Veni!!" Ucap Via sambil menggoyangkan kedua bahu Veni dan itu berhasil buat Veni sadar.


"Eh, iya kenapa Vi?" Tanya Veni bingung. Via hanya menghela nafas lelah.


"Seharusnya aku yang bertanya begitu kak, kakak kenapa melamun." Greget Via, Veni hanya memamerkan gigi putihnya.


"Kak aku ingin ke kantin, kau mau ikut?" Veni mengarahkan pandangannya ke tempat Rio berada tapi sudah tidak ada Rio disana.


"Hm, aku ikut." Mereka pergi ke kantin bersama sebelum bel masuk berbunyi. 


***


Rio membawa Ify ke taman belakang sekolah, disana mereka duduk selesehan di rumput. Tidak ada yang mulai berbicara, mereka sama-sama bungkam. 


"Fy, apa kau lapar?"


"Iya." Ify tersenyum tipis membuat Rio tidak berkedip. Cantik!!


"Mau ke kantin?"


"Aku tidak mau, aku ingin di sini saja."


"Yasudah aku saja yang pergi, lalu kau ingin pesan apa?"


"Mmm.. Donat Milosaurus empat, sama susu coklat dinginnya satu." Ucap Ify dengan mata berbinar saat ia mengucapkan donat milosaurus.


"Oke kau tunggu disini jangan kemana-mana." Ify hanya menganggukkan kepalanya dan Rio pergi ke kantin.


'Mungkin sudah waktunya.' Ucapnya dalam hati. Ia melihat sosok di belakang pohon yang tak jauh dari tempatnya, lalu gadis itu perlahan menghilang.


"Rio, menyebalkan sekali!!." Gertaknya, Rio langsung duduk disamping Ify dan menaruh pesanan mereka berdua.


"Ada sesuatu yang kau pikirkan?"


"Kau itu sangat penasaran sekali." Ify mengambil donatnya dan langsung melahapnya.


"Sepertinya kau menyukai donat dinosaurus?" Tanya Rio dengan wajah polosnya.


"Milosaurus Rio, milosaurus. Bukan dinosaurus."


"Sama aja itu." Ucap Rio tak mau kalah.


"Beda."


"Sama."


"Beda."


"Aku menyukaimu." Ucap Rio cepat membuat Ify menyerit bingung.


"Heh?"


"Sama." Ify mendengus kesal lalu melahap donat terakhirnya.


"Cepat sekali kau menghabiskannya, Fy?" Ify menuntaskan minumannya sebelum menjawab.

__ADS_1


"Makan terlalu lama nanti rasanya malah tidak enak."


"Tidak seperti kau, makan sangat lambat seperti siput." Lanjutnya, lalu pergi meninggalkan Rio sendirian ditaman.


Wusss


Tiupan angin membuat bulu kuduk Rio berdiri lalu mengusap tengkuknya. Dia baru menyadari disini sangat sangat sangat sepi, tidak ada seorangpun ditaman ini.


"Tolong jaga dia." Terdengar suara sangat lirih.


Rio tertegun mendengar suara itu, dan apa maksudnya? Siapa yang harus Rio jaga? Kata-kata itu buat siapa?


Rio langsung pergi dari taman. Terlihat sosok itu mentap Rio yang sudah berlalu, lalu sosok itu menghilang tertiup angin. 


***


Dikelas sudah agak ramai, Rio melangkahkan kakinya menuju mejanya. Matanya menangkap Ify yang tengah terduduk dikursi nya sambil membaca novel, Rio menyerit heran kenapa wajah Ify berbeda dengan yang ia lihat di taman. Rio berhenti di samping meja Ify dan menatapnya dengan lekat.


"Fy.." Tidak ada sautan dari Ify, dan ia malah asik membaca novel.


"Fy, nanti istirahat kedua kau ingin memesan donat lagi?" Masih saja Ify sibuk dengan novelnya, feeling Rio mulai tidak enak.


'Dia kenapa? Tadi saja dia wellcome kepadaku, tapi kenapa sekarang malah acuh seperti itu?'


"Aneh." Gumam Rio, lalu ia pergi.


Via yang sedari tadi memperhatikan Rio yang mengajak Ify bicara membuat dirinya heran, hari ini Ify aneh. Apa jangan-jangan yang Rio temui bukan Ify, kalau iya lalu tadi siapa? Masa iya dia hantu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Buku Harian ❄


Sosok itu menampakkan dirinya lagi, dia terus-menerus meminta tolong. Aku harus bagaimana? Apa aku harus meminta bantuannya Rio? Tapi tidak mungkin.


Jelas-jelas kita tidak saling kenal. Rara? Akhir-akhir ini aku tidak tahu Rara kemana, dia seperti ditelan bumi. Emang bumi bisa menelan sosok hantu seperti Rara? Ify... sekarang kau berpikiran aneh.


Rarify Anifhumari^~^

__ADS_1


__ADS_2